Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)

Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)
Bab 81 Sebuah kebenaran yang menyakitkan


__ADS_3

Rasa sakit yang Moreo rasakan bertubi-tubi. Belum cukup Moreo sakit dengan pernikahan Amira. Kini Moreo merasakan sakit lagi ketika mendengar berita.


Bagaimana mungkin sang Kakek terlibat akan penyelundupan narkoba. Menggelapkan uang perusahaan keluarga Prayoga dalam dalil kerja sama. Yang lebih parahnya sang Kakek terlibat dalam penembakan itu.


Bukan terlibat lagi tapi sang kakek dalang di balik ini semua.


Sungguh rasanya dada Moreo sesak, bagaimana mungkin sang Kakek sekeji itu. Kenapa bisa sang kakek mengkhianati keluarga Prayoga. Bukankah mereka berteman baik. Dan apa motif sang kakek ingin melenyapkan Alam.


Apa semua ini karena sangkut paut dengan perusahaan. Sang kakek ingin menguasai kerajaan bisnis dan memanfaatkan dirinya menjadi tameng keberhasilannya dengan dalil menikahi Amira.


Apa yang sang Kakek rencanakan selama ini seperti ini. Menyuruh dirinya memata-matai dua keluarga ini karena ingin mencari titik terlemah nya.


Sungguh, Moreo tak habis pikir bagaimana bisa sang kakek se picik ini. Dan mengkambing hitamkan cucunya sendiri.


Baru saja Moreo berhasil menenangkan hatinya. Dari rasa sakit jika orang yang ia cintai akan menikah.


Kini Hati Moreo semakin sakit lagi yang lebih parah. Sungguh, sakit hati Moreo bertubi-tubi dan malangnya dia sendiri meringkuk di ruang sepi.


Tak ada orang yang peduli padanya, dalam kesakitan ini.


Sendari dulu tak ada yang peduli, bahkan satu-satunya orang yang peduli ia pergi meninggalkannya menyusul kedua orang tuanya.


Sungguh, sangat sakit berada di posisi Moreo, hidup yang selalu penuh tekanan oleh sang kakek dan bertahun-tahun menjadi kambing hitam.


Namun, semuanya juga gagal karena keserakahan sang kakek sendiri.


Cklek ...


Suara pintu terbuka, membuat Moreo buru-buru menghapus air matanya. Namun, posisi Moreo membelakangi arah pintu hingga Moreo tak tahu siapa yang datang ke ruangannya.


"Moreo!"


Deg ...


Moreo terkejut mendengar suara orang yang sudah lama menyuruh ia pergi. Perlahan Moreo bangkit dari pembaringannya.

__ADS_1


"Om,"


Ucap Moreo sendu sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf, om baru menemui mu. Terlalu banyak pekerjaan yang harus om urus termasuk menjebloskan kakek mu ke penjara!"


Moreo mengangkat kepalanya ketika mendengar apa yang om Farhan ucapkan. Moreo sungguh tak tahu apa-apa, hingga semua kejahatan sang kakek terbongkar.


Apa selama ini hanya dia yang terlalu bodoh untuk tak mengetahuinya. Terlalu sibuk dengan ambisinya hingga sampai lupa tujuan awalnya apa.


"Kekek mu dulu adalah sahabat baik om Angga, ayah dari istriku dan Jek. Dia mempunyai dendam karena Tante Murni lebih memilih Angga di bandingkan kakek mu. Hingga pak Broto berniat menghancurkan om Angga sendari dulu. Namun sayang, Istri ku selalu menghalanginya. Hingga dia melakukan segala cara menusuknya dari dalam karena pertama-tama ia ingin menguasai perusahaan yang di bangun Om Angga dan merebut kembali Tante Murni. Namun, lagi-lagi rencana nya gagal. Hingga kebencian itu semakin menjadi karena lagi-lagi istriku yang menghalanginya. Sampai di mana pak Broto mengirim mu pada kami, menyuruh kamu mencari informasi kelemahan kami. Dan dia juga merencanakan perjodohan itu semata-mata karena ingin menguasai perusahaan Om Angga karena pak Broto tahu, Amira satu-satunya ahli waris keluarga Prayoga. Yang artinya jika kamu menikah dengannya maka perusahaan itu akan jatuh ke tangan kamu. Namun, usaha itu gagal ketika kamu memilih menyerah!"


Moreo hanya bisa diam, karena bingung harus bicara apa. Fakta barusan sungguh membuat Moreo benar-benar terkejut. Se picik itukah sang kakek. Bagaimana bisa karena cinta membuat seseorang sekeji itu.


Sungguh, Moreo tak faham dengan jalan pikiran sang kakek. Untuk apa semuanya ini, bukankah itu hanya kesia-siaan dan membuang-buang waktu yang berharga hingga sampai menelantarkan dia.


"Kejadian penembakan itu ia lakukan supaya Alam mati, dan tentu kamu akan kembali pak Broto cuci untuk mendekati Amira. Karena jika tujuan itu tercapai maka dia bisa dengan mudah membalas dendam juga pada istri ku yang sudah puluhan kali menggagalkan rencana jahatnya!"


"Ja-jadi dari dulu om tahu!"


"Ke-kenapa om tak menghukum ku juga!"


Lilir Moreo gemetar, tanpa sadar dia juga turut adil dalam rencana sang kakek.


"Karena saya tahu, kamu tak sama dengan kakek mu. Saya sudah cukup menghukum mu!"


Moreo menautkan kedua alisnya bingung. Menghukum bagaimana, Moreo merasa dia di perlakukan dengan baik oleh om Farhan walau mereka sudah tahu kalau dia berniat jahat.


"Saya sudah menghukum kamu, dengan cara menjauhkan kamu dari Fatih. Hilang ingatan Fatih membuat kenangan baik dengan kamu hilang. Tapi, satu yang tak hilang. Fatih mengingat jika kamu pernah mau menyakiti Aurora. Itulah alasan kenapa saya melarang kamu menemui Fatih, karena yang Fatih ingat adalah kejahatan kamu, bukan masa kebaikan kamu!"


Sekali lagi, hati Moreo serasa di hempit oleh batu besar. Sangat sakit, namun tak berdarah. Butuh obat namun bingung cara mengobati nya bagaimana.


Moreo pikir, om Farhan membencinya hingga menjauhkan dia dengan Fatih. Namun, ternyata itu alasannya. Sungguh, Moreo merasa malu pada diri ya sendiri. Bagaimana bisa orang jahat seperti dirinya masih di perlakukan baik oleh keluarga Al-biru.


Sungguh, rasanya Moreo sudah tak punya muka lagi. Ia sangat malu, terutama akan kelakukan sang kakek. Jika Amira tahu semuanya apa Amira akan membenci dia.

__ADS_1


Hiks ...


Moreo menangis, karena tak sanggup menahan semua beban ini. Bagaimana bisa dia dulu sejahat itu. Mencelakai orang yang peduli padanya. Bahkan om Farhan masih baik pada dirinya.


"Om,"


Isak Moreo sungguh Moreo tak sekuat itu menahan rasa sakit di hatinya dan penyesalan yang begitu besar.


"Amira sudah tahu!"


Dam ..


Lagi-lagi dada Moreo seolah di hantam batu besar. Dadanya begitu sesak, Bagaimana bisa Amira tahu tentang dia. Dan kenapa Amira sampai sekarang masih baik-baik saja.


"Yang mengumpulkan bukti korupsi di perusahaan keluarga Prayoga adalah Amira sendiri. Amira punya alasan tak membenci kamu. Amira sangat menyayangi kamu, kamu sahabat terbaiknya. Bahkan Amira pun diam akan kebodohan ayahnya sendiri. Amira hanya menyerahkan semua berkas itu pada istriku. Karena Amira hanya ingin menjaga hati kedua orang tuanya. Jika Amira yang membongkar, Amira tahu, mungkin kedua orang tuanya akan merasa malu terutama kamu!"


"Sudah jangan menangis, kamu hanya korban, saya dan Amira tahu itu. Kami hanya menghukum orang-orang yang pantas di hukum!"


"Cepat sembuh, besok kamu harus menyaksikan pernikahan Amira dan Alam. Ikhlaskan Amira, karena jikapun kamu bersama Amira kamu akan merasakan sakit hati!"


"Om pamit, masih ada pekerjaan yang harus om urus!"


"Om percaya kamu laki-laki hebat!"


"Dan om juga percaya kamu bisa memegang perusahaan keluarga Van Houten dengan baik!"


Puk .. Puk ...


Setelah menepuk bahu Moreo dua kali om Farhan pergi meninggalkan Moreo yang kembali menangis. Om Farhan faham betul bagaimana perasaan Moreo saat ini. Ini lebih baik dari pada Moreo harus terus-menerus menjadi alat keserakahan kakeknya sendiri. Moreo masih muda, punya masa depan cerah.


Jangan sampai kakek nya terlalu dalam mencuci otak suci Moreo menjadi seperti dirinya.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2