He Is Mine

He Is Mine
Eps 52


__ADS_3

Pagi tiba, badan Diandra kini terasa sangat segar karna dia tidur dengan nyenyak semalaman.


"Pagi.." Ucap Diandra memasuki dapur.


Keisya melirik suami nya itu sebentar.


"Pagi mas" Jawab Keisya.


Diandra duduk di tempat makan sambil memperhatikan istri nya yang sedang mempersiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Ada yang perlu aku bantu sayang?" Tanya


Diandra.


Keisya kembali melirik Diandra sebentar, lalu tersenyum.


"Tidak usah mas, ini sudah semua nya ko" Jawab Keisya.


Beberapa saat kemudian.


Semua hidangan telah tersaji di meja makan, kali ini Diandra dengan cepat mengambil satu piring sebelum Keisya mengambil nya.


Keisya menatap suami nya itu.


"Mau sama apa sayang?" Tanya Diandra.


Keisya tersentak mendengar pertanyaan suami nya itu.


"Eh mas, tidak usah" Keisya merasa tidak enak ketika menyadari bahwa suami nya itu sedang menyiapkan makan untuk dirinya.


Diandra menggelengkan kepala nya dan menyuruh Keisya untuk duduk saja.


Karna Diandra benar benar ingin mengucapkan rasa terimakasih nya pada sang istri yang selalu merawat nya dengan sangat baik.


"Tapi tidak usah seperti ini mas, itu kan memang sudah kewajiban aku" Ucap Keisya.


"Tidak apa apa sayang, sekali sekali.." Jawab Diandra.


Akhirnya Keisya menuruti kehendak suami nya itu.


"Mas tidak makan?" Tanya Keisya.


"Kita makan berdua" Jawab Diandra.


Satu piring berdua, hal yang sungguh sederhana namun sangat romantis bagi Keisya pribadi.


"Aaaaa" Diandra mengambil satu sendok nasi.


Sesaat sebelum menerima suapan dari suami nya itu Keisya terdiam.


Lalu kemudian menerima nya.


Selang beberapa saat, Diandra menyendokan nasi untuk nya sendiri.


Berulang ulang seperti itu, hingga nasi telah habis dan kedua nya telah merasa kenyang.


"Mas minum teh dulu ya" Keisya menyiapkan segelas teh manis.


"Kenapa tidak kopi sayang?" Tanya Diandra.


"Jangan dulu, badan mas kan baru membaik jadi sebaik nya jangan minum kopi dulu"


Jawab Keisya.


"Tapi kan sayang, aku tidak sakit" Elak Diandra.


Tetap saja, walaupun seperti itu Keisya tidak membuatkan kopi untuk suami nya itu.


Dan beberapa kali pun meminta rasa nya sia sia jika istri nya itu telah bilang tidak, Diandra hanya bisa pasrah saja.


Jam sudah hampir pukul 7.

__ADS_1


Diandra kini telah bersiap untuk berangkat ke kantor.


Keisya mencium tangan suami nya itu.


"Hati hati di jalan ya mas" Ucap Keisya.


Diandra mencium kening Keisya.


"Iya sayang." Jawab nya.


***


Diandra baru saja sampai di kantor.


Seperti biasa, dalam perjalanan nya menuju ruangan selalu ada Desi yang akan muncul di belakang nya dengan beberapa berkas di tangan nya.


"Ini pak" Desi memberikan semua dokumen di tangan nya.


Kini Diandra telah memahami sedikit demi sedikit semua pekerjaan nya.


Dan Desi tidak perlu lagi menjelaskan tentang apa yang di bawa nya.


Setelah selesai semua nya, Desi izin keluar dari ruangan nya.


Baru saja Diandra akan menyandarkan badan nya.


Telpon di ruangan nya berbunyi.


"Hallo" Ucap Diandra.


"Maaf pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak" Jawab nya.


"Siapa?" Tanya Diandra.


"Maaf pak, tamu tersebut tidak mau memberitahu nama nya dan meminta untuk bertemu langsung dengan bapak"


Diandra diam beberapa saat, siapa tamu itu yang ingin bertemu dengan diri nya secara langsung.


Bahkan dia tidak memberitahu namanya.


Diandra menutup telpon nya, dan mengira ngira siapa tamu tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian pintu ruangan nya terbuka, tanpa di ketuk terlebih dahulu.


Diandra menatap kearah pintu, hingga muncul seseorang yang sangat dia kenal.


Rayna.


Diandra cukup kaget dengan kedatangan Rayna, buru buru Diandra bangun dan mengunci pintu ruangan nya.


"Pagi sayang" Rayna mencium pipi Diandra.


"Eh, eh kenapa kamu kesini sayang?" Tanya Diandra.


Rayna mengerucutkan bibir nya, dan tidak terima dengan apa yang Diandra ucapkan.


Seolah olah kehadiran nya disini tidak di inginkan oleh kekasih nya itu.


"Memang nya tidak boleh?" Tanya Rayna.


"Bukan begitu.." Jawab Diandra.


Belum sempat Diandra menyelesaikan perkataan nya, Rayna memotong nya.


"Terus apa maksud dari ucapan mu tadi sayang? Seolah kamu tidak menginginkan kehadiran ku" Jelas Rayna bersedih.


Diandra menghela nafas nya dan kemudian meminta maaf atas ucapan nya yang menyinggung kekasih nya tersebut.


Seperti biasa, Rayna susah untuk di bujuk hingga akhirnya Diandra harus sedikit merayu nya.


"Maaf ya sayang.." Ucap Diandra.

__ADS_1


"Awas seperti itu lagi!" Ancam Rayna.


Diandra menanggukan kepala nya.


"Iya sayang" Jawab nya.


Rayna melemah, dan memaafkan kekasih nya itu.


Beberapa saat kemudian.


Rayna dan Diandra duduk di sofa.


Ingin Diandra bertanya tentang apa maksud dari kedatangan kekasih nya itu kesini, padahal hari masih pagi.


Namun Diandra tidak berani untuk bertanya saat ini, takut jika Rayna akan merasa tersinggung lagi seperti barusan dan akan susah untuk meminta maaf kembali.


"Sayang?" Panggil Rayna.


"Iya?" Jawab Diandra.


"Kapan kamu ada waktu untuk ku? Katanya kita bisa bersama seharian" Ucap Rayna.


Diandra tersenyum lalu menatap kekasih nya itu.


"Nanti yah sayang, kalau aku tidak banyak pekerjaan" Jawab Diandra.


Rayna kembali melontarkan sebuah pertanyaan, yang mengatakan kapan kah waktu itu akan tiba dan sesibuk apa sang kekasih di kantor.


"Terus semalam kemana kenapa telpon ku tidak di jawab? Pesan saja tidak di balas" Tanya Rayna.


Bingung, Diandra harus menjawab apa saat ini hingga terdengar sebuah suara ketukan di pintu.


Cepat cepat Diandra menarik Rayna pada kursi tamu sebrang meja nya, dan membuka kunci pintu.


"Eh?" Diandra diam mematung.


Farida, sang ibu kini berdiri di hadapan nya sambil tersenyum.


"Selamat pagi sayang" Sapa ibu.


Diandra terbata bata dan tidak tahu harus menjawab apa.


"Bu, ibu ko ada disini" Tanya Diandra.


Ibu melangkahkan kaki nya memasuki ruangan anak nya tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, ibu yang mematung menatap seseorang yang tengah duduk tersenyum menatap nya.


"Rayna.." Gumam ibu.


"Hallo tante.." Rayna berdiri dari duduk nya dan menghampiri ibu dari kekasih nya itu.


Rayna mencium tangan ibu sambil tersenyum.


Sedangkan ibu masih mematung, tidak percaya akan bertemu lagi dengan Rayna setelah dalam waktu yang cukup lama mereka tidak bertemu.


***


"Sudah berapa lama?" Tanya ibu.


Diandra menundukan kepala nya.


Saat ini Rayna telah pamit pulang, dan hanya ada ibu dan Diandra saja kini di ruangan.


"Sejak aku cerita pada ibu" Jawab Diandra pelan.


Ibu menghela nafas, tidak menyangka bahwa putra nya itu benar benar menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasih nya.


"Ibu pikir kamu sudah melupakan nya dan menicntai Keisya" Ucap ibu lirih.


Selama ini ibu memang tidak pernah mendengar lagi perihal putra nya itu dengan Rayna, apalagi melihat perubahan sikap putra nya itu.

__ADS_1


Dan sikap yang dia tunjukan dengan Keisya selama ini, seolah menutup kisah nya dengan Rayna.


Yang ternyata pikiran ibu salah besar, putra nya itu masih berhubungan dengan sang mantan.


__ADS_2