
Dengan tangan yang masih saling bertaut, Diandra tidak henti nya mengikuti langkah sang istri yang sedari tadi tidak berhenti berjalan dan membeli hampiri seluruh jajanan yang ada disini.
Tidak masalah bagi Diandra, selama istri nya itu senang.
Dan jika perlu, Diandra akan memborong semua jajanan di tempat ini untuk sang istri.
"Sayang, kita berteduh dulu yuk sebentar." Ajak Diandra.
Cuaca siang ini memang sedang panas panas nya, dan Diandra khawatir soal kesehatan istri nya jika panas panasan terlalu lama.
"Tunggu sebentar lagi." Ucap Keisya sambil terus berjalan.
Beberapa saat kemudian.
Keisya dan Diandra berjalan menuju sebuah tempat makan sederhana yang terletak tidak jauh dari tempat nya saat ini.
"Makan disini sayang?" Tanya Diandra memastikan.
"Iya." Keisya mengangguk.
Selain untuk berteduh, Keisya juga ingin makan siang bersama dengan suami nya itu.
Dan tempat makan sederhana ini yang menjadi pilihan dirinya.
"Sayang kita bisa pergi ke restoran kalau kamu mau." Ucap Diandra pelan.
"Tidak mas, aku ingin makan disini dan kamu juga harus makan disini." Ujar nya.
Diandra hanya bisa mengalah saja saat ini, tidak mungkin bisa menang jika harus berdebat dengan istri nya masalah makanan.
***
"Sudah sampai.." Gumam Keisya saat mobil memasuki halaman rumah.
Sebelum turun dari mobil, Keisya menatap suami nya tersebut.
"Ada apa?" Tanya Diandra yang di tatapan oleh sang istri.
Keisya tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan dari suami nya tersebut.
Lalu tiba tiba Keisya mendekatkan wajah nya, dan mencium bibir suami nya itu.
"Terimakasih telah memperlakukan aku sebaik ini, dan menuruti semua keinginan aku." Ucap Keisya lalu langsung turun.
Diandra terdiam terpaku, merasakan bibir nya yang baru saja di cium secara tiba tiba oleh istri nya itu.
Cukup lama Diandra terdiam, dia turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah dimana Keisya sudah sibuk sendiri dengan semua jajanan yang baru saja di beli nya.
"Padahal baru saja kita makan." Batin Diandra memperhatikan istri nya.
Keisya yang sedang duduk di ruang depan menoleh lalu menawar kan jajanan pada suami nya itu.
"Mas mau?" Tawar nya.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku masih kenyang." Jawab nya tersenyum.
Keisya sibuk kembali dengan makanan nya.
Diandra berjalan menuju lantai atas dan menuju kamar, untuk berganti pakaian terlebih dahulu.
Diandra duduk di sebelah diri nya, dan menatap dirinya yang sedang makan.
Keisya yang merasa di perhatikan seperti itu sedikit risih dan menyuruh suami nya itu untuk tidak memandang nya seperti itu.
"Memang nya kenapa sayang?" Tanya Diandra terkekeh kecil.
"Tidak ada." Jawab nya.
"Sayang, boleh aku minta tolong.." Ucap Diandra.
Keisya terdiam lalu menyadari sesuatu, dia belum menyiapkan minuman untuk suami nya itu sedari mereka pulang tadi.
"Oh iya ya allah, aku lupa mas maaf ya." Keisya langsung berdiri.
Sesaat sebelum dia berjalan Keisya kembali berbalik badan dan menatap Diandra.
"Ini, masih siang kan mas tidak kembali ke kantor?" Tanya Keisya menyadari suami nya itu telah berganti pakaian.
"Tidak sayang, tidak banyak pekerjaan ku hari ini dan kebetulan tadi pas kamu telpon aku memang sedang dalam mobil untuk pulang kerumah." Jelas nya.
Tidak lama, Keisya kembali ke ruang depan dengan membawa nampan berisikan satu cangkir kopi dan beberapa makanan ringan di piring untuk camilan suami nya.
"Makasih ya sayang." Ucap Diandra.
Diandra menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku istri nya saat ini.
Waktu menjelang sore.
Keisya benar benar bahagia hari ini, selain suami nya yang telah menuruti semua kemauan dirinya.
Keisya juga merasa bahagia karna hari inu dapat melakukan aktivitas bersama sama, dan shalat berjamaah dengan sang suami.
"Mas, ayo kita menonton.." Keisya mengajak suami nya itu untuk turun kembali dari kamar.
"Iya sayang." Diandra menaruh ponsel nya dan mengikuti langkah istri nya.
"Pelan pelan sayang turun nya." Ucap Diandra.
"Iya mas." Jawab Keisya.
Keisya dan Diandra sampai di ruang keluarga, Diandra langsung menyalakan tv dan memberikan remote kepada istri nya untuk mencari saluran apa yang ingin di lihat oleh istri nya tersebut.
Beberapa kali Keisya terus menerus berpindah channel, hingga dia merasa kesal sendiri dan menyimpan remote di meja.
"Kenapa sayang?" Tanya Diandra.
Keisya melipat tangan nya, dan terlihat sedikit bad mood.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Diandra lagi lembut.
"Kenapa tidak ada acara yang seru di tv, padahal aku ingin menonton." Kesal nya.
Diandra terkekeh.
"Kita beli home theatre ya?" Ujar Diandra.
Entah kenapa saat ini di pikiran nya terlintas untuk membeli satu set home theatre untuk di rumah nya.
"Mau mas.." Keisya antusias.
Diandra berjalan menuju kamar untuk mengambil ponsel nya, dan tidak perlu keluar dari rumah Diandra kini tinggal menunggu paket home theatre itu sampai di rumah nya.
"Tunggu sebentar ya sayang, lagi di kirim." Ucap nya.
"Benarkah?" Tanya Keisya.
"Bagaimana bisa.." Ucap nya kembali.
"Sudah tidak usah di pikirkan sayang.." Jawab Diandra.
30 Menit berlalu, kini home theatre telah perpasang di ruang keluarga nya.
Diandra memjelaskan tentang semua fungsi di remote pada istri nya itu.
"Sekarang tidak hanya saluran lokal sayang, kamu tinggal pilih apa yang ingin kamu lihat dan semua juga ada disini seperti youtube dan yang lain nya.." Jelas nya.
Keisya terlihat sangat antusias dan langsung mencoba nya sendiri setelah mendapatkan penjelasan dari suami nya itu.
Adzan maghrib telah berkumandang.
Keisya berdiri dan mengajak suami nya untuk shalat berjamaah.
"Iya sayang." Diandra dan Keisya berjalan menuju kamar.
Keisya memasuki kamar mandi telebih dahulu, dan Diandra mengecek ponsel nya yang sedari tadi memang dia taruh di kamar.
Banyak sekali notifikasu di ponsel nya saat ini.
Dan hampir semua notifikasu itu berasal dari satu nama, Rayna.
Diandra membuka semua pesan dari kekasih nya itu, setelah membaca nya Diandra menyimpan ponsel nya kembali dan tidak berniat untuk membalas pesan tersebut.
Selesai shalat Diandra dan Keisya makan malam terlebih dahulu lalu kembali melanjutkan acara menonton nya, karna Keisya masih sangat antusias saat ini.
Waktu berlalu, hari sudah semakin larut malam.
Diandra melirik sebelah nya, dan ternyata istri nya itu telah tertidur.
"Sayang.." Diandra menggoyang pelan tubuh istri nya itu.
Bukan nya bangun, Keisya malah memberikan respon dengan memeluk diri nya dari samping.
__ADS_1
Diandra tersenyum, tapi dia tidak diam saja dan memutuskan untuk memangku istri nya itu ke dalam kamar.
Karna ada sesuatu hal yang Diandra khawatirkan jika dirinya dan Keisya sampai tidur di sofa, yaitu kandungan nya.