He Is Mine

He Is Mine
Eps 50


__ADS_3

Walaupun sudah memberikan sejumlah uang pada rekening nya, ternyata Rayna masih juga merengek meminta untuk Diandra menemani nya hari ini.


"Aku mau kamu!" Rengek Rayna.


Diandra berusaha memberi pengertian pada kekasih nya itu.


Walaupun memang susah sekali membujuk nya.


"Kamu pernah bilang katanya kalau aku sudah di bandung kita bisa bersama setiap hari" Rayna mengungkit kembali obrolan nya dengan Diandra waktu itu.


"Iya sayang, aku minta maaf ya lain kali aku akan menemani kamu" Ucap Diandra.


"Kamu ngga adil!" Ucap Rayna yang masih kekeh ingin bersama dengan Diandra hari ini.


"Bukan begitu sayang, nanti aku akan bersama kamu seharian penuh, aku janji! Tapi tidak untuk hari ini ya sayang, karna aku banyak pekerjaan" Jelas Diandra.


Mendengar kekasih nya itu menyebutkan sebuah janji, kini Rayna sedikit lebih tenang.


Dia meminta pada Diandra untuk menepati janji nya itu ketika Diandra memang ada waktu luang di kantor nya.


"Iya sayang iya.." Jawab Diandra.


Akhirnya Rayna kini membiarkan nya untuk pergi berangkat ke kantor.


Namun sebelum pergi, Rayna meminta Diandra untuk menemani nya sarapan terlebih dahulu.


Diandra tidak ingin ada pembahasan yang memakan waktu kembali, jadi dia hanya mengangguk saja menyetujui kemauan kekasih nya itu yang ingin di temani sarapan.


"Kenapa engga di makan sayang?" Tanya Rayna menatap piring Diandra yang masih penuh.


Sedangkan Diandra sendiri merasa bingung saat ini, karna dia sudah sarapan dan masih merasa kenyang.


"Ah, aku sudah sarapan tadi sayang" Jawab nya ragu.


"Jadi kamu tidak ingin memakan masakan aku?" Tanya Rayna.


Rayna selama ini tidak bisa memasak, dan baru beberapa hari belakangan ini saja dia belajar memasak.


Dan itu dia lakukan hanya demi Diandra yang pernah ia temui di kantor memakan makan siang dengan sebuah bekal dari rumah.


Dari saat itu Rayna bertekad bahwa diri nya ingin bisa memasak.


Supaya kekasih nya itu bisa makan masakan nya sendiri, dan selain itu Rayna juga berfikiran ingin membuatkan bekal makan siang juga untuk sang kekasih.


"Bukan begitu sayang, aku benar benar kenyang saat ini" Diandra mencoba memberi pengertian.


"Apa masakan ku tidak enak?" Tanya nya menatap Diandra tajam.


Diandra sedikit kaget mendapatkan tatapan setajam itu dari Rayna.


Lalu dengan terpaksa Diandra memakan sedikit demi sedikit masakan Rayna.


Walaupun dia masih merasa sangat kenyang.


***

__ADS_1


Diandra berjalan menuju ruangan nya.


Dengan langkah yang lambat dia ingin segera sampai kedalam ruangan nya itu, dan ingin segera duduk di kursi karna saat ini perut nya benar benar terasa penuh.


"Pak, bapak kenapa?" Tanya Desi yang baru saja datang.


Diandra menggelengkan kepala nya.


"Ah saya tidak apa apa, hanya saja rasanya perut saya saat ini terasa akan meledak" Jawabnya.


"Apa bapak sakit perut? Perlu saya belikan obat?" Tawar Desi.


Diandra kembali menggelengkan kepala nya.


"Tidak usah Desi, saya tidak apa apa hanya kekenyangan saja" Jawabnya.


Desi beranggapan bahwa bos nya itu kekenyangan mungkin karna masakan istri nya yang terlalu enak, sehingga bos nya itu tidak sanggup untuk berhenti makan.


Beberapa saat kemudian.


Dengan susah payah akhirnya Diandra sampai di ruangan nya dan buru buru duduk di kursi.


"Astaga, penuh sekali rasanya" Diandra mengelus perut nya sendiri.


"Wah ibu pintar masak ya pak, sampai bapak seperti ini" Canda nya.


Apa yang di katakan oleh Desi memang benar, masakan istri nya itu memang sangat enak.


Namun bukan itu yang membuat diri nya saat ini menjadi seperti ini.


Sambil dengan sedikit bercanda dengan asisten nya itu, mereka berdua membahas jadwal pekerjaan hari ini.


Itu semua karna dia sedikit siang datang ke kantor karna harus ke apartemen Rayna dahulu.


"Apa tidak bisa di wakilkan Desi?" Tanya Diandra.


"Tidak bisa pak. Ini momentum yang penting bagi perusahaan kita pak, jika seandai nya semua mencapai deal kita untung banyak" Jelas Desi.


Diandra mendengus dan kembali mengusap perut nya yang masih terasa sakit.


Desi menyerahkan dokumen berisi pembahasan pertemuan pagi ini.


Diandra tidak harus bingung dengan apa yang harus dia katakan di depan para klien nya.


Karna Desi telah menyusun kata kata yang harus dia sampai kan.


"Terimakasih Desi, tunggu sebentar."


Desi keluar dari ruangan.


Diandra menatap jam, dan hanya tersisa waktu sekitar 20 menit lagi.


Dengan terpaksa Diandra membaca dan menghafal dokumen yang di berikan oleh Desi sambil berharap perut nya akan sedikit mengecil saat tiba waktu pertemuan sebentar lagi.


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Desi masuk kembali kedalam ruangan nya, dan mengabarkan bahwa semua orang telah menunggu nya saat ini.


Apa yang di harapkan oleh Diandra tidak terkabul, dia masih merasakan perut nya itu masih terasa penuh saat ini.


Desi sedikit terkekeh melihat tingkah laku bos nya itu.


Selama pertemuan, tidak jarang Diandra harus membenarkan posisi celana nya sedikit kebawah supaya perut nya tidak tertekan.


Hingga akhirnya pertemuan telah selesai.


Diandra merasa lega dan buru buru masuk kedalam ruangan nya, untuk merebahkan diri di sofa dan melepas kancing celana nya supaya perutnya terasa lebih enak.


"Desi maaf ya saya seperti ini" Ucap Diandra sambil merebahkan diri nya.


"Iya tidak apa apa pak, saya faham." Jawab nya.


"Wah, saya jadi penasaran dengan masakan ibu pak." Kata Desi.


Diandra menatap asisten nya itu sekilas.


Dan bertanya kepada Desi, apakah dia ingin mencicipi masakan istri nya itu.


Dengan semangat Desi menganggukan kepalanya.


"Sebentar.." Diandra beranjak dan mengambil tas nya.


"Ini bekal saya, kebetulan saya bawa dua kamu boleh makan satu" Diandra memberikan satu bekal nya.


Diandra yang sempat kebingungan karna Rayna memberi nya bekal untuk makan siang kini merasa lega, karna ada Desi yang akan memakan satu bekal nya.


Dan karna Desi ingin mencicipi masakan istri nya, Diandra memberikan bekal dari istri nya kepada Desi.


Dan dia akan memakan bekal dari Rayna kekasih nya.


Waktu makan siang tiba.


Diandra masih merasa kenyang dan hanya membuka minuman yang di siapkan oleh istri nya saja.


Tiba tiba, ponsel nya berbunyi nama istri nya tertera di layar.


Diandra tersenyum lalu menjawab telpon dari istri nya itu.


"Asalamualaikum sayang" Sapa Diandra.


"Waalaikumsalam mas" Jawab Keisya.


"Mas sudah makan?" Tanya Keisya.


Diandra diam beberapa saat dan kemudian menjawab bahwa dia baru saja selesai makan.


"Alhamdulillah kalau sudah, apakah enak?" Tanya Keisya.


Diandra mengalihkan panggilan menjadi video call.


Keisya menjawab nya, dan kini mereka berdua bisa saling bertatap wajah.

__ADS_1


"Tentu saja sayang, masakan istri ku memang paling enak" Puji Diandra.


Keisya terkekeh.


__ADS_2