He Is Mine

He Is Mine
Eps 60


__ADS_3

"Tidak mungkin aku menikahimu!" Ucap Diandra tegas.


"Lalu bagaimana dengan anak yang ada di kandungan ku saat ini!" Ucap Rayna tidak kalah tegas.


Diandra terdiam, apa yang di katakan oleh Rayna itu memang benar jika dia tidak menikahi nya bagaimana dengan nasib anak dalam kandungan nya itu.


Tapi di sisi lain Diandra memang tidak ingin menikahi kekasih nya itu saat ini, karna dia benar benar telah mencintai istri nya.


"Kamu kenapa?" Tanya Rayna pelan.


Diandra menatap nya.


"Kenapa kamu berubah? Aku salah apa, dan kenapa kamu tidak mau menikahi ku?" Terlihat beberapa tetes air mata berjatuhan.


Diandra memang mencintai Rayna, tapi entah kenapa setelah semalaman berfikir hingga dirinya tidak tidur malam tadi dia menjadi ragu untuk menikahi kekasih nya itu.


"Aku harus pergi." Ucap nya.


"Tunggu dulu! Kamu belum menjawab pertanyaan ku." Rayna menahan nya.


"Nanti kita bahas lagi, dan cari jalan keluar nya sekarang aku harus pergi masih banyak pekerjaan." Elak Diandra.


Rayna yang mendengar itu tentu saja tidak membiarkan kekasih nya pergi begitu saja.


Rayna berlari menuju pintu dan cepat cepat mengunci nya, lalu melempar kunci pintu nya ke sembarang arah.


Perilaku Rayna saat ini membuat Diandra naik darah.


"Apa maksud mu!" Bentak nya.


Rayna tersentak hingga menangis mendengar Diandra membentak nya.


Rayna menangis tersedu sedu, dan menjatuhkan badan nya di pinggir pintu.


"Kamu sebenar nya kenapa? Aku tidak mengenali kamu yang sekarang." Rayna menangis tersedu sedu sambil menangup wajah nya.


Diandra diam dan menyadari kesalahan nya yang telah membentak kekasih nya itu.


"Maafkan aku sayang." Diandra mencoba memegang pundak kekasih nya itu, namun Rayna langsung menepis nya.


"Jangan sentuh aku!" Ucap Rayna tegas.


"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu." Ucap Diandra.


Meskipun Diandra terus menerus mencoba meminta maaf pada diri nya, namun tidak mudah bagi diri nya kali ini untuk memaafkan kekasih nya.


Selama ini di mata Rayna Diandra adalah lelaki yang baik, yang tidak pernah membentak dan memperlakukan diri nya dengan kasar walaupun Rayna yang berbuat salah.


Tapi tidak saat ini, Diandra yang saat ini ada di hadapan nya sama sekali bukan Diandra yang dia kenal selama masa sekolah dulu.

__ADS_1


Kedua nya terdiam, ruangan menjadi hening.


"Apa kamu mempunyai perempuan lain di belakang ku?" Tanya Rayna tiba tiba.


Diandra menoleh, tidak tahu harus menjawab apa dan tidak mungkin memberitahu diri nya bahwa dia telah menikah dan sekarang istri nya juga tengah hamil.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" Tanya Diandra.


"Lalu kenapa kamu berubah? apa yang membuat mu marah saat aku ingin menikah dengan mu?" Tanya Rayna.


"Sudah lah." Diandra memalingkan pandangan nya.


"Aku harus pergi sekarang." Lanjut nya.


Diandra berdiri, dan mencari kunci yang sempat kekasih nya itu lempar tadi.


Hingga beberapa saat Diandra menemukan kunci tersebut, saat membuka pintu tidak seperti sebelum nya, saat ini Rayna hanya diam saja melihat Diandra membuka pintu dan berlalu meninggalkan diri nya.


Hati nya begitu terasa sangat hancur saat ini, dan perubahan sikap dari kekasih nya itu harus dia cari tahu sendiri.


"Aku akan melakukan apapun supaya kamu mau bertanggung jawab atas kehamilan ku." Batin nya.


***


Dalam mobil Diandra membuka ponsel nya, dan mengirim kan pesan kepada istri nya bahwa dia akan pulang sebentar lagi.


Saat ini Diandra mencoba untuk terlihat biasa saja dan memenangkan diri nya beberapa saat sebelum dia pulang ke rumah.


"Asalamualaikum." Ucap nya membuka pintu.


"Waalaikumsalam." Jawab Keisya.


Senyuman di wajah Keisya memudar seketika saat melihat suami nya itu yang terlihat sedikit berantakan.


"Mas, apa ada?" Tanya nya cemas.


"Tidak apa apa sayang." Jawab nya.


Keisya menatap nya tanpa berbicara apapun lagi.


Hingga membuat Diandra kebingungan dan memutuskan untuk langsung naik ke kamar, untuk mengambil air wudhu dan shalat maghrib berjamaah.


Untung lah bagi nya, dengan alasan itu Keisya berhenti menatap nya dan menyetujui untuk shalat maghrib berjamaah.


Beberapa saat kemudian.


Kedua nya baru saja selesai menunaikan ibadah shalat maghrib bersama sama.


Diadra menangkup tangan nya.

__ADS_1


"Ya allah, apa yang harus hamba lakukan saat ini. Hamba tahu ini semua adalah kesalahan hamba dan ini semua ulah dan sebab dari akibat dari apa yang telah hamba lakukan. Tapi saat ini hamba telah benar benar mencintai istri hamba ya allah, tidak mungkin bagi hamba untuk mendua kan cinta nya yang begitu tulus pada hamba selama ini." Diandra menutup mata nya.


Penyesalan tinggalah penyeselan saat ini, tidak mungkin bagi dirinya untuk memutar waktu kembali dan mencoba untuk mencintai istri nya sedari awal mereka menikah.


Bahkan kini Diandra menyesali syarat yang telah dia ajukan pada ibu nya sebelum menikah, yang bersedia menikah dengan Keisya asal kan jika Rayna datang kembali sang ibu akan membiarkan dirinya kembali pada Rayna.


Apa yang telah ibu peringatkan saat itu kini terjadi, Diandra mencintai Keisya namun bingung harus berbuat apa dengan hamil nya Rayna saat ini.


"Apa mau makan sekarang mas?" Tanya Keisya sambil menyimpan sejadah nya.


"Iya sayang.." Jawab nya, walaupun sebenarnya dia tidak merasa lapar dan tidak bernafsu untuk makan saat ini.


Diandra duduk sambi melihat istri nya membawa setiap hidangan ke meja makan.


Sesekali Keisya tersenyum pada nya.


"Sayang, nasi nya jangan terlalu banyak ya." Pinta Diandra.


"Tumben.." Gumam Keisya.


Diandra beralasan bahwa dirinya baru saja makan bersama klien, dan belum merasa sangat lapar.


Beberapa saat kemudian.


Kedua nya telah selesai makan, Diandra dan Keisya pergi menonton televisi di sisa hari ini sebelum pergi tidur.


"Mas, dari tadi aku perhatiin kaya nya mas melamun?" Tanya Keisya.


Diandra kaget dan langsung mengelak dengan pertanyaan dari istri itu dan mengatakan dia hanya kelelahan saja.


"Apa mas tidak enak badan." Keisya menaruh punggung tangan nya di dahi suami nya.


Diandra tersenyum.


"Tidak sayang, aku tidak apa apa hanya sedikit lelah saja." Jawab nya.


Karna alasan yang di berikan oleh suami nya itu, akhir nya Keisya memutuskan untuk langsung pergi kemar saja dan cepat cepat tidur.


Diandra menyetujui istri nya, lalu kedua nya berjalan beriringan menuju kamar.


"Apa perlu aku pijit kan mas?" Tawar nya.


Diandra menghela nafas.


"Tidak perlu sayang, kita langsung tidur saja." Diandra merebahkan badan nya, dan memeluk istri nya tersebut.


Tidak seperti biasanya, kali ini Diandra mencium kepala istri nya itu dengan sangat lama.


"Selamat tidur sayang, aku mencintai mu." Ucap Diandra.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya sang suami mengatakan bahwa dia mencintai dirinya, namun itu membuat hati Keisya berbunga bunga mendengar nya.


"Aku juga mencintaimu." Keisya mengeratkan pelukan pada suami nya.


__ADS_2