He Is Mine

He Is Mine
Eps 75


__ADS_3

"Dua hari, Rayna hanya memberi waktu dua hari kepada ku bu." Diandra menundukan kepala nya.


Setelah memeluk Ibu dan menangis cukup lama dalam pelukan Ibu, Diandra mulai merasa tenang.


Sambil duduk di sofa ruang keluarga, Diandra mulai bercerita tentang pertemuan nya dengan Rayna barusan.


Selain bercerita tentang kejadian barusan, Diandra juga menanyakan Ayah yang belum terlihat.


Untunglah baginya, ternyata Ayah sedang berada di kantor dan belum pulang saat ini.


"Lalu kamu akan bagaimana nak?" Tanya Ibu lirih.


"Tidak tahu bu, Andra tidak tahu harus bagaimana sekarang. Tidak mungkin Andra menuruti permintaan Rayna yang menginginkan pernikahan secara besar besaran, bagaimana perasaan Keisya nanti?" Ucap Diandra.


"Kamu egois Andra!" Tiba tiba saja ucap Ayah yang sudah berdiri di belakang mereka berdua.


Reflek, Ibu dan Diandra menoleh secara bersamaan.


"Ayah." Ucap Diandra pelan.


Ayah menatap Diandra, terlihat dari tatapan nya Ayah benar benar marah besar padanya.


Diandra berdiri dari sofa, dan menundukan kepala nya menghadap Ayah.


"Maafin Andra." Ucapnya pelan.


Ibu yang juga melihat dan menyadari kemarahan dari suami nya tersebut langsung menghampiri Ayah, bersiap siap untuk mencegah Ayah membuat suatu tindakan atas rasa emosi nya saat ini.


"Ayah sabar." Ibu mengusap tangan Ayah.


Ayah melirik Ibu sebentar, lalu menatap Diandra kembali.


"Ayah benar benar kecewa padamu, Ayah tidak menyangka kamu bisa berbuat sampai sejauh ini. Apa yang kurang dari Keisya sampai kamu tega menduakan nya." Jelas Ayah masih menahan amarah nya.


Mendengar itu, tiba tiba saja Diandra menghampiri Ayah dan bersujud di hadapan nya.


Sambil memegangi pergelangan kaki Ayah, Diandra memohon ampun atas kesalahan yang telah di perbuat nya.


"Andra bener bener menyesal Ayah, maafin Andra." Diandra mulai menangis kembali.


Ayah dan Ibu terdiam selama beberapa saat, membiarkan Diandra yang masih bersujud di hadapan Ayah sambil terus meminta maaf dan mengucapkan penyesalan nya.


Tiba tiba, Ibu merasakan punggung Ayah mulai bergetar.


Ibu memeluk Ayah dari samping, lalu menangis.


"Ayah, tidak ada orang yang luput dari sebuah dosa. Manusia itu tempatnya berdosa, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan termasuk Diandra, tapi kita tidak bisa berbuat banyak selain memaafkan kesalahan nya yang kini telah dia sesali." Jelas Ibu.


Ayah mengusap air mata nya sejenak, lalu memegang pundak putra nya tersebut.

__ADS_1


"Bangun nak, Ayah memaafkan mu." Ucap Ayah.


Diandra menengadahkan kepala nya, dengan mata yang masih mengucurkan air mata Diandra berdiri dan langsung memeluk kedua orangtua nya.


Diandra Ayah dan Ibu, menangis bersama sama selama beberapa saat.


Waktu menjelang isya, terdengar suara adzan isya berkumandang.


Diandra yang masih terdiam di ruang keluarga dengan kedua orangtua nya berpamitan sebentar untuk naik ke kamar, Diandra ingin melaksanakan ibadah shalat isya terlebih dahulu sebelum memulai kembali obrolan dengan kedua orangtua nya.


Sebelum mengambil air wudhu, Diandra mengambil ponsel nya lalu menekan nomor istri nya.


Diandra ingin memberi kabar terlebih dahulu kepada istri nya, bahwa dia masih ada urusan sebentar lagi bersama dengan Ayah dan Ibu.


"Asalamualaikum mas, maaf lama barusan aku dari kamar mandi." Sapa Keisya dari sebrang.


"Waalaikumsalam sayang, oh iya tidak apa apa. Aku cuma mau ngasih kabar aku masih ada urusan sebentar lagi." Ucap Diandra.


"Iya tidak apa apa mas, oh iya mas jangan lupa makan malam ya kalau laper di luar mas makan di luar saja." Jawab Keisya.


Diandra tersenyum sejenak, hati nya terasa begitu tenang dan damai mendengar suara dari istri nya tersebut.


Selain itu Diandra juga memberitahu bahwa diri nya saat ini tengah berada di rumah Ibu, karna ada urusan dengan Ayah.


Kedua nya terlibat pembicaraan yang cukup panjang, hingga mereka berdua lupa bahwa kedua nya sama sama akan melaksanakan ibadah shalat isya.


"Ya allah, maaf sayang aku lupa." Diandra menepuk kening nya sambil terkekeh pelan.


Diandra berlanjut berpamitan kepada istri nya tersebut.


Setelah sambungan telpon terputus, Diandra kembali melakukan aktivitas nya yang akan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Beberapa saat kemudian.


Diandra telah selesai melaksanakan ibadah shalat isya dan berdo'a.


Diandra menyimpan kembali sejadah nya kedalam lemari, lalu kembali turun dari kamar.


"Den, Tuan dan Nyonya menunggu di ruang makan." Ujar bi Lala.


"Iya bi, terimakasih." Diandra berjalan menuju ruang makan.


Sampai nya di ruang makan terlihat Ayah dan Ibu tengah menunggu diri nya.


"Ayah, Ibu." Diandra menciumi tangan Ayah dan Ibu secara bergatian.


Tidak di sangka, Ayah tersenyum dan tidak ada lagi raut kemarahan di wajah nya saat ini.


"Duduk lah nak, kita makan bersama." Ucap Ayah.

__ADS_1


Diandra mengangguk lalu duduk di sebelah Ibu.


***


Diandra tengah dalam perjalanan pulang saat ini, tidak lama setelah makan malam bersama dengan Ayah dan Ibu, Ayah meminta Diandra untuk pulang saja karna waktu telah malam dan tidak baik meninggalkan istri seorang diri di rumah di malam hari. Terlebih lagi Keisya yang tengah mengandung.


Hati nya terasa begitu lega saat ini, apa yang Diandra takutkan ternyata tidak terjadi.


Ayah tidak memarahi dirinya, dan memaafkan kesalahan nya.


Selain itu, Ayah juga telah bersedia membantu diri nya untuk mencari jalan keluar.


Namun karna hari telah malam, Ayah meminta Diandra untuk datang lagi besok untuk membicarakan hal ini.


"Asalamualaikum." Diandra membuka pintu.


"Waalaikumsalam." Terdengar suara Keisya dari arah dapur.


Tidak lama, terlihat Keisya menghampiri dirinya yang tengah melepas sepatu.


"Sayang.." Panggil Keisya tersenyum.


Keisya mengulurkan tangan nya, lalu mencium tangan suami nya tersebut.


"Kamu lagi makan ya sayang?" Tanya Diandra melihat bibir istri nya yang sedikit berbinyak.


Keisya terkekeh, lalu mengangguk.


"Mas sudah makan?" Tanya Keisya.


"Sudah sih, tapi mencium wangi aroma masakan kamu aku jadi lapar lagi.." Diandra terkekeh.


Akhirnya kedua nya kembali ke dapur, Diandra akan makan malam kembali sambil menemani istri nya.


Sebelum nya Keisya cukup heran mendengar suami nya yang baru saja makan merasa lapar kembali, namun di sisi lain Keisya merasa bahagia dan merasa sangat di hargai oleh suami nya itu.


Beberapa waktu berlalu.


Keisya dan Diandra kini tengah berada di dalam kamar, dan telah bersiap siap untuk tidur.


Seperti biasa, Keisya membuat dada suami nya tersebut sebagai tumpuan kepala nya.


"Mas pasti lelah banget ya?" Tanya Keisya melihat Diandra yang terus menguap.


"Kenapa memang nya sayang, terlihat sekali ya aku kelelahan?" Tanya Diandra.


Keisya menganggukan kepala nya, lalu mengatakan bahwa Diandra yang sedari tadi menguap pasti karna kelelahan dan ingin cepat cepat istirahat.


Mendengar itu, Diandra terkekeh lalu mengatakan bahwa dirinya menguap karna kekenyangan.

__ADS_1


Bukan kelelahan.


__ADS_2