He Is Mine

He Is Mine
Eps 112


__ADS_3

Kini rumah tangga Keisya dan Diandra terselamatkan, Keisya menerima semua permintaan maaf dari Diandra, dan mau menerima kembali Diandra dalam hidup nya.


Setelah semua nya saling memaafkan suasana di ruangan keluarga ini menjadi hangat, dengan canda dan tawa dari ayah yang tentu saja kini merasa lega dengan rumah tangga putra nya.


Siang hari mereka semua makan bersama sama, dan setelah makan Anya berpamitan pada semua nya untuk kembali ke kantor. Begitupun dengan Zia yang lebih memilih ikut bersama Anya dan membiarkan sahabat nya itu untuk memiliki waktu bersama dengan suami nya.


Keisya masuk kedalam kamar, dia saat ini memang harus beristirahat karna baru saja mengalami pendarahan, dan Keisya belum menceritakan hal itu pada suami nya.


"Sayang.." Panggil Diandra yang berbaring di sebelah nya.


"Iya mas?" Jawab Keisya.


Kedua nya saling bertatapan.


"Aku senang ahirnya kita dapat kembali bersama lagi." Diandra mengutarakan perasaan bahagia nya.


Kedua nya masih saling menantap, perlahan Diandra mulai menutup mata nya dan semakin mendekatkan wajah nya hingga kedua hidung mereka saling beradu.


sore ini, menjadi sore pertama bagi mereka untuk kembali saling mencurahkan kerinduan mereka masing masing.


Waktu menjelang malam, Keisya sudah tertidur dengan begitu nyenyak nya setelah melaksanakan shalat maghrib barusan.


Dengan senyum yang terus mengembang, Diandra tidak lelah nya memandangi wajah istri nya itu. Sesekali dia mengusap dan menciumi pipi nya.


***


Pagi tiba, semua anggota keluarga baru saja selesai sarapan.


Hari ini ayah sudah bisa masuk ke kantor lagi, karna banyak sekali laporan yang harus ayah urus selama tidak pergi ke kantor untuk mengurus semua permalasahan Diandra sebelum nya.


Sedangkan Diandra, kini dia mengungkapkan keinginan nya untuk mengikuti terapi, dia ingin segera sembuh dan dapat berjalan dengan normal kembali.


Keisya yang mendengar itu tentu saja senang, dan memberikan support penuh kepada suami nya.


"Nanti kita cari tempat terapi terbaik." Ujar ibu.


Diandra memandang Keisya, dan kedua nya tersenyum bersamaan. Ibu yang melihat ini sungguh ikut merasa bahagia.


Kabar baij tentang Keisya dan Diandra yang telah kembali bersama ini segera di sampaikan kepada nenek dan kakek juga, dan rencananya nanti malam kakek dan nenek akan datang kesini untuk makan malam bersama, sebagai rasa sukur atas membaiknya hubungan Keisya dan Diandra.


Siang hari, Anya datang kembali. Namun dia sendirian, tidak bersama dengan Zia yang

__ADS_1


memang sedang ada pekerjaan di kantor.


"Hai.." Sapa Anya.


Keisya langsung memeluk sahabat nya itu, dan mengucapkan banyak banyak terimakasih padanya karna Anya lah salah satu orang yang paling banyak berperan membantu nya selama ini.


"Berapa kali harus aku katakan, berhentilah mengucapkan terimakasih padaku!" Ucap Anya dengan nada bercanda.


Kini Keisya dan Anya berpindah ke ruang keluarga, Keisya ingin membicarakan perihal rumah dan mobil yang Anya berikan untuk nya. Keisya ingin mengembalikan mobil dan rumah itu pada Anya.


"Kenapa di kembalikan?" Tanya Anya heran.


"Aku sudah ada rumah kan, bersama mas Andra, lebih baik rumah dan mobil itu untuk investasi mu saja." Jelas Keisya.


Anya dengan cepat menggelengkan kepala nya, dia tidak ingin menerima mobil dan rumah itu kembali, karna memang di awal pun niat nya membeli rumah dan mobil itu untuk Keisya.


"Anggap saja itu sebagai kado pernikahan ku untuk mu.." Kata Anya.


"Tapi ini nilai nya besar sekali Anya.." Jawab Keisya.


Kedua nya terus berdebat kecil, Keisya tetap ingin mengembalikan rumah dan mobil itu. Sedangkan Anya juga tetap pada pendirian nya yang tidak ingin menerima itu kembali.


"Iya benar! Berikan saja mobil dan rumah itu pada Zia." Jelas Keisya bersemangat.


Keisya mengatakan pada Anya bahwa Zia akan lebih membutuhkan rumah dan mobil itu untuk berangkat ke kantor, sedangkan diri nya sudah pasti mulai dari sekarang tidak akan kembali bekerja lagi, dan akan kembali menjadi ibu rumah tangga.


Ahirnya kedua nya telah sepakat, akan mengubah nama kepemilikan rumah dan mobil itu atas nama Zia.


Setelah pembicaraan selesai, Anya langsung berpamitan untuk pulang dan kembali ke kantor. Karna kasian meninggalkan Zia lama lama sendirian, begitu ucap nya sambil pamit.


"Sayang, rumah kita sudah lama tidak di lihat, pasti kotor dan banyak debu." Ujar Keisya.


"Kata siapa.." Tiba tiba ibu telah berdiri di belakang mereka berdua.


Ibu mengatakan pada Keisya dan Diandra bahwa rumah mereka di jamin dalam keadaan bersih dan rapih. Karna seminggu dua kali ibu selalu meminta orang untuk membersihkan rumah itu.


Malam tiba.


Kini semua orang telah berkumpul di ruang makan, termasuk Anya Zia dan kakek nenek Keisya. Semua nya hadir disini.


Canda dan tawa mengiasi ruang makan ini, membuat suasana menjadi semakin hangat, meskipun ini hanyalah makan malam sederhana. Tapi semua nya terlihat begitu senang.

__ADS_1


"Mulai saat ini, jadilah suami terbaik bagi istri mu, dan jadilah ayah yang bertanggung jawab bagi anak mu juga." Jelas ayah.


Diandra mengangguk sambil tersenyum.


"Saya ingin mengucapkan kembali permintaan maaf aaya kepada Keisya, dan juga nenek dan kakek. Karna saya telah gagal membahagiakan Keisya. Tapi itu dulu! Sekarang, Diandra yang kalian semua lihat ini adalah Diandra yang bertanggung jawab dan sayang kepada keluarga nya dan tentu istri nya juga." Jelas Diandra panjang.


Semua tertawa mendengar penuturan Diandra.


Makan malam telah selesai, kini semua nya mulai memasuki kamar masing masing untuk beristirahat. Begitu juga dengan Keisya dan Diandra, kedua nya terlihat seperti pengantin baru.


"Sayang, nanti kita pulang ke rumah ya, aku ingin kamu saja yang merawat aku.." Tutur Diandra.


Keisya tersenyum sambil mengusap pelan pipi suami nya.


"Iya sayang, mas tidak usah hawatir. Kei akan merawat mas sampai mas sembuh, karna mas milik Keisya." Jawab Keisya menatap dalam pada bola mata suami nya.


"Iya, Keisya juga milik mas." Jawab Diandra pelan.


Kedua nya saling menutup mata, Diandra memberikan sebuah ciuman yang lembut pada Keisya. Dan Keisya menerima nya dengan senang hati.


Ciuman itu perlahan menjadi sebuah ******* yang halus, Keisya membalas nya dan perlahan lahan kedua nya mulai sama sama bergairah.


***


Malam berlalu, Keisya dan Diandra kini telah berdiri di hadapan rumah yang cukup lama mereka berdua tinggalkan.


"Ini hidup kita." Ucap Diandra.


Keisya yang berada di belakang kursi roda Diandra tersenyum.


"Iya mas. Ini hidup kita, ini rumah kita. Dan akan tetap seperti itu sampai kita menua bersama sama, dan memiliki cucu dari anak anak kita nanti. Kita akan tinggal disini dengan anak dan cucu kita yang akan menemani masa tua kita." Jelas Keisya.


Rumah ini, terlihat sangat bersih karna sering di bersihkan.


Diandra mengajak Keisya untuk masuk kedalam, dengan perlahan Keisya mulai mendorong kursi roda suami nya itu.


Diandra memutar kunci dan membuka pintu.


Dengan mengucapkan bismillah, kedua nya masuk kedalam rumah, memulai awal yang baru dalam bahtera rumah tangga nya..


Selesai.

__ADS_1


__ADS_2