He Is Mine

He Is Mine
Eps 56


__ADS_3

Mobil milik ayah baru saja memasuki halaman rumah, dengan cepat dan tergesa gesa ibu menghampiri mobil suami nya tersebut.


"Ayah.." Panggil ibu.


"Buruan keluar.." Panggil nya lagi.


Ayah yang masih berada di dalam mobil menautkan kedua alis nya, melihat sikap istri nya yang tidak seperti biasanya itu.


"Ada apa sih bu?" Tanya ayah heran.


"Ayo masuk, ibu ada kabar gembira buat ayah.." Ibu langsung menarik ayah masuk kedalam rumah, tanpa memperdulikan barang bawaan yang masih di dalam mobil.


"Sebentar bu, ini lihat.." Ayah menunjuk koper nya.


Namun ibu hanya melirik sebentar, lalu kembali berjalan memasuki rumah menarik ayah.


"Keisya.." Panggil ibu.


"Ada kabar apa sih bu, tumben sekali ibu seantusias ini." Ucap ayah.


Ibu melirik ayah.


Keisya datang dari ruang keluarga.


"Iya bu?" Tanya Keisya.


"Ayah, lihat menantu kita.." Kata ibu.


Ayah belum mengerti apa yang di maksud kan oleh ibu. Dan ayah mengira bahwa kabar yang di maksud kan oleh ibu itu adalah kedatangan menantu nya kerumah.


"Apa kabar menantu ayah.."


Keisya menghampiri dan menyalami tangan ayah.


"Alhamdulillah yah." Jawab nya.


"Em kalau begitu ayah mau masuk ke kamar dulu, gerah sekali mau mandi dulu." Ayah terkekeh.


Ayah pergi menuju kamar meninggalkan ibu dan Keisya yang kini saking melempar tatapan.


"Ayah kamu itu, belum juga ibu cerita soal kehamilan kamu main pergi saja.." Dumel ibu.


"Iya udah ibu nanti saja, kasian ayah baru pulang. Pasti masih capek." Ujar Keisya.


Ibu mengangguk setuju.


Beberapa saat kemudian.


Ibu, ayah Keisya dan Diandra kini berada di ruang makan untuk makan siang bersama sama.


Ada sedikit pemandangan yang membuat ayah merasa heran saat ini, yaitu dengan adanya Diandra disini.


"Nak, apa kamu tidak ke kantor?" Tanya ayah.


Diandra tersenyum.


"Tidak ayah, tadi pagi aku dari klinik.." Jawab nya.


"Memangnya siapa yang sakit?" Ayah menatap ketiga orang itu bergantian.


Tiba tiba ibu memegang punggung tangan suami nya tersebut.


"Itu yang mau ibu ceritain tadi." Ujar ibu.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya ayah semakin penasaran.


"Sebentar lagi kita anak mempunyai cucu" Bisik ibu.


Ayah terdiam sebentar mencerna apa yang baru saja istri nya itu katakan.


"Cucu.." Gumam ayah.


Beberapa saat kemudian, tiba tiba saja ayah berdiri dari duduk nya ketika menyadari apa yang istri nya itu bicarakan.


"Keisya hamil?" Tanya ayah.


"Iya ayah.." Jawab Keisya.


Ayah menatap ibu beberapa saat.


"Alhamdulillah.. Sebentar lagi aku akan menjadi seorang kakek.." Ayah berteriak gembira hingga membuat Keisya dan Diandra kaget melihat ekspresi sang ayah yang tidak di sangka sangka akan seperti itu.


"Ayah!" Ucap ibu.


"Bu sebentar lagi anak kita akan menjadi seorang ayah, dan kita akan menjadi kakek dan nenek.." Ayah terkekeh bahagia.


Keisya hanya tersenyum saja melihat ayah mertua nya itu.


Acara makan berlanjut dengan tenang, lebih tepat nya berusaha untuk tetap tenang.


"Kita harus ngadain syukuran" Ujar ayah saat selesai makan.


"Iya ayah, ibu setuju.." Timpal ibu.


"Nak, kamu mau acara syukuran atas kehamilan pertama kamu ini di adakan dimana? Hotel? Atau restoran mewah mana? Biar ayah tanggung semua.." Ayah tertawa kecil.


Keisya sedikit kaget dengan penawaran dari ayah, karna dia tidak ingin melakukan acara syukuran di hotel atau restoran mewah mana pun.


***


Hari menjelang sore.


Acara syukuran telah di setujui dan akan melaksanakan nya besok malam.


Dengan mengundang tokoh agama setempat, semua karyawan dan tentu saja kakek dan nenek yang akan Diandra jemput besok siang.


"Aku tidak menyangka mas.." Ucap Keisya.


Diandra melirik istri nya itu.


"Kenapa?" Tanya Diandra.


"Iya untuk semua ini, aku tidak menyangka bahwa ayah dan ibu melakukan semua ini untuk aku" Jelas nya.


"Sayang, bukan hanya ayah dan ibu saja. Apapun yang kamu inginkan aku juga akan menuruti semua keinginan kamu" Ujar Diandra tidak mau kalah untuk memanjakan istri nya tersebut.


Keisya menatap suami nya dan mengucapkan terimakasih.


"Besok aku boleh ikut?" Tanya Keisya.


"Ah tidak sayang. Biar aku saja berangkat sendiri." Jawab nya.


Keisya ingin sekali pergi menuju kampung nya untuk menjemput kakek dan nenek, tapi apalah daya sejak di setujui nya acara ini Keisya memang tidak di perbolehkan untuk pergi jauh oleh ayah dan ibu untuk menjaga kandungan nya tetap sehat.


"Mas ajak Zia yah" Pinta Keisya.


Diandra terdiam tidak mengetahui siapa itu Zia.

__ADS_1


"Yang mana?" Tanya Diandra.


Keisya berbicara pada suami nya itu bahwa Zia adalah teman perempuan nya yang pernah dia kenalkan pada waktu itu.


Diandra mencoba mengingat nya kembali.


"Oh iya sayang boleh, kamu kabarin aja teman kamu itu untuk bersiap siap biar besok tinggal berangkat saja pas aku kesana." Jawab Diandra.


Dengan semangat Keisya langsung mengambil ponsel nya untuk mengabari sahabat serta kakek dan nenek nya.


Waktu menjelang malam.


Keisya tersenyum sambil mengusap pelan rambut suami nya, yang sedari tadi anteng tidur di perut nya.


"Dia sedang apa ya?" Ucap Diandra.


"Dia siapa?" Tanya Keisya.


Diandra melirik sebentar.


"Anak kita.." Jawab nya.


"Engga tahu mas, seperti nya anak kita sedang tidur." Keisya terkekeh.


Padahal perut Keisya masih terlihat sangat rata, namun suami nya itu sudah mengira mengira anak nya sedang apa dalam perut ibu nya itu.


"Tidur sayang sudah malam." Ucap Diandra.


"Iya mas.." Jawab Keisya.


Diandra bangun dari posisi nya dan berbaring di sebelah istri nya itu sambil memeluk perut nya.


***


Waktu sudah pagi.


Keisya dan Diandra baru saja selesai sarapan.


Sebelum pergi ke kampung Keisya, Diandra kan pergi ke kantor sebentar untuk mengundang semua karyawan nya nanti malam.


"Hati hati ya mas.." Keisya mencium tangan suami nya itu.


"Iya sayang. Tunggu aku pulang" Jawab nya.


Mobil mulai melaju di jalanan, hingga cukup lama waktu berlalu Diandra telah sampai di kantor nya.


"Pagi pak!" Sapa Desi.


"Ah kebetulan sekali kamu ada disini." Ucap Diandra.


Diandra dan Desi berjalan menuju ruangan nya, selain untuk memberikan laporan Desi juga di minta untuk mengumpulkan semua karyawan termasuk security.


"Saya akan mengadakan acara syukuran nanti malam di rumah ibu, kamu tolong kumpulkan semua karyawan sebentar ya di ruang meeting. Saya ingin mengundang mereka secara langsung." Pinta Diandra.


Desi tersenyum, lalu bergegas keluar ruangan untuk mengumpulkan semua karyawan sesuai permintaan bos nya tersebut.


Beberapa saat kemudian.


Telpon di ruangan nya berbunyi.


"Hallo." Ucap Diandra.


Desi mengabarkan bahwa semua karyawan telah berkumpul, tinggal menunggu kedatangan diri nya saja.

__ADS_1


Tidak lama, Diandra langsung menutup telpon dan menuju ruang meeting, dimana semua orang telah berada disana menunggu nya.


__ADS_2