
Amira sudah siap dengan pakaian formal nya untuk acara makan malam dengan rekan bisnis sang ayah.
Amira masa bodo siapa mereka apalagi sang ayah dan sang mama tidak memberi tahu siapa yang mengajak makan malam.
Ini yang selalu Amira benci, dalil makan malam namun ternyata terkadang masalah lain yang di bahas.
Entahlah, Amira tak mau ambil pusing dengan semuanya. Pikiran Amira saja sudah pusing kemana Alam pergi kenapa tak memberi kabar pada dirinya.
Bahkan malam kemaren Amira di buat uring-uringan dan Vina hanya bisa menonton saja.
Dengan malas Amira berjalan di belakang ke dua orang tuanya memasuki salah satu restoran yang terkenal di ibu kota.
"Maaf kami terlambat,"
Ucap Jek pada rekan bisnis nya.
"Tidak apa, silahkan duduk!"
Amira menautkan kedua alisnya mendengar siapa orang yang berbicara. Seperti nya Amira kenal dengan pemilik suara tersebut.
Amira mengangkat pandangannya melihat siapa orang di depannya.
Deg ...
Amira terkejut melihat pak Broto yang ada di hadapan mereka. Amira tahu siapa pak Broto, Pak Broto adalah kakek Moreo.
Amira benar-benar di buat bingung kenapa ada pak Broto juga di sini. Dan, kemana Moreo kenapa tidak ada. Apa yang sebenarnya mau mereka bahas. Kenapa harus dia juga ikut dalam pembahasan mereka.
Amira benar-benar di buat kebingungan.
"Maaf, saya telat!"
Amira menengok kearah sumber suara. Dimana Moreo baru datang. Amira hanya mengerutkan kening bingung sebenarnya ada apa. Dan, kenapa ini terlihat perempuan bukan untuk membahas bisnis melainkan hal lain.
Bau-bau tidak beres mulai tercium oleh Amira. Apalagi melihat Moreo yang terlihat santai.
Namun, di dalam kebingungan itu, Amira tetap diam seolah sedang mengikuti alur yang kedua orang tuanya ciptakan.
"Silahkan di makan, biar terlihat santai tapi pasti!"
Ucap pak Broto ambigu, Jek hanya mengangguk saja begitupun dengan Melati. Sedangkan Amira menatap tajam pada Moreo, seolah mengisyaratkan ada apa ini.
Namun, nyatanya Moreo hanya mengangkat bahunya acuh seolah dia juga tidak tahu.
Amira mendengus kesal melihat reaksi Moreo.
Amira berusaha tenang sebisa mungkin. Lalu dengan malas ikut makan sekedar menghargai.
Amira nampak kesal karena para orang tua dari tadi membahas yang tak jelas saja. Bukankah sang mama bilang pertemuan ini akan membahas suatu proyek namun sampai saat ini tak ada satupun bahasan yang mengenai masalah pekerjaan.
Mereka hanya bercerita masa lalu dan masa muda mereka. Bagi Amira ini hanya membuang-buang waktu saja.
"Seperti, Rara harus pergi!"
Seketika semua nya diam ketika Amira angkat bicara. Bahkan pak Broto pun terdiam sambil menatap Amira intens.
Tidak salah dia memilih calon cucu menantinya. Amira gadis yang penuh kearoganan. Tak suka membuang-buang waktu jika tak ada bahasan yang penting.
"Tunggu sayang, ada hal penting yang akan kami sampaikan pada kalian!"
Deg ...
Amira sudah merasa tak enak dengan kata kalian, berarti bukan menuju pada dirinya doang melainkan juga Moreo.
Amira berusaha tersenyum dan duduk dengan tenang.
"Begini nak,"
Ucap pak Broto menatap intens Amira.
"Saya dan kakek kamu Angga, sudah merencanakan sebuah ikatan yang sangat besar. Bahkan kedua orang tua kamu juga menyetujuinya. Bukan begitu Jek, Melati!"
__ADS_1
Jek dan Melati hanya tersenyum saja membuat Amira sudah merasakan aura yang tak mengenakan akan terjadi.
"Kami sudah sepakat menjodohkan kamu dan Moreo!"
Deg ...
Amira terkejut dengan apa yang sang ayah katakan. Bagaimana mungkin mau menjodohkannya tanpa memberi tahu dia terlebih dahulu. Sungguh Amira benar-benar sangat kecewa, bahkan mereka tak bertanya apa pendapat dirinya.
"Benar kata ayah kamu, apalagi saya dengar kalian menjalin hubungan!"
"Rara tidak setuju, kenapa kalian membicarakan sesuatu tanpa memberi tahu Rara terlebih dahulu!"
Bentak Amira sudah tak tahan lagi. Pak Broto, Jek dan Melati terkejut dengan reaksi putrinya yang di luar kendali mereka.
"Sayang, bukankah kamu sudah tahu dari Moreo!"
Kini Amira menatap tajam pada Moreo yang menatapnya sendu. Bagaimana mungkin Moreo bisa seperti ini. Bahkan Moreo tak pernah membahas apapun pada dirinya.
"Kapan, Rara tak tahu apa-apa dan kalian seenaknya membicarakan perjodohan tanpa bicara terlebih dahulu!"
Amira benar-benar sudah tak bisa mengontrol emosinya lagi. Sungguh, Amira tak menyangka kedua orang tuanya akan melangkah sejauh ini.
"Dan kau, aku tak pernah mengenal mu. Sahabatku tak akan pernah berbuat curang pada sahabatnya sendiri!"
Deg ...
Moreo terkejut mendengar ucapan Amira. Amira benar-benar sangat marah besar. Moreo pikir Amira tak akan marah jika di depan kedua orang tuanya. Karena Moreo tahu, Amira akan selalu menahan apapun tanpa menyakiti kedua orang tuanya.
Namun, nyatanya Moreo tak cukup mengenal siapa Amira.
Amira pergi begitu saja tanpa peduli orang-orang memanggilnya. Rasa kecewa kepada kedua orang tuanya jauh lebih besar rasa kecewa Amira pada Moreo.
Kenapa Moreo lakukan ini padanya, bukankah Amira sudah katakan jika dia sudah mengakhiri semuanya. Tapi, kenapa Moreo masih saja menjerat dirinya dan sekarang akan menjerat dirinya dengan kata perjodohan.
Moreo mengejar Amira yang terus berlari dengan tangisan yang sendari tadi keluar dari matanya.
Grep ...
"Lepas, kenapa kau tega lakukan ini hah, sudah berapa kali aku katakan jangan paksa aku!"
"Tapi Ra, perjodohan kita memang sudah di rencanakan!"
"Kapan, kapan, rencana kapan hah. Bahkan aku tak tahu sama sekal!"
"Ra, kenapa kamu marah. Tak bisakah kamu melihat ku, melihat cinta tulus ku!"
"Dan sudah aku katakan, aku tak bisa kenapa kamu selalu memaksa aku!"
"Ra aku benar-benar mencintaimu. Terserah kamu menolak perjodohan ini. Tapi, pernikahan kita akan tetap terjadi!"
Plak ...
Amira menampar Moreo dengan keras bahkan sampai mengeluarkan bunyi nyaring.
"Aku tak mengenal dirimu!"
Deg ...
Moreo mengepalkan kedua tangannya erat dengan rahang mengeras. Moreo hanya bisa menatap tajam kepergian Amira.
Pak Broto, Jek dan Melati menutup mulutnya tak percaya melihat Amira sampai menampar Moreo. Mereka tak menyangka Amira akan semarah ini.
Amira gadis masa bodo, penuh keceriaan, manja dan dingin dikala tertentu. Namun, apa yang mereka lihat malam ini. Seolah apa yang mereka lihat bukan Amira yang mereka kenal. Amira mereka tak seperti itu.
Amira terus saja menangis di sepanjang jalan. Hati Amira benar-benar sangat hancur.
Amira tak menyangka kedua orang tuanya melangkah sejauh ini. Apa mereka berdua benar-benar tak merestui hubungan dirinya dan Alam, tapi kenapa.
Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, Moreo seolah menjadikan kesempatan menjerat dirinya karena bantuan kedua orang tuanya. Amira tak menyangka, ternyata Moreo se picik itu.
Akhhh ....
__ADS_1
Jerit Amira sakit, dadanya sesak. Kenapa tak ada satupun yang mengerti tentang dirinya. Kenapa!
Hiks ...
Amira terus saja menangis membuat supir taxi hanya bisa diam dan fokus mengemudi. Ke tempat dimana Amira tadi sempat memberi tahunya.
Tujuan Amira saat ini adalah apartemen Alam. Amira berharap, Alam ada di sana. Amira butuh Alam untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Amira berlari ketika taxi sudah sampai tujuan akhir. Amira tak memperdulikan tatapan sang resepsionis yang melihat Amira berlari dengan air mata yang terus keluar.
"Om, dimana om. Rara butuh om hiks ...,"
Gumam Amira terus menangis sambil menelepon Alam. Namun, nomornya tetap saja belum aktif.
Namun, Amira terpaku melihat siapa yang ada di depan sana.
"Dear!"
Deg ...
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ...
Announcement ...
Novel dari kelanjutan Filosofi Alin sebentar lagi tayang nih!!!
Terus update jangan sampai ketinggalan ya!
Jadwal update belum bisa author kasih tahu, yang jelas Insyaallah bulan ini Author akan update nya.
Ini dia kelanjutan kisah Fatih dan Shofi akan berada di Novel Fatih ( Rindu yang belum usai)
.
.
Blur :
Bagaimana jika dua manusia di pertemukan kembali dengan keadaan yang berbeda.
Masih adakah kata rindu dari keduanya atau sudah saling lupa.
Kisah cinta yang dulu tergantung oleh keadaan. Bisakah kini bersatu atau masih ada penghalang.
Jika dulu takdir memisahkan mereka, dan takdir pula yang mempertemukan mereka.
Bisakah bersatu?
Atau masih sama dalam rasa yang membelenggu!
Atau justru pertemuan itu malah saling menyakitkan!
Penasaran???
Tunggu ya, insyaallah Author akan mempercepat jam tayangnya!!!
Jangan lupa baca dulu novel
- Gadis Dingin
- Filosofi Alin
- Heterogen (seperti air dan pasir)
- Fatih (Rindu yang belum usai)
Supaya gak gagal fokus!!!
__ADS_1