
"Boleh aku membantu?" Tanya Diandra menghampiri Keisya yang sedang memotong sayuran.
Keisya melirik sebentar.
"Tidak usah. Ini kan kewajiban ku mas" Ujar Keisya.
Diandra menautkan kedua alisnya.
"Memang nya tidak boleh di bantu oleh suami?" Tanya Diandra penasaran.
Keisya tersenyum, lalu mengatakan bukan itu maksud ucapan nya.
Dia hanya tidak ingin merepotkan suami nya itu.
Biarlah dia menyelesaikan tugasnya.
Diandra mengalah, beberapa kali dia mencoba untuk membantu istri nya itu namun Keisya tentu saja tidak membiarkan itu terjadi.
"Ah baiklah" Diandra mendengus lalu duduk di kursi meja makan.
Memperhatikan istri nya yang sedang memasak.
Beberapa saat kemudian.
Keisya telah selesai memasak, kini semua hidangan telah siap di atas meja makan.
Sebelum mengisi piring nya sendiri, seperti biasa Keisya mengisi piring untuk suami nya terlebih dahulu.
Dengan begitu lembut dan telaten, Keisya melayani kebutuhan suami nya itu.
***
Waktu sudah larut malam, Diandra begitu kelelahan hari ini.
Keisya tidur menyamping, menatap suami nya.
Meski dalam keadaan menutup mata, Diandra sadar akan tatapan istri nya itu.
Dia membuka mata dan ikut menyampingkan badan nya.
Kini kedua nya saling bertatapan.
Keisya sedikit malu di tatap suami nya seperti itu, hingga dia menundukan kepala nya.
"Giliran di tatap balik aja kaya gitu" Ucap Diandra.
Keisya melirik sebentar.
"Memang nya siapa yang menatap siapa.." Ujar Keisya.
"Dih, ga mau mengaku." Balas Diandra.
Keisya mengelak dan mengubah posisi nya membelakangi suami nya itu.
Diandra tidak tinggal diam, dia langsung merangkul tubuh istri nya itu dari belakang.
Dan menarik nya dalam dekapan nya.
"Mau ngaku ga?" Bisik Diandra.
Keisya sedikit menggeliat karna kegelian.
Keisya masih saja tidak mau mengaku, hingga Diandra kembali mendekatkan bibir nya pada telinga Keisya.
Dan menggigit nya pelan.
"Ayo mengaku lah" Bisik nya.
mendapat perlakuan seperti itu, seluruh tubuh Keisya rasanya seperti tersengat oleh aliran listrik.
Hingga dia bergidik.
"Geli ah!" Ucap Keisya.
Mendengar itu tentu saja membuat Diandra semakin gencar menggoda istri nya itu.
Diandra mencium lembut telinga istri nya itu, hingga perlahan lahan turun sampai pada belakang leher nya.
__ADS_1
Keisya semakin tidak bisa diam mendapatkan perlakuan seperti itu.
Tangan nya meremas sprei dengan sedikit kuat.
"Mas.." Keisya mengigit bibir bawah nya.
Mendengar perkataan dari istri nya tentu saja Diandra semakin bersemangat.
Tangan nya mulai aktif menyentuh tubuh istri nya itu.
Hingga cukup lama, dia menghentikan aktivitas nya.
Keisya sama sama terdiam.
"Ada apa mas?" Tanya Keisya.
Diandra tidak menjawab, dia hanya kembali memeluk istri nya itu dan menenggelamkan kepala nya pada punggung Keisya.
"Ih kenapa?" Tanya Keisya lagi.
"Tidak ada." Jawab Diandra pelan.
"Aku hanya lupa kamu sedang ada tamu" Lanjutnya.
Keisya terkekeh kecil, lalu membalikan tubuh nya.
Keisya menatap lekat bola mata suami nya itu.
"Tamu ku sudah pergi tadi pagi." Bisik nya malu malu.
Mendengar itu Diandra reflek mendekap istri nya itu, hingga kedua hidung mereka beradu.
"Kenapa tidak bilang" Ujar Diandra.
"Mas tidak tanya." Jawab Keisya.
Tanpa basa basi lagi Diandra langsung ******* bibir istri nya itu.
Keisya tersenyum, sambil membalas ******* suami nya itu.
Hingga semakin lama, kedua nya semakin larut dalam balutan asmara.
Malam ini. Untuk pertama kali nya setelah menikah Diandra dan Keisya melakukan kewajiban nya saling memenuhi nafkah batin.
Adzan shubuh kerkumadang.
Keisya membuka mata nya, Diandra masih memeluk nya.
Keisya tersenyum sambil mengelus lembut pipi suami nya itu.
"I love u" Ucap nya pelan.
Diandra membuka mata nya.
"I love u too" Balas nya lalu mengecup pipi istri nya.
Keisya menautkan kedua alis nya.
Dan cukup kaget karna ternyata suami nya itu sudah bangun.
Keisya mencoba untuk beranjak dari tempat tidur, namun baru saja menggerakan kaki nya.
Dia merasakan rasa perih pada bagian paha dalam nya, hingga dia menggigit bibir nya sendiri.
"Kenapa? sakit ya?" Tanya Diandra.
Keisya menunduk malu.
Diandra kembali merangkul tubuh istri nya itu, masuk kedalam dekapan nya.
Rasa hangat dari tubuh suami nya itu benar benar membuat Keisya merasa nyaman, Keisya membalas pelukan suami nya dan menenggelamkan wajahnya pada dada suami nya itu.
Hingga keduanya tertidur kembali dalam keadaan saling memeluk tanpa terhalang oleh sehelai kain pun di badan mereka berdua.
"Sayang.." Bisik Diandra.
"Iya?" Jawab Keisya dengan suara yang parau.
__ADS_1
Keisya membuka mata nya dan mengerjap ngerjap kan beberapa kali.
"Ayo bangun, sudah siang." Kata Diandra.
Mendengar itu sontak Keisya melepas pelukan nya dan langsung duduk.
Hingga dia melupakan rasa perih nya.
"Awww" Keisya reflek menaruh tangan nya di balik selimut.
Diandra tersenyum.
"Makanya pelan pelan aja bangun nya." Ujar nya.
Keisya memanyunkan bibir nya.
"Ih!" Keisya melempar bantal pada wajah suami nya.
"Kaget tau, kirain beneran udah siang" Ucap Keisya setelah melihat jam di ponsel nya.
Ternyata ini baru pukul 6 lebih.
Keisya terdiam, masih dalam posisi duduk di sebelah suami nya.
"Kenapa?" Tanya Diandra.
Keisya menggelengkan kepala nya.
"Ada apa?" Tanya Diandra lagi.
Keisya menundukan kepala nya, lalu bilang pada suami nya itu bahwa dia bingung bagaiamana cara nya saat ini untuk turun dari tempat tidur.
"Kan tinggal turun" Jawab Diandra singkat.
"Bukan itu, masalah nya aku tidak memakai.." Ucap Keisya pelan, dan tidak melanjutkan perkataan nya.
Diandra mengerti, istri nya itu mungkin malu.
Karna memang mereka berdua tidak tertutup sehelai kain pun pada badan nya, hanya selimut saja.
Diandra melirik sekitar, mencari pakaian istri nya itu yang semalam ia jatuhkan di sembarang arah.
"Jauh" Gumam Diandra.
"Iya, makanya itu." Sambung Keisya.
"Ya sudah sih tidak usah malu, apa yang harus kamu tutupi aku sudah melihat semua nya" Oceh Diandra.
Mendengar itu tentu saja membuat nya semakin merasa malu.
Keisya yakin, pipi nya saat ini sudah berwarna merah.
Keisya menarik selimut, untuk menutupi tubuh nya.
Diandra menahan nya.
"Dingin." Ucap Diandra.
"Tapi mas, aku tidak mungkin bangun dari tempat tidur dalam keadaan seperti ini" Bela Keisya.
Diandra mengubah posisi nya menjadi duduk.
"Memang nya mau kemana?" Tanya Diandra.
"Mau mandi" Jawab nya.
Tiba tiba saja, Diandra bangun dan langsung menggendong istri nya itu.
Keisya kaget dan reflek mengalungkan tangan nya pada leher suami nya itu.
"Mas mas.." Keisya sedikit ketakutan.
Diandra tersenyum.
"Tidak usah takut, aku kuat!" Ucap Diandra.
Diandra berjalan kedalam kamar mandi sambil menggendong istri nya itu.
__ADS_1