He Is Mine

He Is Mine
Eps 108


__ADS_3

"Andra, ayah sudah memberitahu keluarga Rayna, bahwa siang ini kita semua akan kesana.." Ucap ayah.


Diandra mengangguk, dia ingin segera mengetahui soal hubungan Rayna dan Rian yang kemungkinan besar itu akan menjadi jalan keluar bagi dirinya.


Sebelum berangkat, Diandra menelpon nomor yang telah Rian tinggalkan untuk nya.


"Hallo.." Ucap Diandra ketika sambungan telpon tersambung.


***


Diandra bersama ayah dan ibu saat ini telah sampai di kediaman Rayna. Jantung Diandra berdegub dengan cepat saat ibu mendong kursi roda nya untuk memasuki rumah.


Kedatangan Diandra sekeluarga di sambut baik oleh ayah, ibu dan tentu saja Rayna. Yang memang dia mengatakan bahwa dia sudah merindukan Diandra kembali, walaupun baru berpisah beberapa saat saja.


Mendengar itu Diandra hanya tersenyum kecut saja. Kedatangan dia kemari bukan lah untuk membicarakan soal pernikahan mereka berdua. Tapi soal Rian.


"Jadi bagaimana pak, apa ada yang ingin di tambahkan lagi untuk keperluan pernikahan kedua anak kita?" Tanya ayah Rayna saat semua nya telah berkumpul di ruang keluarga.


Ayah menatap ibu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ada pak. Saya ingin berbicara langsung dengan putri bapak, Rayna." Jawab ayah.


Dengan raut wajah berseri seri, ayah Rayna langsung mempersilahkan ayah Diandra untuk berbicara dengan putri nya.


"Siapa lelaki beranama Rian?" Tanya ayah langsung pada inti nya.


Mendengar nama Rian, ayah dan ibu Rayna dan tentu saja Rayna sendiri yang sempat tersenyum senyum tiba tiba terdiam, dan senyum semua nya perlahan memudar.


"Maksud bapak, Rian siapa?" Tanya Rayna balik.


Ayah tertawa kecil, dan langsung menghujam Rayna kembali dengan pertanyaan. Ayah meminta Rayna untuk menjawab siapa lelaki yang bernama Rian, dan ada hubungan apa Rayna dengan Rian.


Rayna terlihat mengerutkan kening nya, dan saling melempar tatapan pada ayah dan ibu nya.


"Saya tidak mengerti apa maksud bapak?" Tanya Rayna.


"Kamu jangan pura pura lagi." Timpal Diandra.


Diandra lalu menceritakan kembali tentang lelaki yang bernama Rian yang mendatangi dirinya kerumah. Diandra menceritakan semua nya soal dia yang sudah bertunangan dan sampai saat ini pun status mereka berdua masih bertunangan.

__ADS_1


Mendengar cerita dari Diandra, ayah dan ibu Rayna memperlihatkan rasa terkejut nya. Dan Diandra langsung menyadari hal itu.


"Kenapa, om tante terkejut ya?" Tanya Diandra.


Ayah dan ibu Rayna terdiam selama beberapa saat, lalu kemudian ibu mengatakan bahwa apa yang Diandra katakan itu ibu tidak tahu apa apa, dan tidak mengenal siapa lelaki bernama Rian itu.


"Asalamualaikum." Terdengar seseorang mengucapkan salam.


Dan semua orang yang ada di ruang keluarga reflek menjawab salam dan menengok ke arah suara.


Kekagetan ayah dan ibu Rayna terlihat kembali, begitupun dengan Rayna sendiri yang langsung membelalakan matanya ketika melihat siapa orang masuk kedalam rumah nya itu.


Rian, kini dia berdiri di ruang keluarga.


Sebelum nya tadi Diandra memang telah menghubungi Rian, dan mengatakan padanya bahwa saat ini dia dan kedua orangtua nya akan ke rumah Rayna untuk menanyakan hal ini secara langsung pada Rayna dan orangtua nya.


Selain itu, Diandra juga memberikan dimana lokasi rumah Rayna. Dan mengatakan pada Rian untuk ikut hadir, karna dia lah yang akan menjadi kunci dari pembicaraan ini.


Dan inilah saat nya, kini Rian datang dan telah berdiri di hadapan mereka semua.


"Om, tante apa kabar.." Sapa Rian pada kedua orangtua Rayna.


"Siapa ya? saya tidak kenal anda." Jawab ibu cepat.


Sementara itu Diandra dan kedua orangtua nya mempersilahkan Rian untuk duduk di antara mereka.


Setelah duduk, terlihat Rayna kini semakin menegang.


"Apa kabar tunangan ku ini.." Rian tersenyum pada Rayna.


"Eh kamu siapa.. Ko ngaku ngaku gitu!" Jawab Rayna dengan sinis.


Rian tertawa, dan merasa dirinya benar benar tidak di anggap lagi oleh Rayna dan kedua orangtua nya saat ini.


"Begini om, tante. Mungkin kalian telah mendengar cerita nya dari Diandra, dan saya sengaja datang kesini secara langsung karna saya akan mengkonfirmasi bahwa apa yang telah saya sampaikan pada Diandra itu adalah kenyataan."


"Saya dan Rayna memang telah bertunangan, dan kedua orangtua nya pun mengetahui hal itu. Bukan hanya orangtua nya saja, karna acara pertunangan kami waktu itu di lakukan secara terbuka dengan mengundang beberapa keluarga jauh, jadi banyak orang yang bisa menjadi saksi atas kebenaran cerita saya." Jelas Rian panjang lebar.


Rayna dan kedua orangtua nya terdiam, tidak tahu harus berbicara apa karna memang acara pertunangan putri nya dengan Rian waktu itu melibatkan banyak orang.

__ADS_1


"Kamu ngaco! Kami semua tidak mengenak kamu! Kamu ini mengaku ngaku." Tiba tiba ibu Rayna berbicara dengan penuh emosi sambil menunjuk wajah Rian.


Sedangkan Rian yang di tunjuk seperti itu


hanya tersenyum saja.


"Saya sudah menduga hal ini akan terjadi, om. Tante." Ucap Rian sambil menatap ayah dan ibu Diandra bergantian.


"Makanya saya membawa ini." Lanjut nya memperlihatkan sebuah SD card.


Melihat Rian mengeluarkan SD card, kini bukan hanya ibu nya saja. Bahkan Rayna dan ayah nya pun tiba tiba terlihat emosi, sampai meminta Rian yang dia sebut orang tidak di kenal itu untuk pergi mengeluarkan ruangan ini.


"Sudah! Hentikan!" Teriak Diandra.


Semua orang berhenti bicara dan menatap nya.


"Om, tante! Dan kamu Rayna! Jika memang kalian semua tidak mengenal siapa orang ini, kenapa kalian harus terlihat begitu ketakutan hanya karna dia mengeluarkan sebuah memori card?" Tanya Diandra.


"Diandra benar. Kenapa sampai harus bereaksi seperti itu, harus nya kalian merasa santai saja." Timpal ayah Diandra.


"Begini. Nak Rian, untuk apa memori card


itu?" Tanya ayah.


Rian mengatakan dengan tenang bahwa isi dari memori card yang dia bawa adalah rekaman hari pertuangan nya dengan Rayna.


"Kalau begitu, putar dan perlihatkan semua nya. Maka masalah ini akan selesai." Tutur ayah.


Rian mengangguk dan memasukan memori card nya pada ponsel yang memang sengaja telah dia siapkan.


Terlihat Rayna dan kedua orangtua nya semakin menegang saat Rian mulai memperlihatkan sebuah video player pada ayah dan ibu Diandra.


Beberapa saat kemudian, video player yang di putar telah selesai. Ayah menggelengkan kepala nya dan menghela nafas.


"Saya tidak percaya, hampir saja kami sekeluarga tertipu oleh kalian semua. Bagaimana bisa kalian sebagai orangtua melakukan hal seperti ini?" Ayah terlihat emosi.


"Iya, kami mengakui nya! Rayna memang telah mempunyai tunangan. Tapi kami akan memutuskan dan tidak melanjutkan kembali pertunangan itu. Karna bagaimana pun juga Rayna saat ini tengah hamil anak Diandra, dan Diandra tetap harus bertanggung jawab!" Jawab ayah Rayna.


"Anak Rian!" Teriak ayah Diandra penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2