
Diandra baru saja selesai menandatangani sebuah berkas.
Tiba tiba terdengar suara pintu ruangan di ketuk.
Diandra sedikit berteriak menyuruh orang tersebut masuk.
"Eh, sayang" Ucap Diandra ketika melihat istri nya tersenyum padanya.
Diandra beranjak dan menghampiri istri nya.
Tidak dapat di bohongi, dia merindukan istri nya itu hingga dengan reflek dia memeluk Keisya dan mencium nya.
Keisya kaget dengan perlakuan suami nya itu.
"Kenapa?" Tanya Diandra.
"Lihatlah di belakang ku ada siapa" Bisik Keisya.
Diandra melirik, dan kaget.
Ternyata Keisya tidak datang sendirian, namun bersama kedua orangtua nya.
Diandra sedikit malu, hingga membuat Keisya terkekeh kecil.
"Ibu, ayah kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu" Ucap Diandra menutupi rasa malu nya.
Ibu tersenyum, begitupun dengan ayah.
"Memang nya apa tidak boleh kami kesini menengok putra kami" Ujar Ayah.
"Bukan begitu ayah, maksud Andra jika ayah dan ibu mau kesini kan Andra bisa menjemput kalian" Jelas Diandra.
Ibu lalu menceritakan bahwa mereka bertiga memang sengaja datang ke kantor tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
"Ini apa?" Tanya Diandra menatap bungkusan yang cukup besar.
"Ini mas, aku tadi sengaja masak ini untuk makan siang kita bersama." Jawab Keisya.
"Loh sayang, ini bekal dari kamu saja masih belum aku makan" Ujar Diandra.
Ibu tersenyum mengetahui itu, Keisya benar benar menantu yang baik dan tidak salah ibu memilih nya.
"Tidak apa, kita makan sama sama sebentar lagi jam makan siang kan" Ucap ayah.
Beberapa saat kemudian.
Diandra Keisya, beserta ayah dan ibu membuka perbekalan yang mereka bawa.
Seperti biasa, Keisya menyiapkan dulu untuk suami nya sebelum dia mengambil untuk diri nya sendiri.
"Sama apa mas?" Tanya Keisya.
Diandra menunjuk beberapa jenis lauk.
Ayah dan ibu saling bertatapan.
"Tidak salah ibu memilihkan Keisya untuk putra kita" Puji ayah.
Keisya tersenyum tipis sambil sedikit menundukan kepala nya karna malu.
Beberapa saat kemudian.
Kini makan siang telah selesai, kedua
orangtua nya telah pulang duluan.
Sedangkan Keisya di tahan oleh Diandra
untuk tidak pulang.
Keisya hanya bisa menuruti kemauan suami nya saja.
"Kenapa aku tidak boleh pulang mas?" Tanya Keisya.
Diandra berjalan ke arah pintu dan mengunci nya.
Keisya menatap heran suami nya.
"Aku merindukan mu" Bisik Diandra sambil memeluk tubuh istri nya itu.
__ADS_1
Keisya tersenyum, lalu mengusap lembut wajah suami nya.
"Aku juga merindukan mu, selalu." Ujar Keisya pelan.
Kedua bola mata mereka saling terkunci.
Diandra mengecup bibir istri nya itu.
"Mas, jangan. Ini di kantor" Bisik Keisya.
Diandra menggelengkan kepala nya.
"Aku tidak perduli. Siapa yang akan berani menganggu ku memang nya?" Ucap Diandra.
Baru saja berkata demikian, tiba tiba terdengar ketukan.
Keisya terkekeh.
"Itu.." Ucap Keisya.
Diandra mendengus kesal sambil pergi
menuju pintu.
"Maaf pak." Desi masuk.
Keisya tersenyum menyambut Desi.
"Eh ada ibu." Desi merasa tidak enak.
"Kenapa Desi?" Tanya Diandra.
Desi menyerahkan satu dokumen penting yang harus di tanda tangani oleh Diandra.
Selesai dengan berkas itu, Diandra kembali mengunci pintu dan menghampiri istri nya yang tengah duduk di sofa.
"Sayang" Ucap Diandra.
Keisya melirik sebentar lalu tersenyum.
Belakangan ini Diandra lebih sering memanggil istri nya itu dengan panggilan sayang.
"Aku rindu." Ucap Diandra yang tidak di respon oleh Keisya.
"Iya, nanti saja di rumah rindu nya." Jawab Keisya.
Diandra mendengus.
Beberapa saat kemudian Keisya dan Diandra keluar dari ruangan.
Karna Diandra meminta Keisya untuk menemani nya berkeliling di kantor.
"Apa karyawan sudah makan semua?" Tanya Keisya.
Diandra menatap Keisya.
"Sudah, tadi kan." Jawabnya.
Keisya mengangguk.
"Apa kamu mau jalan jalan keluar?" Tanya Diandra.
"Mas kan sedang bekerja" Ujar Keisya.
Diandra lalu memberitahu Keisya bahwa pekerjaan nya hari ini sudah selesai dan tidak ada hal yang begitu penting lagi hari ini untuk dia urus.
Jadi Diandra bisa pulang kapan saja.
"Memang nya kita akan kemana?" Tanya Keisya.
"Terserah, kemana pun kamu mau sayang"
Keisya berfikir, dia sendiri memang jarang sekali jalan jalan.
Dan di kota ini tidak banyak yang dia ketahui.
"Oh kalo engga gini aja. Kita main ke tempat teman ku" Ajak Diandra.
"Boleh. Aku menemani mas aja" Jawab Keisya.
__ADS_1
***
Sore tiba, Keisya dan Diandra berjalan keluar kantor menuju mobil.
Diandra akan memperkenalkan istri nya itu pada Gilang, sahabat nya.
"Apa tidak apa apa mas?" Tanya Keisya.
"Tidak sayang." Jawab nya sambil melajukan mobil keluar dari parkiran.
Beberapa saat kemudian.
Diandra dan Keisya telah sampai di kantor milik Gilang.
Gilang menyambut kedatangan sahabat nya itu dengan senang hati.
"Kemana aja bro" Tanya Gilang.
Diandra tersenyum.
"Nanti gue ceritain semua nya" Jawab Diandra.
Memang setelah kejadian waktu itu sampai hari ini, Diandra baru bertemu lagi dengan Gilang.
Diandra memperkenalkan istri nya.
Keisya tersenyum sambil menundukan kepala nya.
Diandra mengobrol bersama dengan Gilang, sedangkan Keisya hanya menjadi pendengar saja.
Dia tidak ingin ikut campur.
Waktu berlalu cukup lama, hingga Diandra dan Keisya berpamitan pada Gilang untuk pulang.
"Mau makan apa?" Tanya Diandra di dalam mobil.
Karna waktu sudah hampir malam, Diandra tahu pasti istri nya itu sudah lapar sekarang begitupun juga dengan nya yang sudah merasa lapar.
"Kita makan di rumah saja" Ujar Keisya.
Diandra tersenyum.
"Kali kali kita makan di luar ya" Ajak Diandra.
"Yaudah deh, terserah mas aja." Pasrah Keisya.
Diandra tersenyum, lalu mulai mengarahkan mobil nya pada sebuah restoran mewah.
"Mas, kita makan disini?" Tanya Keisya.
"Iya sayang. Memangnya kenapa? apa kamu tidak suka? kalau kamu tidak suka kita bisa cari restoran lain" Ujar Diandra.
Bukan Keisya tidak suka, dia hanya merasa ini sedikit berlebihan untuk nya yang memang biasa makan secara sederhana.
"Tidak mas." Jawab nya singkat.
Diandra merangkul tangan istri nya itu dan menautkan tangan nya.
"Mau makan apa?" Tanya Diandra setelah keduanya duduk.
"Samain aja mas, aku bingung mau makan apa" Ucap Keisya.
Diandra tersenyum kecil.
Istri nya ini begitu sederhana sekali.
Diandra memesan makanan untuk mereka berdua.
"Eh sayang, habis ini kita kemana?" Tanya Diandra basa basi sambil menunggu makanan tiba.
Keisya menautkan alis nya.
"Pulang lah, sudah malam." Ucapnya.
Diandra terkekeh.
"Iya siapa tau kamu mau jalan jalan kan sayang" Ujar Diandra.
Keisya menjawab sebaik nya sehabis makan langsung pulang saja.
__ADS_1
Karna hari juga sudah malam, dan Keisya tidak ingin suami nya itu kekurangan jam istirahat nya.
"Baik lah kalau begitu, tapi sebenarnya waktu istirahat ku malam ini seperti nya akan berkurang." Diandra menatap istri nya dengan tatapan yang sulit di artikan.