He Is Mine

He Is Mine
Eps 40


__ADS_3

Diandra duduk bersandar di tempat tidur. Sementara Keisya istri nya sudah tertidur lelap saat ini.


Banyak sekali berbagai pertanyaan saat ini berseliweran dalam benak nya.


Dan salah satu nya yaitu tentang kedatangan Rayna dan perasaan nya.


Diandra kini sudah terlanjur mencintai Keisya, istri nya.


Namun kedatangan Rayna hari ini tidak mampu membuat diri nya menghilangkan rasa cinta yang sedang tumbuh pada dirinya untuk Keisya.


Dan di sisi lain, datang nya Rayna menumbuhkan kembali cinta nya pada Rayna.


Diandra mengusap kasar wajah nya.


"Bagaimana ini" Batin nya sambil menatap wajah teduh milik istri nya.


Pelan pelan tangan nya mulai menyentuh pipi Keisya, Diandra mengusap nya secara perlahan.


Hingga cukup lama tanpa dia sadari Keisya


telah membuka mata nya dan menatap nya.


"Mas.." Ucap Keisya.


Diandra tersentak dari lamunan nya.


"Eh" Ucap nya kaget sambil menarik tangan nya dari pipi istri nya itu.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Keisya.


Diandra menghela nafas.


"Maaf ya, aku membuat mu terbangun." Kata Diandra kembali mengusap pipi Keisya.


Selama beberapa saat keadaan menjadi hening.


Hingga Keisya memegang tangan suami nya itu dan bertanya.


"Ada apa?" Tanya Keisya.


Diandra tersenyum.


"Tidak ada" Jawab nya.


Keisya mengubah posisi nya, bersandar pada dada sang suami.


"Ada masalah apa?" Tanya Keisya sekali lagi.


Diandra diam tidak menjawab.


"Aku tahu mas sedang ada pikiran, tidak biasanya mas seperti ini. Katakan padaku ada masalah apa, apa di kantor ada masalah?" Tanya Keisya.


Diandra cukup kaget mendengar penuturan istri nya itu yang menyadari perubahan sikap


nya.


"Tidak, di kantor baik baik saja" Jawab nya datar.


"Terus apa yang membuat mas, sampai tidak bisa tidur? Jika mau, mas bisa bicarakan dengan ku" Tawar nya.


Diandra tersenyum lalu mengusap rambut Keisya.


"Tidak ada masalah apa apa, aku hanya sedang tidak bisa tidur saja." Elak nya.


Keisya mendengus.


Dia menyerah, dan mencoba percaya pada ucapan suami nya itu.

__ADS_1


Walaupun dalam hati nya dia sangat yakin, suami nya itu sedang berbohong.


Adzan shubuh telah berkumandang.


Keisya membuka matanya, dan beranjak dari tempat tidur.


Menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Selesai mengambil air wudhu, sambil mengenakan mukena Keisya mencoba memanggil suami nya.


Membangunkan nya untuk mengajak nya shalat shubuh berjamaah.


Beberapa kali Keisya memanggil suami nya itu.


Namun sama sekali tidak ada jawaban atau pergerakan dari suami nya.


Keisya berfikir mungkin suami nya itu terlalu lelah karna tidur larut malam, dan Keisya sendiri tidak tahu suami nya itu tidur pukul berapa semalam karna dia sendiri kembali tertidur setelah pertanyaan nya tidak kunjung di jawab.


Selesai melaksanakan shalat shubuh dan mengaji Keisya merapihkan kembali mukena dan sejadah nya.


Selepas itu dia keluar dari kamar, untuk memulai aktivitas hari ini.


Menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suami nya.


***


Setelah Keisya keluar dari kamar, Diandra membuka matanya.


Semalaman dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Sebenarnya dia menyadari panggilan dari istri nya itu barusan, yang mengajak nya untuk shalat berjamaah.


Namun entah kenapa, Diandra enggan untuk mengubris istri nya itu saat ini.


Diandra membuka ponsel nya, dan terlihat ada beberapa pesan masuk dari Rayna disana di antara pesan pesan yang lain.


Diandra langsung membuka pesan dari kekasih nya itu terlebih dahulu.


Beberapa waktu berlalu, terlalu asik dengan ponsel nya yang sedang berbalas pesan dengan sang kekasih, Diandra tidak menyadari kedatangan istri nya.


"Mas.." Panggil Keisya sedikit kencang.


Diandra kaget hingga menjatuhkan ponsel nya.


"Eh iya kenapa?" Tanya Diandra.


"Bangun, sudah pagi." Ucap Keisya.


Diandra menyimpan ponsel nya di atas nakas dan beranjak dari tempat tidur, bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badan nya.


Selesai mandi Diandra sudah tidak melihat istri nya itu di dalam kamar. Hanya tersedia pakaian untuk nya hari ini di atas tempat tidur yang sudah rapih.


Diandra melihat posisi ponsel nya, tidak berubah.


"Mungkinkah Keisya tidak melihat isi ponsel milik ku?" Batin nya mengambil ponsel nya.


Diandra bergegas kembali mengenakan pakaian kantor nya, dan setelah semua siap Diandra turun ke bawah menuju dapur untuk sarapan.


"Pagi sayang" Ucap Diandra mencoba bersikap seperti biasa pada istri nya itu.


Walaupun dalam hati nya kini berkecamuk dua nama perempuan yang tengah mengisi hati nya.


Keisya tersenyum lalu membalas sapaan dari suami nya.


"Iya mas." Jawab nya.


Diandra duduk di meja makan, lalu seperti biasa Keisya mengisi piring milik suami nya itu dengan nasi dan beberapa lauk yang Diandra mau.

__ADS_1


Kini sarapan telah selesai.


Diandra meminta kopi terlebih dahulu pada Keisya sebelum berangkat.


"Tumben mas" Ucap Keisya.


Sambil menarik nafas panjang Diandra berlasan bahwa diri nya sedikit mengantuk pagi ini, karna semalam kurang tidur.


Keisya yang biasa nya tidak membiarkan suami nya itu minum kopi pagi hari, terpaksa menuruti kemauan suami nya itu pagi ini.


Keisya beranjak menuju dapur dan membuatkan segelas kopi untuk suami nya.


Sambil mengaduk kopi, Keisya mengucapkan sebuah do'a.


Semoga suami nya itu tidak terkena maagh karna meminum kopi di pagi hari.


Karna sebenarnya semenjak Diandra bekerja, dia tidak lagi menyiapkan kopi untuk suami nya itu di pagi hari, hanya teh hangat saja.


Setelah kopi habis, Diandra beranjak kursi dan berjalan menuju mobil.


Keisya mendampingi suami nya itu sampai depan mobil.


"Aku kerja dulu ya" Ucap Diandra.


Keisya mengulurkan tangan nya dan mencium tangan suami nya itu.


"Hati hati di jalan ya mas, bismillah dulu sebelum apa apa. Ingat itu" Ucap Keisya.


Diandra mengangguk lalu mencium kening istri nya itu.


Beberapa saat kemudian.


Diandra telah sampai di lobi kantor.


"Permisi pak." Ucap salah satu karyawan nya.


Diandra menoleh.


"Iya?" Tanya Diandra.


"Ini pak, ada bingkisan untuk bapak" Karyawan tersebut memberikan sebuah bingkisan bunga, yang bertuliskan congratulations dan semangat dalam bekerja.


"Ini dari siapa?" Tanya Diandra.


Karyawan tersebut diam beberapa saat, lalu menjawab bahwa dia sendiri tidak tahu siapa pengirim bunga tersebut karna dia memang tidak mengenali nya.


Dan saat di tanyakan nama dan urusan apa dengan Diandra, orang itu hanya menyuruh untuk memberikan bunga tersebut saja.


Tidak menjawab pertanyaan dari karyawan tersebut.


Diandra mengangguk, lalu membiarkan karyawan nya pergi dan dia sendiri melanjutkan berjalan menuju ruangan nya.


Sampai di ruangan nya Diandra menyimpan bunga tersebut di atas meja.


Hingga beberapa saat kemudian Desi masuk kedalam ruangan nya memberikan jadwal hari ini.


"Desi, apa kamu tahu siapa yang mengirim bunga ini?" Tanya Diandra pada Desi.


"Tidak tahu pak, memang nya kapan?" Tanya Desi balik.


Ternyata Desi malah tidak mengetahui sama sekali siapa dan kapan bunga itu di kirim ke kantor nya.


Diandra mengehela nafas dan membiarkan Desi keluar dari ruangan nya.


Diandra menatap bingkisan bunga tersebut.


Tiba tiba ponsel nya berbunyi.

__ADS_1


Ada sebuah pesan masuk disana.


"Apakah bingkisan nya sudah di terima sayang?" Pesan Rayna.


__ADS_2