
Diandra menghela nafas, sambil melangkahkan kaki secara perlahan keluar dari mobil.
Entah apa yang akan terjadi di rumah nya saat ini.
Sampai saat ini Diandra tidak tahu harus menjawab apa pada istri nya.
"Asalamualaikum.." Diandra membuka pintu.
"Waalaikumsalam.." Jawab Keisya dari dapur.
Diandra diam terpaku di depan pintu, bagaimana cara menghadapi istri nya saat ini.
Terlihat, Keisya berjalan menghampiri Diandra sambil tersenyum.
"Mas.." Keisya tersenyum.
"I,iya.." Diandra terbata.
Keisya menautkan alis nya, menatap heran pada suami nya itu.
"Kenapa?" Tanya Keisya.
Diandra masih terdiam.
Dia sangat merasa takut jika istri nya akan mempertanyakan persoalan poto itu.
Keisya mencium tangan suami nya itu, lalu memberikan teh hangat seperti biasa nya.
"Ayo makan. Makanan sudah siap"
Keisya menarik tangan suami nya itu, untuk berjalan menuju meja makan.
Diandra duduk, keadaan saat ini terasa sangat canggung untuk diri nya sendiri.
Tidak dengan Keisya yang bersikap biasa saja, selalu tersenyum dan melayani suami nya itu dengan baik.
Beberapa saat kemudian.
Kini kedua nya telah selesai makan, Diandra dengan ragu ragu berpamitan kepada istri nya itu untuk naik ke kamar telebih dahulu.
Keisya yang sedang mencuci piring hanya mengangguk saja.
Sampai di kamar, Diandra berdiam diri di depan cermin sambil melepaskan satu persatu kancing kemeja nya.
Diandra menghela nafas panjang, lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi.
"Apa yang terjadi?" Batin nya di bawah guyuran air shower.
Selesai mencuci piring dan membereskan dapur, Keisya berjalan menuju kamar.
Karna suami nya itu tidak kunjung turun juga setelah waktu berlalu cukup lama.
Keisya berjalan sambil membawa satu gelas kopi hitam yang sudah dia siap kan tadi.
"Mas.." Keisya membuka pintu.
Keisya mengedarkan padangan nya, dan tidak melihat suami nya.
Hanya ada pakaian yang tergeletak di atas tempat tidur.
Keisya menaruh kopi di atas meja, lalu mengambil pakaian kotor milik suami nya itu.
__ADS_1
Mendengar suara air dari dalam kamar mandi, Keisya tahu bahwa suami nya itu tengah mandi saat ini.
Jadi Keisya kembali ke luar kamar untuk menyimpan pakaian kotor itu di kamar mandi dapur.
Keisya keluar dari rumah, menuju halaman depan untuk mengambil sisa jemuran nya yang tadi belum kering sepenuh nya.
"Darimana?" Tanya Diandra yang ternyata sudah turun dari kamar.
Keisya mengangkat tangan nya dan memperlihatkan jemuran yang baru saja di ambil nya.
Diandra menangguk mengerti, lalu berjalan menuju ruang tv.
Selesai menyimpan pakaian, Keisya berjalan menghampiri suami nya.
"Apa kopi nya sudah dingin tadi mas?" Tanya Keisya basa basi.
Entah kenapa, setiap kali melihat atau berdekatan dengan istri nya itu Diandra merasakan ada sedikit ketakutan.
Hingga tubuhnya sedikit menegang karna kaget, saat Keisya duduk di sebelah nya.
"Tidak, hanya sudah tidak panas saja" Jawab nya mencoba biasa saja.
Keisya menangguk.
Waktu menuju maghrib.
Terdengar suara adzan maghrib telah berkumandang.
Keisya beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Beberapa saat kemudian, Keisya keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ke lantai atas menuju kamar nya, tanpa melihat terlebih dahulu ke ruang keluarga.
Sampai di dalam kamar Keisya menggelar sejadah dan mulai mengenakan mukena nya.
"Kamu tidak mau menunggu ku?" Tanya Diandra.
Keisya sedikit cengengesan, tidak mengetahui pada saat dia pergi ke kamar mandi, Diandra juga pergi ke kamar mandi di kamar nya sama sama mengambil air wudhu.
Akhirnya kedua nya melaksanan shalat berjamaah.
Keisya mencium tangan suami nya itu, lalu di balas oleh Diandra dengan mengecup kening nya.
"Mas, aku ingin makan es buah" Ucap Keisya.
Diandra mengerutkan kening nya.
"Tumben.." Jawab nya.
Keisya cengengesan.
"Iya gatau pengen aja makan es buah, kebayang pasti seger banget." Kata Keisya.
Diandra menggelengkan kepala nya, namun juga tidak menolak keinginan istri nya itu.
Setelah membereskan semua alat ibadah mereka berdua, Diandra dan Keisya sama sama berganti pakaian dan untuk mencari jajanan yang Keisya inginkan.
Dalam mobil, awal nya Diandra sedikit merasa canggung dan masih takut takut istri nya itu akan melontarkan pertanyaan tentang noda itu.
Namun beberapa menit berlalu ternyata Keisya terlihat biasa saja, tidak ada pertanyaan yang ia ajukan.
Sepanjang jalan Keisya terlihat ceria.
__ADS_1
Terkadang sampai bersenandung kecil.
Diandra menatap istri nya itu, dan bertanya sebenarnya istri nya itu kenapa sampai terlihat ceria seperti itu.
"Aku tidak apa apa, hanya merasa senang saja jalan jalan malam sama mas." Jawab Keisya.
Diandra terdiam, hal yang menurut nya ini sangat sepele ternyata bisa membuat istri nya itu begitu sangat senang.
"Kamu mau apa sayang?" Tanya Diandra menghentikan mobil nya di tepian jalan, di depan banyak nya pedagang kaki lima.
"Boleh turun ga?" Tanya Keisya.
"Boleh sayang, tunggu kita parkir kan dulu mobil nya sebelah sana"
Diandra melajukan mobil nya kembali, dan memarkir nya di tempat yang cukup luas.
Diandra membuka seatbelt dan mengajak istri nya untuk turun.
Diandra dan Keisya berjalan bersama memasuki kawasan pedagang kaki lima yang berjajar rapi di pinggir jalan.
Keisya memperhatikan satu persatu pedagang yang tersedia.
"Yang mana sayang?" Tanya Diandra.
"Sebentar" Jawab Keisya mengayunkan tangan nya yang bertaut dengan tangan suami nya itu.
Keisya mengedarkan pandangan nya, hingga sampai pada satu pedagang Keisya menunjuk nya dan berjalan menuju pedagang tersebut.
"Pa saya mau satu" Ucap Keisya memesan.
Keisya menatap suami nya.
"Mas mau ga?" Tawar Keisya.
Diandra menggelengkan kepala nya.
"Tidak sayang." Jawab nya sambil tersenyum.
Tempat jajanan kaki lima seperti ini sedikit asing bagi Diandra yang memang hidup dalam bergelimbang harta.
Adapun cafe tempat nya berkumpul dengan teman teman nya, yang dia anggap sederhana itu padahal lumayan mewah bagi kalangan orang biasa.
Hanya setelah menikah dengan Keisya saja dia mempunyai pengalaman membeli jajanan di pedagang kaki lima.
"Sini" Diandra menjulurkan sebelah tangan nya untuk membawa jajanan milik istri nya itu.
Keisya tersenyum lalu memberikan nya.
"Apalagi?" Tanya Diandra.
Keisya kembali mengedarkan pandangan nya sambil berjalan pelan.
Hingga beberapa saat kemudian, kini sudah cukup banyak makanan yang di beli oleh istri nya itu.
"Tunggu sayang" Diandra menghentikan langkah nya.
"Ada apa?" Tanya Keisya.
"Es buah nya bagaimana?" Tanya Diandra.
Keisya cengengesan.
__ADS_1
Benar juga, yang awal nya hanya meminta es buah saja, ternyata ketika sampai di tempat jajanan Keisya membeli makanan yang lain dan bahkan lupa untuk membeli es buah nya.