
Brak ...
Sial ... sial ....
Pak Broto mengamuk karena tak terima dengan apa yang di lakukan Farhan Al-biru. Siapa dia berani menekannya, dan bagaimana bisa Farhan tahu tentang rahasia dia.
Bahkan Farhan berani mengancamnya.
Sial!!!
Kenapa jadi seperti ini, rencana yang ia susun sendari dulu hancur berantakan karena cucu bodohnya itu yang tak bisa di andalkan.
"Mereka harus membayar mahal atas perbuatan mereka. Lancang sekali mengancam ku, Bedebah!"
Brak ...
Pak Broto membanting berkas-berkas yang ada di atas mejanya karena kesal sangat sangat kesal dan marah. Bahkan, selangkah lagi akan menguasai perusahaan Jek kini hancur lebur karena Farhan sialan itu.
Kenapa dia harus ikut campur urusan dia. Pak Broto lupa jika yang sedang ia bodohi kakak tiri dari istri cerdas Farhan sendiri.
Mungkin selama ini Queen diam karena ingin melihat sejauh mana sang kakak menyelesaikan masalahnya. Namun, bukannya menyelesaikan masalah Jek malah menambah masalah. Sebenarnya Queen sudah sangat murka akan tingkah bodoh sang kakak, namun Queen tetap menahannya atas permintaan sang suami.
Namun, kini Queen tak bisa menahannya lagi. Pak Broto harus di beri sedikit pelajaran agar dia tahu, sama siapa dia sedang berhadapan.
Mungkin dia bisa menekan Kakak nya tapi pak Broto lupa bahwa Jek punya adik yang tak bisa di kibuli. Apalagi Queen jago dalam bidang IT. Jadi dengan mudah Queen bisa mencari tahu siapa saja yang berkerja sama dengan perusahaan sang ayah yang sekarang di pegang oleh Jek.
Mana yang rekan mana yang musuh, nama itu sudah Queen kantongi sendari lama. Dan beberapa list nama juga yang sedang melakukan pengkhianatan di perusahaan.
Pak Broto tersenyum seringai ketika mengingat rencana apa yang harus ia lakukan. Kali ini ia tak boleh gagal, maka bisa gila jika rencana terakhir ini gagal juga.
Baiklah, jika ia tak bisa memiliki perusahaan Jek maka perusahaan itu harus hancur lebur.
"Lakukan apa yang saya perintah, hati-hati jangan sampai gagal!"
Ucap pak Broto pada seseorang di sebrang telepon. Ini langkah akhir yang harus ia ambil. Pak Broto tak mau rencana ini gagal.
"Gagal apa?"
Deg ...
Pak Broto terkejut ketika Moreo tiba-tiba muncul dengan tatapan penuh intimidasi. Pak Broto mencoba bersikap tenang agar Moreo tak mengetahui rencana ia.
"Dan kenapa ruangan kakek berantakan seperti ini?"
__ADS_1
"Apa kakek sedang merencanakan sesuatu?!"
"Rencana apa yang kamu maksud, jangan ngaco!"
"Kakek hanya sedang kesel karena kalah dalam memenangkan tender miliaran ini!"
Ucap pak Broto sendu sambil mendudukkan bokongnya kembali di kursi kebesarannya. Pak Broto memijit pelipisnya karena pusing akan hal itu. Siapa yang tak kecewa jika kalah dalam pertandingan.
Moreo yang melihat sang kakek seperti itu jadi merasa kasihan. Moreo belum bisa membantu sang kakek dalam menghadapi apapun.
Sang kakek mungkin terlalu keras dalam bekerja hingga membuatnya sedikit stres.
"Bagaimana hubungan kamu sama Amira?"
Tanya pak Broto berusaha mengalihkan pembahasan. Moreo yang mendapat pertanyaan seperti itu terdiam bingung harus menjawab apa.
"Seperti Aku harus melepas Amira!"
Brak ...
Pak Broto langsung menggebrak meja kencang bahkan membuat Moreo terkejut.
"Apa kau bodoh melepas Amira begitu saja, hah. Harusnya kau itu berjuang keras agar bisa mendapatkan hatinya. Perempuan itu suka di perjuangkan!"
"Kau itu memang bodoh, tak seperti kakak mu. Baru segitu saja sudah menyerah!"
Moreo mengepalkan kedua tangannya kuat dengan rahang mengeras. Kenapa kakek nya selalu saja membanding-bandingkan dia dengan kakak nya. Ini yang selalu Moreo tak suka pada kakek nya sendiri.
"Sebenarnya apa maunya kakek. Aku sudah menuruti semua keinginan kakek. Kenapa masih harus di banding-bandingkan dengan kakak!"
"Karena kau itu bodoh, mendapatkan hati satu wanita saja susah. Bagaimana kau memimpin perusahaan ini. Andai saja Alex masih hidup dia tak akan pernah mengecewakanku!"
"Apa maksud kakek, andai kakak masih hidup. Apa kakek menginginkan aku yang pergi!"
Pak Broto terdiam karena malas berdebat lagi. Setiap kali bicara dengan Moreo pasti amarah yang selalu keluar.
Moreo mengepalkan tangannya kuat melihat Kakek terdiam. Berarti memang benar, kakeknya tak mengharapkan ia selamat dari kecelakaan itu. Yang Kakek nya inginkan selalu kakak dan kakak tak pernah ada dirinya.
Sekuat apapun Moreo menunjukan skill-nya tak pernah satu kali pun sang kakek memujinya. Di matanya dia hanya beban dan kesalahan.
Moreo pergi begitu sama dengan perasaan kecewa. Apa yang salah pada dirinya, dia selama ini sudah melakukan tugas yang di perintahkan sang kakek. Tapi, kenapa sampai sekarang selalu saja salah dan salah.
Berusaha mendekati Amira sudah Moreo lakukan sendari zaman SMA. Bahkan sampai kuliah pun. Apa kakek nya sampai sekarang belum puas akan hal itu.
__ADS_1
Akhhh ....
Bugh ....
Jerit Moreo menunju dinding ruangan kerjanya.
Moreo benar-benar kesal, marah, sedih bercampur jadi satu. Kenapa semuanya jadi seperti ini.
Di mata kakek nya dia hanya alat yang seenaknya di suruh ini itu. Moreo punya hati yang sewaktu-waktu hatinya akan merasa lelah.
"Kakak!"
Lilir Moreo menatap Poto dirinya bersama sang kakak. Andai saja sang kakak masih hidup mungkin hidup dia tak akan serumit ini. Andai saja sang kakak tak menyelamatkannya mungkin Moreo tak akan pernah merasakan tersisihkan.
Apa yang sebenarnya kakek ya inginkan.
Dia di suruh mendekati Amira sudah Moreo lakukan. Di suruh menjalin hubungan sudah Moreo lakukan. Walau pada awalnya memang Moreo menjalaninya karena sebuah perintah. Namun, sialnya Moreo terjebak dalam rencananya sendiri. Dia malah jatuh cinta pada gadis yang selalu masa bodo pada situasi sekitarnya.
Jika sudah seperti ini siapa yang harus di persilahkan. Bahkan sampai saat ini Amira tak bisa membuka hatinya untuknya.
Cinta Amira milik orang lain bukan miliknya. Moreo sudah lelah dengan semua ini. Ia ingin bebas sebebas-bebasnya. Moreo sudah lelah di kekang, pada akhirnya hati Moreo patah sendiri.
Bahkan informasi tentang keluarga Prayoga dan Al-biru sudah Moreo kasih sendari dulu pada sang kakek. Apa lagi yang kurang, dan apa yang sebenarnya kakek nya rencanakan.
Moreo tak sanggup lagi menjalankan perintah sang kakek. Moreo ingin bebas sebebas bebasnya. Moreo tak mau menyakiti hati orang-orang yang sudah baik padanya. Bagaimana reaksi Amira jika suatu hari tahu kalau dia mempunyai niat terselubung. Apa Amira akan membenci nya.
Moreo tak sanggup jika harus di benci oleh orang yang Moreo cintai. Bahkan melihat Amira kesakitan saja membuat Moreo ikut sakit. Andai saja ia berada di posisi Alam. Mungkin Moreo adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.
Bisa di cintai begitu besar dan tulus. Di sayangi dengan penuh kasih.
Namun, itu hanya sebuah fatamorgana saja. Sampai kapan pun dia tak akan bisa mendapatkan Amira.
Moreo pergi meninggalkan kantornya dengan perasaan kacau. Amarahnya meluap-luap, jika sudah seperti ini. Tujuan Moreo hanya satu, ia pergi ke makam kedua orang tua dan kakaknya. Mengadukan keluh kesah dirinya.
Moreo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan sendari tadi air mata Moreo keluar. Sekuat-kuatnya Moreo menahan semuanya, pada dasarnya Moreo juga lemah.
Moreo membulatkan kedua matanya ketika tiba-tiba ada anak kecil yang berlari.
"Nak, awas!!!"
Brak ...
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...