He Is Mine

He Is Mine
Eps 27


__ADS_3

Diandra baru saja selesai dengan perkenalan nya bersama para karyawan yang di percayai memiliki wewenang di kantor nya ini.


Selama ini, tidak pernah ada masalah dengan kantor nya yang di sebab kan oleh ulah karyawan disini.


Jadi Diandra akan mempercayai mereka, seperti sebagaimana ayah nya dulu.


Waktu berlalu begitu cepat, kini sudah saat nya Diandra untuk pulang.


Sebelum pulang Diandra sempat mengirimkan sebuah pesan kepada istri nya.


Diandra mengirimkan pesan bahwa saat ini dia akan pulang ke rumah, dan sebelum sampai rumah Keisya ingin di bawakan makanan apa oleh dia. Supaya dia bisa membelinya sembari pulang.


Diandra duduk dalam mobil, menatap layar ponsel nya. Menunggu balasan dari sang istri.


Beberapa saat kemudian, ponsel nya berdering. Istri nya melakukan panggilan.


"Asalamualaikum." Ucap Keisya.


"Waalaikumsalam." Jawab Diandra.


"Gimana? kamu mau aku bawain apa?" Tanya Diandra.


Keisya terdiam beberapa saat, tidak tahu harus meminta apa pada suami nya itu karna semua makanan yang di perlukan nya sudah di stok untuk setiap bulan.


"Hallo?" Ucap Diandra.


"Eh iya mas, emm aku mau makanan yang manis aja." Jawab Keisya.


Beberapa saat kemudian sambungan terputus.


Sambil menjalankan mobil nya, Diandra memikirkan makanan berasa manis apa sekiranya yang istri nya itu inginkan.


"Banyak sekali makanan dengan rasa yang manis. Aku harus membeli apa?" Batin nya.


Pertama tama, Diandra pergi menuju minimarket.


Rasa manis pertama yang terlintas dalam pikiran nya adalah coklat dan es krim.


Diandra masuk kedalam minimarket dan langsung menuju tempat coklat dan es krim.


Ada banyak sekali varian rasa dalam es krim, Diandra menatap nya satu persatu. Dia kebingungan untuk mengambil yang mana.


Hingga pada akhirnya, Diandra mengambil semua jenis es krim yang ada. Satu satu dari semua jenis.


Diandra berlanjut ke tempat coklat. Dia merasa kaget lagi, karna ternyata coklat juga tersedia dalam beberapa merk yang berbeda.


Seperti apa yang dia lakukan saat mengambil es krim, Diandra melakukan hal yang sama pada coklat.


Yaitu mengambil semua nya satu persatu.


Selain es krim dan coklat. Diandra juga membeli beberapa susu kotak.


"Ini tidak salah kak?" Tanya kasir sambil mengeluarkan semua belanjaan nya.


"Tidak." Jawabnya singkat.


"Apakah ini untuk pacar kakak?" Tanya nya.


Diandra tersenyum.


"Bukan. Ini untuk istri saya." Jawabnya.


Kasir itu tersenyum lalu mengatakan bahwa dia adalah lelaki yang baik, dan suami idaman.

__ADS_1


Selesai dengan itu, Diandra tidak langsung menyudahi acara belanja nya.


Dia melajukan mobil nya secara perlahan hingga sampai pada sebuah kedai martabak, dia menghentikan mobil nya.


"Ini juga manis." Gumamnya sambil keluar dari mobil.


Diandra memesan beberapa martabak dengan berbagai varian rasa manis.


Diandra masuk lagi kedalam mobil setelah selesai membeli martabak.


Ia berdiam diri sejenak, memikirkan sekira nya apalagi makanan yang manis.


"Kue!" Batin nya.


Diandra melajukan mobilnya kembali, mencari toko kue terdekat.


***


Keisya beberapa kali mengecek ponsel nya.


Sudah hampir satu jam dari terahir kali suami nya itu memberi kabar bahwa dia akan pulang namun sampai saat ini, suami nya itu belum sampai ke rumah juga.


Keisya mondar mandir di dapur sambil menunggu kabar dari suami nya.


"Ya allah, lindungi suami ku." Batin nya.


Keisya merasa hawatir takut suami nya itu terjadi kenapa kenapa, karna tidak biasanya lama seperti ini.


Hingga beberapa saat kemudian.


"Asalamualaikum." Diandra memasuki rumah.


Keisya buru buru menuju ruang depan.


"Mas, kenapa lama? bikin aku khawatir saja." Keisya mengungkapkan kekhawatiran nya.


Diandra tersenyum lalu menyuruh Keisya menunggu sebentar.


Keisya berdiam diri di ruang depan, melihat suami nya yang pergi lagi keluar.


Hingga tidak lama, Diandra kembali masuk membawa banyak sekali kantong kresek berukuran besar di tangan nya.


Keisya membelakan matanya tidak percaya suami nya itu membawa makanan yang sangat banyak.


"Ini dia." Diandra menyimpan kresek itu satu persatu di atas meja.


"Ini apa?" Tanya Keisya.


Diandra menatap istri nya.


"Ini? tentu saja ini semua makanan berasa manis." Jelas Diandra.


Keisya tertawa terkekeh, karna merasa tidak menyangka bahwa suami nya itu membawa makanan yang sangat banyak.


"Kenapa sebanyak ini?" Keisya mengeluarkan makanan dari kresek.


Diandra beralasan bahwa makanan rasa manis itu banyak sekali. Dan dia tidak tahu apa yang Keisya inginkan. Jadi dia memutuskan untuk membeli ini semua.


"Ya allah mas, es krim sama susu kotak di lemari masih banyak." Ujar Keisya masih tertawa.


Diandra yang memang tidak mengetahui urusan dapur cukup kaget mendengar itu.


"Masa sih?" Tanya nya.

__ADS_1


Keisya mengangguk sambil tertawa kecil.


Sedangkan Diandra sendiri terdiam saat ini, merasa dirinya sudah membelikan makanan yang salah untuk istri nya itu.


"Sini bantu aku dulu mas." Ujar Keisya.


Diandra mengangguk lalu membawa beberapa makanan yang di sodorkan oleh Keisya padanya di bawa pada kulkas.


Keisya merapihkan makanan kedalam kulkas.


"Kenapa?" Tanya Keisya heran karna suami nya itu mendadak diam.


"Tidak ada. Apa aku membeli makanan yang salah untuk mu?" Tanya Diandra.


Selesai membereskan semua nya, Keisya berdiri. Lalu menatap suami nya itu.


Dan tiba tiba saja memeluk nya.


"Terimakasih, sudah memperlakukan aku dengan baik." Keisya melepas pelukan nya.


Diandra tersenyum sambil menganggukan kepala nya.


Lalu, cuppp.


Keisya mencium pipi suami nya itu. Reflek Diandra langsung memegangi pipi nya.


Keisya kembali terkekeh, dan beberapa saat kemudian Keisya menarik tangan Diandra.


"Ayo kita makan, aku sudah lapar." Ujar Keisya.


"Terus itu makanan manis nya bagaimana?" Tanya Diandra.


Keisya tersenyum sambil menyendok nasi terlebih dahulu untuk suami nya.


"Nanti setelah makan, aku ingin makan martabak nya." Ujar Keisya.


Akhirnya pembahasan tentang makanan manis itu selesai.


Seperti biasa, Keisya melayani kebutuhan suami nya itu dengan sangat baik.


Hingga kini mereka berdua selesai makan.


Keisya bertanya pada suami nya itu, apakah akan mandi terlebih dahulu atau mau langsung di buatkan kopi.


Mendengar kata kopi, tentu saja Diandra langsung menginginkan kopi.


Keisya tersenyum lalu membuatkan kopi hitam kesukaan suami nya.


"Ini mas." Keisya menaruh kopi, lalu berjalan keluar dapur.


Diandra menatap istri nya itu sambil meneguk sedikit kopi nya.


Beberapa saat kemudian Keisya kembali ke dapur sambil membawa beberapa kotak martabak di tangan nya.


"Ini banyak sekali. Bisa untuk menemani nonton film." Keisya duduk di kursi sambil memakan sepotong martabak nya.


Diandra tersenyum memperhatikan istri nya itu, yang ternyata sangat lahap sekali memakan martabak itu.


Merasa di perhatikan, Keisya berhenti sebentar lalu menatap suami nya.


"Aaaaaaa" Keisya berusaha menyuapkan sisa potongan martabak di tangan nya.


Dengan senang hati, Diandra menerima martabak itu.

__ADS_1


__ADS_2