He Is Mine

He Is Mine
Eps 29


__ADS_3

"Kita sudah sampai." Diandra menghentikan mobil nya.


Beberapa saat Keisya dan Diandra saling bertatapan sebelum turun dari mobil.


"Ayo." Diandra melepas seatbelt kemudian turun dari mobil.


Di ikuti oleh Keisya.


Keisya menutup mulut nya, dengan mata nya yang kini telah berbinar. Menatap indah nya sebuah danau di depan nya.


Saat ini, Diandra membawa Keisya kesebuah danau buatan yang berada di pinggiran kota.


Walaupun ini sebuah danau buatan, namun danau ini terlihat sangat indah karna di kelilingi oleh hamparan rumput yang cukup luas.


"Subhanallah, indah sekali." Gumam nya.


Diandra tersenyum menatap istri nya.


"Kamu suka?" Tanya Diandra.


Keisya mengangguk cepat. Tentu saja dia suka dengan pemandangan yang sangat indah ini.


Diandra mengulurkan tangan nya.


Keisya tersenyum lalu merangkul tangan suami nya itu, membuat kedua tangan mereka saling bertaut.


"Aku baru tahu, ada tempat se indah ini di tengah padat nya gedung di kota." Ujar Keisya sambil berjalan pelan dengan suami nya itu.


Sambil terus berjalan, Diandra menjelaskan kepada Keisya bahwa danau ini sudah lama di buat, dan memang sengaja di buat di pinggiran kota supaya dapat menyerap air dan membuat udara menjadi cukup sejuk.


Diandra sendiri telah lama mengetahui tempat ini. Bahkan dari pertama kali di buka.


Dulu, saat masa masa sekolah. Ketika dia merasa lelah dengan pelajaran di sekolah. Sepulang sekolah dia akan pergi kesini.


Hingga pada akhirnya dia mengenal Rayna, dan tempat ini menjadi tempat favorit mereka berdua.


Diandra terdiam beberapa saat ketika bayangan dirinya yang tertawa bahagia dengan Rayna di tempat ini tiba tiba terlintas di pikiran nya.


"Kenapa?" Keisya menatap suami nya.


"Ah, tidak ada." Jawab nya singkat lalu kembali berjalan.


Keisya mengarahkan padangan nya pada sekeliling.


Benar benar bagus sekali, pikirnya.


"Mas, itu." Keisya menunjuk sesuatu.


Diandra mengikuti arah yang Keisya lihat.


"Kamu mau?" Tanya Diandra.


Keisya mengangguk cepat sambil merekahkan senyum nya.


Senyum yang begitu manis sekali, dan dapat membuat suasana hati Diandra menjadi sangat tenang ketika melihat nya.


Diandra dan Keisya berjalan menuju sebuah kedai kecil.


"Ayo duduk." Diandra menepuk bangku sebelahnya.


"Kamu mau apa?" Tanya Diandra sambil memperlihatkan buku menu kecil.


Dalam menu, tersedia beberapa jenis cemilan dan minuman.


Keisya melihat lihat menu nya.

__ADS_1


"Ini mas."


Keisya menunjuk kentang goreng.


"Minumnya?" Tanya Diandra.


Keisya kembali menunjuk satu minuman yang terdapat di menu.


Karna hari masih siang dan cuaca cukup terik, jadi rasanya pas sekali jika minum es jeruk. Pikir Keisya.


Setelah memesan, Keisya kembali menatap danau.


Sedangkan Diandra membuka ponsel nya.


"Apa di danau ini ada ikan nya?" Tanya Keisya.


Diandra menyimpan ponsel nya.


"Ada, tapi tidak banyak. Memang sengaja di isi ikan. Dan kamu tahu, di sebelah sana ada penjual pakan ikan, dan kamu bisa memberi makan ikan disini dari jembatan di tengah itu." Jelas Diandra sambil menunjuk beberapa tempat.


Mendengar itu tentu saja Keisya menjadi begitu sangat tertarik, untuk pergi ke bagian lain dari tepian danau ini.


Diandra tersenyum sambil mengelus lembut pipi istri nya itu.


"Iya, nanti setelah makan kita kesana." Ujar Diandra.


Mata Keisya berbinar.


"Benarkah?" Tanya Keisya.


"Tentu saja." Jawab Diandra.


Beberapa saat kemudian makan datang.


Keisya cukup cepat memakan kentang goreng nya, karna sudah tidak sabar ingin ke tempat yang di maksud kan tadi.


"Pelan pelan aja sayang" Ucap Diandra lembut.


Keisya yang hendak menyuapkan kentang kedalam mulutnya tiba tiba terdiam, mencerna kembali apa yang baru saja ia dengar.


"Apa mas?" Tanya Keisya ingin memastikan kembali apa yang baru saja ia dengar.


Diandra menatap Keisya.


"Apanya?" Kata Diandra.


"Mas barusan bilang apa?" Tanya Keisya.


Diandra malah bertanya balik pada istri nya itu, perkataan yang mana yang istri nya maksud itu. Hingga membuat Keisya kesal.


Diandra terkekeh melihat istri nya itu tiba tiba saja memanyunkan bibirnya.


"Pelan pelan makan nya sayang" Akhirnya ucap Diandra.


Keisya kembali tersenyum setelah mendengar perkataan itu lagi. Ternyata dia memang tidak salah dengar.


Beberapa saat kemudian kini kedua nya telah selesai makan. Keisya dengan tidak sabar berjalan terlebih dahulu, sedangkan Diandra sedang membayar tagihan makan terlebih dahulu.


"Ayo." Ucap Keisya.


Diandra menganggukan kepala nya dan mempercepat langkah nya, hingga kedua nya berjalan beriringan lagi. Sambil menautkan kembali kedua tangan nya.


Kini kedua nya telah sampai pada seorang penjual pakan ikan di pinggir danau ini.


Diandra membeli beberapa bungkus pakan itu, tentu nya karna kemauan istri nya.

__ADS_1


Dengan buru buru Keisya mengambil satu bungkusan.


"Mas, sebelah mana?" Tanya Keisya.


Diandra mendahului langkah istri nya itu.


"Ini, sebelah sini."


Keisya merekahkan senyumnya. Ternyata ikan di depan nya kini cukup banyak.


Apalagi saat dia mulai menabur pakan tersebut. Ikan semakin banyak berkumpul di


hadapan nya.


Membuatnya merasa bahagia.


Diam diam, Diandra yang memperhatikan istri nya itu membuka ponsel nya.


Dan beberapa kali mengambil gambar dari istri nya. Tanpa sepengetahuan Keisya.


Diandra tersenyum mengamati gambar yang baru saja dia ambil.


Tiba tiba Keisya menghampiri nya. Dan meminta lagi satu bungkus pakan ikan. Karna yang sebelumnya telah habis.


"Mas, apakah boleh kita memberi makan dari tengah jembatan?" Tanya Keisya.


Diandra menganggukan kepala nya.


"Tentu saja. Ayo"


Akhirnya Keisya dan Diandra berjalan menaiki jembatan.


Namun dengan pelan pelan. Karna Keisya sambil menabur sedikit demi sedikit pakan itu.


Hingga mereka tiba pada tengah jembatan.


Keisya tersenyum senang menabur sedikit demi sedikit, hingga terlihat banyak sekali ikan bergerumul di bawah nya saat ini.


Terlihat beberapa ikan berukuran cukup besar.


"Itu besar sekali" Tunjuknya.


Diandra hanya mengangguk saja, sambil memegangi ponsel nya.


Yang diam diam mengambil kembali gambar istri nya.


Waktu sudah sore. Diandra dan Keisya berjalan menuju mobil.


"Mau makan di luar?" Ajak Diandra.


"Tidak mas, kita makan di rumah saja aku akan masak." Ujar Keisya.


Diandra menganggukan kepala nya lalu kedua nya masuk kembali kedalam mobil, memulai perjalanan pulang menuju rumah.


Dalam perjalanan, tak henti henti nya Diandra melirik istri nya itu.


Keisya yang menyadari hal itu menatap suami nya.


"Kenapa sih?" Tanya Keisya.


"Memang nya kenapa? apa aku tidak boleh menatap istri ku sendiri" Ujar Diandra fokus pada kemudi.


Tentu saja itu tidak salah, dan Keisya sendiri tidak melarang nya. Namun di perhatikan terus menerus membuat nya merasa heran, karna takut ada yang salah pada dirinya.


"Apa kamu bahagia?" Tanya Diandra.

__ADS_1


Keisya memutar badan nya, menjadi menyamping. Menatap suami nya.


"Tentu saja! Mas tau, aku sangat bahagia sekali saat ini" Keisya berbicara dengan sangat antusias.


__ADS_2