
Rumah ibu terasa sangat ramai sekali saat ini, di penuhi oleh orang orang yang akan mengikuti acara syukuran atas kehamilan menantu nya Keisya.
"Sayang.." Diandra memasuki kamar.
"Iya?" Tanya Keisya.
Diandra memberikan pakaian yang baru saja datang, pakaian couple muslim untuk dirinya dan sang istri.
"Ini sayang." Diandra menyerahkan nya.
"Wah bagus sekali, terimakasih ya mas." Jawab Keisya.
Beberapa saat kemudian.
Keisya dan Diandra turun menuruni satu persatu anak tangga.
Semua tamu yang hadir menatap takjub kepada pasangan yang terlihat sangat serasi ini.
"Mas, ini seperti deja vu" Bisik Keisya.
"Iya sayang. Lihat lah, mereka memandang kita semua.." Ujar Diandra.
***
Acara syukuran telah selesai, kini Keisya sedang mengobrol bersama kakek, nenek dan Zia sahabat nya.
"Rumah kamu besar sekali Kei.." Ujar Zia.
Keisya tersenyum dan mengatakan bahwa ini bukan lah rumah nya, melainkan milik ibu mertua nya.
"Rumah ku tidak disini Zia, kalau kamu mau kamu bisa main ke rumah ku.." Ajak Keisya.
Tentu saja tawaran dari sahabat nya itu Zia terima, karna menurut nya kapan lagi dia bisa bertemu dengan sahabat nya yang satu ini.
Dari kejauhan, Diandra tersenyum memperhatikan istri nya yang nampak begitu bahagia saat ini.
"Andra.." Panggil ibu.
Diandra menoleh sebentar.
"Apa kamu bahagia?" Tanya ibu.
Diandra menganggukan kepala nya sebagai jawaban, tentu saja dia bahagia saat ini dan itu semua berkat adanya Keisya di hidup nya.
"Mungkin saat ini kamu bisa mulai melupakan mantan kekasih mu itu." Ucap ibu.
Mendengar itu Diandra terdiam, raut bahagia di wajah nya perlahan memudar tiba tiba dia teringat Rayna yang tidak ada kabar lagi sedari kemarin.
Diandra berjalan menuju kamar nya dan buru buru membuka ponsel nya, untuk mengirimkan sebuah pesan kepada kekasih nya.
Tidak lama, ada sebuah pesan balasan masuk.
"Baiklah.." Diandra berganti pakaian dan mengambil kunci mobil nya.
"Mas?" Panggil Keisya yang melihat suami nya itu turun dari kamar dengan terburu buru.
__ADS_1
"Iya sayang?" Tanya Diandra.
"Mas mau kemana?" Keisya menghampiri suami nya itu sebentar.
Diandra mengatakan kepada istri nya itu bahwa dia ada urusan sebentar, dan harus pergi.
Keisya yang selama ini tidak pernah menaruh kecurigaan apapun pada suami nya itu hanya mengangguk saja, dan berpesan pada suami nya untuk selalu berhati hati dan jangan lupa untuk selalu berdo'a.
"Itu suami kamu mau kemana?" Tanya Zia.
"Tidak tahu, ada urusan sebentar katanya." Keisya menggidikan bahu nya.
***
Diandra menarik nafas sebentar sebelum menekan bell.
Saat ini dia tengah berada di apartemen Rayna.
"Hai sayang." Rayna tersenyum senang dengan kedatangan kekasih nya itu.
"Aku merindukan mu." Ucap Rayna.
Diandra tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya juga merindukan Rayna.
Beberapa waktu berlalu, seperti biasa saat bersama dengan Rayna Diandra seolah lupa segala nya hingga dia tidak menyadari bahwa waktu sudah menjelang tengah malam.
Terdengar beberapa kali getaran di ponsel nya yang memang sengaja dia setel dalam mode silent.
"Ponsel kamu itu." Ucap Rayna.
"Kamu tidak akan pulang kan?" Tanya Rayna.
Diandra menganggukan kepala nya.
Dia benar benar nyaman dan tidak ingin pergi kemana mana saat ini.
Di rumah ibu.
Keisya tidak henti nya menatap keluar jendela, dia sangat merasa khawatir saat ini karna suami nya itu sama sekali tidak ada kabar setelah pergi tadi.
"Ya allah lindungilah suami ku." Gumam nya.
Tiba tiba terdengar suara ketukan di pintu, Keisya berjalan menuju pintu dan membuka nya.
Terlihat ibu mertua dan sahabat nya Zia berdiri.
"Ibu, Zia.." Ucap Keisya.
"Kenapa kamu belum tidur nak?" Tanya ibu.
Bagaimana dirinya bisa istirahat sedangkan suami nya belum ada kabar sama sekali, dan tentu saja Keisya saat ini mencemaskan suami nya.
"Iya ibu, mas Andra belum pulang." Jawab Keisya.
Ibu memegang punggung tangan menantu nya itu.
__ADS_1
"Mungkin Andra ada kepentingan lain, dan sedang tidak bisa memegang ponsel jadi belum sempat memberi kamu kabar." Jelas ibu.
Keisya terdiam beberapa saat, apa yang di katakan oleh ibu ada benar nya juga.
"Tidur lah sayang, ingat kandungan kamu." Ibu keluar dari kamar nya.
"Keisya, memang nya suami kamu kemana dan ada urusan apa tengah malam begini?" Tanya Zia yang masih berada di kamar nya.
"Tidak tahu, tapi apa yang di katakan oleh ibu ada benar nya juga." Jawab nya.
Kedua nya terdiam beberapa saat, hingga Zia kembali mengatakan jika suami nya itu pergi untuk urusan kantor rasanya tidak masuk akal.
Keisya menatap serius pada sahabat nya itu.
"Bagaimana maksud kamu?" Tanya Keisya.
"Iya aneh saja rasa nya, bagaimana suami kamu pergi mengurus urusan di kantor sedangkan semua karyawan nya hadir disini kan tadi saat di pergi?" Ucap Zia.
Keisya terdiam, merenungi ucapan dari sahabat nya itu yang juga masuk di akal nya.
"Sudah lah, tidak apa apa memang terkadang mas Andra suka ada urusan mendadak seperti ini." Keisya mencoba mengalihkan pembicaraan.
Akhirnya Zia menemani sahabat nya itu di kamar nya, menunggu kepulangan suami nya.
Hingga tanpa mereka sadari, kedua nya tertidur bersama sama.
Waktu menjelang pagi, adzan shubuh kini berkumandang.
Keisya membuka mata nya, dan langsung menatap sebelah nya.
Ada Zia disana.
Keisya beranjak dari tempat tidur dan mengambil ponsel nya untuk mengecek apakah ada pesan atau telpon balasan dari suami nya atau tidak.
"Kemana ya.." Batin nya saat melihat tidak ada sama sekali balasan dari suami nya itu.
Keisya mengirimkan pesan kembali pada nomor suami nya, lalu menyimpan kembali ponsel nya dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Beberapa saat kemudian, Keisya telah selesai menunaikan ibadah shalat shubuh.
Zia yang baru saja terbangun langsung beranjak dari tempat tidur.
"Astagfirullah, maaf Kei aku ketiduran." Ucap nya merasa tidak enak.
"Tidak apa apa." Jawab Keisya tersenyum.
Zia melihat sekeliling, dan tidak menemukan ada suami sahabat nya di kamar ini.
"Apakah suami kamu belum pulang?" Tanya Zia merasa tidak karna tidur bersama dengan Keisya.
Kali ini, Keisya harus berbohong pada sahabat nya itu dan mengatakan bahwa suami nya memang tidak pulang karna ada sesuatu hal yang harus di urus nya.
"Jadi suami kamu sudah ada kabar?" Tanya Zia.
"Iya, barusan pas aku cek ponsel ada beberapa pesan dan panggilan tidak perjawab dari mas Andra, mungkin kita berdua tertidur sebelum pesan dan panggilan itu masuk." Keisya sedikit terkekeh kecil.
__ADS_1