
Masalah kini telah selesai. Diandra dan kedua orangtua nya telah kembali lagi ke rumah, senyuman terus mengihasi mereka bertiga ketika pada akhir nya Rayna dan kedua orangtua nya tidak dapat mengelak lagi setelah Rian memperlihatkan bukti bukti yang valid atas pertuangan nya dengan Rayna.
Selain itu, masalah kehamilan Rayna yang sebelum nya sempat di kira adalah anak dari Diandra ternyata itu memang anak Rian. Dan Rayna yang mengakui nya sendiri.
Rayna yang memang sempat tinggal kembali bersama dengan Rian saat masih berhubungan dengan Diandra merasa terkejut saat mengetahui dirinya sedang mengandung.
Dan Rayna pada saat itu menjadi labil, dengan mencoba mempertimbangkan Rian atau Diandra.
Padahal memang Rayna hamil setelah beberapa lama tinggal kembali bersama dengan Rian.
Rayna yang pada akhirnya lebih mempertimbangkan Diandra yang memiliki banyak harta, kembali pergi dari kehidupan Rian. Dan memblokir semua sosial media Rian, dan mengganti nomor ponsel nya juga untuk menghilangkan jejak.
Dengan begitu Rayna bisa mengatakan pada Diandra bahwa dia tengah hamil dan mengandung anak Diandra, yang pada akhirnya kini di ketahui itu adalah anak dari Rian.
Sebelum Rayna mengakui bahwa itu adalah anak Rian, Diandra dan kedua orangtua Rayna sempat berdebat panas. Dan menuduh bahwa Diandra enggan bertanggung jawab pada putri mereka.
Namun hal itu dapat di lerai dengan sebuah perjanjian yang di ajukan oleh Diandra. Diandra membuat sebuah perjanjian dengan kedua orangtua Rayna, pada saat anak Rayna lahir untuk melakukan tes DNA. Dan jika terbukti itu anak Diandra, maka Diandra anak bertanggung jawab penuh. Namun, jika anak itu memang adalah anak dari Rian, Diandra akan meminta ganti rugi dan sekalian membawa masalah ini menuju jalur hukum. Dengan tuduhan pencemaran nama baik Diandra dan keluarga nya.
Mendengar itu Rayna terlihat sangat syok, dia menangis dan akhirnya mengakui bahwa itu memang anak dari Rian, dan dia hamil bukan oleh Diandra, tapi oleh Rian.
Selain mengakui semua nya, orangtua Rayna kini telah meminta maaf pada Diandra sekeluarga dan mengatakan bahwa Diandra kini tidak perlu lagi untuk menikah dengan Rayna, karna Rian lah yang akan bertanggung jawab penuh pada Rayna.
***
"Aku harus segera mencari istri ku." Batin Diandra.
Namun kemana saat ini dia harus mencari istri nya tersebut, sedangkan nenek dan kakek nya telah mengatakan bahwa Keisya telah pergi untuk bekerja.
"Andra, kamu makan dulu nak." Ajak ibu.
Diandra mengangguk dan menuju ruang makan, bersama dengan ibu yang mendorong kursi roda nya.
Setelah selesai makan, Diandra mengatakan pada ibu dan ayah bahwa dia harus segera menemukan dimana keberadaan Keisya.
__ADS_1
Keisya harus segera mengetahui kabar ini. Diandra yakin, rumah tangga nya akan kembali seperti semula lagi.
Waktu sudah hampir larut malam, Diandra masih memegangi ponsel nya dan berharap nomor istri nya itu aktif.
Diandra tidak mengalihkan padangan nya dari ponsel. Hingga rasa mengantuk berkat dari efek obat yang dia minum membuat nya tertidur.
Pagi hari.
Diandra bangun dan menyadari bahwa dirinya telah ketiduran. Dengan segera dia mencari ponsel nya yang tertindih oleh badan nya sendiri. Kembali, dia langsung membuka aplikasi dan memperhatikan status dari istri.
Diandra membelalakan matanya ketika dia melihat status istri nya yang baru saja offline beberapa menit yang lalu. Dengan segera Diandra menekan tombol panggilan.
"Ayo angkat dong sayang.." Gumam nya menunggu panggilan tersambung. Namun beberapa kali Diandra mencoba melakukan panggilan, Keisya tetap tidak menjawab panggilan darinya.
Diandra mengirimkan pesan kepada Keisya.
***
Keisya baru saja selesai memasak bersama dengan Zia, entah kenapa Zia merasa ada yang berbeda dengan Keisya di pagi hari ini.
Baru saja selesai sarapan, tiba tiba pintu rumah nya terdengar ada yang mengetuk. Lalu ada sebuah suara yang memanggil nama nya dan Zia dari luar. Dan itu adalah suara Anya.
"Eh tumben pagi sekali.." Zia membuka pintu.
"Iya, maaf ya.. Kalian sudah sarapan belum?" Tanya Anya.
Keisya dan Zia mengangguk bersamaan.
"Baru saja kami selesai sarapan." Jawab Keisya.
Anya tersenyum dan mengatakan kepada Keisya dan Zia untuk pergi berangkat ke kantor pagi ini juga, karna ada rapat dewan direksi yang akan di laksanakan pukul 7 pagi.
Mendengar itu Keisya dan Zia kelabakan berganti pakaian, karna Anya yang tidak memberitahukan hal ini sebelum nya pada mereka berdua.
__ADS_1
"Ko ga bilang dari kemarin.." Keluh Keisya.
Anya hanya bisa cengengesan saja sambil meminta maaf, karna dia sendiri memang lupa untuk membicarakan hal ini dengan Keisya dan Zia saat pulang kemarin dan dirinya baru mengingat sekarang.
"Kei tenang aja, hati hati juga aku takut kamu jatuh.." Anya mengigit bibir bawah nya ketika melihat Keisya dengan terburu buru memakai pakaian dan ber make up tipis di saat yang bersamaan.
"Ayo."
Kini semua telah dalam perjalanan menuju kantor, Anya melihat jam di ponsel nya yang hanya menyisakan waktu 30 menit saja pada waktu rapat yang akan di langsungkan.
15 menit berlalu, untung lah mereka bertigs tidak telat. Karna masih mempunyai sedikit waktu untuk masuk kedalam ruang rapat.
Kini ketiga nya tidak terburu buru lagi, karna hanya tinggal masuk kedalam ruangan saja.
"Ya ampun, ponsel ku tertinggal." Ucap Keisya.
Zia menatap Keisya.
"Memang nya sejak kapan kamu menggunakan ponsel mu lagi?" Tanya Zia.
"Iya semalam aku mencoba untuk menghidupkan ponsel ku, tapi batrai nya habis. Jadi semalaman kemarin aku charge ponsel nya dan baru aku hidupkan tadi setelah selesai shalat. Niat nya aku ingin menggunakan ponsel, eh sekarang malah ketinggalan ponsel nya." Jelas Keisya.
"Yaudah nanti aja selesai bekerja." Timpal Anya.
Ketiga nya memasuki ruang rapat.
2 jam berlalu, kini sudah pukul 9 lebih. Anya mengeluarkan bekal yang dia bawa, dan memberikan wadah bekal pada Keisya. Untuk dirinya satu dan Zia satu.
Sengaja Anya tadi membuat bekal karna takut bahwa Keisya dan Zia tidak sempat sarapan saat dirinya kerumah tadi pagi. Namun karna Keisya dan Zia telah sarapan jadi sengaja Anya menyimpan dulu bekal nya sampai rapat selesai.
"Ini ada roti isi buat Zia." Anya memberikan bekal Zia.
"Dan ini spesial untuk bumil ku, buah buahan dan susu khusus bumil."
__ADS_1
Keisya menerima bekal yang di berikan oleh Anya dan mengucapkan terimakasih.