
Waktu sudah sore, kini tamu nya telah pulang.
Diandra duduk merenung di dalam kamar nya, memikirkan apakah yang di katakan oleh lelaki itu benar, atau hanya sebuah bualan. Diandra harus memastikan nya sendiri.
Tidak lama, ayah dan ibu nya pulang dan membuka kamar nya.
Diandra merasa senang saat melihat kepulangan kedua orangtua nya, dia langsung bertanya tentang Keisya.
"Bagaimana bu?" Tanya Diandra.
Ibu menggelengkan kepala nya dengan raut wajah sedih.
"Ibu minta maaf nak, Keisya sudah tidak ada di kampung. Kata nenek dan kakek, kemarin Keisya pergi untuk bekerja." Jelas ibu dengan lelehan air mata.
Diandra terdiam tidak percaya, dia tidak menyangka bahwa Keisya benar benar pergi meninggalkan nya.
Rasa bersalah sangat menghantui nya saat ini, membayangkan istri nya itu harus bekerja dalam keadaan hamil.
"Cari Keisya bu.. Cari dia.." Ucap Diandra.
Kini Diandra mulai menangis, dan meminta maaf dalam hati nya sendiri. Membayangkan Keisya kelelahan karna bekerja demi anak dalam kandungan nya membuat hati Diandra sakit seketika.
***
Hari kedua Keisya bekerja. Dia sangat merasa senang dengan pekerjaan yang dia lakukan saat ini, pekerjaan yang tidak memerlukan banyak tenaga dan pergerakan. Karna dia hanya duduk saja untuk memeriksa berkas laporan, dan itupun Zia yang lebih banyak memeriksa nya.
Sore ini, setelah jam pulang kerja Keisya, Zia dan Anya tidak langsung pulang. Mereka bertiga akan makan malam bersama di luar, sesuai dengan permintaan Anya.
Anya memang meminta Keisya dan Zia untuk makan malam bersama di luar karna Anya baru saja mendapatkan untung yang besar di perusahaan nya, dan Anya tidak ingin menikmati untung itu sendirian, dia akan membagi nya kepada Keisya dan Zia. Juga seluruh karyawan.
Kini ketiga nya telah berada di dalam salah satu restoran bintang lima di tengah kota.
Anya benar benar memanjakan Keisya dan Zia, dia memesan semua menu makanan istimewa yang ada di restoran ini.
Keisya yang nafsu makan nya sedang naik karna kehamilan tentu saja merasa senang mendapatkan banyak nya makanan tersedia di hadapan nya saat ini.
__ADS_1
Dengan lahap Keisya menghabiskan makanan nya. Dan hal itu membuat Anya tersenyum senang melihat nya.
"Masih mau?" Tanya Anya menatap Keisya dan Zia bergantian.
Keisya dan Zia serentak menggeleng karna mereka berdua telah merasa sangat kenyang. Dan mungkin perlu waktu untuk berdiam selama beberapa saat sebelum mereka pulang.
"Udah deh, perut aku penuh banget. Tunggu sebentar ya.. Jangan pulang dulu, nunggu makanan nya turun ke perut." Ucap Keisya membuat Anya dan Zia tertawa.
Ketiga nya terlihat sangat bahagia dan menikmati waktu nya saat ini.
Beberapa saat kemudian.
Kini ketiga nya telah pulang, Anya mengantarkan Keisya dan Zia pulang ke rumah terlebih dahulu. Karna Keisya memang belum sempat belajar menyetir mobil, dan mereka pun pergi bersama menggunakan mobil Anya.
Ketiga nya saling berpamitan, setelah Anya pulang Keisya dan Zia masuk kedalam rumah.
"Ya ampun aku ngantuk.." Ucap Zia yang langsung merebahkan badan nya di atas tempat tidur.
Sementara Keisya masih duduk di tepian, dengan memegang ponsel nya. Sudah cukup lama dia tidak menyalakan ponsel nya, dan Keisya berfikir saat ini dia akan menyalakan ponsel nya.
Keisya menyimpan ponsel nya di sebelah tempat tidur, dia berfikir mungkin akan besok saja dia mengaktifkan ponsel nya. Dan saat ini dia akan mengisi batrai dulu, dan dia sendiri akan beristirahat.
Pagi tiba.
Keisya melaksanakan shalat subuh sendirian, karna Zia mendapatkan tamu bulanan nya.
Setelah melaksanakan shalat, Keisya langsung pergi ke dapur untuk membantu Zia yang sedang menyiapkan makanan untuk sarapan mereka sebelum berangkat ke kantor.
"Kita masak apa?" Tanya Keisya setelah sampai di dapur.
"Kita bikin sayur sop yu?" Pinta Zia.
Keisya tersenyum sambil mengangguk, memang sudah lumayan lama dia tidak memakan sayur sop.
Waktu berlalu cukup lama, kini Keisya dan Zia telah selesai sarapan, bersih bersih dan kini tinggal menunggu Anya datang menjemput nya saja.
__ADS_1
Tidak lama, Anya datang.
"Hai, pagi.. Maaf ya telat, tadi kesiangan bangun." Anya membuka kaca mobil.
Keisya dan Zia masuk kedalam mobil dan mobil pun melaju kembali, menuju kantor.
***
Pagi ini Diandra berniat untuk membicarakan pertemuan nya dengan Rian kemarin kepada ledua orangtua nya.
Kemarin Diandra memang belum sempat menceritakan hal ini, karna dia yang terlarut dalam kesedihan saat mendapatkan kabar dari kedua orangtua nya tentang Keisya.
"Ibu, ayah. Ada yang ingin Andra bicarakan.." Ucap Diandra.
"Ada apa nak?" Tanya Ibu penasaran.
Diandra, ibu dan ayah berpindah tempat menuju ruang keluarga, untuk mendengarkan apa yang akan putra nya itu bicarakan.
"Kemarin siang ada tamu kesini, nemuin Andra.." Jelas Diandra.
Diandra menceritakan semua pertemuan nya dengan Rian kemarin, tidak lupa Diandra juga menceritakan pada ibu dan ayah bahwa Rian mengaku sebagai tunangan Rayna, dan waktu pernikahan mereka berdua pun telah di tentukan.
Setelah selesai menceritakan semua nya, ibu dan ayah tentu saja terkejut mendengar nya. Terlebih lagi saat Diandra menceritakan perihal Rayna dan Rian yang telah tinggal bersama dan mengenai tespek yang Rian temukan di dalam kamar nya yang sudah pasti itu pasti tespek Rayna.
"Apa itu benar?" Tanya ibu dan ayah.
"Diandra sendiri juga belum bisa memastikan hal itu benar atau tidak nya, namun kemarin sebelum lelaki itu pergi, dia meninggalkan kontak nya." Sebelum pulang, Rian memang meninggalkan nomor ponsel nya.
Mendengar hal itu, kini di pikiran ibu dan ayah, bisa saja anak yang di kandung oleh Rayna itu adalah anak dari Rian. Bukan anak dari Diandra.
"Kita harus segera membicarakan hal ini bersama dengan keluarga Rayna dan tentu saja Rian. Kita harus memastikan ini secepat nya, sebelum sampai pada hari pernikahan kamu." Jelas ayah.
Ibu dan Diandra setuju dengan ayah. Dan mungkin nanti di siang hari, ayah akan mengajak kedua orangtua Rayna dan tentu saja Rian untuk bertemu.
Selain ibu dan ayah. Hadir nya Rian di hari kemarin dengan segala cerita nya dan mengenai kehamilan Rayna seperti memberikan angin segar pada Diandra.
__ADS_1
Jika benar anak yang di kandung oleh Rayna saat ini adalah anak dari Rian dan bukan anak nya. Maka otomatis pernikahan nya dengan Keisya dapat terselamatkan, walaupun saat ini dia belum mengetahui dimana keberadaan istri nya itu.