He Is Mine

He Is Mine
Eps 58


__ADS_3

Setelah menginap selama semalam, kakek nenek dan Zia berpamitan untuk pulang karna semua nya memiliki kesibukan masing masing dan tidak bisa untuk berlama lama tinggal disini.


Niat Keisya untuk membawa Zia main ke rumah nya pun harus tertunda terlebih dahulu saat ini, karna suami nya yang belum juga pulang sampai saat ini.


Setelah berpamitan dengan kakek nenek dan Zia, mereka di antarkan oleh pulang oleh supir pribadi keluarga mertua nya ini.


Setelah semua nya pergi, Keisya kembali ke kamar nya untuk melihat kembali ponsel nya.


"Ya allah, kemana suami ku." Batin Keisya saat masih tidak ada kabar dari suami nya itu sampai siang hari ini.


"Sayang.." Panggil ibu memasuki kamar.


"Iya ibu?" Tanya Keisya.


Ibu duduk di tepian tempat tidur.


"Apakah Andra belum pulang juga?" Tanya Ibu.


Keisya menggelengkan kepala nya.


"Kemana ya anak itu.." Gumam ibu.


"Tidak tahu ibu, tapi mungkin memang sedang ada urusan dan belum sempat melihat ponsel." Keisya mencoba menenangkan ke gelisahan hati nya sendiri saat ini.


Ibu mengusap pelan punggung menantu nya itu.


"Ya sudah kamu istirahat saja ya, biar ibu yang menunggu Diandra di bawah. Nanti kalau dia pulang akan ibu marahin!" Ucap ibu.


Keisya sedikit tersenyum dengan perhatian kecil yang ibu mertua nya itu tunjukan pada nya.


"Iya ibu." Jawab Keisya.


***


Terdengar canda dan tawa yang tidak ada henti nya di apartemen milik Rayna ini.


Saat ini di apartemen nya sedang kedatangan kedua orangtua Rayna yang sengaja datang setelah mengetahui bahwa ada Diandra disini.


Diandra dan kedua orangtua kekasih nya itu mengobrol dengan sangat akrab sekali.


"Om sama tante lain kali akan main ke kantor kamu." Ucap ayah Rayna.


"Iya om, saya tunggu kedatangan om ke kantor." Jawab Diandra cepat.


Kedua nya kembali tertawa sambil menikmati secangkir kopi nya masing masing.


"Sayang, ayo kita makan dulu." Ucap Rayna.


Diandra menoleh, lalu makan siang bersama dengan kekasih dan kedua orangtua kekasih nya itu.


Beberapa saat kemudian, setelah makan siang kedua orangtua Rayna memutuskan untuk pulang kembali ke rumah nya yang memang tinggal di tempat yang berbeda dengan Rayna.


"Om titip Rayna sama kamu ya.." Ucap ayah nya.


"Ah iya, om tidak usah khawatir." Jawab Diandra.


"Rayna, ayah sama ibu pamit pulang ya. Lain kali kamu bawa main Diandra pulang ke rumah." Ucap Ayah.

__ADS_1


Rayan tersenyum dan menyalami kedua orangtua nya itu, sambil mengatakan bahwa lain kali dia akan datang bersama dengan Diandra.


"Sayang.." Panggil Rayna.


"Iya sayang?" Tanya Diandra.


"Aku telat." Ucap Rayna pelan.


Diandra reflek menoleh kekasih nya itu, dan menarik nya duduk di sofa.


"Apa kamu bilang?" Tanya Diandra memastikan.


"Aku, telat." Ucap nya lagi.


Diandra tertawa kecil, dan mengatakan pada kekasih nya itu untuk tidak bercanda seperti itu.


Namun kemudian Rayna kembali mengatakan pada Diandra bahwa diri nya saat ini tidak sedang bercanda dan memang belum datang bulan di bulan ini.


Diandra yang sempat tersenyum kini terdiam.


"Kamu serius sayang?" Tanya Diandra.


Rayna menatap lekat bola mata Diandra.


"Apa menurut kamu aku sedang bercanda?" Tanya Rayna balik.


Diandra menghela nafas sambil menyandarkan tubuh nya.


"Dari kapan?" Tanya Diandra.


"Sudah seminggu ini." Jawab Rayna.


Selama satu minggu belakangan ini selain sudah telat datang bulan, Rayna juga sering merasakan mual dan tidak berselera untuk makan.


"Kita harus memeriksa nya sayang.." Ajak Rayna.


Diandra tersentak mendengar ajakan dari sang kekasih.


Tidak mungkin diri nya akan pergi ke dokter untuk memeriksa kandungan kekasih nya itu yang jelas jelas bukan istri nya, Diandra merasa takut apa yang akan di katakan dokter padanya nanti.


"Aku harus pulang dulu." Ucap Diandra berdiri.


Rayna langsung memegang tangan kekasih nya itu.


"Mau kemana?" Tanya Rayna.


"Aku harus bekerja." Jawab Diandra acuh.


Rayna merasakan tiba tiba sikap kekasih nya itu berubah, dan langsung bersikap seolah tidak perduli pada nya.


"Kenapa kamu seperti ini?" Tanya Rayna.


"Apa nya?" Tanya Diandra balik.


"Kamu tiba tiba berubah dan aku benar benar bisa merasakan perubahan sikap kamu saat ini saat aku mengatakan bahwa aku telat datang bulan saat ini, kamu jangan seperti ini. Apa yang salah?" Kata Rayna.


Diandra terdiam beberapa saat.

__ADS_1


"Kalaupun benar aku hamil, ini anak kamu. Dan kita tinggal menikah saja." Ucap Rayna enteng.


Diandra menoleh.


"Tidak semudah itu!" Jawab nya cepat, entah kenapa tiba tiba saja dia merasa emosi dengan semua ucapan kekasih nya.


Diandra tidak ingin membahas ini lebih lama lagi, tanpa menghiraukan kekasih nya yang masih berbicara, Diandra pergi begitu saja meninggalkan apartemen Rayna.


Dalam mobil, Diandra terdiam sambil memandangi kemudi nya.


"Astaga, apa yang harus aku lakukan saat ini.." Batin nya.


"Keisya.." Gumam nya.


***


Diandra baru saja sampai di rumah orangtua nya.


Ada beberapa kantong kresek kecil yang bertengger di tangan nya, berisikan makanan ringan untuk istri nya yang sengaja dia beli sebelum sampai rumah.


"Andra.." Panggil ibu.


Diandra menghampiri ibu.


"Ibu.." Diandra tersenyum.


"Darimana kamu?" Tanya ibu tegas.


"Ah, Keisya dimana bu?" Tanya Diandra tanpa menjawab pertanyaan nya terlebih dahulu.


Ibu kembali bertanya kembali pada putra nya tersebut, darimana dia semalam dan kenapa baru pulang di sore hari seperti ini.


"Apa Keisya tidak memberitahu ibu bahwa semalam aku ada urusan?" Tanya Diandra.


"Ibu tahu apa urusan yang kamu maksud! Tidak mungkin kamu ada urusan kantor di malam hari, sedangkan semua karyawan kamu ada disini kemarin malam." Jelas ibu panjang lebar.


Diandra terdiam, dia tidak bisa berbohong pada ibu nya itu.


"Nanti saja bahas nya." Diandra melangkah kan kaki nya.


"Keisya tidak disini." Ucap ibu.


Diandra yang baru saja beberapa langkah menaiki anak tangga, berhenti berjalan.


"Apa maksud ibu?" Tanya Diandra.


"Istri kamu sudah ibu antarkan pulang." Ucap ibu.


Sejak siang tadi Keisya memang sudah pulang dari rumah ibu mertua nya ibu.


Walaupun ibu sudah berusaha melarangnya dan mengatakan untuk tinggal disini beberapa hari lagi, menantu nya itu tetap mengatakan ingin pulang saja ke rumah.


Dengan berbagai alasan yang Keisya berikan tentang rumah nya yang akan berdebu jika tidak di bersihkan dan hal hal lain nya, dengan berat hati akhir nya ibu memberikan izin pada menantu nya itu untuk pulang.


Diandra tidak langsung percaya dengan apa yang ibu sampai kan, dia kembali menaiki tangga menuju ke kamar nya.


Perlahan Diandra membuka pintu kamar nya.

__ADS_1


Daj apa yang di katakan oleh ibu, benar. Keisya tidak ada di kamar dan mungkin sudah pulang.


__ADS_2