He Is Mine

He Is Mine
Eps 64


__ADS_3

Hari ketiga, kali ini Diandra bisa sedikit bernafas lega karna tidak mendapatkan lagi kiriman bunga dari kekasih nya.


Tapi di sisi lain, berjalan nya waktu semakin membuat dirinya harus cepat cepat menemukan solusi untuk permasalahan nya saat ini.


Kini tinggal dua hari tersisa dari waktu yang telah di berikan oleh Rayna.


"Desi, saya ada urusan lain dan harus pergi dulu. Tetap ingat pesan saya untuk tidak membiarkan perempuan yang kemarin masuk lagi ke dalam kantor." Jelas nya.


"Baik pak." Desi mengangguk.


Diandra berjalan memasuki mobil nya, dia harus cepat cepat ke tempat Anya saat ini.


Beberapa saat kemudian.


Diandra telah sampai di kantor sahabat nya tersebut.


Diandra mengetuk pintu ruangan, tidak lama Anya membuka pintu dan mempersilahkan dirinya masuk.


"Bagaimana, ada kabar apa hari ini?" Tanya Anya.


Diandra menyandarkan badan nya di sofa.


"Tidak ada, Rayna tidak ada kabar sama sekali hingga saat ini." Jelas nya.


Tidak ada nya kabar dari Rayna malah membuat dirinya merasa cemas dan khawatir, takut Rayna akan melakukan hal yang lain lagi dan tanpa sepengetahuan diri nya.


"Kalau begitu bagus." Anya tersenyum.


"Iya, aku memang merasa lebih tenang. Tapi di sisi lain aku takut dia akan mengadukan hal ini kepada orangtua ku." Jelas Diandra.


Anya tersenyum lalu memegang tangan sahabat nya itu.


"Kamu tidak usah khawatir, aku sudah mengurus nya untuk mu." Kata Anya.


Diandra menautkan alis nya.


Apa yang di maksud oleh Anya yang mengatakan dia telah mengurus Rayna, dan tindakan apa yang telah Anya lakukan tanpa sepengetahuan dari dirinya.


"Sudah lah, tidak usah bengong seperti itu lebih baik kita sarapan." Ucap Anya.


"Aku sudah makan." Jawabnya.


Anya pergi ke luar, mencari ob untuk meminta nya mengambilkan sarapan dan Anya sendiri pergi menuju pentri untuk membuat segelas kopi.


Jarang sekali Anya pergi ke pentri sendiri, biasanya ob lah yang akan memenuhi semua keingingan makanan untuk dirinya.


"Ini dia.." Anya memberikan segelas kopi.


Diandra mengucapkan terima kasih lalu meneguk sedikit kopi nya.


"Anya, apa yang telah kamu lakukan pada dia?" Tanya Diandra.


Anya hanya tersenyum saja, tidak menjawab pertanyaan nya.


"Kamu tidak.." Diandra tidak menyelesaikan perkataan nya.


"Engga lah, tidak mungkin aku berbuat jahat padanya. Aku hanya memberi nya sedikit penjelasan dan itu cukup memberi kita waktu untuk mencari jalan selanjutnya." Jelas Anya.


Entah harus percaya atau tidak, tapi penjelasan dari Anya membuatnya bernafas lega saat ini.

__ADS_1


***


"Asalamualaikum." Diandra membuka pintu.


"Waalaikumsalam sayang.." Jawab Keisya ceria.


Diandra menautkan alis nya ketika mendengar istri nya itu menyucapkan kata sayang, kata kata yang baru dia dengar dari istri nya.


Keisya mencium tangan suami nya itu.


"Sedang tidak ada pekerjaan ya.." Tanya Keisya.


Diandra mengangguk, tidak lama setelah mengobrol dengan Anya Diandra memilih untuk langsung pulang ke rumah dan tidak kembali lagi ke kantor nya.


"Mau jalan jalan?" Tawar Diandra.


"Kemana?" Mata Keisya berbinar.


Diandra merangkul istri nya tersebut.


"Terserah, kamu ingin nya kemana saat ini aku ikut saja." Jawab Diandra.


Beberapa saat kemudian.


Keisya pergi menuju kamar untuk berganti pakaian dan memoles tipis wajah nya, karna dirinya akan pergi berjalan jalan dengan suami nya.


Belakangan ini sikap dari suami nya itu berhasil membuat dirinya tidak bisa lama lama berjauhan dengan dirinya, dan membuat Keisya selalu merindukan dirinya.


Tiba tiba, pintu kamar terbuka.


Diandra masuk, dan duduk di tepian ranjang memandangi dirinya yang sedang berada di meja rias.


"Apa?" Tanya Diandra polos.


Keisya meledek suami nya tersebut.


"Jangan menatap ku seperti itu sayang." Ucap Keisya.


Diandra terkekeh, selalu saja seperti itu respon yang istri nya berikan saat dirinya sengaja memandang Keisya yang sedang di depan meja rias.


"Sayang, aku mencintai mu." Ucap Diandra.


Keisya menghentikan aktivitas nya sejenak, lalu berbalik badan.


"Aku juga mencintai mu, sangat sangat mencintaimu." Jawab Keisya pasti.


Beberapa waktu berlalu, kini kedua nya telah siap untuk berangkat jalan jalan.


Diandra dan Keisya akan pergi ke danau yang waktu itu pernah mereka kunjungi, tempat itu menjadi pilihan Keisya saat suami nya bertanya ingin kemana dia saat ini.


"Mas jangan lupa beli minuman dingin." Ucap Keisya.


Diandra yang sedang menyetir menoleh sebentar pada istri nya itu.


"Iya sayang, kita ke minimarket dulu untuk membeli makanan." Ucapnya.


Diandra menepikan mobil nya di sebuah minimarket.


"Ayo." Ajak Diandra.

__ADS_1


Keduanya turun lalu masuk kedalam minimarket.


Diandra mengambil satu troli untuk makanan yang di beli oleh istri nya.


Kedua nya mulai berjalan sambil mengamati satu persatu makanan yang tersedia di rak, hingga cukup lama waktu berlalu troli yang di bawa oleh dirinya kini hampir penuh.


"Sudah mas ini saja." Ucap Keisya cengengesan ketika menyadari makanan yang di beli oleh dirinya cukup banyak.


Tidak banyak bertanya, Diandra langsung membawa belanjaan nya kedepan kasir.


"Sayang, kamu tunggu di mobil ya.." Ucap Diandra.


Keisya mengangguk lalu keluar dari minimarket, menuju mobil.


Diandra keluar dari minimarket dengan belanjaan nya.


"Lama ya sayang?" Tanya Diandra.


Keisya mengangguk namun itu tidak masalah bagi nya, Keisya langsung mengambil snack nya.


Sepanjang perjalanan, Keisya terus menyuapi suami nya. Secara bergatian menyuapkan snack ke mulut nya dan suami nya.


Hingga tidak terasa saat sampai di parkiran, sudah ada beberapa bungkus snack yang habis.


Diandra menoleh merasa tidak percaya bahwa dia sendiri makan cukup banyak.


"Ya allah sayang, banyak juga ya yang kita habiskan barusan." Ucap nya.


Keisya tersenyum seperti seorang anak kecil, dan tanpa rasa bersalah.


"Ini mau di bawa semua sayang?" Tanya Diandra.


"Tidak usah mas, ini sama ini saja." Keisya memasukan dua snack dan minuman kedalam kresek lalu memberikan nya pada Diandra untuk membawakan nya.


"Baiklah, ayo sayang." Kedua nya jalan beriringan dengan tangan yang bertaut.


"Mas aku mau es kelapa jeruk." Rengek Keisya ketika hampir melewati kedai kecil.


"Ini bagaimana sayang?" Diandra memperlihatkan minuman yang sedari tadi dia bawa.


"Itu buat nanti saja.." Rengek Keisya.


Diandra tidak bertanya kembali, dan langsung membeli apa yang istri nya itu inginkan.


Beberapa saat meneguk es kelapa jeruk nya, Keisya kembali merengek ingin membeli makanan juga.


"Kamu belum kenyang sayang?" Tanya Diandra heran.


Keisya menggelengkan kepala nya sambil cengengesan.


"Aku mau ini ya.." Pinta nya.


Diandra kembali memesan apa yang istri nya itu inginkan.


"Tidak sekalian saja sayang?" Tanya Diandra.


"Apa?" Tanya Keisya polos.


"Kamu minta kedai ini untuk aku beli juga." Jawab Diandra terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2