He Is Mine

He Is Mine
CHAPTER 18


__ADS_3

Di Kelas....


" Sayang aku ke toilet bentar ya . " pamit Lyla kepada Davin


" Mau aku anterin? " tanya Davin


" Ih gak usah nanti apa kata orang ke toilet aja diikutin " ucap Lyla . " Gak bareng Resti atau Nesya sayang? " tanya Davin . " Udahlah aku sendirian aja lagian kasian mereka kemana-mana harus ngikut " jawab Lyla , Davin hanya tersenyum mendengar jawaban Lyla


Setelah itu Lyla pergi sendirian ke toilet Resti dan Nesya bertanya kepada Davin , dan Davin memberi kode buat mereka untuk mengikuti Lyla karena Davin tidak mau jika sampai Lyla celaka . Resti dan Nesya mengikuti Lyla dan benar saja Lyla sedang disiksa oleh Sheiren dan Bianca , Resti langsung melindungi Lyla sementara Nesya menghubungi Davin .


Tut... " Halo Dav cepet lo kesini " perintah Nesya dan langsung menutup telfonnya . Sementara disisi lain Davin langsung pergi dari kelas bersama dengan Alvin dan Kavin karena mereka tahu , jika Davin sudah panik pasti ada masalah yang harus dihadapi .


Sesampainya Davin di toilet Davin kaget melihat kondisi kekasihnya yang menyedihkan baju seragamnya dirobek , bibir Lyla mengeluarkan darah , dan pipinya lebam .


" Sayang .... Siapa yang berani lakuin ini sama kamu " tanya Davin . Lyla tidak menjawab dia ketakutan dan hanya memeluk Davin dengan sangat erat . Davin tidak tega melihat keadaan kekasihnya dia langsung membawa Lyla pulang ke apartemennya setelah memberi kode kepada Alvin dan Kavin untuk mencari tau siapa dalang dibalik celakanya Lyla . Sementara Resti dan Nesya menceritakan semua yang terjadi kepada mereka berdua , Alvin dan Kavin sudah mengirim video tersebut kepada Davin .


---------------


Sesampainya di apartemen Davin dengan telaten merawat Lyla sehingga Lyla tertidur , Davin segera membuka laptopnya dan benar saja ada email dari Kavin yang berisi video penganiayaan Lyla , Davin langsung emosi dan dia akan membuat perhitungan yang sama kepada Sheiren dan Bianca . Davin juga mengambil keputusan jika Lyla akan tinggal di apartemennya untuk sementara waktu sampai rumah disamping Lyla yang dibeli Davin sudah siap ditempati , begitu juga dengan kedua saudaranya Davin memerintahkan mereka untuk membawa tunangan masing-masing ke apartemen supaya aman .

__ADS_1


Jam delapan malam Lyla membuka matanya karena merasakan lapar , dia menggeliat Davin yang sedang sibuk dengan laptopnya reflex langsung berlari ke arah Lyla .


" Sayang kamu mau apa hemmm , ada yang sakit? " tanya Davin sambil membelai lembut rambut Lyla .


" Sayang aku laper " rengek Lyla dengan puppy eyesnya , " Mau makan apa? " tanya Davin ,


" Terserah sayang " ucap Lyla malas ,


" Yaudah tunggu sebentar aku delivery dulu sayang " ucap Davin .


Sekitar 1jam mereka menunggu , akhirnya makanan yang mereka pesan datang juga dan Lyla langsung melahap makanan itu tanpa mempedulikan Davin , Davin hanya tertawa melihat tingkah konyol tunangannya tetapi Lyla tidak peduli yang penting dia kenyang .


(Aku akan melindungi kamu sayang meskipun nyawa aku sebagai jaminannya) batin Davin sambil mengacak rambut Lyla .


Sementara Davin , dia mengabari Angga kakak Lyla tentang apa yang terjadi pada Lyla hari ini awalnya Angga sangat marah tetapi Davin berhasil membujuk Angga untuk tidak gegabah mengambil keputusan karena Davin tau Bianca itu orang seperti apa , akhirnya Angga menyetujui saran dari Davin asalkan Lyla tidak menjadi korban lagi dan Angga juga mengizinkan Lyla tinggal untuk sementara waktu karena Angga masih ada keperluan diluar kota .


Keesokan harinya ...


" Sayang ayo cepet ntar telat kita sarapan di sekolah aja aku udah janjian sama Resti sama Nesya " rengek Lyla yang udah jenuh menunggu Davin .

__ADS_1


"Bentar sayang masih belum rapi nanti gak jadi ganteng terus nanti gak ada cewek yang mau deketin aku sayang " goda Davin .


" Ohhh gitu... Yaudah gak usah sekolah aja aku gamau pacar aku kecantol cewek lain awas aja kalau sampai ada yang genit-genit aku gantung ditiang bendera " ucap Lyla dengan nada cemburunya . Davin tersenyum karena berhasil menggoda pacarnya itu , Davin mencium kening Lyla dan mereka berangkat sekolah setelah mendengar teriakan Resti dan Nesya diluar apartemen .


Mereka ber6 pergi ke sekolah menggunakan mobil pasangan masing-masing setelah 30 menit perjalanan mereka sampai , disaat mereka melewati lorong kelas tiba-tiba Bianca langsung memeluk Davin didepan Lyla dan itu membuat Lyla sangat marah .


" Sayang ngapain kamu masih sama Lyla mendingan sama aku aja apa bagusnya dia dibanding aku , aku mau kita seperti dulu lagi " ucap Bianca dengan manja tetapi Davin langsung melepaskan pelukan Bianca dengan kasar dan itu membuat dia kesal .


Plakkkkk........!!! Lyla menampar Bianca dengan keras dan itu membuat semua yang ada disana kaget karena mereka semua tau Lyla tidak akan bermain kasar jika tidak melewati batas kesabarannya .


" Lepasin tunangan gue , lo gak berhak nyentuh dia dengan tangan kotor lo itu Davin milik gue dan hanya milik gue , gak akan gue biarin siapapun ngambil apa yang udah jadi milik gue " jawab Lyla dengan tegas sementara Bianca merasa dipermalukan Bianca hendak membalas tamparan Lyla tetapi Lyla bisa menangkis tangan Bianca .


Setelah itu Lyla menarik Davin pergi dari hadapan Bianca diikuti oleh kedua saudara Davin dan sahabat Lyla . Davin masih tidak percaya begitu juga dengan yang lain , karena Lyla bisa bertindak tegas seperti itu .


Diperjalanan menuju kelas tidak ada yang berbicara karena aura membunuh Lyla masih tajam sampai Kavin pun yang biasanya jailin Lyla tidak berani mendekati Lyla .


" Udah dong sayang marahnya nanti cantiknya hilang " goda Davin dan langsung mendapat tatapan tajam dari Lyla dan membuat yang lain tertawa karena muka polos Davin yang dibuat-buat .


Sementara ditempat lain .

__ADS_1


(Awas lo Lyl gue akan bales lo , lo udah mempermaluin gue lo juga udah ngambil apa yang seharusnya milik gue ) batin Bianca sambil memegang pipinya yang memanas .


Happy reading guys♡


__ADS_2