Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)

Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)
Bab 36 Makan siang


__ADS_3

Hari-hari yang Amira dan Alam lalui masih terlihat baik-baik saja. Bahkan hubungan mereka semakin lengket saja. Semenjak Amira tahu bahwa Alam memang benar-benar selalu memantau dia dari kejauhan.


Bahkan Amira shok ternyata satu bulan sekali Alam akan terbang ke London hanya sekedar menatapnya dari jauh. Sekedar mengobati rasa rindu yang menyesakan.


Sungguh, mengingat itu membuat Amira bahagia. Dia merasa menjadi wanita yang benar-benar beruntung bisa di cintai se begitu tulusnya.


Bahkan hari-hari Amira begitu ceria seperti sebelumnya. Di kantor pun se sibuk apapun Amira begitu semangat menyelesaikan pekerjaan nya. Seolah Alam adalah penyemangat baginya. Di pikiran Amira hanya ada Alam Alam dan Alam saja. Seolah Alam adalah dunia Amira, tanpa mengingatnya membuat Amira hampa.


Bahkan saking fokusnya bekerja sambil mengingat Alam membuat Amira tak sadar bahwa sendari tadi pintu ruangannya di ketuk.


Rijal memberanikan diri membuka pintu ruang Amira. Karena Rijal tahu, jika Amira sedang fokus bekerja makan Amira tak akan pernah teralihkan oleh apapun.


Dan benar saja dugaan Rijal, Amira sedang sibuk bahkan Amira seolah tak peduli siapa yang masuk keruangan ya. Karena Amira sudah memberi tahu Rijal, jika dia tak menyahut sama sekali Rijal boleh masuk saja.


Karena jika Amira sudah bekerja maka kerjaan itu seperti dunianya, semangatnya.


"Nona!"


Panggil Rijal sedikit membungkuk agar Amira bisa mendengar panggilannya.


"Hm, ada apa Jal. Apa kamu sudah menyelesaikan laporannya!"


Ucap Amira tanpa menoleh sedikitpun. Mata Amira hanya fokus pada berkas dan layar laptop nya saja.


"Belum nona,"


"Terus!"


"Ada yang ingin bertemu dengan nona!"


"Siapa, suruh saja menunggu. Saya harus menyelesaikan ini dulu, sekitar lima belas menit!


Ucap Amira sambil melirik jam pergelangan tangannya. Sedang Rijal hanya menggaruk tengkuknya saja yang tidak gatal.


"Masalahnya orangnya memaksa masuk, dia sudah ada di dalam ruangan nona!"


Amira langsung menghentikan pekerjaan sambil menatap tajam pada Rijal. Amira orang tak suka di ganggu jika sedang bekerja. Kecuali kalau Amira sudah santai atau sedang beristirahat.


"Jangan marah, aku yang memaksa!"


Deg ...


Seketika Amira menoleh mendengar suara orang yang Amira kenal siapa pemiliknya. Bibir Amira tersenyum simpul melihat seseorang yang masih berdiri dengan stail jasnya.


Amira pikir siapa, pantas saja berani masuk ke ruangannya tanpa izin terlebih dahulu.


"Jal, ingat gajimu bulan ini saya potong!"


Bisik Amira pada Rijal membuat Rijal langsung melotot. Ingin proses tapi tak bisa karena melihat tatapan tajam dari Amira.


Kenapa jadi Rijal yang kena batunya. Rijal pikir Amira akan berterima kasih karena sudah mempertemukan mereka.


Karena kesal Rijal langsung keluar, Amira benar-benar. Jika sudah mengusik jam kerjanya Amira tidak pernah pandang bulu. Harus disiplin walau itu keluarganya sendiri.


"Maaf ganggu ya!"

__ADS_1


"Iya!"


Moreo tersenyum ketika Amira menjawab ketus. Wanita satu ini memang unik dari dulu hingga membuat Moreo jatuh cinta. Selalu akan berkata jujur apa yang ia suka dan tak suka.


"Sorry, ku pikir sedang tak ada banyak kerjaan!"


"Gak apa ini sudah terlanjur. Ada apa?"


Tanya Amira to the point, Amira orang yang tak suka ber basa basi dan Moreo tahu itu.


Entah sudah berapa bulan Moreo tak bertemu dengan Amira. Terakhir kali bertemu saat launching produk baru dan di perkenalkan ya Amira ke publik.


Nampaknya sekarang Amira terlihat lebih baik dari yang Moreo bayangkan. Bahkan, Amira seperti nampak bahagia saat lepas dengannya. Sungguh miris bukan, Bahkan Moreo yang sudah menemani Amira tak pernah sekalipun Amira bisa mencintai dia barang sedetik pun.


Kesetiannya, cinta yang Amira miliki begitu kuat. Hingga sulit untuk goyah walau berbagai cara menggoyahkannya.


"Aku dengar Chris bekerja sama dengan perusahaan ini!"


"Ya!"


"Kamu sudah menyetujuinya?"


"Awalnya sih akan menolak, tapi aku tak sebodoh itu!"


"Bagus, berhati-hatilah. Chris yang kita kenal dulu berbeda dengan sekarang!"


"Terimakasih sudah mengingatkan, tapi aku tak perlu itu!"


Moreo tersenyum kecut mendengar ucapan Amira. Gadis satu ini selalu saja tak akan membiarkan celah sedikitpun bagi siapa saja yang berusaha masuk kedalam hatinya.


"Ya .. ya ..., aku lupa jika ada yang lebih berkuasa dari pada aku!"


"Ya sudah, aku ke sini hanya ingin mengajak kamu makan siang, apa bisa?"


Amira terdiam antara menolak dan menerima. Pasalnya Amira akan makan siang dengan Alam kali ini di luar. Tapi, menolak ajakan Moreo sama saja Amira membuat kedua orang tuanya curiga. Karena Amira yakin, Moreo pasti di utus oleh sang mama untuk kembali mendekatinya. Apalagi mereka belum tahu kalau hubungan mereka sudah putus dari beberapa bulan kebelakang.


"Wait, lima belas menit. Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu!"


Putus Amira memilih menerima ajakan Moreo. Amira yakin Alam pasti mengerti posisinya. Apalagi selama ini Alam sudah terlalu banyak mengalah.


Amira langsung beranjak menuju kursi kebesarannya. Melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda gara-gara Rijal.


Amira melihat tinggal dua berkas lagi, sepertinya Amira akan melanjutkannya setelah makan siang. Dan mungkin Amira hari ini akan telat pulang lagi.


Moreo hanya tersenyum tipis, setidaknya Amira tak menolak ajakan makan siangnya. Walau Moreo tahu, Amira sedikit terpaksa tentunya tapi Moreo bahagia karena Amira tetap mau makan siang dengannya.


"Ayo!"


Ujar Amira sambil berdiri dari kursi kebesarannya.


Moreo yang sedang memegang ponsel langsung memasukan ponselnya ke dalam saku jas dalamnya.


Mereka jalan beriringan sambil mengobrol ringan.


"Kita mau makan di mana?"

__ADS_1


"Nanti juga kamu tahu!"


Amira memilih diam saja dan menurut kemana Moreo akan membawanya.


Ternyata Moreo membawanya ke lestoran tak jauh dari mall Tante Queen.


Mereka memilih duduk di dekat kaca jendela supaya bisa menikmati pemandangan luar.


"Mau pesen apa?"


Tanya Moreo sambil memberikan buku menu pada Amira.


"Boleh gabung!"


Cetus seseorang membuat Amira dan Moreo saling pandang lalu melirik kearah orang yang berbicara.


Amira hanya diam saja terserah akan keputusan Moreo karena Moreo yang mengajaknya makan.


"Kok diam, berarti boleh ya!"


Sial!


Kesal Moreo mengepalkan tangannya bahkan menatap tajam pada Chris yang tak tahu malunya duduk di dekat Amira. Ingin sekali Moreo mengusir Chris namun tak mungkin Moreo lakukan karena tak enak sama Amira.


Niat ingin makan siang berdua namun gagal gara-gara ada manusia jailangkung yang datang tanpa di undang.


Jika Moreo mati-matian menahan kesal. Tapi, tidak dengan Amira yang terlihat santai saja. Bahkan Amira cuek bebek seolah tak ada Chris di sampingnya. Amira dengan santai melahap makanannya tanpa peduli dengan dua laki-laki yang sedang bersitegang bahkan saling menatap tajam.


Moreo dari dulu memang tak menyukai Chris, apalagi Chris selalu secara terang-terangan meng-klaim bahwa Amira miliknya.


"Kalian belum makan!"


Moreo dan Chris terperanjat kaget mendengar ucapan Amira. Mereka dengan kompak melihat makanannya masing-masing. Dan, benar saja, makanan mereka belum di makan namun sudah tak terbentuk lagi karena tanpa sadar mereka malah menghancurkan makanan mereka sendiri karena sibuk saling tatap tajam satu sama lain.


"Kalian lanjut makan saja, aku harus kembali ke kantor!"


"Jangan!!"


Pekik keduanya menahan Amira agar tetap diam di tempat.


"Ra, kamu pergi bareng aku. Pulang aku anterin lagi!"


"Bagaimana sama aku saja, Moreo belum makan!"


Amira jadi kesal sendiri melihat perdebatan kedua laki-laki di hadapannya.


"Lepas! aku bisa pulang sendiri. Kalian makan, atau tak ada makan kedua kali nya lagi!"


Glek ...


Dua laki-laki itu menelan ludahnya kasar mendengar ancaman Amira. Apalagi mereka tahu, jika Amira sudah kesal makan taringnya akan keluar. Karena tak mau membuat Amira semakin marah. Moreo dan Chris hanya mengangguk saja.


Sedang Amira pergi begitu sama membiarkan kedua laki-laki itu berdebat kembali.


"Sial, semua gara-gara kau!"

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2