
Pagi ini Diandra harus kembali bolos masuk ke kantor, dan menyerahkan semua urusan kantor pada Desi.
Sesuai dengan apa yang telah di sepakati semalam bersama dengan Ayah dan Ibu, Diandra akan kembali mencari solusi dan jalan keluar dengan bantuan dari kedua orangtua nya.
"Tapi tidak ada jalan lain nak.." Ucap Ibu.
Diandra menundukan kepala nya, baru saja Ibu dan Ayah menyepakati sebuah usulan.
Yaitu dengan menikahkan mereka berdua.
"Ibu, tidak mungkin aku menikah dengan Rayna. Bagaimana nasib pernikahan ku dengan Keisya?" Jawab Diandra pelan.
Ibu dan Ayah saling bertatapan selama beberapa saat.
"Tapi bagaimana pun juga kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu sendiri nak, anak yang di kandung oleh Rayna tidak mempunyai dosa apa apa. Jangan sampai anak tersebut menjadi korban atas pelampiasan nafsu mu saja." Jelas Ayah.
Walaupun seribu kali Diandra mengucapkan penyesalan, kini itu semua tidak ada arti nya sama sekali.
Mau tidak mau Diandra harus segera menikahi Rayna.
Diandra menghela nafas, lalu menyandarkan badan nya di sofa.
"Sebelumnya aku juga sudah membicarakan ini dengan dia, namun dia menolak untuk usulan ku dan tetap ingin mengadakan pesta pernikahan." Ujar Diandra.
"Untuk masalah itu, nanti kita bicarakan bersama sama. Ayah dan Ibu akan mencoba menjelaskan situasi nya pada Rayna dan semoga dia bisa mengerti." Sambung Ayah.
Diandra kembali menghela nafas, dan hanya bisa tertunduk pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.
"Apa kamu tidak akan berangkat ke kantor nak?" Tanya Ibu.
Diandra menggelengkan kepala nya.
"Tidak Ibu, semalaman aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Jadi seperti nya aku akan tidur di kamar ku saja." Jawab nya.
Ayah dan Ibu segera mengerti dengan hal tersebut, setelah beberapa saat mengobrol dan mencapai kesepakatan akhir nya Ayah segera menyuruh Diandra untuk naik ke kamar dan segera tidur.
Tanpa basa basi lagi, Diandra segera naik ke lantai atas dan langsung merebahkan badan nya di atas tempat tidur yang sudah jarang sekali di tempati nya itu.
***
Hari menjelang siang, dalam keadaan masih sangat mengantuk Diandra terpaksa membuka mata nya ketika mendengar ponsel nya berbunyi.
__ADS_1
"Hallo.." Diandra menjawab panggilan tanpa melihat terlebih dahulu siapa penelpon itu.
"Mas dimana?" Tanya Keisya dari sebrang.
Mendengar suara istri nya, dengan segera Diandra membuka mata dan menatap layar ponsel nya sejenak memastikan bahwa istri nya lah yang menelpon dirinya.
"Aku di rumah Ibu sayang." Jawab Diandra jujur.
"Kenapa suara nya seperti mas baru saja bangun tidur?" Tanya Keisya kembali.
Sudah terlanjur mengatakan bahwa dirinya sedang berada di rumah Ibu, Diandra menjawab dengan jujur pertanyaan dari istri nya tersebut.
Diandra mengatakan dirinya baru saja melakukan pembicaraan dengan Ayah mengenai urusan kantor, dan setelah pembicaraan tersebut selesai Diandra naik ke kamar untuk tidur karna merasa mengantuk.
Keisya hanya diam saja membiarkan suami nya tersebut menjelaskan terlebih dahulu, setelah selesai dengan penjelasan nya Keisya baru berbicara.
Selalu seperti biasa nya, respon dari Keisya tidak pernah menunjukan bahwa dirinya marah atau meminta penjelasan lebih tentang dimana dan sedang melakukan aktivitas apa suami nya di luaran sana.
Keisya selalu mempercayai Diandra sepenuhnya.
Selesai mengobrol dengan sang istri, Diandra turun menuju lantai satu untuk makan siang karna dirinya sudah merasa lapar.
Diandra berjalan menuju dapur dengan membawa bekal makan siang yang di bawa nya dari rumah.
"Sebentar den, saya siapkan dulu." Bi Lala segera berjalan.
"Tidak usah bi, ini saya bawa bekal dari istri saya." Ujar Diandra.
Bi Lala kembali pada kesibukan nya, dan Diandra makan sendirian di meja makan karna Ibu dan Ayah sedang keluar.
Selesai makan Diandra meminta tolong pada bi Lala untuk di buatkan kopi. Rasanya ada yang kurang jika setelah makan tidak meminum kopi bagi Diandra.
Sambil menikmati kopi, Diandra menonton acara televisi di ruang keluarga. Hingga beberapa lama menonton, Diandra tidak menyadari bahwa ponsel nya sedari tadi berdering dan telah ada beberapa panggilan tidak terjawab terlihat di layar ponsel nya.
***
Waktu menjelang sore, Diandra membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi karna ingin segera sampai ke rumah.
Beberapa panggilan telpon tadi siang yang tidak di sadari nya menimbulkan sebuah amarah bagi si penelpon, tidak lama setelah suara panggilan tidak terdengar lagi. Ada beberapa pesan masuk pada ponsel nya tersebut.
Dan isi dari pesan tersebut merupakan sebuah ancaman.
__ADS_1
"Asalamualaikum." Diandra membuka pintu dan berjalan cepat kedalam rumah.
Terdengar suara Keisya menjawab salam dari lantai dua.
Diandra menengadahkan kepala nya, tidak berapa lama terlihat Keisya menuruni tangga mengahampiri dirinya.
"Mas." Keisya mencium tangan suami nya.
"Kamu, sedang apa di atas?" Tanya Diandra.
Keisya menatap suami nya dengan tatapan keheranan dengan pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh suami nya tersebut.
"Eh maksud aku kamu lagi apa di kamar sayang?" Diandra mengoreksi ucapan nya setelah menyadari bahwa dirinya telah salah berucap.
Keisya tersenyum, lalu mengatakan bahwa dirinya tidak sedang melakukan aktivitas apa apa.
Hanya berbaring saja di tempat tidur.
"Mas kenapa?" Tanya Keisya menelisik, menyadari ada sebuah kecemasan terlihat si wajah suami nya.
"Tidak apa apa sayang." Diandra mengusap pundak Keisya dengan lembut, sambil berusaha tersenyum.
Tidak ingin berlama lama dalam keadaan yang tiba tiba saja di rasa canggung, Diandra menggenggam tangan istri nya untuk naik kembali ke atas.
"Tidur lagi saja kalau mengantuk." Ujar Diandra sambil memakai kaos.
"Tidak ah, nanggung sebentar lagi juga adzan maghrib." Jawab Keisya.
Setelah berganti pakaian, Diandra masuk kedalam kamar mandi dengan tidak lupa membawa ponsel nya.
Dalam kamar mandi Diandra kembali melihat pesan yang di kirimkan oleh Rayna tadi siang padanya.
Diandra membaca kembali pesan tersebut yang merupakan sebuah pesan ancaman.
Pesan yang mengatakan bahwa Rayna akan pergi menuju rumah nya untuk memberitahu Keisya bahwa dirinya kini tengah mengandung anak dari suami nya.
Diandra yang baru melihat ponsel nya setelah sekitar 30 menit dari pesan itu masuk, dengan terburu buru langsung masuk kedalam mobil nya untuk pulang ke rumah.
Ada beberapa alasan yang membuat Diandra menjadi cemas.
Saat dalam perjalan tadi, Diandra beberapa kali mencoba untuk menghubungi balik nomor Rayna. Namun beberapa kali mencoba melakukan panggilan, nomor Rayna ternyata sedang tidak aktif.
__ADS_1
Dan hal itu tentu saja membuatnya merasa sangat panik dan takut Rayna benar benar akan menemui istri nya ke rumah.
Hingga membuat dirinya tidak bisa menyembunyikan wajah cemas nya saat sampai di rumah.