He Is Mine

He Is Mine
Eps 54


__ADS_3

Diandra dengan langkah yang terburu buru memasuki mobil nya.


Sebuah senyuman terus terukir di wajah nya.


Hati nya begitu berbunga bunga saat ini setelah mendengarkan penjelasan dari sang ibu yang mengatakan bahwa istri nya itu kini tengah mengandung.


Setelah ibu mendengarkan penjelasan dari sang anak tentang gejala istri nya yang tidak mau makan nasi, ibu memberitahu putra nya tersebut.


Bahwa gejala yang ada pada menantu nya itu persis dengan ibu saat awal kehamilan mengandung dirinya.


Tanpa bertanya terlebih dahulu pada sang istri, Diandra yang mendengar itu merasa bahagia dan ingin buru buru memastikan hal tersebut dengan cara membeli sebuah alat tes kehamilan.


Diandra sampai di sebuah apotik setelah beberapa saat berkendara.


Setelah membeli nya Diandra buru buru masuk kembali kedalam mobil nya dan langsung pulang.


Sampai nya di rumah ibu sudah menunggu kedatangan putra nya tersebut.


Sama sama merasa tidak sabar.


"Ayo bu" Diandra berjalan menuju kamar di ikuti oleh ibu.


Keisya yang sedang duduk memainkan ponsel nya di tepian tempat tidur nampak kaget dengan kedatangan suami dan ibu mertua nya itu.


"Mas, ibu.." Ucap Keisya.


Ibu menghampiri nya.


"Sayang, apa kamu pernah ingin sekali untuk mencium bau badan suami mu?" Tanya ibu.


Keisya nampak heran, namun sesaat kemudian dia kembali teringat momen dimana dirinya yang begitu merindukan suami nya yang tengah berada di kantor dan memaksa nya untuk pulang di siang hari.


"Iya bu, pernah" Jawab nya.


Ibu tersenyum sambil menatap Diandra.


"Sudah tidak salah lagi" Gumam ibu.


Keisya menautkan alis nya.


"Memang nya kenapa bu?" Tanya nya polos.


Diandra yang duduk di sisi lain sebelah istri nya itu hanya diam saja mendengarkan.


"Kapan terahir kali kamu haid?" Tanya ibu kembali.


Keisya terdiam, dia sendiri lupa bahwa bulan ini dia telah telat datang bulan.


"Seperti nya aku sudah telat datang bulan" Ujar nya menatap sang suami.


Ibu tersenyum sumringah.


"Jika dugaan ibu tidak salah, saat ini kamu tengah mengandung nak" Ujar ibu.


Keisya nampak sedikit kaget, namun kemudian dia tersenyum dan terlihat sangat bahagia.


Walau bagaimana pun sebagai seorang perempuan tentu saja Keisya ingin bisa merasakan nikmat nya mengandung dan melahirkan seorang anak dari rahim nya.


Karna itu sebuah kodrat bagi seorang perempuan.

__ADS_1


"Dulu saat ibu mengandung suami mu, ibu juga sama seperti kamu. Tidak ingin berjauhan dengan ayah dan ingin selalu memeluk nya, setelah itu bisa kamu tebak sendiri. Ibu tidak ingin memakan nasi, dan hanya makan buah buahan saja" Jelas ibu panjang lebar.


Semua gejala yang ibu ceritakan itu memang telah terjadi padanya saat ini.


"Ini sayang, aku sudah belikan ini" Diandra memberikan alat tes yang baru saja di beli nya.


Keisya menerima nya, namun dia merasa bingung dengan cara pemakaian benda tersebut.


Ibu yang melihat kebingungan menantu nya itu memberi penjelasan tentang cara pemakaian benda tersebut.


***


Hari berganti, terdengar suara kumandang adzan shubuh.


Keisya beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, tidak lupa dia membawa alat tes tersebut di tangan nya.


10 menit berlalu, Keisya keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang telah di basuh air wudhu.


Beberapa saat kemudian, Keisya telah selesai menunaikan ibadah shalat shubuh dan berdo'a.


Jantung nya berdetak dengan cepat saat ini, tidak sabar ingin mengetahui hasil nya yang sengaja belum dia lihat tadi.


Sebelum masuk kamar mandi Keisya menatap suami nya yang masih tertidur pulas.


"Bismillah" Keisya mengambil alat tersebut.


Perlahan dia memperhatikan garis yang terdapat disana, lalu tiba tiba.


"Alhamdulilah" Keisya berteriak kegirangan hingga Diandra terbangun.


"Sayang.." Diandra mengetuk pintu kamar mandi.


Beberapa saat kemudian.


Keisya keluar dari kamar mandi, dengan wajah tersenyum.


"Ada apa sayang?" Tanya Diandra kembali.


Keisya yang menyembunyikan hasil dari alat tes kehamilan di balik punggung nya itu perlahan memperlihatkan pada suami nya.


"Dua garis.." Gumam Diandra.


"Iya mas, aku hamil" Ucapnya senang.


Diandra masih merasa tidak percaya, dia diam mematung.


"Alhamdulillah" Diandra langsung bersujud.


"Kita harus memberitahu ibu" Ajak Keisya.


Ibu yang memang semalam terlihat sangat antusias harus segera mengetahui bahwa hasil nya memperlihatkan ber garis dua dan beliau sebentar lagi anak menjadi seorang nenek.


"Nanti sayang" Jawab Diandra.


"Gak mau, harus sekarang" Rengek Keisya.


Diandra menghela nafas.


Kedua nya turun dari lantai dua menuju kamar ibu.

__ADS_1


Sampai di depan pintu kamar, Diandra terlihat ragu untuk mengetuk pintu kamar orangtua nya tersebut.


Tiba tiba, sebelum pintu sempat di ketuk pintu telah terbuka terlebih dahulu.


"Kenapa?" Tanya ibu menatap Diandra dan Keisya.


Keisya tersenyum senyum sendiri.


Ibu yang mengerti dengan sikap menantu nya itu buru buru meminta hasil nya.


"Mana?" Tanya ibu.


Diandra memperlihatkan hasil nya pada ibu.


"Alhamdulillah" Ibu teriak senang sambil memeluk menantu nya.


"Ya allah sebantar lagi aku akan menjadi seorang nenek" Ucap ibu.


Bi Lala yang sedang ada di dapur mendengar teriakan dari majikan nya itu dan langsung berlari menghampiri.


"Ibu, ada apa?" Tanya bi Lala.


"Lala, kamu tahu sebentar lagi saya akan menjadi seorang nenek" Ibu memegang tangan bi Lala.


"Berarti non Keisya sedang hamil?" Tanya bi Lala.


Keisya menangguk, lalu kemudian bi Lala ikut bahagia dan mengucap rasa syukur.


Beberapa waktu berlalu.


Kini semua nya telah bersiap untuk sarapan.


Ibu benar benar menjadi overprotective saat ini kepada menantu nya itu, makanan yang akan di makan oleh menantu nya itu benar benar di pilih yang terbaik.


Bahkan menu makan Keisya saat ini sengaja di masak khusus untuk nya dan berbeda dengan suami dan ibu mertua nya itu.


"Ayo makan sayang" Ucap ibu.


Beberapa saat kemudian.


Keisya telah selesai sarapan, ibu terlihat begitu bahagia dan tidak membiarkan menantu nya itu sendirian.


"Ibu ayah harus tahu kabar baik ini" Ujar Keisya.


"Iya sayang, besok ayah akan pulang dan ibu akan memberitahu ayah secara langsung tentang kabar baik ini" Jawab ibu.


"Bisa tidak kalau kamu beberapa malam lagi disini sayang?" Tanya ibu.


Tanpa berfikir lagi Keisya meng iya kan keinginan dari ibu mertua nya itu.


Beberapa saat kemudian, Diandra baru saja selesai mandi.


Kini diri nya tengah bersiap siap untuk menuju klinik, dan rencana nya hari ini dia tidak akan masuk kantor dan akan mengabari Desi terlebih dahulu.


"Sayang, aku ke kantor sebentar ya. Kamu siap siap aku tidak akan lama hanya mengabari Desi saja" Ujar Diandra.


Keisya mencium tangan suami nya itu.


"Hati hati di jalan ya mas" Ucap Keisya.

__ADS_1


"Tunggu aku pulang ya sayang, bu aku berangkat dulu" Diandra mencium kening istri nya dan mencium tangan ibu nya sebelum berangkat.


__ADS_2