He Is Mine

He Is Mine
Eps 59


__ADS_3

Diandra membuka pintu rumah secara perlahan, dalam hati nya timbul rasa takut untuk bertemu dengan sang istri saat ini.


"Pasti dia marah." Batin nya.


"Asalamualaikum." Diandra masuk.


"Waalaikumsalam." Jawab Keisya sambil berjalan menghampiri nya.


Keisya berjalan sambil tersenyum manis padanya, dan seperti biasanya dengan segelas teh hangat.


"Sayang, maaf ya.."


"Eh ini apa mas.." Sela Keisya mengambil kresek makanan di tangan suami nya itu.


"Ah iya, itu sengaja aku beli buat kamu." Ucap Diandra.


Keisya ber terimakasih kepada suami nya tersebut, karna telah repot repot membelikan nya camilan.


Diandra meneguk pelan teh hangat nya, sambil berfikir apakah istri nya itu sedang marah atau bagaimana pada nya saat ini.


Keisya berjalan menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi, sambil memakan camilan nya.


Diandra berjalan ke ruang keluarga, dan memperhatikan istri nya dari belakang sofa.


"Ya allah, apakah dia saat ini sedang marah padaku atau bagaimana.." Batin nya.


Tidak lama, Keisya menyadari kehadiran suami nya itu.


"Mas, sini duduk." Ajak Keisya menepuk nepuk sofa.


"Ah sayang aku mau mandi dulu deh." Balas nya.


Diandra berjalan menuju lantai dua dan masuk kedalam kamar nya.


Dalam kamar mandi Diandra menatap bayangan nya sendiri dari pantulan cermin, dirinya kini teringat kembali dengan Rayna yang mengatakan bahwa dia telah telat datang bulan dan kemungkinan dia saat ini sedang hamil.


Diandra mengusap kasar wajah nya.


"Mas.." Panggil Keisya.


"Iya sayang?" Jawab nya dari dalam kamar mandi.


"Ini baju nya aku taruh di tempat tidur ya, pakaian kotor nya langsung masukan mesin cuci saja." Teriak Keisya.


Beberapa saat kemudian.


Diandra turun kembali menuju lantai satu, dia celingak celinguk mencari keberadaan istri nya yang tidak ada di ruang keluarga.


"Aku di sini mas." Ucap Keisya.


Diandra berjalan menuju dapur, dan terlihat sang istri sedang menyiapkan makan untuk mereka berdua.


Keisya tersenyum menatap suami nya sebentar.


"Ayo makan mas, pasti mas lapar." Ajak nya.

__ADS_1


Dengan ragu ragu Diandra duduk dan seperti biasa nya, Keisya langsung menyiapkan makanan untuk sang suami.


Rasanya kini dia semakin merasa bersalah kepada sang istri yang telah merawat dan melayani nya dengan sangat baik.


Tidak terbayangkan oleh diri nya sendiri jika sampai istri nya itu mengetahui tentang kehamilan kekasih nya.


"Kenapa tidak di makan mas?" Tanya Keisya melihat suami nya itu bengong.


Diandra tersenyum lalu mulai memakan makanan nya.


***


Waktu menjelang malam, kini Diandra dan Keisya sudah berbaring di atas tempat tidur.


Diandra tidak bisa memejamkan mata nya saat ini, tidak ada rasa mengantuk yang dia rasakan.


"Bagaimana ini." Batin nya.


Diandra mengambil ponsel nya dan mengirim kan sebuah pesan kepada Rayna.


Tidak lama, ponsel nya bergetar memperlihatkan satu buah notifikasi masuk.


Diandra menghela nafas membaca pesan balasan dari kekasih nya itu.


Adzan shubuh terdengar berkumandang, Keisya membuka mata nya dan melihat di sebelah nya sudah tidak ada suami nya.


"Mas.." Panggil nya.


Hening, tidak ada jawaban dari suami nya, Keisya langsung beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Astagfirullah." Pekik nya.


Terlihat Diandra keluar dari kamar mandi.


"Ya allah mas, kaget tau." Ucap nya.


Diandra terkekeh kecil, lalu menyuruh istri nya itu untuk cepat cepat mengambil air wudhu untuk melakukan shalat berjamaah.


Beberapa saat kemudian.


Kedua nya telah selesai melaksanakan ibadah shalat shubuh berjamaah nya.


Setelah membereskan peralatan shalat diri nya dan sang suami, Keisya langsung turun menuju dapur untuk memulai aktivitas nya hari ini.


"Sayang.." Tiba tiba panggil Diandra.


"Iya mas?" Keisya menoleh sebentar.


"Mau masak apa?" Tanya Diandra sambil duduk memperhatikan istri nya.


Keisya memperlihatkan beberapa bahan makanan pada suami nya itu.


"Kenapa mas turun, padahal tunggu saja nanti sudah matang aku panggil." Ujar Keisya.


Diandra menghela nafas dan mengatakan bahwa diri nya ingin membantu istri nya itu untuk menyiapkan sarapan.

__ADS_1


Keisya beberapa kali berbicara pada suami nya itu untuk menunggu saja, namun dengan alasan tidak ingin membuat istri nya yang saat ini tengah mengandung itu kecapaian, akhir nya Keisya mengalah dan membiarkan suami nya itu membantu pekerjaan rumah nya.


Hati Keisya saat ini begitu merasakan bahagia, pasal nya sang suami yang bilang akan membantu memasak saja ternyata mengambil alih hampir semua pekerjaan nya.


"Cape ya.." Keisya mengelap keringat di dahi suami nya.


"Tidak sayang, ini bukan apa apa." Jawab nya.


"Ini masakan nya sudah matang semua nas, mari makan dulu." Ujar Keisya.


Akhirnya Diandra menyimpan alat pel dan mencuci tangan terlebih dahulu, lalu duduk dan menikmati sarapan dengan sang istri.


Dalam sela sela makan, tidak jarang Diandra menyuapkan nasi pada istri nya itu.


"Mas romantis sekali hari ini." Ucap Keisya.


"Oh ya? Apa menurut kamu ini romantis sayang?" Tanya nya sambil menyuapkan kembali nasi pada istri nya.


Keisya mengangguk.


Beberapa saat kemudian.


Kedua nya telah selesai sarapan dan semua pekerjaan rumah telah selesai semua sebelum mereka sarapan tadi.


Cepat sekali rasanya rumah ini menjadi bersih ketika pekerjaan rumah di lakukan bersama sama.


"Ini silahkan mas." Keisya menyimpan


segelas kopi hitam di meja.


"Terimakasih ya sayang.." Ucap Diandra.


Keisya duduk di sebelah suami nya itu yang masih ber leha leha dengan celana pendek dan kaos polos nya.


"Mas apakah tidak akan pergi ke kantor? Ini sudah hampir waktu nya mas berangkat." Ucap Keisya pelan.


"Tidak sayang, hari ini aku tidak akan pergi ke kantor dan ingin berada di rumah bersama mu." Jawab nya.


Keisya tidak ingin bertanya lebih lanjut, walaupun ada beberapa pertanyaan yang ingin dia sampaikan pada suami nya itu.


Dengan pola pikir memahami suami nya yang setahu diri nya sendiri Diandra telah lembur, Keisya membiarkan suami nya itu tidak pergi ke kantor hari ini dan beristirahat di rumah.


Kedua nya duduk di halaman depan sambil menikmati hangat nya mentari pagi.


"Eh sayang, kakek nenek dan Zia bagaimana?" Tanya Diandra.


"Iya mereka sudah pulang, tadi nya aku pengen bawa mereka kerumah kesini dulu tapi karna mas tidak bisa di hubungi waktu itu jadi aku tidak jadi pulang kesini dengan mereka." Jelas nya.


"Kenapa sayang, padahal kan kamu tinggal bawa saja mereka kesini ini kan rumah kamu." Ujar Diandra.


Memang selain dari apa yang Keisya katakan tentang suami nya yang tidak ada kabar, Keisya juga mengatakan pada suami nya itu bahwa mereka bertiga pamit duluan karna tidak bisa berlama lama tinggal disini karna memang memiliki kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan dalam waktu yang lama.


Diandra memegang tangan istri nya itu.


"Maaf ya sayang, aku tidak sempat pegang ponsel soal nya." Alibi nya.

__ADS_1


Keisya yang tahu bahwa suami nya itu pergi untuk bekerja langsung mengangguk memaafkan suami nya.


__ADS_2