
Suara adzan shubuh telah berkumandang.
Dengan pelan pelan Keisya beranjak dari tempat tidur, takut sang suami terbangun dari tidur nya.
Keisya bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Selesai bersih bersih dan mengambil air wudhu, Keisya menggelar sejadah dan mengenakan mukena nya.
Beberapa saat kemudian.
Keisya telah selesai melaksanakan ibadah shalat shubuh.
Ia membereskan kembali mukena dan sejadah nya.
"Sayang." Panggil Diandra.
Keisya menoleh.
"Iya mas" Jawab Keisya.
Diandra mengulurkan tangan nya, seolah memberi kode.
Keisya tersenyum, lalu kembali berjalan menuju tempat tidur menghampiri suami nya.
"Tidurlah sebentar lagi." Ucap Diandra.
"Aku kan harus memasak mas" Jawab Keisya.
Diandra tidak memperdulikan ucapan istri nya itu.
Perlahan dan dengan lembut, Diandra menarik Keisya kedalam dekapan nya.
"Wangi sekali." Gumam Diandra yang mencium wangi rambut Keisya.
"Pagi pagi sudah mandi, mau kemana?" Tanya Diandra seolah tidak tahu apa apa.
Keisya membalikan badan nya, menghadap suami nya itu.
Keisya mencubit pelan hidung suami nya itu.
"Ini semua akibat perlakuan mas semalam" Keisya terkekeh kecil.
Diandra tersenyum.
"Mau lagi?" Goda Diandra.
"Ih. Ini sudah pagi" Jawab Keisya malu.
"Memangnya kenapa kalau sudah pagi?" Tanya Diandra.
Keisya menghela nafas.
Lalu Diandra kembali berbicara, bahwa barusan dia hanya bercanda.
Dia hanya ingin Keisya menemani nya tidur sebentar lagi.
15 menit berlalu.
Keisya mencoba untuk bangun, namun suami nya itu masih tetap tidak mau melepaskan pelukan nya.
"Mas.." Ucap nya pelan.
"Sebentar lagi.." Jawab Diandra masih dengan mata yang tertutup.
Keisya kembali diam, dia membiarkan suami nya itu memeluk nya beberapa menit lagi.
"Hari ini aku tidak akan pergi ke kantor." Ucap Diandra tiba tiba.
Keisya melirik sebentar.
"Kenapa?" Tanya Keisya.
Diandra membuka mata nya.
"Apa kamu ingin pergi berlibur?" Tanya Diandra.
Keisya kembali melirik suami nya.
__ADS_1
"Maksud aku, bagaimana kalau kita pergi berlibur." Ujar nya.
"Kemana?" Tanya Keisya.
Diandra sendiri belum terpikir, jika akan pergi berlibur kemana kah tempat tujuan liburan itu.
"Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Tanya Diandra.
Keisya terdiam beberapa saat.
"Ada." Jawab nya pelan.
"Kemana?" Tanya Diandra.
Saat ini Keisya sedang merindukan kakek dan nenek nya.
Dan mungkin jika di perbolehkan oleh suami nya itu, Keisya ingin pergi ke kampung untuk menjenguk mereka berdua.
Karna semenjak menikah Keisya belum pernah bertemu lagi dengan kakek nenek nya itu, hanya sekedar bertanya kabar sesekali lewat telpon.
"Aku merindukan kakek sama nenek" Jawab Keisya pelan.
Entah kenapa rasanya begitu sedih mengingat kerinduan pada kakek dan nenek nya itu.
"Baiklah, kalau begitu nanti siang kita berlibur dan menginap beberapa hari disana" Ujar Diandra.
Mendengar itu mata Keisya berbinar.
"Benarkah?" Tanya Keisya.
Diandra menganggukan kepala nya.
Keisya memeluk suami nya itu.
"Makasih mas.." Ucap nya.
Beberapa menit berlalu.
Keisya beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar.
Tak henti nya Keisya menebar senyuman di wajah nya.
Keisya berjalan menuju dapur dan membuka kulkas, mengambil beberapa bahan makanan untuk membuat sarapan.
Saat sedang memotong sayuran. Tiba tiba dia di kagetkan dengan tangan yang melingkar di perut nya.
"Mas.." Keisya merasa kaget.
"Masak apa?" Tanya Diandra menyimpan kepala nya pada bahu Keisya.
Keisya akan membuat lebih banyak menu dengan sayuran pagi ini.
Karna sudah dua hari ini suami nya itu kurang tidur. Jadi Keisya membuat beberapa menu dengan banyak sayur untuk memenuhi nutrisi suami nya.
"Kenapa kamu begitu telaten sekali melayani ku sayang?" Tanya Diandra heran karna sampai hal yang menurut nya sepele saja seperti ini, Keisya mengerti kebutuhan tubuh suami nya itu.
"Istri mana yang ingin melihat suami nya sakit?" Tanya Keisya membalikan badan nya sekejap.
Diandra tersenyum, lalu memegang bahu istri nya itu.
Diandra membalikan badan Keisya, dan mencium nya.
"Terimakasih." Ucap nya.
Beberapa saat kemudian.
Diandra kembali naik ke atas, untuk mandi terlebih dahulu karna dia memang belum mandi.
Sedangkan Keisya tetap dengan kesibukan memasak nya.
Satu persatu hidangan telah siap untuk di sajikan, dan nasi juga sudah matang.
Keisya membuat dua cangkir teh hangat, untuk dirinya sendiri dan suami nya.
"Wangi sekali" Ucap Diandra memasuki dapur masih mengenakan celana pendek dan tanpa baju.
"Ih." Ucap Keisya menatap suami nya.
__ADS_1
Diandra heran.
"Kenapa?" Tanya nya.
"Bukan nya pakai baju dulu" Ujar Keisya.
Diandra terkekeh kecil.
Bukan menuruti ucapan istri nya itu, Diandra malah berjalan menuju meja makan, dan duduk.
"Mas pakai baju dulu" Ucap Keisya lagi.
"Nanti saja." Jawab nya singkat.
Keisya mendengus lalu pergi ke lantai atas, untuk mengambil baju suami nya.
Tidak lama, Keisya kembali turun sambil membawa baju lalu memberikan nya pada suami nya.
"Makasih." Diandra tersenyum lalu mengenakan kaos itu.
Seperti biasa, dengan kelembutan dan telaten Keisya menuangkan makanan di piring suami nya.
Meskipun hampir semua makanan yang di masak oleh istri nya itu mengandung banyak sayuran, tapi tidak ada satu pun menu masakan istri nya itu yang tidak dia makan.
Dengan lahap Diandra memakan satu persatu masakan istri nya.
"Pelan pelan" Ucap Keisya yang melihat suami nya itu makan dengan begitu lahap.
Diandra menganggukan kepala nya.
"Iya sayang" Ucap Diandra.
Beberapa saat kemudian.
Kini kedua nya telah selesai sarapan, Keisya membersihkan dapur.
Sedangkan Diandra naik ke kamar, berinisiatif untuk membereskan tempat tidur itu.
Keisya masuk kedalam kamar, dan terkejut ketika mendapati kamar nya sudah rapih dan bersih.
"Hah?" Gumam nya.
"Ini sudah betul belum?" Tanya Diandra.
Keisya menatap suami nya.
"Mas yang beresin?" Tanya Keisya.
Diandra mengangguk.
"Tentu saja. Siapa lagi?" Jawab nya.
Keisya mengucapkan terimakasih pada suami nya itu.
Padahal Keisya tidak ingin membuat suami nya bekerja di rumah membantu nya, namun ini benar benar tanpa di ketahui oleh nya.
Selesai dengan beres beres rumah, Keisya beranjak ke kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi, Keisya kembali turun menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk suami nya.
"Kita pergi jam berapa?" Tanya Diandra.
"Terserah mas saja" Jawab Keisya.
Diandra memutuskan untuk pergi di siang hari saja, karna akan pergi ke rumah orangtua nya terlebih dahulu sebentar.
"Gapapa kan?" Tanya Diandra.
"Tentu saja mas." Jawab Keisya.
Selesai membicarakan tentang keberangkatan nya, Keisya kembali naik ke atas.
Untuk mulai mempersiapkan pakaian yang akan dia bawa, dan pakaian suami nya.
"Loh, koper dimana" Batin nya.
Keisya keluar dari kamar dan kembali turun menuju ruang keluarga.
__ADS_1
Menghampiri suami nya yang sedang menonton acara tv pagi.