He Is Mine

He Is Mine
Eps 110


__ADS_3

Diandra merasa gusar seharian ini menunggu sebuah balasan pesan dari Keisya, berpuluh puluh kali dia mencoba untuk mengubungi istri nya itu, namun tidak satu pun panggilan nya di jawab.


Berpuluh puluh pesan juga telah dia kirimkan namun tidak ada satupun balasan dari Keisya hingga waktu yang telah menjelang sore ini.


"Bagaimana?" Tanya ibu.


Diandra menggelengkan kepala nya.


"Belum bu, belum ada balasan. Tapi nomor nya aktif." Jawab Diandra.


"Yasudah mungkin Keisya sedang bekerja, kan nenek dan kakek bilang bahwa Keisya pergi bekerja dan mungkin saat ini juga Keisya masih sedang bekerja dan belum sempat melihat ponsel nya." Jelas ibu.


Penjelasan dari ibu membuat nya sedikit merasa tenang, benar kata ibu. Mungkin Keisya istri nya saat ini mungkin sedang bekerja dan belum sempat untuk membalas atau menerima panggilan dari nya.


Diandra menjadi sedikit tenang sekarang, dia menyimpan ponsel nya di meja kamar dan mendorong kursi roda keluar dari kamar.


Dia akan menghabiskan waktu sore ini di ruang keluarga untuk menonton film, sambil menunggu balasan dari Keisya. Begitu pikir nya.


Malam tiba, Diandra baru saja selesai dengan acara film nya. Dia sedikit melupakan ponsel nya saat ini, dan setelah menonton Diandra makan malam bersama dengan ayah dan ibu. Dan berlanjut mengobrol bersama di ruang keluarga.


Terdengar gelak tawa dari ketiga nya, membuat suasana di ruangan ini menjadi hangat.


Kini masalah yang membuat Diandra sekeluarga telah selesai. Tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan dengan rumah tangga nya bersama dengan Keisya, dan masalah Keisya berada dimana saat ini, ayah dan ibu akan terus membantu Diandra untuk mencari keberadaan menantu nya tersebut.


Pukul 9 malam, semua nya bubar untuk beristirahat. Termasuk Diandra yang di antarkan oleh ibu kedalam kamar nya untuk tidur.


Diandra membaringkan tubuh nya dan menatap langit langit kamar nya, dia merasa melupakan sesuatu. Namun apa itu dia tidak mengingat nya.


Diandra mencoba memiringkan tubuh nya, dan saat melihat meja dia teringat akan ponsel nya dan langsung mengambil ponsel nya.


Sebelum menyalakan layar ponsel nya, Diandra berharap dalam hati nya semoga pesan atau panggilan nya kini telah mendapat jawaban.


"Hahh.." Diandra kaget dan merasa senang, karna saat menyalakan layar ponsel nya ada pesan balasan dari istri nya.


Walaupun itu hanya sebuah pesan aingkat, namun Diandra merasa bahagia.


Dengan cepat Diandra mencoba untuk menelpon istri nya.

__ADS_1


"Ayo angkat dong sayang.." Gumam nya.


Beberapa kali Diandra mencoba melakukan panggilan, dan belum ada jawaban. Hingga tiba tiba panggilan nya tersambung dan terdengar suara Keisya dari sebrang.


"Ada apa?" Tanya Keisya dengan suara yang parau.


"Sayang.. Sayang, dengerin dulu aku ingin mengobrol sesuatu dengan kamu." Jawab Diandra dengan hati bahagia karna dapat mendengar kembali suara Keisya setelah beberapa lama tidak mendengar nya.


"Besok saja, aku cape. Aku mau istirahat takut kesiangan kerja.." Jawab Keisya langsung menutup telpon nya.


Perasaan Diandra saat ini bercampur, antara bahagia dan khawatir. Bahagia karna kini telah mengtahui kabar Keisya, walaupun belum tahu dia ada dimana. Dan khawatir setelah baru saja Keisya mengucapkan bahwa dirinya cape dan ingin tidur.


"Kamu rela bekerja kelelahan sampai larut malam seperti ini." Batin Diandra.


Diandra menyimpan ponsel nya dan duduk bersandar pads tempat tidur nya. Dia merenung sendiri.


***


Keisya yang baru saja bangun mencoba mengingat kembali dia berbicara dengan siapa semalam.


Malam tadi, saat ada panggilan masuk pada ponsel nya Keisya telah tertidur. Namun karna ponsel nya berdering hingga beberapa kali, Keisya akhirnya membuka mata nya dan langsung menjawab panggilan di ponsel nya tanpa melihat terlebih dahulu siapa orang yang melakukan panggilan pada nya itu.


Kemarin di sore hari saat dirinya pulang bekerja Keisya memang mendapatkan puluhan panggilan tidak terjawab dan puluhan pesan juga dari suami nya, namu. Keisya tidak membaca semua pesan itu, karna dia kelelahan setelah beraktivitas lebih awal di pagi hari kemarin.


Hingga tanpa membaca semua pesan yang telah Diandra kirimkan padanya Keisya langsung membalas pesan tersebut dengan mengatakan ada apa. Hanya itu saja pesan yang Keisya berikan pada suami nya. Dan setelah itu dia menyimpan ponsel nya kembali, dan memilih bersih bersih sambil mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat maghrib.


Keisya yang setelah melaksanakan shalat maghrib berlanjut mengaji hingga isya dan melaksanakan shalat isya lupa akan mengecek kembali ponsel nya, dan langsung pergi tidur setelah selesai melaksanakan shalat isya.


Hingga dia kembali terbangun karna dering dari ponsel nya.


"Ayo sarapan.." Zia membuka pintu kamar.


Keisya mengangguk dan meninggalkan ponsel nya kembali di kamar. Dan dia pergi ke dapur untuk sarapan.


Setelah selesai sarapan, Keisya dan Zia bersama sama membereskan rumah hingga semua selesai Keisya dan Zia sama sama masuk kedalam kamar nya masing masing untuk bersih bersih dan bersiap berangkat ke kantor.


Sebelum berangkat ke kantor, Keisya kali ini tidak melupakan ponsel nya, dia belum sempat mengecek lagi ponsel nya dan langsung memasukan nya kedalam tas.

__ADS_1


"Ayo.." Panggil Anya dari dalam mobil.


Keisya dan Zia berjalan menghampiri mobil Anya. Tiba tiba Keisya berhenti dan memegangi perut nya.


"Aduuuuh" Keisya mengaduh memegangi perut nya.


Zia dan Anya yang melihat itu seketika panik.


"Kei kenapa.." Tanya kedua nya.


Keisya meringis kesakitan sambil menggelengkan kepala nya.


"Ngga tahu." Jawab Keisya.


Anya yang takut terjadi suatu masalah pada sahabat nya itu tidak pikir panjang, dia langsung membawa Keisya masuk kedalam mobil dan menuju rumah sakit.


Beruntung karna jalanan belum terlalu padat, Anya dapat lebih cepat sampai di rumah sakit.


"Sus, tolong ini teman saya.." Teriak nya memanggil suster.


Beberapa suster langsung datang menghampiri nya.


"Kenapa bu teman nya.." Tanya suster.


"Saya juga tidak tahu sus, tiba tiba saja dia mengerang kesakitan barusan.." Jawab Anya dengan panik.


Suster langsung menaikan Keisya berbaring kedalam brangkar, dengan di bantu oleh beberapa security juga. Dan Keisya langsung di larikan ke ruang rawat.


Anya dan Zia harap harap cemas saat ini menunggu kabar dari Keisya di luar ruangan.


Saat ini dokter tengah memeriksa kondisi Keisya dan masih belum selesai.


"Keluarga pasien.." Panggil dokter yang keluar dari ruangan.


Anya lansung berdiri.


"Saya dok!" Jawab Anya.

__ADS_1


Anya mengikuti dokter menuju ke ruangan, karna ada yang ingin dokter sampaikan pada Keisya terkait keadaan nya saat ini.


__ADS_2