
Keisya terlihat sangat bahagia saat ini.
"Ayo cepet" Ujar Keisya menatap suami nya yang sedang berjalan di belakang nya sambil menenteng beberapa kantong kresek ukuran sedang yang berisikan jajanan milik Keisya.
"Tunggu sebentar sayang." Kata Diandra.
Diandra dan Keisya sampai di dalam mobil, Keisya langsung membuka jajanan tersebut dan mencicipi nya sambil menuju perjalanan pulang.
"Aaaaaa" Keisya menyodorkan sepotong makanan.
Sambil fokus menyetir Diandra sedikit memiringkan badan nya dan menerima suapan dari istri nya itu.
Beberapa saat kemudian.
Keisya dan Diandra telah tiba di rumah.
Pas sekali, saat mereka sampai adzan isya baru selesai berkumandang.
Sebelum memakan jajanan nya, Keisya memutuskan untuk shalat isya terlebih dahulu.
"Mas ayo, sudah isya" Ucap Keisya.
Diandra mengangguk dan berjalan menuju kamar dengan Keisya.
Keisya dan Diandra saling bergantian masuk
ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
10 menit kemudian.
Kedua nya telah selesai melaksanakan ibadah shalat isya dan berdo'a bersama.
Keisya buru buru merapihkan kembali alat ibadah nya dan langsung turun ke bawah.
Menuju dapur, dimana makanan Keisya di simpan di meja makan.
Keisya memilih beberapa makanan dan memindahkan nya pada piring, sementara sisa nya dia simpan di kulkas.
"Sayang" Panggil Diandra.
"Iya mas" Jawab Keisya.
Diandra diam menatap istri nya itu.
"Oh iya, tunggu sebentar ya mas" Keisya langsung mengambil gelas dan membuatkan kopi untuk suami nya.
Walaupun Diandra tidak bilang apa apa, namun dia tahu bahwa suami nya itu menginginkan kopi.
Diandra tersenyum melihat Keisya yang benar benar mengerti akan dirinya.
Selesai membuat kopi, Diandra dan Keisya berjalan menuju ruang keluarga untuk menonton televisi sambil menikmati film malam.
Keisya menyandarkan badan nya pada suami nya itu, sambil tidak berhenti mengunyah makanan.
Diandra tersenyum melihat tingkah istri nya ini yang memang terkadang terlihat seperti anak kecil.
Diandra mengusap pelan rambut istri nya itu.
"Mas, apa ada film horror malam ini?" Tanya Keisya.
Diandra terdiam, dia tidak tahu acara tv.
Jarang sekali Diandra menonton tv jika bukan sedang ada di rumah.
Dan walaupun ada di rumah, Diandra lebih sering menghabiskan waktu di kamar dengan ponsel nya.
__ADS_1
Jika tidak, di halaman depan sambil meminum kopi.
"Jangan lah nonton acara seperti itu, kamu nanti takut" Ujar Diandra.
Keisya tersenyum kecil.
"Mas, apakah kalau kita menonton film horror di bioskop rasa nya sama?" Tanya Keisya.
Diandra menjelaskan pada istri nya itu, ada beberapa perbedaan tentang menonton di tv dan di bioskop.
"Sama seperti saat di rumah ibu ya?"
Keisya saat menemani ibu mertua nya itu di rumah nya memang memakai home theatre, sedikit sama dengan di bioskop, hanya layar nya saja yang sedikit kecil saat di rumah ibu.
Tidak terasa satu jam telah berlalu, hampir semua makanan Keisya kini telah habis.
Keisya mengusap pelan perut nya.
"Kenapa sayang?" Tanya Diandra.
Keisya menggelengkan kepala nya.
"Seperti nya aku kekenyangan mas" Keisya cengengesan.
Diandra ikut tertawa mendengar nya.
Perlahan Diandra melingkarkan tangan nya pada perut istri nya itu.
Keisya tersenyum, lalu balas memeluk suami nya.
Waktu semakin malam.
Keisya telah tertidur dalam dekapan suami nya.
Diandra menatap istri nya itu.
***
Pagi tiba.
Keisya menggoyang pelan tubuh suami nya, sambil berjongkok di depan wajah nya.
"Mas bangun" Ucap Keisya.
Pelan pelan Diandra membuka mata nya.
"Jam berapa ini?" Tanya Diandra.
Keisya mengatakan pada suami nya itu bahwa ini sudah pagi dan sudah waktu nya untuk sarapan.
Mendengar itu Diandra langsung beranjak dari sofa, dan mengusap wajah nya.
"Kenapa siang sekali sayang membangunkan aku?" Tanya Diandra.
"Kasian mas pasti pegel semaleman tidur meluk aku di sofa" Jawab Keisya.
Diandra dan Keisya semalam memang tidur di sofa.
Untuk yang kedua kali nya mereka tidur di sofa bersama sama.
Diandra yang tidak tega untuk membangunkan istri nya itu memilih untuk
tidur di sofa saja semalam.
Diandra pergi ke kamar mandi, sedangkan Keisya mengambilkan pakaian untuk suami nya.
__ADS_1
Diandra keluar dari kamar mandi, dan mendapati sudah tersedia pakaian untuk dirinya di atas tempat tidur.
Diandra tersenyum lalu mengambil pakaian nya, lalu beberapa saat kemudian turun menuju dapur.
"Minum dulu mas" Keisya menyimpan segelas teh hangat di depan suami nya.
Diandra menangguk sambil meneguk sedikit teh tersebut.
Dengan sangat telaten, seperti biasa nya Keisya melayani suami nya itu dengan sangat baik.
"Kenapa melihat ku seperti itu" Ucap Keisya yang menyadari bahwa suami nya itu tengah memperhatikan nya.
"Tidak ada." Jawab Diandra meneguk kembali teh nya.
Beberapa saat kemudian.
Diandra dan Keisya telah selesai sarapan.
Kini Diandra telah siap untuk berangkat menuju kantor nya.
Keisya mengantarkan suami nya sampai di depan.
"Hati hati di jalan ya mas" Keisya berpesan seperti biasa nya, saat suami nya itu akan masuk kedalam mobil.
"Asalamualaikum" Diandra masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil nya, keluar dari halaman rumah nya.
"Waalaikumsalam" Jawab Keisya sambil melihat kepergian mobil suami nya.
Dalam perjalanan, Diandra kembali mengingat semua perlakuan istri nya itu.
Walaupun mungkin itu hal biasa dan memang sudah biasa.
Namun Diandra tetap saja memikirkan istri nya itu, yang sama sekali tidak menyinggung masalah kemarin, sampai saat ini.
Beberapa saat kemudian.
Diandra telah sampai di kantor.
"Pak, ini ada bunga untuk bapak" Desi memberikan bunga bucket.
Diandra mengambil nya, dan memperhatikan nya.
"Dari siapa ini?" Tanya Diandra.
Desi lalu memberitahu bahwa tadi ada seorang perempuan yang menitipkan bunga itu untuk Diandra.
Namun siapa perempuan itu, Desi tidak mengenali nya sama sekali.
Dan saat Desi bertanya siapa perempuan itu, dia tidak ingin memberitahukan nama nya.
Diandra masuk kedalam ruangan nya dengan Desi yang memberikan jadwal hari ini.
"Makasih ya." Ucap Diandra setelah semua penjelasan dari Desi telah selesai.
Desi mengangguk lalu pamit untuk keluar.
Setelah asisten nya itu keluar Diandra kembali memperhatikan bunga itu.
Walaupun tanpa di beri tahu, Diandra seperti nya sudah bisa menebak siapa pengirim bunga ini.
Ada sebuah surat kecil yang di selipkan di antara bunga bunga tersebut.
Diandra mengambil nya, dan membaca nya.
Sebuah surat pendek dengan ucapan selamat dan semangat bekerja.
__ADS_1
Diandra tersenyum, dugaan nya benar.
Bunga ini dari kekasih nya Rayna.