
Waktu baru saja melawati tengah hari, setelah melakukan ibadah shalat dzuhur bersama Keisya dan Diandra memutuskan untuk berangkat ke kampung saat ini juga.
Selain waktu perjalanan yang cukup lama, Diandra juga tidak ingin jika sampai dia dan istri nya itu terjebak malam di jalan.
"Ibu aku pamit ya." Keisya mencium tangan Ibu.
Bergantian dengan bi Lala, tidak seperti saat datang tadi bi Lala kini membiarkan Keisya mencium tangan nya.
"Hati hati di jalan ya non, jaga kesehatan nya juga selama disana." Ucap bi Lala.
Diandra dan Keisya masuk kedalam mobil setelah mengucap salam dan berpamitan.
Dalam perjalanan, Diandra menghentikan mobil nya sebentar di pinggir jalan.
"Kenapa mas?" Tanya Keisya.
Diandra membuka seatbelt, dan menyuruh istri nya untuk menunggu di mobil sebentar.
Keisya mengangguk dan melihat suami nya itu keluar dari mobil.
Hingga tidak berapa lama, Diandra kembali masuk kedalam mobil dengan membawa bantal leher.
"Ini sayang." Diandra menyerahkan bantal leher kepada Keisya.
"Wah mas beli ini, lucu sekali." Keisya menerima nya dengan senang hati, terlebih lagi melihat motif dari bantal leher tersebut yang bergambarkan doraemon membuat Keisya sangat bahagia menerima nya.
Keisya melirik kanan kiri sebentar, lalu mendekatkan wajah nya dengan Diandra.
"Terimakasih." Ucap Keisya pelan sambil mencium pipi suami nya.
Perjalanan kembali di lanjutkan, hingga tidak terasa sudah satu jam lebih mereka berkendara.
"Sayang mau makan apa?" Tanya Diandra sambil melihat jam di ponsel nya.
Keisya mengulum bibir nya, terlihat berfikir.
"Emm, apa ya.." Gumam nya pelan.
"Boleh makan seafood ga mas?" Tanya Keisya.
Diandra melirik sebentar.
"Kamu mau seafood sayang?" Tanya Diandra.
Keisya menganggukan kepala nya.
Diandra membuka maps di ponsel nya, untuk mencari restoran seafood terdekat.
***
"Mas, paket kumplit dua ya." Ujar Diandra pada Waiters.
Diandra dan Keisya kini telah berada di dalam restoran seafood, seperti yang di ingikan oleh istri nya.
"Baru kali ini aku lihat kamu mau makan seafood sayang." Ucap Diandra yang selama ini memang tidak pernah melihat istri nya makan seafood, selain cumi cumi yang di masak sendiri di rumah.
"Iya mas, aku lihat ini jadi ngiler." Keisya memperlihatkan layar ponsel nya yang menunjukan seseorang yang sedang menyantap seafood.
Diandra kini baru mengerti, bahwa semenjak istri nya itu hamil sering kali Keisya meminta makanan yang di lihat nya secara tidak sengaja di ponsel maupun di acara televisi seperti sebelum sebelum nya.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
Seafood yang mereka pesan telah datang.
Keisya dan Diandra mengucapkan do'a bersama sama sebelum mulai menyantap hidangan lezat di hadapan nya itu.
Cukup lama kedua nya makan, Keisya kini telah merasa kenyang.
"Mau nambah sayang?" Tanya Diandra.
Keisya menggelengkan kepala nya.
"Tidak mas, aku sudah kenyang." Jawab nya.
Diandra mengangguk lalu memanggil kembali waiters untuk meminta bill tagihan makan mereka.
Setelah membayar, Keisya dan Diandra langsung masuk kembalu kedalam mobil.
"Mau beli sesuatu ga sayang?" Tanya Diandra sebelum melanjutkan perjalanan yang tidak lama lagi.
"Tidak mas, langsung ke rumah saja. Tapi kalau boleh nanti aku ingin membawa Kakek dan Nenek untuk berbelanja." Ujar Keisya.
Diandra tersenyum.
"Tentu saja sayang. Tentu kamu boleh membeli apa apa saja yang kamu inginkan dan semua kebutuhan Kakek dan Nenek." Jawabnya.
***
"Asalamualaikum." Keisya membuka pintu rumah.
Sepi, terlihat tidak ada orang di rumah Nenek saat ini.
"Kenapa sayang?" Tanya Diandra yang berdiri di belakang nya.
Keisya dan Diandra masuk kedalam rumah, untuk menyimpan barang bawaan mereka yang akan menginap selama dua atau tiga hari disini.
Selesai membereskan barang barang nya, Keisya melihat jam yang sudah hampir sore.
"Mas aku mau ke dapur, mau melihat dulu apakah Nenek sudah memasak atau belum. Kalau belum aku mau masak untuk makan kita ber empat, kasian Nenek dan Kakek pulang dari sawah pasti lapar." Jelasnya.
"Yaudah ayo sayang." Diandra yang duduk di tepian tempat tidur berdiri, hendak menemani istri nya pergi ke dapur.
Sampai nya di dapur seperti apa yang Keisya khawatirkan, Nenek belum memasak dan belum ada makanan untuk makan malam.
"Tuhkan." Gumam nya.
"Sayang kamu tidak usah masak." Cegah Diandra.
Keisya menatap suami nya.
"Kenapa sayang?" Tanya Keisya.
"Kita pesan saja secara online, supaya tidak lama. Lagian kamu kan baru saja melakukan perjalanan jauh, aku tidak mau jika sampai kamu kelelahan ingat kondisi kamu dan bayi kita sayang." Jelas Diandra.
Keisya menarik nafas dalam, lagi dan lagi kandungan nya menjadi alasan yang msmpu membuat nya mengalah.
Keisya dan Diandra kembali ke tengah rumah, duduk di kursi sambil membuat pesanan.
Baru saja menyelesaikan pesanan, terdengar suara pintu terbuka.
Terlihat Nenek dan Kakek masuk sambil mengucap salam.
Keisya dan Diandra menjawab salam secara bersamaan.
__ADS_1
"Eh cucu Nenek kapan datang." Tanya Nenek sambil memeluk cucu nya tersebut yang memang sangat dirindukan nya.
"Baru saja nek.." Jawab Keisya.
Keisya dan Diandra bergantian mencium tangan Kakek dan Nenek sambil sekedar bertanya kabar.
Tidak lupa, Keisya juga bertanya tentang kondisi sang Kakek yang belakangan sempat drop hingga masuk rumah sakit.
Kakek baik baik saja Keisya, alhamdulillah berkat kamu dan suami kamu Kakek kembali sehat seperti apa yang kalian lihat saat ini." Ujar Kakek.
"Ini semua bukan berkat saya kek, ini semua atas allah." Ucap Diandra cepat.
Kakek dan Diandra kembali berbicang ringan di kursi, sambil menunggu giliran untuk mandi.
"Nenek jangan masak." Ujar Keisya melihat Nenek hendak mengambil bahan makanan.
"Kenapa nak?" Tanya Nenek.
"Mas Andra sudah memesan makanan untuk kita makan malam, sebentar lagi pasti sampai." Jelas nya.
Mendengar itu Nenek mengurungkan niat nya untuk memasak.
Tidak lama, Diandra masuk kedalam dapur dengan membawa beberapa makanan di kantong kresek.
"Ini sayang." Diandra menaruh semua makanan di meja makan.
Keisya mengeluarkan dan mulai menata semua nya.
Beberapa saat kemudian.
Semua nya telah berkumpul di meja makan untuk menyantap makan malam bersama sama, kali ini Diandra di minta oleh Kakek untuk memimpin do'a sebelum mereka mulai makan.
Diandra yang kaget sempat melirik sang istri, namun Keisya menganggukan kepala nya sebagai sebuah jawaban untuk kebingungan suami nya tersebut.
Dengan ragu ragu, Diandra mulai melantukan do'a.
***
Waktu sudah malam, Diandra duduk di halaman depan sambil menikmati kopi hitam kesukaan nya.
Udara sejuk disini membuatnya betah berlama lama berada di luar, walaupun badan nya sedikit merasa dingin seiring berjalan nya waktu yang semakin malam.
"Mas.." Keisya datang.
Diandra membuang rokok di tangan nya.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Diandra.
Keisya duduk di sebelah suami nya tersebut sambil bergelayut manja.
"Bagaimana aku bisa tidur kalau suami ku masih berada di luar, sedangkan bantal ternyaman ku adalah tangan dan dada mu." Ujar Keisya malu malu.
Diandra tersenyum sambil merangkul istri nya tersebut.
"Yasudah kalau begitu mari kita tidur." Diandra menyeruput kopi nya hingga habis dan masuk kedalam rumah.
Dalam kamar, Keisya langsung memposisikan dirinya bertumpu pada dada sang suami, setelah suami nya tersebut berbaring.
Keisya tersenyum sambil menatap Diandra.
"Selamat malam sayang." Keisya kembali mencium pipi suami nya tersebut, menjadi kali kedua di hari ini Keisya melakukan nya.
__ADS_1