
"Hai.." Rayna berjalan memasuki ruangan Diandra.
Diandra yang sedang melihat sebuah dokumen terperanjat dan langsung berdiri melihat kedatangan kekasih nya tersebut.
"Sayang, kamu kenapa kesini?" Tanya Diandra.
Rayna mengalungkan tangan pada leher kekasih nya itu.
"Memang nya tidak boleh aku kesini untuk melihat pacar ku" Ucap nya lembut dengan suara yang menggoda.
Diandra langsung melepas pelukan kekasih nya itu dan berjalan menuju pintu, dan segera mengunci nya.
"Sayang, seharus nya kamu tidak usah kesini" Ucap Diandra.
Rayna menggelengkan kepala nya.
Dia beralasan bahwa dia benar benar merasa rindu dengan Diandra, hingga tidak bisa menahan lagi untuk bertemu.
"Nanti aku ke apartemen kamu ya" Diandra mencoba untuk memberi pengertian.
Rayna menggelengkan kepala nya.
Dia tidak mau pulang saat ini, dia benar benar ingin berada di samping kekasih nya itu.
"Sayang, aku banyak pekerjaan hari ini" Ucap Diandra.
"Aku tidak perduli." Jawab Rayna.
Diandra mendengus, dia tidak tahu harus berbuat apa supaya kekasih nya itu bisa keluar dari kantor nya.
Diandra benar benar merasa was was saat ini, selain takut istri nya datang, Diandra juga takut Desi akan masuk kedalam ruangan nya.
Dia yakin, jika Desi melihat ini, dia akan mengadukan nya pada istri nya karna Desi pernah menolak untuk membantu nya berbohong pada Keisya waktu itu.
Tiba tiba, terdengar suara pintu di ketuk.
Diandra dan Rayna reflek menatap pintu.
Dengan sedikit buru buru Diandra memposisikan kekasih nya di kursi depan
meja, seolah dia adalah tamu.
"Kamu diam sebentar" Ucap Diandra pelan.
Rayna mengerti, dan mengangguk.
Diandra berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
"Selamat siang pak." Ucap Desi tersenyum.
Diandra membalas senyuman asisten nya itu, mencoba bersikap biasa saja.
"Masuklah" Diandra mempersilahkan Desi untuk masuk.
Desi melangkah kan kaki nya masuk kedalam, dan sedikit melirik Rayna yang sedang duduk.
"Oh sedang ada tamu ya pak, kalau begitu saya nanti saja" Ucap Desi.
"Ah iya Desi ini teman saya." Jawab Diandra.
Diandra lalu mempersilahkan asisten nya itu untuk menyampaikan kepentingan nya.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
Diandra dan Desi keluar dari ruangan, untuk bertemu dengan satu investor baru yang tertarik dengan perusahaan yang di jalan kan nya ini.
"Kamu tunggu sebentar" Bisik Diandra sebelum keluar ruangan.
Rayna menahan tangan kekasih nya itu.
Diandra menoleh.
"Aku pulang saja, aku tunggu di apartemen" Bisik Rayna.
Akhirnya Diandra dapat bernafas lega dengan pulang nya kekasih nya itu.
Kini dia tidak perlu was was lagi.
Hari menjelang siang.
Kini waktu sudah memasuki jam makan siang, seperti biasanya Diandra makan sendiri di ruangan nya.
Diandra membuka bekal yang di berikan oleh istri nya itu.
Terlihat ada nasi, lauk, dan salad buah disana.
Ada juga oranye jus sebagai minuman nya.
Diandra tersenyum lalu membuka bekal nya itu, merasa tidak sabar ingin memakan masakan istri nya yang memang selalu enak dan membuat nafsu makan nya naik.
Sedang asik makan, tiba tiba ponsel nya berbunyi.
Diandra cepat cepat membuka ponsel nya, dan tertera nama istri nya di layar.
"Hallo sayang" Ucap Diandra menjawab telpon.
"Asalamualaikum mas" Sapa Keisya.
"Waalaikumsalam sayang" Jawab Diandra.
"Mas sedang apa?" Tanya Keisya.
"Aku sedang makan" Jawab nya sambil mengunyah.
Keisya merasa tidak enak ketika mendengar bahwa suami nya itu ternyata sedang makan.
Keisya sendiri menelpon hanya ingin mengetahui suami nya itu telah makan siang atau belum, namun ketika tahu bahwa saat ini suami nya itu sedang makan Keisya ingin langsung menutup telpon nya.
"Tunggu!" Ucap Diandra cepat.
"Iya kenapa mas?" Tanya Keisya.
Diandra tidak ingin istri nya itu menutup sambungan telpon nya, karna mendengar suara Keisya Diandra menjadi rindu pada istri nya itu.
"Tapi kan mas sedang makan, lagian ga baik berbicara sambil makan" Jelas Keisya.
Diandra mengalihkan sambungan telpon nya menjadi video call, lalu menyimpan ponsel nya.
"Tunggu sebentar, aku makan dulu" Ucap Diandra.
Terlihat Keisya tersenyum sambil menganggukan kepala nya.
Diandra sedikit mempercepat aktivitas makan nya, ingin segera selesai makan hanya untuk bisa mengobrol dengan istri nya itu yang saat ini tengah menatap nya di layar ponsel.
"Sudah?" Tanya Keisya saat melihat suami nya itu minum.
Diandra mengangguk.
__ADS_1
"Iya sudah sayang" Jawab Diandra.
"Kamu sudah makan?" Tanya Diandra.
"Sudah ko mas" Jawab Keisya.
Beberapa saat kemudian Diandra baru menyadari, tidak biasanya istri nya itu menelpon nya.
Biasanya Keisya hanya mengirim pesan saja.
"Apa ada hal yang penting sayang?" Tanya Diandra.
"Ada." Jawab Keisya.
Diandra menautkan alis nya dan bersiap mendengarkan hal penting apa yang akan di sampaikan oleh istri nya itu.
Namun Sampai beberapa menit, Keisya tidak kunjung berbicara tentang hal penting apa yang akan di sampaikan nya.
Diandra dan Keisya sama sama terdiam sambil menatap masing masing.
"Ye, ko diam, ada apa sayang?" Tanya Diandra.
"Aku kangen, mas bisa pulang ga?" Jawab Keisya cepat.
Diandra terdiam beberapa saat, baru kali ini Diandra mendengarkan istri nya yang meminta nya untuk pulang.
Padahal biasanya Keisya tidak pernah seperti ini, pulang pukul berapa pun Keisya akan menunggu suami nya itu.
"Kenapa sayang?" Tanya Diandra.
Diandra memperhatikan layar ponsel nya dengan seksama dan menatap wajah istri nya itu yang terlihat sangat berseri seri.
"Tidak ada, aku hanya mau mas pulang saat ini." Jawab Keisya.
Beberapa kali Diandra mencoba bertanya pada istri nya itu, dia sangat penasaran dengan raut wajah istri nya yang berseri seri.
Namun Keisya tidak kunjung menjawab dan malah meminta suami nya untuk segera pulang saat ini juga.
Keisya sampai merengek seperti anak kecil supaya suami nya itu mau pulang.
Diandra terkekeh geli melihat tingkah istri nya itu.
Beberapa saat kemudian, sambungan telpon di putus.
Diandra mengalah dan dia akan pulang saat ini juga, karna merasa penasaran juga dengan istri nya yang tidak biasanya seperti ini.
"Desi" Panggil Diandra.
"Iya pak" Jawab nya.
"Tolong handle semua aktivitas hari ini, dan untuk yang tidak bisa di wakilkan kamu atur ulang saja jadwal nya, saya harus pulang sekarang." Jelas Diandra.
Desi membuka dokumen dan melihat kembali jadwal bos nya itu hari ini.
"Baik pak." Jawab Desi.
Diandra turun menuju lobi, dan buru buru masuk kedalam mobil nya.
"Ada apa dirumah" Gumam nya sambil memakai seatbelt.
Beberapa saat kemudian, Diandra mulai melajukan mobil nya.
Dengan kecepatan yang sedang.
__ADS_1
Sejak Keisya selalu mengingatkan diri nya untuk membawa mobil pelan pelan, Diandra tidak pernah lagi membawa mobil mewah nya ini dengan kecepatan tinggi karna selalu terlintas pesan dari istri nya itu.