Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)

Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)
Bab 84 Maaf, sayang


__ADS_3

Alam dan Amira ini hanya makan malam biasa namun nyatanya makan malam luar biasa. Bagaimana mereka tak terkejut jika Queen dan Farhan menghiasi meja makan dan area taman yang di jadikan mereka makan malam bersama.


Hiasan kecil namun terkesan istimewa, sungguh Amira dan Alam tak menyangka mereka akan di beri kejutan seperti ini.


Queen dan Farhan memang sengaja sebagai ganti tak ada acara resepsi. Jadi mereka memberi kejutan kecil pada pengantin baru itu.


Acara makan malam yang begitu sederhana namun mampu menciptakan kebahagiaan yang luar biasa. Terlihat akur dan tentram, di hiasi canda dan tawa.


Tak ada yang lebih indah ketika melihat keluarga berkumpul dengan damai.


Setelah makan mereka semua mengobral ringan di ruang keluarga.


"Apa kalian sudah merencanakan honeymoon kemana?"


Tanya Farhan tiba-tiba pada sepasang pengantin baru ini.


Alam dan Amira saling pandang satu sama lain. Lalu mereka tersenyum karena mereka sudah merencanakan itu semua.


"Sudah, besok kami akan berangkat ke Pengalengan, Bandung!"


Ucap Alam mantap, ya sebelum Alam dan Amira menikah mereka sudah merencanakan itu semua. Honeymoon di tempat yang sejuk dan dingin adalah tempat yang cocok bagi pasangan suami istri. Apalagi Amira memang ingin sekali nanti jalan-jalan ke kawah putih dan tempat wisata lainnya yang ada di pengalengan.


"Kakak pikir mau keluar negri,"


Goda Queen membuat Alam dan Amira menggeleng kompak.


"Baiklah, kakak akan atur kebutuhan kalian di sana!"


Putus Farhan, karena memang tadinya Farhan akan memberikan hadiah pernikahan Alam dan Amira tiket honeymoon ke luar negri jika Alam dan Amira mau. Tapi, hanya nya Alam dan Amira memilik di negaranya sendiri.


Tempat yang mereka sebutkan cocok juga, apalagi di sana pemandangan sangat indah.


"Terimakasih kak, tapi kami bisa sendiri!"


"Tak ada penolakan, anggap saja itu hadiah dari kakak. Jangan kembali jika belum mendapatkan kabar gembira,"


Bluss ...


Wajah Amira memerah padam akan godaan Farhan. Bahkan Amira sendiri jadi salah tingkah. Tak biasanya Farhan bicara absurd seperti itu.


Amira salah tingkah karena faham betul apa yang di maksud Farhan. Karena Amira bukan gadis kecil lagi, Amira faham akan hal itu.


Semuanya tersenyum geli melihat pasangan pengantin baru yang terlihat malu-malu.


Bahkan mereka sampai lupa waktu saking asiknya menggoda Alam dan Amira.


"Seperti nya kami harus pamit pulang, ini sudah larut,"


Ucap Jek tiba-tiba ketika melihat jam sudah pukul sebelas malam.


"Ya, kami juga sama!"


Sahut Fandi, karena dia juga harus pulang ada pekerjaan yang harus ia urus ketika Alam pergi.


Untung saja jarak rumah Queen dan Fandi sangat dekat. Berbeda dengan Jek dan Melati yang memang harus pulang segera karena jarak mereka lumayan jauh.


Pada akhirnya semua pamit pulang ke rumah Masing-masing.


Alam dan Amira bareng dengan Fandi dan Dinda. Fandi yang membawa mobil karena tak mengizinkan Alam membawanya.


Hingga mereka sampai rumah kurun waktu lima menit. Karena memang jaraknya sangat dekat.


"Kalian langsung istirahat ya,"


"Baik mah,"


Dinda langsung masuk kedalam kamar di ikuti oleh Fandi.

__ADS_1


Alam tersenyum sambil menggandeng tangan Amira menuju kamar mereka yang berada di lantai atas.


"Cuci muka dan gosok gigi dulu sayang, baru tidur!"


"Rara sudah ngantuk om,"


Rengek Amira merangkak naik ke atas ranjang.


Grep ...


Namun, Alam langsung menggendongnya membawa Amira ke kamar mandi.


"Om Rara sudah ngantuk!"


Ucap Amira sambil menguap, bahkan matanya sudah sayu.


"Cuci muka dan gosok gigi dulu sebentar,"


Bujuk Alam lembut, Amira dengan sedikit kesal mencuci muka dan gosok gigi dengan cepat karena sudah sangat ngantuk.


"Sudah ya,"


"Tinggal ganti baju,"


"Besok saja om,"


Rengek Amira benar-benar sudah merasa kantuk. Bahkan semakin berat, mungkin karena waktu sudah larut juga.


"Duduk di sini!"


Alam mendudukkan Amira di atas kloset, lalu Alam mengambil baju tidur Amira. Ketika Alam kembali, Alam menghela nafas istrinya malah tidur.


Dengan sayang, Alam menggendong Amira lalu membaringkannya di atas ranjang.


Dengan telaten Alam melucuti pakaian yang Amira kenakan. Untung saja Amira memakai dress jadi mudah bagi Alam membukanya.


Jika pasangan pengantin baru mereka akan langsung unboxing berbeda dengan Alam dan Amira. Apalagi Alam yang mengerti, Amira pasti kelelahan. Bukankah hari mereka masih panjang untuk sekedar membahas malam pertama mereka.


Apalagi mereka masih punya banyak waktu untuk melakukannya.


Walau ingin sekali Alam menerkam sang istri apalagi melihat kemolekan tubuh Amira tanpa celah. Namun, Alam masih waras akan hal itu. Ia ingin melakukan secara perlahan agar Amira nyaman begitupun dengan dia.


Cup ...


Alam mengecup bibir Amira sekilas lalu menarik Amira ke dalam pelukannya.


"Selamat tidur sayang,"


Gumam Alam mulai memejamkan kedua matanya menyusul sang istri ke alam mimpi.


Sungguh indah pasangan itu dan unik. Mereka menghabiskan malam nya dengan tidur sambil berpelukan.


Bahkan Alam dengan cepat sudah tertidur lelap. Mungkin mereka cukup kelelahan, walau mereka sudah sempat tidur siang juga.


Mungkin karena memang kondisi badan Mereka mudah lelah.


Malam sunyi membuat tidur mereka nyaman tanpa celah apapun. Namun, sang rembulan nampak ya sedikit kecewa tak melihat adegan romantis mereka.


Hingga sang rembulan lama kelamaan sedikit memudar dengan pergantian waktu.


"Emmz,"


Gumaman indah terdengar di bibir seksi Amira. Perlahan kedua matanya terbuka, hal pertama yang Amira lihat adalah wajah damai sang suami.


Amira menatap wajah tampan Alam yang masih tidur. Hingga Amira teringat sesuatu, dengan cepat Amira melihat badannya sendiri.


Amira mengerutkan kening ketika dia memakai piyama tidur. Seketika senyuman terbit di bibir Amira.

__ADS_1


Amira yakin Alam yang memakainya, wajah Amira tiba-tiba merona membayangkan susahnya Alam menggantinya. Dan yang membuat Amira salah tingkah, Alam pasti melihat semuanya.


Amira jadi merasa bersalah karena sudah tidur duluan.


Cup ...


Amira mencium rahang Alam berharap Alam akan bangun. Namun, Alam tak terusik sama sekali.


Cup ...


Sekali lagi Amira mengecup rahang tegas Alam bahkan sampai berkali-kali.


Pada akhirnya Alam mulai terusik dari tidurnya karena Amira terus mencium rahangnya.


"Sayang, geli!"


Ucap Alam serak khas orang baru tidur.


"Habis susah di bangunin!"


Manja Amira ingin mencium rahang Alam lagi. Namun, dengan cepat Alam langsung membalikan badannya menghadap Amira. Hingga kini mereka berhadap-hadapan.


Mata mereka saling bertemu mengunci satu sama lain.


"Apa kamu bahagia?"


Tanya Alam sambil mengelus pipi Amira.


"Sangat!"


Alam menarik pinggang Amira agar merapat padanya. Bahkan hidung Amira sampai membentur bibir Alam.


Amira perlahan menjauhkan kepalanya sambil mendongak guna melihat wajah tampan Alam.


Cup ...


Tiba-tiba Alam malah menciumnya bahkan sedikit menekan ciuman itu sambil menyesapnya.


"Manis!"


Gumam Alam sambil tersenyum simpul.


Cup ...


Alam kembali mengecup bibir Amira karena tak akan membiarkan Amira bicara.


Perlahan Alam menggerakkan bibirnya ******* bibir atas dan bawah Amira secara bergantian. ******* lembut hingga membuat Amira terbuai bahkan entah sejak kapan Amira membalas ciuman itu.


Bahkan mereka sampai merapatkan tubuh mereka hingga tak ada celah dari keduanya.


"Om!"


Lilir Amira ketika ciuman Alam berpindah pada lehernya. Ada sesuatu aliran aneh yang Amira rasakan. Seolah Amira menuntut lebih akan hal itu.


"Maaf sayang,"


Sesal Alam karena hampir saja kebablasan.


"Tidak!"


"Cuma, bukankah kita harus segera bersiap!"


Jelas Amira karena tak mau Alam merasa bersalah.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah,komen dan Vote Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2