He Is Mine

He Is Mine
Eps 41


__ADS_3

"Kamu tahu darimana aku bekerja di kantor itu?" Tanya diandra.


Saat ini Diandra sedang makan siang kembali dengan kekasih nya tersebut.


Sudah dua hari ini semenjak kepulangan kekasih nya itu, Diandra makan siang bersama nya.


Rayna tersenyum.


"Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui nya" Jawab Rayna.


Bukan satu atau dua tahun mereka telah saling mengenal, apalagi pernah ada kedekatakan yang hampir membuat kedua keluarga mereka bersatu.


Jadi wajar saja jika Rayna mengetahui tempat kerja kekasih nya itu, walaupun tidak di beri tahu oleh Diandra, di kantor yang mana dia bekerja.


"Sayang, kapan kamu ada waktu ke apartemen? Aku rindu." Rengek Rayna dengan suara manja.


Diandra tersenyum lalu memegang tangan Rayna.


"Aku akan kesana." Jawabnya.


Rayna tersenyum sumringah mendengar jawaban dari Diandra.


"Benarkah?" Tanya Rayna.


"Iya, tapi tidak malam ini" Jawabnya.


Seketika Rayna memanyunkan bibir nya, dan merasa bad mood.


Diandra terkekeh melihat perubahan ekspresi kekasih nya itu yang begitu cepat.


Diandra mencoba untuk membujuk Rayna supaya tidak marah, namun Rayna terlanjur bad mood saat ini.


Hingga tidak ada cara lain lagi, selain memberi nya uang untuk membeli barang apa yang kekasih nya itu inginkan.


Trik itu selalu berhasil membuat Rayna luluh, dan bisa kembali tersenyum.


Itulah senjata pamungkas Diandra di saat kekasih nya itu marah atau kesal padanya.


Jam makan siang telah usai.


Diandra kembali ke kantor untuk melanjutkan aktivitas nya.


Sementara Rayna langsung memesan taksi online untuk pergi berbelanja, dengan uang yang baru saja kekasih nya transfer.


***


Di rumah, Keisya merasa sangat bosan hari ini.


Dia menyandarkan badan nya di kursi halaman rumah dan mengehela nafas.


"Bosan sekali" Gumam nya sambil membuka ponsel.


Rayna membuka aplikasi pesan, dan menatap layar ponsel nya tanpa melakukan aktivitas apapun.


Ingin rasanya dia mengirimkan pesan pada suami nya itu.


Namun Keisya tahu, saat ini jam makan siang telah lewat.


Keisya takut mengganggu jam kerja suami nya.


Sedang menatap layar ponsel tiba tiba saja ponsel nya berbunyi.


Ibu mertua nya menelpon, Keisya dengan cepat langsung menjawab panggilan dari mertua nya itu.

__ADS_1


"Asalamualaikum ibu" Keisya memberi salam.


"Waalaikumsalam sayang" Jawab ibu.


"Bagaimana kabar kamu sayang? Ibu kangen sama kamu" Ujar ibu.


Keisya tersenyum.


"Aku baik ibu, bagaimana kabar ibu?" Ucap Keisya.


Obrolan berlangsung cukup lama, hingga ibu bertanya sedang apa Keisya sekarang.


Keisya menghela nafas dan mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang duduk di halaman depan tanpa melakukan aktivitas apapun.


Ibu tertawa mendengar keluhan dari menantu nya tersebut.


Hingga ibu memberi usul pada Keisya untuk datang ke rumah supaya tidak merasa kesepian.


Keisya tersenyum, dan berfikir benar juga ucapan ibu mertua nya itu.


Keisya akan pergi ke rumah mertua nya, namun sebelum itu Keisya akan meminta izin terlebih dahulu pada suami nya.


"Hallo" Ucap Keisya menelpon Diandra.


"Iya, kenapa sayang?" Tanya Diandra.


"Emm, mas boleh tidak kalau aku main kerumah ibu? Aku bosan sekali" Rengek Keisya.


Diandra tertawa mendengar suara istri nya itu.


"Tentu saja boleh sayang. Tapi mau naik apa?" Tanya Diandra.


"Aku akan di jemput oleh supir, barusan aku sudah telponan dengan ibu. Saat aku mengatakan aku sedang bosan ibu menyuruhku datang kerumah" Jelas Keisya.


Beberapa saat kemudian sambungan telpon selesai.


Karna Keisya sudah mandi sebelum shalat dzuhur tadi.


Setelah selesai make up, Keisya membuka ponsel nya dan mengirimkan pesan pada ibu bahwa dia sudah siap.


Tidak berselang lama, ibu membalas pesan dari Keisya dan menyuruh nya menunggu sebentar karna supir sudah berangkat barusan menuju ke rumah nya.


Keisya turun ke bawah, dan mengecek kembali kondisi rumah nya sebelum keluar dan mengunci rumah.


Setelah di rasa semua aman, Keisya keluar dari rumah dan menunggu supir di halaman.


Hingga tidak butuh waktu lama 10 menit kemudian, supir yang di tunggu nya telah datang.


Keisya keluar dan mengunci pagar.


"Selamat siang non" Ucap supir sopan.


Keisya tersenyum.


"Siang pak, maaf ya sudah merepotkan bapak" Ucap Keisya.


"Sama sekali tidak merepotkan non, ini sudah tugas saya" Ujar nya.


Beberapa saat kemudian mobil melaju, menuju kediaman keluarga mertua nya.


"Hallo sayang" Ibu menyambut Keisya yang baru saja datang.


Keisya tersenyum lalu mencium tangan ibu.

__ADS_1


"Makasih ya pak" Ucap bu Farida.


Supir mengangguk ramah.


Ibu langsung membawa menantu kesayangan nya itu masuk kedalam rumah.


"Kita akan melakukan apa?" Tanya ibu.


"Dih, aku saja tidak tahu" Jawab Keisya.


Ibu dan Keisya sama sama tertawa.


Hingga ibu memutuskan untuk membawa Keisya berjalan jalan saja, karna melihat Keisya sudah rapih dan sangat cantik.


Sayang sekali jika hanya berdiam diri di rumah saja pikir ibu.


Ibu pamit ke kamar sebentar untuk bersiap siap.


Sementara Keisya pergi ke halaman depan hanya untuk sekedar bertutur sapa dengan para pegawai di rumah.


Beberapa saat kemudian, ibu keluar dan memanggil Keisya yang sedang mengobrol dengan security di depan.


Keisya berjalan menghampiri ibu.


"Ayo sayang." Ibu mengajak Keisya naik mobil.


"Ibu menyetir sendiri?" Tanya Keisya ketika melihat ibu masuk dalam pintu kemudi.


Ibu tersenyum dan mengangguk.


"Kita hanya akan jalan saja, sambil mencari makan. Tidak usah pakai supir ibu ingin menghabiskan waktu dengan menantu ibu ini" Ujar ibu.


Keisya menangguk faham.


Ibu mulai melajukan mobil keluar dari halaman rumah.


Selama dalam perjalanan, belum terpikirkan akan pergi kemana tujuan mereka berdua


pertama kali ini.


Hingga ibu memutuskan untuk minum es kepala di pinggir pantai.


"Memang nya ada pantai bu?" Tanya Keisya.


"Ada sayang, memang jarak nya lumayan jauh dari sini. Di pinggiran kota." Jawab ibu.


Keisya hanya diam saja.


Ibu memarkirkan mobil nya, dan keluar bersama dengan Keisya.


"Disini ibu memiliki tempat favorit" Ujar ibu tersenyum melihat ombak menerpa bibir pantai.


"Benarkah?" Tanya Keisya.


Ibu mengangguk.


"Jadi ini bukan pertama kali nya ibu kesini?" Tanya Keisya.


Iya, ini tentu saja bukan pertama kali nya ibu ke pantai ini.


Namun sudah lumayan lama ibu tidak pergi kesini, karna tidak ada teman yang bisa menemani nya kesini, selain Diandra dulu.


Sebelum anak nya itu mengenal pergaulan bebas yang sempat membuatnya hancur.

__ADS_1


Ibu dan Keisya duduk di tepian pantai yang terdapat sebuah kedai kecil yang menyediakan berbagai minuman.


"Menu disini yang ibu suka itu, es kelapa campur jeruk" Ujar ibu sambil melihat sang penjual membuatkan minuman mereka berdua.


__ADS_2