
Keisya sudah selesai mengemas pakaian dirinya dan suami nya.
Saat ini mereka berdua akan berangkat ke rumah ibu terlebih dahulu, sebelum berangkat menuju kampung Keisya.
"Sudah semua ini sayang?" Tanya Diandra.
Keisya mengangguk.
"Sudah mas.." Jawab nya.
Diandra menaruh semua barang bawaan nya dalam bagasi.
"Pintu sudah di kunci?" Tanya Diandra.
"Sudah ko mas, semua sudah di cek." Jawab nya lagi.
"Baiklah, mari kita berangkat." Diandra mulai melajukan kendaraan nya.
Tidak lupa sebelum berangkat, Keisya mengingatkan suami nya itu untuk berdo'a terlebih dahulu.
Diandra juga telah memberitahu Desi bahwa dia mengambil cuti beberapa hari.
Beberapa waktu kemudian.
Diandra dan Keisya telah sampai di rumah.
"Asalamualaikum" Ucap Keisya.
Bi Lala berjalan membuka pintu.
"Waalaikumsalam.." Jawab nya.
"Eh non.."
Bi Lala dan Keisya saling bertanya kabar.
Setelah itu mereka semua masuk kedalam rumah.
"Ibu mana?" Tanya Keisya.
Bi Lala pergi, menuju kamar majikan nya. Untuk memberitahu kedatangan menantu nya itu.
Tidak lama, Bi Lala kembali datang di sertai dengan ibu.
Keisya mencium tangan ibu mertua nya itu, begitupun dengan Diandra yang mencium tangan ibu nya itu.
Ketiga nya berlanjut ke ruang keluarga, sedangkan bi Lala pergi menuju dapur untuk membuatkan minuman.
"Andra lagi libur?" Tanya Ibu membuka pembicaraan.
Diandra tersenyum.
"Ah iya ibu, hari ini sampai beberapa hari kedepan Andra ngambil cuti." Jawab nya.
"Aku mau liburan ke kampung nya Keisya bu" Lanjutnya.
Ibu tersenyum senang. Selain sikap nya yang berubah menjadi lebih baik, kini dia juga sudah menyayangi istri nya itu.
"Ayah mana?" Tanya Diandra.
"Ayah sedang ke kantor, ada urusan sebentar." Jawab ibu.
Diandra menangguk faham.
Obrolan terus berlanjut dengan beberapa topik ringan yang tidak jarang di selingi oleh candaan dan tawa dari ketiga nya.
Hingga tidak terasa sudah satu jam mereka mengobrol.
"Andra, Keisya sebaik nya kalian berangkat sekarang supaya tidak kemalaman di jalan." Ujar ibu.
Diandra menatap istri nya.
"Ah iya ibu." Diandra berdiri.
"Kalau begitu, sayang sebaik nya kita berangkat sekarang. Apa yang di katakan oleh ibu memang benar, jangan sampai kita kemalaman di jalan." Jelas Diandra.
__ADS_1
Keisya hanya tersenyum saja sambil menganggukan kepala nya.
Diandra dan Keisya berjalan menuju halaman depan, di ikuti oleh ibu dari belakang.
Ibu memperhatikan tangan anak nya itu, yang sedari tadi tidak mau melepaskan tangan Keisya.
Kedua nya saling bertaut.
"Alhamdulillah" Batin ibu.
Beberapa saat kemudian.
Kedua nya telah sampai di depan mobil.
Keisya dan Diandra bergantian menyalami ibu, lalu berpamitan.
"Sayang?" Ucap Diandra.
"Iya mas?" Keisya melirik suami nya yang sedang menyetir.
"Emm kita bawa apa ya?" Tanya Diandra.
Sebelum sampai di rumah, Diandra ingin membelikan sesuatu untuk kakek dan nenek terlebih dahulu.
Keisya tersenyum, dan sebenarnya tidak menyangka bahwa suami nya sendiri yang kini ingin membawa sesuatu untuk kakek nenek nya.
Dalam perjalan, Keisya menceritakan makanan kesukaan kakek dan nenek nya.
Hingga Diandra yang tadi sempat bingung akan membawa apa, kini dia tahu akan membawa apa.
Waktu berlalu cukup lama, hingga kini kedua nya telah tiba di kawasan perkampungan Keisya.
"Sebelah mana sayang?" Tanya Diandra.
Keisya menunjuk sebuah taman kecil, yang tersedia beberapa pedagang kaki lima disana.
"Mas, aku mau ikut jajan boleh?" Tanya Keisya.
Diandra tersenyum.
"Tentu saja sayang. Ayo beli semua yang kamu mau" Ajak Diandra.
Diandra dan Keisya turun.
Tidak lupa Diandra menggenggam tangan istri nya itu.
Keisya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu.
Setiap mereka berdekatan, sekarang Diandra pasti akan menggenggam tangan istri nya itu.
"Mau apa sayang?" Tanya Diandra.
Keisya berjalan pelan sambil melihat lihat makanan.
"Ini mas." Ucap Keisya.
Diandra membeli makanan yang Keisya mau.
***
Kini Diandra dan Keisya dalam perjalanan kembali.
Cukup banyak sekali makanan yang mereka beli.
Keisya tersenyum senang sambil mencicipi beberapa makanan dalam mobil.
"Mas mau? Aaaaa" Keisya menyodorkan sedikit makanan.
Diandra melirik sebentar lalu membuka mulut nya.
"Emmmm" Gumam Diandra sambil menanggukan kepala nya.
"Enak?" Tanya Keisya.
"Lumayan" Jawab nya.
__ADS_1
Keisya tersenyum.
Beberapa saat kemudian.
Kini kedua nya telah sampai di halaman rumah Keisya.
Keisya buru buru keluar dari mobil ketika melihat nenek membuka pintu.
"Nenek.." Keisya teriak sambil menghampiri nenek.
Tidak dapat ia sembunyikan rasa rindu nya itu, Keisya langsung mencium tangan nenek dan memeluk nya.
"Kei rindu.." Keisya terisak dalam pelukan nenek.
Nenek tersenyum sambil mengusap pelan punggung cucu nya itu.
Diandra menatap dari kejauhan, sambil membawa beberapa kantong kresek di tangan nya.
"Nek.." Diandra tersenyum sambil sedikit menanggukan kepala nya sebagai tanda hormat pada nenek.
Keisya dan nenek berjalan masuk kedalam, sementara Diandra masih beberapa kali bolak balik ke dalam mobil untuk mengambil barang bawaan mereka.
"Ya allah nek, Keisya sangat kangen banget sama nenek" Tak henti henti nya Keisya mencium dan memeluk sang nenek.
"Bagaiamana kabar cucu nenek ini?" Tanya Nenek.
Keisya mengusap kasar wajah nya lalu tersenyum.
"Keisya sehat nek, alhamdulillah." Jawabnya.
"Ah nek, ini kami membawakan sedikit oleh oleh untuk nenek" Diandra masuk membawa dua kantong kresek besar belanjaan yang tadi sempat dia beli.
"Ya allah ini banyak sekali" Ucap nenek.
Diandra tersenyum.
"Ah tidak nek, ini tidak seberapa di bandingkan dengan cucu nenek ini yang selalu merawat saya dengan baik" Puji Diandra.
Nenek menatap Keisya, lalu tersenyum.
Keisya hanya bisa menundukan kepala nya saja karna malu mendapat pujian.
Selesai bertanya kabar, ketiga nya mengobrol ringan.
Sambil menunggu kepulangan kakek yang sedang berada di mesjid.
"Asalamualaikum" Pintu terbuka.
"Eh cucu kakek.." Kakek masuk dan tersenyum, menghampiri Keisya.
Sama seperti tadi, Keisya berhamburan dalam pelukan kakek nya itu.
Suasana semakin hangat, di penuhi oleh candaan.
Apalagi saat nenek menceritakan masalalu Keisya.
Tidak jarang Diandra tertawa mendengar bahwa Keisya pernah sedikit tomboy hingga suka memanjat pohon.
Waktu sudah malam.
Selesai makan malam, semua nya bubar untuk istirahat.
"Di depan itu ada pohon mangga kan?" Tanya Diandra.
"Iya, memangnya kenapa mas?" Tanya Keisya yang sedang mengikat asal rambut nya.
"Rasanya pengen mangga." Ujar Diandra.
Keisya melirik suami nya.
"Jam segini?" Tanya Keisya.
Diandra menggelengkan kepala nya.
"Tidak, tapi besok." Jawab nya.
__ADS_1
"Mangga itu seperti nya sudah matang matang, tapi aku tidak perlu menghawatirkan nya. Walaupun ada di atas, karna sekarang aku tahu istri ku ini suka memanjat pohon." Ujar Diandra sambil tertawa.
Mendengar itu, pipi Keisya sedikit memerah. Untuk mengalihkan rasa malu, Keisya mencubit perut suami nya itu hingga Diandra mengaduh.