
"Selamat pagi pak." Ucap Desi.
Diandra baru saja tiba di kantor.
"Iya, pagi Desi. Bagaimana jadwal hari ini?" Tanya Diandra sambil melangkah masuk kedalam ruangan nya.
Desi duduk di kursi depan atasan nya, membuka map biru dan memperlihatkan beberapa dokumen yang telah di siapkan oleh nya untuk kegiatan hari ini.
Tidak lama, setelah menjelaskan semua nya Desi keluar dari ruangan itu.
Pagi ini tidak ada kegiatan sama sekali, meeting akan di mulai pukul 11 siang jadi Diandra mempunyai cukup banyak waktu luang sampai waktu itu tiba.
Diandra membuka ponsel nya, dan mengirimkan pesan pada istri nya.
Diandra menulis sebuah pesan yang mengatakan bahwa dia saat ini sudah merindukan istri nya itu.
Padahal baru beberapa waktu saja dia keluar dari rumah.
Tidak butuh waktu lama, muncul sebuah notifikasi di ponsel nya.
Yang berisikan balasan dari Keisya.
Diandra tersenyum senyum sendiri menatap layar ponsel nya, hingga tiba tiba ada sebuah nomor tidak di kenal melakukan panggilan.
Diandra terdiam beberapa saat, dan berfikir untuk menjawab atau menolak telpon tersebut.
Namun karna selama ini yang mengetahui nomor ponsel nya itu hanya orang orang terdekat nya saja, jadi Diandra memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut.
"Hallo." Ucap Diandra.
"Iya, hallo. Ini aku" Jawab seseorang di sebrang telpon.
Suara ini sangat tidak asing sekali baginya.
Ini, suara Rayna.
"Siapa?" Tanya Diandra ingin memastikan.
"Kamu lupa denganku? Rayna!" Jawabnya.
Benar. Dugaan nya benar.
Obrolan terus berlanjut, hingga cukup lama mereka mengobrol Diandra sampai lupa untuk membalas pesan terahir dari istri nya yang baru dia baca.
Waktu menjelang siang.
Diandra di ikuti Desi masuk ke ruang meeting.
Terlihat beberapa klien nya sudah duduk menunggu dirinya.
"Selamat siang tuan tuan." Sapa Diandra.
Serentak semua orang yang ada di ruangan itu menjawab.
Beberapa saat kemudian.
Meeting telah selesai, jadwal aktivitas hari ini tinggal menunggu beberapa dokumen yang akan bekerja sama dengan nya masuk ke kantor.
Tidak seperti biasanya, dalam ruangan nya Diandra nampak gelisah.
Ia sesekali melihat layar ponsel nya dan menggigit gigit kecil ujung pulpen yang sedang ia pegang.
"Desi, kapan dokumen itu datang?" Ucap Diandra menelpon asisten nya.
__ADS_1
Desi menjawab bahwa dokumen itu akan masuk setelah waktu makan siang.
Diandra menutup telpon nya.
Lalu membuka ponsel dan mengirimkan sebuah pesan.
***
Keisya sesekali melihat layar ponsel nya.
Sudah cukup lama ia mengirimkan sebuah pesan pada suami nya itu, namun sampai sekarang masih belum ada balasan juga.
Padahal waktu sudah masuk jam makan siang.
Keisya berfikiran mungkin suami nya itu sangat sibuk, karna cuti nya kemarin.
Keisya beranjak dari sofa dan menuju dapur untuk makan siang, karna dia sudah merasa lapar saat ini.
Pagi hari tadi dia hanya makan sedikit saja, karna bangun kesiangan dan tidak sempat memasak nasi banyak.
Nasi yang dia masak hanya cukup untuk suami nya saja.
Kalimat bismillah dia ucapkan sebelum akhirnya menyuapkan suapan nasi pertama kedalam mulut nya.
Hingga beberapa saat kemudian Keisya telah selesai makan.
Dia langsung pergi lagi ke ruang keluarga, dan mengecek ponsel nya.
Masih, tetap belum ada balasan dari suami nya.
Merasa mengantuk setelah makan, Keisya merebahkan badan nya di sofa.
Hingga ia tertidur.
Di sebuah restoran.
Gadis yang baru saja memberi nya kabar kembali setelah beberapa lama tidak ada kabar sama sekali.
Di telpon tadi Rayna mengatakan bahwa dia sudah pulang kembali ke bandung, dan mulai hari ini dia resmi tinggal di bandung kembali.
Diandra yang mendengar hal itu tentu saja merasa senang, hingga akhir nya dia mengajak Rayna untuk bertemu dan makan siang bersama.
Di awal kedatangan Diandra, Rayna cukup terkejut dengan pria yang dicintai nya itu.
Pasal nya Diandra memakai pakaian kantor lengkap dengan jas.
Rayna yang memang tidak mengetahui bahwa Diandra telah menjadi bos itu cukup kaget saat Diandra menceritakan nya.
"Jadi, kapan kamu punya waktu buat aku?" Tanya Rayna.
Rayna tau, setelah Diandra bekerja seperti ini, waktu untuk diri nya pasti akan berkurang dan mungkin akan jarang ada waktu.
Diandra tersenyum sambil mengusap punggung tangan Rayna.
"Nanti kalau aku ada waktu luang, aku pasti akan datang menemui mu" Ujar nya.
Rayna tersenyum mendengar nya.
Kedua nya saling menatap, dengan senyuman yang di penuhi oleh rasa rindu di antara kedua nya.
Tiba tiba, ponsel Diandra berbunyi.
Desi menelpon nya.
__ADS_1
Diandra melepaskan tangan nya dari Rayna dan menjawab panggilan dari asisten nya itu.
Beberapa saat kemudian.
"Seperti nya aku harus pulang ke kantor sekarang." Ujar Diandra.
Desi memberi tahu bahwa semua dokumen sudah masuk, tinggal menunggu tanda tangan dari nya saja.
Rayna merasa keberatan, karna dia sedang rindu rindu nya dengan Diandra.
Namun dia mencoba untuk berfikir dewasa, dan dengan berat hati dia tersenyum sambil menganggukan kepala nya.
Membiarkan kekasih nya itu pergi.
Sebelum Diandra pergi, dia memberikan sejumlah uang pada Rayna, untuk ongkos naik taksi.
Diandra masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil nya, kembali ke kantor.
"Ini pak." Desi langsung memberikan beberapa dokumen saat Diandra tiba di kantor dan di ruangan nya.
Diandra membaca satu persatu dokumen yang akan di tanda tangani oleh nya.
Walaupun sebenarnya dia sendiri belum begitu faham, namun dia tetap membaca nya dengan penjelasan dari Desi.
"Makasih ya." Diandra selesai menandatangani semua dokumen.
Desi pamit untuk keluar.
Sore tiba.
Diandra kini tengah bersiap untuk pulang ke rumah.
Beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya menyapa dan memberi salam.
Dengan sopan Diandra membalas semua sapaan dari karyawan nya tersebut.
Kini Diandra sudah merasa nyaman dengan kehidupan kantor nya.
Beberapa waktu kemudian.
Diandra telah sampai di rumah.
Keisya menyambut nya seperti biasa.
"Ini teh nya mas." Keisya langsung memberikan secangkir teh hangat setelah mencium tangan suami nya itu.
Diandra menerima nya dengan senang hati.
"Sibuk sekali ya mas hari ini.." Kata Keisya.
"Tidak terlalu, hanya meeting dan menandatangani dokumen." Jawab Diandra cepat.
Keisya menatap heran pada suami nya.
Diandra menyadari tatapan dari istri nya tersebut.
"Kenapa?" Tanya Diandra polos.
"Harus nya aku yang bertanya" Jawab Keisya.
Diandra masih belum mengerti dengan apa maksud istri nya.
Hingga Keisya menjelaskan nya, dan mengatakan pada suami nya itu apakah dia lupa membuka ponsel atau hanya sengaja membaca pesan dari Keisya saja sehingga tidak ada balasan pada istri nya itu.
__ADS_1
Diandra terdiam beberapa saat, lalu membuka ponsel nya.
Ia, benar. Diandra tidak menyadari bahwa dia lupa membalas pesan dari istri nya itu karna ada telpon masuk dari Rayna.