
Hari launching nya produk baru dari perusahaan Q.B grup telah resmi di buka. Dari berbagai kalangan ada. Bahkan sampai penuh di stasiun televisi memberitakan bahwa perusahaan Q.B mengeluarkan produk baru lagi.
Dan yang lebih menggemparkan lagi, Jacob putra Prayoga memperkenalkan putri tunggalnya ke media. Putri yang selama ini selalu di tutup-tutupi di dunia Maya.
Amira bahkan sampai terkejut dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Karena ini di luar ekspektasi. Amira pikir sang ayah hanya ingin di temani saja namun nyatanya ini di luar dugaan.
Rasa marah dan kesal sendari tadi Amira tahan karena tak mau meluapkan emosinya pada sang ayah di hadapan banyak orang, Apalagi ini acara resmi.
Amira benar-benar marah, karena sang ayah melanggar janjinya.
Tifani yang mengetahui siapa Amira sebenarnya langsung pias. Dia tak menyangka, ternyata dia berurusan dengan putri tunggal keluarga Prayoga. Putri yang sendari dulu tak pernah di perlihatkan ke media.
Yang lebih shok lagi adalah Vina dan Andri, bahkan mereka menganga seolah sulit untuk bernafas.
Pupus sudah harapan Andri memiliki gadis cantik seperti Amira. Apalagi kasta mereka benar-benar jauh bagai langit dan bumi.
Andri menjadi insecure sendiri mengetahui pakta yang ada. Kenapa Andri tak menyadari itu. Sejak awal memang Amira berbeda.
Pantas saja Amira pernah di datangi sama laki-laki bermobil dan kejadian beberapa hari lalu juga dia di hadang oleh orang-orang ber jas. Kini Andri mulai sadar bahwa Amira di kawal kemanapun ia pergi.
Ah .., jangan sampai karena kelancangan ya Andri di pecat.
Sungguh Andri tak menyangka, pantas saja Amira bilang pertama kalinya naik motor. Andri pikir Amira berbohong karena alasan gak mau pulang bareng. Kini Andri paham, kenapa Amira tak pernah naik motor, karena Amira anak sultan yang pasti kedua orang tuanya tak akan pernah membiarkan anaknya kepanasan.
Bodoh ... bodoh .. kenapa Andri tak menyadari itu.
Tak cuma Andri dan Vina yang Shok, bahkan semua karyawan di perusahaan Q.B grup tampak tak percaya.
Hanya Salsa saja yang santai, karena dia sendari awal sudah tahu siapa Amira. Apalagi dia berada di bagian HDR yang tentu pasti tahu data-data Amira.
Selama tiga jam acara itu berlangsung, membuat Amira benar-benar ingin menyudahi semuanya.
Dan, sialnya Amira sulit untuk keluar dari kerumunan. Karena banyak orang yang menghampirinya untuk sekedar berbasa-basi.
Amira muak dengan ini semua, ketika tahu siapa dirinya.
Alam ingin sekali menarik Amira dari rasa tak nyaman ini. Namun, Alam tak bisa melakukannya. Apalagi sendari tadi sang Daddy sudah menatapnya tajam. Seolah mengisyaratkan jangan berbuat hal bodoh.
Alam tahu, Amira pasti shok dengan ini semua. Begitu pun Alam sendiri, ia tak menyangka kalau kakak nya akan melakukan hal sejauh ini.
Jika Amira sudah muncul di publik otomatis Alam harus hati-hati melakukan sesuatu. Alam tak mau sampai terjadi skandal besar yang mungkin akan membuat Amira di situasi yang sulit.
Alam tersenyum kecut, ternyata sebegitu menentangnya kedua orang tua mereka akan rasa yang dia miliki. Alam yakin, ini adalah sebagian kecil dari rencana kedua orang tuanya memisahkan mereka. Yang di sebut, memisahkan secara halus dan mulus tanpa memicu kecurigaan.
Namun, Alam bukan orang bodoh jika tak tahu maksud dari semua itu.
Deg ..
__ADS_1
Alam terpaku ketika mata dia dan mata Amira saling bertemu. Alam mengepalkan kedua tangannya karena tak bisa berbuat apa-apa ketika Amira menatapnya dengan tatapan memohon agar dirinya di bawa pergi dari riuhnya media.
Grep ...
Alam semakin mengepalkan tangannya dengan rahang mengeras. Ketika melihat Amira di bawa pergi. Namun, Alam hanya bisa menahannya karena tidak mungkin dia melakukannya.
"Hey, lepas siapa kamu!"
Bentak Amira kerena tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang.
"Di sini aman!"
Amira membulatkan kedua matanya ketika baru menyadari siapa orang di hadapannya itu.
"Hey, kenapa melotot seperti itu. Apa aku menyeramkan!"
Plak ...
"Kau membuatku takut, aku pikir orang yang mau menculik ku!"
Ketus Amira sambil memukul lengan Moreo. Ya, yang menarik lengan Amira adalah Moreo.
"Kapan kembali?"
Tanya Amira berusaha bersikap biasa saja, agar tak ada kecanggungan di antara mereka. Walau mereka mantan tapi tetap Moreo sahabat Amira.
"Kemaren, maaf gak ngasih kabar. Biasa buru-buru!"
"No, kakek tua itu membuatku tak sempat memberi tahu mu!"
Plak ...
Lagi-lagi Amira memukul lengan Moreo karena kesal.
"Kakek tua kakek tua, dia itu punya nama. Gak sopan tahu!"
"Tapi, dia memang nyebelin!"
Mereka terkekeh seolah memang mereka adalah sepasang sahabat bukan sepasang mantan yang akan canggung jika bertemu.
Tepatnya, sikap Amira yang selalu santai dan ceria membuat dia bisa menyesuaikan ke adaan. Karena bagi Amira, Moreo akan tetap menjadi sahabat ya gak lebih dari itu.
Entah di dunia ini ada hubungan seperti itu. Biasanya jika sepasang kekasih yang sudah putus pasti akan marahan, atau balas dendam. Nah ini, tidak berlaku pada Amira dan Moreo. Mereka bertingkah selayaknya sahabat sendari dulu.
Jika ini yang bisa membuatmu bersikap hangat kembali aku gak apa. Yang terpenting, kamu gak menghindari aku, walau aku harus mati-matian menahan rasa yang menyesakan di dada.
Batin Moreo masih tersenyum melihat tawa Amira yang lepas. Padahal selama satu tahun kebelakang ketika mereka punya hubungan Amira tak pernah sekalipun tersenyum lepas tanpa beban seperti ini.
__ADS_1
Sekarang, Moreo faham. Amira akan berubah ketika dia tak suka di paksa untuk menyukai hal baru.
Bahkan sikap hangatnya akan berubah menjadi dingin begitu pun sebaliknya.
"Ngomong-ngomong terimakasih sudah membawaku pergi dari dunia menyebalkan tadi!"
Ucap tulus Amira, jika saja Moreo tak membawanya Amira yakin kepalanya akan meledak di sana.
"Sama-sama, kau itu unik!"
"Maksudnya!"
"Dulu ketika jadi pacar aku kamu tak pernah sekalipun sehangat ini. Tapi, sekarang lihatlah, kau bahkan berani lagi memukul lenganku tanpa beban!"
"Aisst, kau ini. Itu dua elemen yang berbeda. Kau tahu, aku menyayangimu tapi aku juga tak mau menyakitimu karena hatiku tak bisa ku ubah rasanya!"
"Ya ... ya .. aku mengerti, aku memang sahabat kesayangan mu bukan kekasih cintamu!"
Ketus Moreo membuat Amira terkekeh, setidaknya Amira merasa lega karena Moreo bisa mengerti dirinya.
Sungguh gila dua manusia itu, bagaimana bisa Moreo dan Amira seperti itu. Bahkan di dunia ini tak ada namanya persahabatan antara perempuan dan laki-laki apalagi mereka pernah menjadi mantan.
Namun, dari Amira dan Moreo kita belajar akan hal itu. Menjaga hati walau tersakiti dan tersakiti demi baik-baik saja.
Sungguh hubungan yang sangat rumit, namun tak serumit Amira yang menjalankannya.
"Kita cari makan yuk, aku lapar. Kakek tua itu tak memberi waktu untuk cucunya makan!"
"Baiklah, tapi aku tak mau bertemu wartawan!"
"Serahkan padaku, kamu tinggal mengikuti langkahku!"
Ucap Moreo sambil berjalan mengendap-endap terlebih dahulu lalu di ikuti oleh Amira.
Tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata sendari tadi memerhatikan tingkah mereka.
"Bagaimana kita percepat saja perjodohan itu, seperti nya mereka saling suka?"
Ucap pak Broto, kekek Moreo pada Jek dan Melati.
"Jangan terburu-buru tuan, biarkan mereka seperti itu dulu. Saya tak mau putri saya malah kabur, dia baru mau kembali ke Indonesia!"
"Baik-baik lah, saya faham!"
Ucap pak Broto sambil menepuk-nepuk pundak Jek.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like Hadiah komen dan Vote Terimakasih ......