
Selama beberapa saat, Anya membawa Keisya untuk berkeliling sebentar. Di tambah waktu yang menjelang jam makan siang Anya berniat untuk mencari makan siang juga.
"Ponsel ku tertinggal." Ucap Keisya.
Anya melirik sebentar.
"Gunakan ponsel ku saja jika kamu ingin melakukan panggilan." Anya memberikan ponsel nya.
Keisya menatap ponsel milik Anya.
"Ada apa?" Tanya Anya.
Keisya cengengesan, dirinya tidak mengetahui nomor ponsel suami nya.
Dan alasan Keisya mencari ponsel nya untuk memberi kabar pada suami nya.
Anya mengambil kembali ponsel nya, lalu mencarikan nomor Diandra dan langsung melakukan panggilan.
"Ini. Kamu tinggal menunggu tersambung saja." Anya memberikan ponsel nya kembali.
Beberapa saat kemudian. Telpon tersambung.
"Hallo, asalamualaikum." Ucap Keisya.
"Keisya, apa ini kamu sayang?" Tanya Diandra.
Keisya memberitahu suami nya bahwa ponsel nya tertinggal di tas, dan saat ini Keisya sedang bersama dengan Anya menuju kantor nya.
Keisya meminta maaf karna pergi tanpa izin terlebih dahulu padanya. Untung lah suami nya itu mengerti.
Selama beberapa saat mereka berdua mengobrol, hingga 10 menit berlalu sambungan kini telah terputus.
Anya melirik sebentar, lalu melontarkan pertanyaan.
"Apakah Rayna benar benar ada disana?" Tanya Anya.
"Tidak." Keisya menggelengkan kepala nya.
Ternyata saat dirinya pergi tadi Rayna tidak menepati ucapan nya untuk merawat Diandra.
Suami nya itu mengatakan bahwa Rayna sama sekali tidak ada datang lagi setelah tadi pagi, dan saat ini dirinya sedang bersama dengan Ayah dan Ibu.
"Sudah tidak usah khawatir." Ucap Anya melihat Keisya terdiam.
Keisya memang merasa khawatir saat ini, pasalnya di pikiran nya saat ini siapa yang akan melayani semua kebutuhan suami nya itu jika Rayna saja ternyata tidak ada disana.
Memang ada Ibu dan Ayah disana, tapi Keisya merasa tidak enak hati jika membiarkan Ayah dan Ibu yang menyediakan semua kebutuhan suami nya tersebut.
"Ayo turun." Anya memecah lamunan Keisya.
"Kita dimana?" Keisya mengedarkan pandangan nya.
__ADS_1
"Kita makan siang dulu, setelah itu kita kembali ke rumah sakit." Ujar Anya.
Anya benar benar mengerti akan kecemasan yang di rasakan oleh Keisya saat ini. Tanpa harus berbicara pun Anya tahu bahwa Keisya ingin kembali ke rumah sakit lagi.
Kedua nya masuk beriringan menuju sebuah restoran yang sangat mewah.
"Ehh Anya, aku tidak biasa makan di tempat seperti ini." Ucap Keisya.
"Apa Diandra tidak pernah mengajak mu makan di luar? Kalau iya, berarti dia kurang ajar." Cetus Anya.
Hanya beberapa kali saja Keisya pernah makan di restoran mewah seperti ini bersama dengan sang suami. Bukan Diandra tidak pernah mengajak nya makan di luar, tapi Keisya lah yang memang selalu melakukan penolakan setiap kali Diandra mengajak nya.
Keisya lebih suka makan di rumah, dengan masakan yang dia masak sendiri.
***
Di ruangan rumah sakit, Diandra kini bersama dengan Ayah dan Ibu.
Saat Keisya dan Anya tidak hendak kembali juga, Ibu dan Ayah datang tidak lama setelah istri nya itu pergi.
Diandra sempat mencemaskan keadaan Keisya, pasal nya Rayna yang menarik Keisya keluar terlihat sangat marah sekali.
Di sisi lain tidak ada banyak hal yang bisa di perbuatnya dalam kondisi seperti ini.
Dan di saat dirinya sedang merasa cemas, Ibu dan Ayah masuk kedalam.
Diandra bertanya pada Ibu, apakah Ibu melihat ada suatu keributan di luar atau tidak.
Ibu yang mendapatkan pertanyaan seperti itu malah berbalik bingung, dan bertanya memang nya apa yang terjadi.
Dan jawaban dari Ibu membuat nya merasa lega, karna Ibu ternyata melihat Keisya pergi bersama dengan Anya.
"Biarkan istri mu beristirahat, ada Ibu juga disini." Ujar Ibu memecah lamunan nya.
Diandra tersenyum.
"Bukan begitu Ibu, tidak melihat Keisya sebentar saja kini membuatku khawatir." Ujar Diandra.
"Apa yang kamu takutkan nak? Takut Keisya tidak kembali lagi kesini?" Tanya Ibu menebak pikiran putra nya.
Diandra mengangguk pelan.
Kecemasan nya tidak dapat di sembunyikan, apalagi di hadapan sang Ibunda yang memang paling mengerti akan dirinya.
"Bagaimana rencana kamu dengan Rayna?" Tanya Ayah.
"Entah lah Ayah, selama beberapa hari ini tidak pernah ada bahasan tentang hal itu. Mungkin Rayna juga mengerti dengan kondisi ku sekarang." Jelas Diandra.
Kini Ayah yang mulai merasa cemas, pasalnya di saat seperti ini pun Rayna dan keluarga nya tidak terlihat sama sekali.
Tidak seperti saat membicarakan hal pernikahan.
__ADS_1
Akan jadi seperti apa rumah tangga putra nya nanti bersama dengan Rayna, Ayah tidak sanggup membayangkan nya.
"Asalamualaikum." Keisya membuka pintu.
Diandra menghela nafas lega melihat kedatangan istri nya.
Keisya mencium tangan Ayah dan Ibu mertua nya secara bergantian.
"Kamu sendiri?" Tanya Diandra.
"Oh tidak mas, itu ada Anya masih di bawah." Ujar Keisya.
"Apa kau mencariku?" Tiba tiba Anya masuk dengan senyuman di wajah nya.
Keisya memberikan kantong makanan pada Keisya.
"Ini makan siang mu." Anya menyodorkan tangan nya.
Saat di restoran tadi, Keisya sama sekali tidak ingin makan. Dirinya ingin cepat cepat kembali ke rumah sakit.
Dan karna itulah, Anya terpaksa memakan pesanan nya dengan cepat dan membungkuskan makanan juga untuk makan siang Keisya.
"Apa kamu tahu, sedaritadi Keisya tidak berhenti mencemaskan mu. Ini lah itu lah, Keisya benar benar mencemaskan dirimu." Jelas Anya pada Diandra.
Ayah dan Ibu menatap Keisya sambil tersenyum. Begitupun dengan Anya dan Diandra.
Sedangkan Keisya menundukan kepala nya karna merasa malu di tatap semua orang di ruangan ini.
Seperti apa yang telah di jelaskan oleh Anya, bukan nya memakan makan siang nya. Keisya malah menghampiri suami nya, dan bertanya apakah dia sudah makan siang atau belum.
"Aku sudah makan, di suapin Ibu tadi." Jawab Diandra.
Keisya menganggukan kepala nya, ada rasa tidak enak dalam hati nya. Merasa tidak becus menjadi seorang istri.
"Maaf ya Ibu, jadi Ibu yang harus melayani kebutuhan mas Andra." Keisya merasa tidak e
nak pada Ibu.
Ibu menggenggam tangan Keisya.
"Jangan berkata seperti itu sayang, kamu juga harus banyak istirahat." Jawab Ibu.
Keisya berjalan menuju sofa, untuk menyantap makan siang nya.
"Karna disini ada Anya dan Keisya, kalau begitu Ayah dan Ibu akan keluar sebentar." Ujar Ayah sambil melirik Ibu.
"Mari bu, kita biarkan anak dan menantu kita menghabiskan waktu bersama." Ujar Ayah kembali dengan nada bercanda.
Anya duduk di sebelah Diandra.
"Apa yang terjadi tadi?" Tanya Diandra.
__ADS_1
"Tidak ada." Jawab Anya singkat.
"Kamu tidak usah khawatir. Calon istri mu itu tidak akan berani macam macam pada Keisya, karna aku yang akan berada di posisi paling depan menjaga istri mu." Jelas Anya.