
"Ya allah apa yang harus aku lakukan." Batin Diandra.
Saat ini Diandra tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah.
Terpikir kembali semua yang telah ibu ucapkan padanya.
Benar, selama ini Keisya lah yang merawat dan menemani nya.
Namun hati nya sendiri tidak dapat di bohongi bahwa dirinya masih mencintai perempuan lain yang tidak bukan adalah Rayna.
Diandra memukul setir kemudi nya.
"Bagaimana sekarang" Gumam nya.
Sesaat kemudian Diandra telah sampai di halaman rumah nya.
Terlihat Keisya sang istri berdiri menunggu nya turun dari mobil.
"Asalamualaikum" Ucap Keisya.
Diandra tersenyum.
"Waalaikumsalam sayang" Jawab Diandra.
Keisya mencium tangan suami nya itu, lalu memberikan teh hangat yang telah dia siapkan.
"Bagaimana hari ini?" Tanya Keisya.
Diandra menghela nafas.
"Yah seperti biasa sayang, cukup melelahkan." Jawabnya.
Kedua nya berjalan menuju kamar.
Selesai menemani suami nya berganti pakaian dan merapihkan pakaian kerja suami nya, Keisya keluar dari kamar bersama dengan sang suami menuju ruang makan.
"Sayang.." Ucap Diandra.
Keisya yang sedang mengisi piring suami nya itu melirik sebentar.
"Hm?" Jawab Keisya.
"Maafin aku ya" Diandra tersenyum.
"Untuk apa?" Tanya Keisya sambil memberikan piring yang sudah terisi dengan nasi dan lauk nya itu.
"Iya pokonya maafin aku" Ucap Diandra lagi.
Keisya mengangguk saja, walaupun dia sendiri tidak tahu permohonan maaf apa yang suami nya itu katakan.
"Kamu ga makan?" Tanya Diandra melihat istri nya itu hanya duduk saja menemani nya, tidak ikut makan.
Keisya menggelengkan kepala nya.
"Tidak mas" Jawab nya.
"Kenapa?" Tanya Diandra.
Keisya menghela nafas sejenak, lalu mengatakan pada suami nya itu bahwa sedari tadi pagi dia tidak bernafsu untuk makan nasi.
Dan rasanya melihat nasi seperti sesuatu yang bergerak gerak.
"Maksud kamu?" Tanya Diandra menyelidik.
"Ga tau mas, aku juga bingung." Jawabnya lemas.
Seharian ini Keisya memang sama sekali tidak makan, bahkan dari siang dia hanya memakan es krim saja sampai sore ini dia belum makan apa apa lagi.
Melihat nasi putih, Keisya merasa mual dan entah kenapa rasanya jijik.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian.
Diandra telah selesai makan, dia dan Keisya saat ini tengah duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton acara televisi.
"Mas kayanya buah delima enak ya" Gumam nya menatap layar televisi yang sedang dalam acara makan makan.
Diandra menatap istri nya itu.
"Kamu mau?" Tanya Diandra.
Mendengar itu Keisya membenarkan posisi duduk nya dan menangguk dengan penuh semangat.
"Iya mas" Jawab nya.
Walaupun merasa aneh dengan tingkah laku istri nya itu, namun Diandra tetap akan menuruti kemauan sang istri dengan membelikan apa yang istri nya itu mau.
"Yaudah ayo kita beli" Diandra beranjak dari sofa.
Keisya dan Diandra berjalan menuju kamar untuk bersiap siap terlebih dahulu.
Selesai bersiap siap kedua nya turun dan memasuki mobil, menuju ke super market.
"Ayo sayang" Diandra membuka seatbelt dan turun dari mobil ketika sudah sampai di area parkiran super market.
Mereka berdua masuk dan langsung menuju tempat buah buahan.
"Ini sayang" Diandra menemukan buah yang istri nya itu inginkan.
"Iya mas" Keisya mengambil nya dan memasukan kedalam troli.
Diandra menatap troli yang dibawa nya.
Terlihat beberapa jenis buah buahan disana, bukan hanya delima saja.
"Sayang ini banyak sekali buah nya.." Ucap Diandra.
Keisya tersenyum, lalu mengatakan pada suami nya bahwa itu semua adalah buah yang ingin dia makan.
Selesai dengan buah buahan mereka tidak
langsung pulang.
Diandra berkeliling mencari makanan ringan untuk istri nya.
"Es krim boleh?" Tanya Keisya.
Diandra menangguk.
"Tentu saja, ayo" Diandra langsung berjalan menuju tempat es krim.
***
Keisya dan Diandra tengah dalam perjalan pulang saat ini setelah semua apa yang istri nya itu inginkan telah di beli.
Namun sebelum pulang, Keisya mengajak Diandra untuk menuju rumah ibu terlebih dahulu.
Karna selain untuk nya, Keisya juga membeli beberapa buah buahan untuk ibu mertua nya itu.
Ada rasa senang dan bahagia dalam hati Diandra saat ini, karna sang istri bisa mengingat ibu nya dan bahkan mau membelikan buah buahan untuk sang ibu.
Kini tingkah istri nya itu seperti anak kecil.
Diandra melirik istri nya yang sedari tadi tidak berhenti memakan es krim, dengan badan yang di goyang kan secara perlahan ke kanan dan kiri.
Menikmati setiap bagian es krim yang masuk kedalam mulut nya.
"Mas mau?" Tawar nya.
"Tidak sayang" Diandra menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Baiklah" Jawab Keisya kembali memakan es krim nya.
Beberapa saat kemudian, kedua nya telah sampai di rumah ibu.
Keisya langsung masuk kedalam dengan kantong kresek yang sengaja dia bawa sendiri.
"Asalamualaikum" Ucap nya.
"Waalaikumsalam" Terlihat bi Lala datang menghampiri nya.
"Eh non Keisya, masuk non" Ajak bibi.
"Ibu mana bi?" Tanya Keisya.
Sesaat kemudian bi Lala pergi untuk memanggil majikan nya tersebut.
Sedangkan Keisya menunggu di ruang keluarga, dan Diandra masih berada di halaman depan.
"Sayang.." Panggil ibu sumringah melihat kedatangan menantu nya.
Keisya membalas senyum ibu, lalu mencium tangan nya.
"Sehat ibu?" Tanya Keisya.
"Alhamdulillah ibu sehat nak, bagaimana dengan kamu?" Tanya ibu.
"Kei juga sehat bu" Jawab nya.
"Itu apa?" Tanya ibu.
Keisya lalu mengangkat kantong kresek yang dia pegang sedari tadi dan memberikan nya pada ibu.
Sambil mengatakan kedatangan nya kesini untuk memberikan buah buahan ini pada sang ibu yang baru saja di beli nya.
"Padahal kamu tidak usah repot repot sayang" Jawab ibu.
Ini tidak merepotkan sama sekali bagi Keisya.
"Oh iya mana suami kamu?" Tanya ibu.
Keisya terdiam beberapa saat dan dia sendiri baru menyadari bahwa suami nya memang belum terlihat.
"Iya, kemana ya.." Gumam nya.
Tidak lama, terlihat Diandra menghampiri kedua nya.
Diandra mengucap salam dan mencium tangan ibu nya tersebut.
"Mana ayah?" Tanya Keisya yang tidak melihat ayah.
Ibu menghela nafas sejenak dan mengatakan seperti biasa, ayah sedang ada pekerjaan di luar kota dan ini sudah hari kedua nya tidak pulang.
"Mas, kita menginap disini ya temani ibu" Ajak Keisya.
Diandra menangguk dan tentu saja menyetujui keinginan istri nya itu.
Akhirnya kedua nya memutuskan untuk tidak pulang ke rumah malam ini, dan menginap di rumah ibu.
Keisya pamit pada suami dan ibu mertua nya untuk pergi ke kamar terlebih dahulu untuk berganti pakaian.
"Kamu beli buah buahan ini banyak sekali" Ibu membuka kantong kresek dan melihat isi nya.
"Iya bu, di mobil itu masih banyak untuk di bawa pulang. Gatau kenapa Keisya aneh, dari pagi katanya dia tidak bisa makan nasi dan merasa jijik melihat nasi"
"Aneh nya lagi barusan sebelum berangkat belanja Keisya menginginkan buah delima yang tidak sengaja di lihat nya di televisi" Jelas Diandra.
Ibu menatap anak nya tersebut.
"Sejak kapan?" Tanya ibu.
__ADS_1
"Entah lah, tapi Keisya bilang dari tadi pagi" Jawab Diandra.
Tiba tiba di wajah ibu terukir sebuah senyuman.