He Is Mine

He Is Mine
Eps 51


__ADS_3

"Lagi lagi aku harus berbohong pada istri ku itu, tolong maafkan aku." Batin Diandra.


Diandra tidak memakan masakan istri nya itu, karna telah memberikan nya kepada Desi.


Tidak mungkin Diandra memberikan bekal yang di berikan oleh Rayna pada Desi, karna rasa masakan mereka berdua memang berbeda dan tentu saja masakan Keisya yang lebih enak.


Sore tiba.


Waktu nya Diandra untuk pulang, dengan langkah gontai Diandra berjalan memasuki mobil nya.


Diandra menarik nafas, dan menghembuskan nya secara perlahan.


Entah kenapa rasanya sore hari ini dia begitu kelelahan.


Badan nya terasa begitu tidak bertenaga, padahal dalam banyak aktivitas sekalipun dia tidak pernah sampai lemas seperti sekarang ini.


Sebelum menjalan kan mobil nya, Diandra mengucap bismillah terlebih dahulu.


Hingga cukup lama waktu berlalu Diandra kini telah sampai di rumah.


"Asalamualaikum" Diandra membuka pintu.


Keisya berjalan sambil tersenyum, dan menjawab salam dari suami nya itu.


Namun, seketika raut wajah Keisya berubah.


Senyum nya memudar ketika melihat suami nya itu sangat terlihat tidak bersemangat.


"Mas kenapa?" Tanya Keisya hawatir.


Diandra menggelengkan kepala nya dan menjawab dia sendiri tidak tahu kenapa dia lemas seperti sekarang ini.


Padahal di siang hari dia masih merasa segar bugar.


"Aku ingin berbaring." Ucap Diandra.


"Kita makan dulu ya mas" Ajak Keisya.


Diandra menggelengkan kepala nya dan menolak ajakan istri nya secara halus.


Karna dia benar benar hanya ingin berbaring saja saat ini.


Keisya memaklumi keinginan suami nya itu.


Diandra pergi menuju lantai atas, sedangkan Keisya membuatkan segelas susu hangat untuk suami nya itu.


Karna suami nya menolak makan, Keisya ingin memberikan susu terlebih dahulu supaya perut suami nya itu tidak kosong.


"Mas.." Keisya membuka pintu kamar.


Terlihat Diandra telah berbaring dan telah berganti pakaian.


"Iya sayang" Jawab Diandra.


Keisya duduk di tepian tempat tidur.


"Apakah kepala nya pusing atau sakit?" Tanya Keisya sambil menaruh punggung tangan nya pada pelipis Diandra untuk mengecek suhu tubuh suami nya itu.


Setelah mengetahui bahwa suhu tubuh suami nya itu tidak tinggi, yang menandakan bahwa berarti Diandra tidak demam Keisya sedikit merasa lega.


"Tidak sayang kepala ku tidak apa apa, hanya saja badan ku lemas sekali" Keluh Diandra.


Keisya menyuruh suami nya itu untuk duduk sebentar dan meminum susu yang telah ia buatkan selagi hangat.


Diandra bangun sejenak dan meminum susu tersebut sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh istri nya itu.

__ADS_1


Setelah susu itu habis Diandra kembali berbaring.


Keisya menaikan selimut sampai menutupi dada suami nya.


"Semoga bangun tidur nanti mas sudah sembuh" Ucap Keisya.


Diandra tersenyum.


"Iya, aamiin sayang" Jawab nya.


***


Ini menjadi kali kedua bagi Keisya membuat sebuah bubur untuk suami nya itu.


Walaupun pada waktu itu bubur buatan nya pernah di tolak karna Diandra tidak ingin memakan bubur, tapi Keisya tidak menghiraukan nya dan kini kembali membuat bubur.


Sambil mengaduk, Keisya mencici bubur buatan nya sendiri untuk merasakan bumbu apa yang kurang.


"Emm, enak" Keisya mengangguk anggukan kepala nya.


Merasa bubur itu sudah matang dan bumbu sudah pas, Keisya mematikan kompor nya.


"Biarlah nanti kalau mas Andra mau makan, bubur ini tinggal di hangatkan sebentar" Batin nya.


Keisya berjalan ke ruang keluarga, untuk menonton acara tv.


Dia tidak bisa masuk ke kamar saat ini, Keisya ingin membiarkan suami nya itu terlelap dalam tidur nya tanpa ada gangguan sedikit pun.


Bahkan untuk shalat maghrib saja, Keisya melaksanakan nya di ruang keluarga, dengan sejadah dan mukena yang sengaja telah ia bawa dari kamar saat turun tadi.


Lama menonton tv, Keisya mulai menguap.


Keisya melihat jam di ponsel nya, waktu sudah hampir pukul 8 malam.


Baru saja menyimpan ponsel nya, tiba tiba ponsel nya bergetar.


Keisya menautkan kedua alis nya merasa heran, namun dengan cepat Keisya menjawab panggilan tersebut.


"Sayang, kamu dimana?" Tanya Diandra.


Keisya tersenyum, ternyata suami nya itu telah bangun.


"Iya sebentar, aku kesana" Jawab Keisya.


Keisya menutup panggilan lalu berjalan masuk kedalam kamar.


"Kenapa mas?" Tanya Keisya.


Diandra tersenyum lalu menggelengkan kepala nya.


"Tidak apa apa sayang." Jawab nya.


"Kamu darimana?" Tanya Diandra.


"Oh itu, aku habis buat bubur" Jawab Keisya.


Diandra yang sebelum nya memeluk perut istri nya yang duduk di tepian ranjang itu, tiba tiba melepaskan pelukan nya.


Dan menatap istri nya itu.


"Kenapa mas?" Tanya Keisya heran.


"Kan aku sudah pernah bilang, aku tidak mau makan bubur sayang" Ucap Diandra.


Kali ini Keisya tidak mengalah, walaupun suami nya itu menolak untuk makan bubur yang telah ia buatkan, Keisya terus terusan membujuk suami nya itu.

__ADS_1


"Mau ya.." Ucap Keisya.


"Engga!" Jawab Diandra.


Keisya memanyunkan bibir nya.


"Kalau begitu, mas tidak sayang sama aku" Keisya pura pura marah dan berdiri dari duduk nya, sambil melipat kedua tangan nya.


"Eh eh engga gitu sayang" Elak Diandra.


Keisya menatap suami nya.


"Terus kenapa ga mau makan bubur buatan aku? Apa tidak enak?" Tanya Keisya.


Diandra menghela nafas.


Ahirnya Diandra memilih untuk mengalah, dan akan memakan bubur buatan istri nya itu.


Mendengar itu Keisya merasa senang.


Beberapa saat kemudian.


Diandra dan Keisya turun menuju dapur untuk makan malam.


Sesuai dengan apa yang telah di ucapkan oleh nya tadi, Keisya menyajikan bubur buatan nya.


Diandra menatap semangkuk bubur di hadapan nya.


Walaupun di lengkapi dengan beberapa topping seperti suwir ayam, telur rebus dan krupuk, namun Diandra masih ragu ragu untuk memakan bubur tersebut.


Hingga Keisya yang memperhatikan itu merasa kesal sendiri dan mengambil sendok.


Keisya mengambil sedikit bubur dari mangkuk suami nya itu.


Diandra menatap Keisya.


Lalu tiba tiba saja.


"Aaaaaa" Keisya langsung menyuapkan bubur tersebut pada mulut suami nya dengan cepat.


Diandra terdiam beberapa saat, hingga setelah merasakan rasa bubur tersebut nafsu makan nya tiba tiba saja naik.


"Emm.." Gumamnya.


Keisya tersenyum memperhatikan suami nya yang langsung memakan bubur dengan lahap nya.


"Enak sayang" Ucap Diandra di sela sela suapan nya.


"Alhamdulillah" Jawab Keisya.


Waktu berlalu cukup lama.


Kini keduanya telah berada di dalam kamar, dan bersiap siap untuk tidur.


Diandra mengusap pelan punggung sang istri yang kini tengah tertidur di pelukan nya.


"Ya allah, perbuatan baik apa yang telah aku lakukan, sehingga dengan sangat berbaik hati engkau berikan hamba jodoh se shalaheh dia" Batin Diandra.


Kembali Diandra mengingat kejadian waktu makan tadi.


Saat diri nya tengah makan tadi, Keisya tidak ikut makan dan hanya memperhatikan diri nya makan saja.


Hingga dia bertanya pada istri nya itu, apakah dia sudah makan, dan ternyata Keisya belum makan sama sekali bahkan dari sore.


Karna saat pulang Diandra ingin langsung berbaring, Keisya tidak makan terlebih dahulu dan memang menunggu suami nya itu untuk makan bersama.

__ADS_1


Jadilah, setelah selesai makan bubur, Keisya baru makan.


Setelah memastikan bahwa semua kebutuhan suami nya itu telah terpenuhi.


__ADS_2