He Is Mine

He Is Mine
CHAPTER 19


__ADS_3

Bell pulang sekolah udah berbunyi . Lyla sudah tidak marah karena Davin menjanjikan dia weekend akan pergi ke pasar malam . Malam harinya Angga dan Maudy mengunjungi apartemen Davin dan juga menyuruh kedua saudara Davin untuk berkumpul juga karena ada hal penting yang harus disampaikan Angga .


" Ada apaan sih kak sok penting banget deh " tanya Lyla dengan kesal.


" Tadi kan kakak habis rapat Lyl hasilnya , minggu depan akan diadakan camping di puncak , karena ini sudah menjadi kegiatan setiap tahun menjelang kenaikan kelas " jelas Angga .


" Asik tuh kak , Lyla boleh ikut gak? tenang sama Davin pastinya kan itu harus ikut semua kan kak? " tanya Lyla dengan antusias .


" Iya kamu boleh ikut asal jangan nyusahin ke salah satu diantara mereka " ucap Angga sambil menunjuk Davin dan yang lain .


" Iya deh kak Lyla gak bakalan nyusahin " ucap Lyla dengan nada lemas dan itu membuat mereka semua tertawa . " Dan untuk kamu Davin gue titip adek gue awas kalau sampai lecet " ucap Angga kepada Davin , Davin hanya mengangguk .


Sampai jam10 malam mereka berbincang akhirnya semua pamit balik ke rumah masing-masing .


Keesokan harinya ....


Sesampainya Davin dan yang lain ke sekolah mereka sudah mendengar berita acara camping minggu depan dan Bianca dengan Sheiren juga ikut , Davin , Alvin , dan Kavin bersiap untuk ekstra menjaga pasangan mereka masing-masing karena Ada 2 nenek lampir yang akan jadi boomerang buat mereka .


Setelah beberapa saat bell istirahat berbunyi Davin menyuruh Lyla , Resti , dan Nesya untuk pergi ke rooftop karena disana Davin sudah menyiapkan makanan buat mereka , sementara Davin ingin berbicara hal penting bersama kedua adiknya .


Setelah kepergian ketiga pasangan mereka , mereka langsung menuju ruang aula dimana tempat itu tempat yang jarang sekali dikunjungi karena Davin tidak mau ada orang yang tau apa pembicaraan mereka bertiga .

__ADS_1


" Al , Kav kita harus perketat menjaga tunangan kita karena Bianca dan Sheiren tidak akan berhenti menyakiti orang-orang terdekat kita " ucap Davin .


" Iya Dav gue juga ngerasa kalau mereka berdua udah rencanain hal yang tidak baik " jawab Kavin .


" Dan kita juga harus memberitahu kak Angga bagaimanapun juga dia harus melindungi kak Maudy . Bukan tidak mungkin kan? mereka berdua akan menyakiti mereka juga . " Jelas Alvin .


Setelah pembicaraan di aula mereka bertiga menyusul tunangan mereka masing-masing ke rooftop . Sesampainya di rooftop.


" Lama banget sih kalian gue sampe mau jamuran " rengek Nesya .


" Biasalah yang urusan cowok " jawab Kavin .


" Yaudah cepet makan keburu dingin makanannya " ucap Resti .


Beberapa jam kemudian bell pulang sekolah berbunyi . Mereka semua bubar dan kembali ke rumah masing-masing .


Sampai weekend tiba , dimana malam ini adalah hari perjanjian diantara Davin dan Lyla untuk pergi ke pasar malam .


" Sayang kamu tau gak " ucap Lyla dengan tiba-tiba .


" Iya apa sayang " jawab Davin sambil membelai rambut Lyla

__ADS_1


" Dulu waktu kecil aku sering menghayal , seandainya suatu saat ada yang lamar aku , aku pengen dilamar di tempat ramai seperti di taman hiburan gitu , tapi semuanya itu hanya mimpi aku malah dilamar di rumah sakit "


Deg. Davin diam setelah mendengar perkataan Lyla , dia menjadi tidak enak hati karena telah melamar Lyla di tempat yang tidak seharusnya . Davin hanya tersenyum merespon perkataan Lyla , karena Davin sudah menyiapkan kejutan untuk Lyla .


Beberapa jam mereka bermain di sana jam 10 malam Lyla sudah mengajak Davin pulang karena dia sudah mengantuk , Davin hanya tersenyum melihat tingkah tunangannya itu yang seperti anak kecil , karena jika di sekolah Lyla merupakan cewek yang super cuek dan jutek lain halnya jika sudah bersama orang-orang terdekatnya .


Sesampainya di apartemen...


" Sayang jangan lupa siapin barang-barang kamu yang mau kamu bawa ke acara camping besok " ucap Davin


" Iya sayang " ucap Lyla sambil meninggalkan Davin ke kamarnya .


Hampir satu jam Lyla membereskan barang bawaannya dia menaruh ransel yang agak besar di ruang tamu supaya besok gak ribet bawa dari kamar , Davin yang melihat Lyla kerepotan membawa ransel yang besar itu melonjak kaget karena Lyla seperti mau pindah rumah padahal mereka camping cuma tiga hari saja .


" Sayang gak sekalian aja kamu bawa kulkas sama tv " ledek Davin .


" Kenapa? ada yang salah? " ucap Lyla tidak mau kalah dari Davin .


" Udah kamu cukup bawa baju sama jaket aja biar barang-barang yang lain besok aku yang bawa , aku gak mau kamu kecapek an gara-gara bawa semua barang ini dan gak ada bantahan sayang " ucap Davin menekankan kata bantahan kepada Lyla , Lyla tersenyum sekaligus bersyukur karena mempunyai pasangan yang sangat paham akan dirinya .


Lyla memeluk Davin dan mencium pipi Davin setelah itu dia langsung lari karena takut Davin akan menjahilinya seperti yang sudah-sudah. Davin tersenyum karena mempunyai pasangan seperti Lyla yang tidak pernah menuntut banyak kepada Davin dan tidak termasuk pada cewek-cewek centil seperti mantannya .

__ADS_1


Dilain tempat Alvin dan Kavin juga sibuk dengan pasangannya masing-masing mempersiapkan barang bawaannya untuk acara camping .


Happy reading guys♡


__ADS_2