
Diandra tidak henti nya mengumbar sebuah senyuman.
Terlihat sekali dari raut wajah nya saat ini bahwa dia tengah merasakan sebuah kebahagiaan.
Terlebih lagi setelah baru saja dia mengumumkan kehamilan sang istri di kantor nya, di hadapan semua karyawan nya.
Bukan hanya Desi saja, namun semua karyawan nya turut merasa bahagia atas kehamilan istri nya itu.
Do'a bertebaran dari seluruh karyawan nya untuk kebaikan istri dan calon anak nya tersebut.
"Saya pulang dulu." Diandra berpamitan pada Desi.
"Iya, silahkan pak." Desi sedikit membungkukan badan nya.
Diandra saat ini merasa tidak sabar untuk bertemu dengan istri nya itu, rasa nya meninggalkan Keisya sebentar saja saat ini begitu berat bagi nya.
Terlebih lagi saat ini mereka harus pergi ke klinik untuk mengetahui lebih lanjut tentang kehamilan istri nya itu.
"Asalamualaikum.." Diandra baru saja sampai di rumah.
"Waalaikumsalam.." Jawab ibu dan Keisya bersamaan.
"Sudah siap sayang?" Tanya Diandra.
Keisya menangguk, pertanda dia sudah siap untuk pergi ke klinik saat ini.
"Bu, aku pergi dulu.." Keisya menyalami ibu, bergantian dengan Diandra.
Beberapa saat kemudian.
Mobil Diandra kini telah kembali melaju di jalan raya, menuju ke sebuah klinik.
Padahal bisa saja mereka berdua pergi ke sebuah rumah sakit besar, namun ini permitaan dari sang istri yang minta di bawa ke sebuah klinik saja.
Karna hanya ingin mengetahui lebih lanjut perihal kandungan nya.
Jika nanti mereka di haruskan pergi ke rumah sakit, baru lah Keisya akan pergi ke rumah sakit. Dan untuk sementara ini cukup pergi ke klinik saja.
Dalam perjalanan tidak henti nya Keisya menatap suami nya yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum senyum sendiri.
"Kenapa menatap ku seperti itu sayang?" Tanya Diandra menyadari tatapan istri nya.
"Tidak ada mas." Jawab Keisya.
Diandra melirik sebentar istri nya itu.
"Apa kamu bahagia sayang?" Tanya Diandra.
"Tentu saja mas." Jawab Keisya cepat.
"Perempuan yang sudah bersuami seperti apa yang tidak akan senang dan bahagia mengetahui bahwa diri nya kini tengah mengandung. Aku rasa semua perempuan akan merasakan hal yang sama, seperti aku saat ini." Jelas Keisya.
Iya tentu saja, sebagai seorang perempuan yang telah bersuami tentu saja seorang perempuan akan merasa sangat bahagia saat mengetahui bahwa dirinya tengah menandung.
__ADS_1
Apalagi mengandung anak pertama nya, tentu saja semua perempuan akan merasa sangat
bahagia.
Beberapa saat kemudian.
Mobil Diandra menepi di sebuah klinik sederhana.
Keisya dan Diandra memasuki klinik, dan untung lah tidak terlalu banyak pasien pagi hari ini.
Ketika mereka masuk, Keisya bisa langsung mendapatkan pemeriksaan.
***
Mobil dalam perjalanan pulang menuju ke rumah.
Kini giliran Keisya yang tersenyum senyum sendiri sambil mengusap pelan perut nya yang masih terlihat rata.
Setelah mendapatkan pemeriksaan tadi, kandungan Keisya di pastikan dalam keadaan yang sangat sehat.
Namun bukan berarti dirinya dapat berpuas hati sampai disini.
Ada beberapa anjuran dari dokter yang harus di lakukan nya untuk menjaga kesehatan kandungan nya.
"Aku tidak percaya sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" Diandra melirik sebentar istri nya itu.
Keisya balik menatap sang suami.
"Iya mas, aku juga masih merasa tidak percaya saat ini aku tengah mengandung dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu." Jawabnya.
"Terimakasih mas." Jawab Keisya.
Beberapa saat kemudian.
Kedua nya telah sampai di rumah, terlihat ibu sudah berdiri di depan pintu menunggu kedatangan anak dan menantu nya itu.
"Bagaimana?" Tanya ibu tidak sabar ketika Keisya dan Diandra menghampiri nya.
"Ayo masuk sayang.." Buru buru ibu memboyong menantu nya itu untuk menuju ruang keluarga.
Diandra hanya diam saja menatap ibu yang seperti tidak menganggap nya ada.
"Ya ampun bu, sampai lupa sama anak sendiri." Gumam Diandra sambil melangkahkan kaki kedalam rumah.
Keisya dan ibu duduk di sofa ruang keluarga, tidak hanya berdua saja.
Ada bi Lala juga yang ingin mengetahui perihal tentang kandungan nona muda nya itu.
"Bagaimana sayang?" Tanya ibu.
"Kata dokter, kandungan aku sudah memasuki tiga minggu di minggu depan bu." Ujar Keisya.
"Dan untuk kandungan nya, alhamdulillah kata dokter kandungan aku sangat sehat tapi ada beberapa hal yang di anjurkan oleh dokter untuk terus bisa menjaga kesehatan kandungan aku bu." Jelasnya.
__ADS_1
Mata ibu saat ini berbinar, tidak henti nya mengucapkan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas kebahagiaan saat ini.
"Alhamdulillah sayang. Kamu tenang saja, ibu akan selalu ada untuk kamu dan bila perlu kita akan tinggal bersama." Ucap ibu antusias.
Diandra datang menghampiri.
"Andra! Kamu harus menjaga istri kamu dengan baik, ingat itu!" Ucap ibu tegas pada putra nya.
Diandra yang baru saja datang langsung terdiam dan menatap istri nya.
Sementara Keisya hanya menggidikan bahu nya saja mendengar penuturan dari sang mertua.
"Iya bu, pasti. Aku akan menjaga istri dan calon anak ku dengan sebaik baik nya." Jawab Diandra sambil duduk.
Waktu menjelang siang.
Kini ketiga nya sedang berada di ruang makan, untuk mulai makan siang.
Namun ada yang sangat aangat berbeda saat ini di meja makan.
Terdapat beberapa buah buahan yang sudah di potong potong lengkap dengan salad sayuran dan beberapa makanan lain nya, yang sengaja di siapkan oleh ibu untuk memenuhi nutrisi menantu nya.
Diandra dan Keisya saling melempar tatapan satu sama lain.
"Ibu, apa ini tidak salah?" Tanya Diandra.
"Tidak ada yang salah sayang. Ini semua ibu siapkan untuk memantu tersayang ibu." Jelas ibu.
Keisya yang merasa terharu dengan perlakuan dari mertua nya itu buru buru bangun dari tempat duduk nya, menghampiri ibu yang duduk di bagian lain dan langsung memeluk nya sambil mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih banyak ibu." Keisya sedikit meneteskan air mata nya.
Ibu mengusap pelan menantu nya.
"Iya sayang sama sama, sudah ayo kita makan dulu kamu pasti sudah lapar kan.." Ucap ibu.
Keisya kembali pada tempat duduk nya, dan mulai makan.
***
"Sayang, seperti nya aku akan sering tidak masuk kantor saat ini." Ucap Diandra mengelus pelan perut istri nya.
"Eh, kenapa mas?" Tanya Keisya.
"Tidak apa apa, tapi rasanya aku selalu ingin dekat dekat dengan anak ku ini." Diandra mencium perut Keisya.
Keisya mengelus pelan rambut suami nya itu yang sedari selesai makan tadi, Diandra sangat betah memeluk dan menciumi perut istri nya itu.
"Nanti kalau mas tidak bekerja dede nya malah sedih dong." Ucap Keisya.
Diandra menengadahkan kepala nya.
"Memang nya kenapa?" Tanya Diandra.
__ADS_1
"Masa ayah nya tidak bekerja, menjaga aku dan anak kita dengan baik itu tidak berarti mas harus sering bolos kerja untuk menemani aku, justru mas harus bekerja lebih giat lagi. Untuk menunjukan rasa tanggung jawab mas buat masadepan kita bertiga." Jelas Keisya.