Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)

Heterogen (Seperti Air Dan Pasir)
Bab 31 Teman kuliah


__ADS_3

Amira begitu semangat menyambut hari ini. Hari dimana dia benar-benar harus menyelesaikan pekerjaan barunya. Dan tentu itu sangat penting.


Rijal dan Amira sudah berangkat menuju pertemuan itu di mana akan di laksanakan di salah satu lestoran mewah yang ada di Jakarta.


"Semangat!"


Ucap Rijal menyemangati Amira, Amira hanya tersenyum saja sambil mengatur nafasnya jangan sampai ia gugup.


"Semoga aku tak mengecewakan om Farhan!"


"Aku percaya kamu mampu!"


Ucap Rijal terus menyemangati Amira, seperti dulu yang sering Rijal lakukan pas waktu sekolah SMA.


Dulu Rijal berpenampilan culun, namun sekarang Rijal terlihat berkarisma dengan gaya coll nya.


Rijal dan Amira duduk di kursi yang sudah di pesan berbarengan dengan seseorang yang datang.


"Apa kabar?"


Deg ...


Amira terkejut mendengar seseorang yang begitu Amira hapal siapa pemiliknya. Amira berbalik, Amira membulatkan kedua matanya melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang.


"Chris!"


Pekik Amira tak menyangka bisa bertemu dengan sahabatnya yang dulu kuliah di London.


Rijal hanya diam saja tak menyangka ternyata partner kerjanya adalah teman Amira sendiri.


"Sedang apa di sini?"


Tanya Amira karena belum sadar akan sesuatu.


"Jangan bilang kalau kamu!"


Heboh keduanya, tak menyangka bahwa mereka akan menjadi partner kerja.


Chris salah satu sahabat Amira waktu kuliah di London. Chris datang ke Indonesia karena titah dari sang papi yang menyerahkan urusan kerja sama dengan perusahaan F.B grup. Tepatnya Papi Chris menyuruh Chris belajar memegang perusahaan dan misi pertamanya yaitu Chris harus mendapatkan tanda tangan kontrak antara perusahaan F.B dan perusahan nya.


"Bagaimana, apa anda setuju!"


"Seperti nya saya harus memeriksa terlebih dahulu, saya akan memberi kabar jika sudah menentukan keputusannya!"


"Ha .. ha .. saya suka saya suka. Dari dulu anda selalu teliti dalam hal apapun!"


Ujar Chris begitu kagum dengan cara kerja Amira.


"Anda terlalu berlebihan tuan Chris!"


Cetus Amira, begitu lah Amira wanita yang tak terlalu suka akan sanjungan orang. Dan hebatnya Amira begitu pawai dalam memisahkan antara kerjaan dan urusan pribadi.


"Baiklah, saya harap jawaban anda tak mengecewakan nona Amira!"


Amira tersenyum tipis saja lalu menyerahkan dokumen nya pada Rijal. Agar Rijal juga mempelajari kesepakan itu. Dan, bila Amira mengambil keputusan salah maka Rijal yang akan mengingatkannya.


"Kita lihat saja nanti!"


"Baiklah, urusan pekerjaan sudah selesai. Bolehkah sekarang aku memanggilmu Amira!"

__ADS_1


"Yes,"


"Bagaimana kalau kita makan supaya lebih enak ngobrolnya?"


"Kau yang traktir!"


Chris terkekeh mendengar ucapan Amira, seperti nya Amira banyak berubah tak sekaku dulu.


"Sorry Rijal akan tetap di sini. Dia temanku waktu SMA!"


Tolak Amira mengerti akan isyarat Chris yang ingin Rijal pergi. Namun, Amira akan tetap mempertahankan Rijal agar tetap ikut makan dengannya.


Amira hanya tak ingin timbul salah faham, jika makan berdua dengan Chris. Apalagi Amira yakin, Alam pasti menjaga kemanapun ia pergi.


Dan tentu dengan bodyguard yang akan selalu melindungi Amira dari kejauhan.


"No problem!"


Pasrah Chris, karena tahu watak Amira. Amira tidak akan pernah mau di ajak makan berdua bersamanya kecuali jika salah satu temannya harus ikut.


Bukan Amira takut, Amira hanya tak percaya pada siapapun walau itu temannya sendiri.


Amira bisa bersikap care namun tidak dengan masalah hati. Karena Amira tahu Chris menaruh hati padanya. Amira hanya tak mau memberikan celah pada siapapun dan ujung-ujungnya malah membuat mereka terluka.


Tak lupa Amira memberi tahu pada Alam jika hari ini dia tidak bisa makan siang bersama. Amira hanya tak ingin Alam salah faham saja.


Mereka makan sambil bercerita masa kuliah dulu. Sedang Rijal hanya diam saja sesekali menyahut jika di tanya.


Berbeda dengan asisten Chris yang hanya diam saja karena bingung harus bicara apa.


"Sepertinya aku harus kembali ke kantor, terimakasih atas makan siangnya!"


Ucap Amira tulus, izin undur diri. Chris hanya mengangguk saja. Chris masih tak menyangka bahwa dia akan bertemu Amira. Bahkan Amira akan menjadi rekan kerjanya.


"Apa kamu masih bersama Moreo atau tidak?"


Gumam Chris bertanya pada dirinya sendiri, hubungan Amira dan Chris memang tak sedekat itu.


Chris dulu dia pindah karena merasa harus menghindar dari Amira. Chris hanya tak kuat jika harus melihat kemesraan Amira dan Moreo dulu.


"Cari tahu apakah Amira dan Moreo sudah putus atau belum?"


"Siap tuan!"


Seperti nya liburan sedikit menyenangkan agar pikiran Chris tidak terlalu pusing.


.


"Seperti nya tuan Chris menyukai kamu?"


Ujar Rijal tanpa mengalihkan tatapannya karena sedang fokus menyetir.


"Aku tahu!"


Jawab santai Amira membuat Rijal hanya menggelengkan kepala.


"Kamu dari dulu memang tak berubah!"


"Hatiku hanya akan setia pada satu nama, walau dunia memisah!"

__ADS_1


"Ya .. ya ... aku percaya itu!"


Mereka terkekeh dengan obrolan mereka sendiri.


Seperti nya Rijal sekarang enak di ajak ngobrol santai. Apalagi terlihat tidak sekaku dulu jika di ajak ngobrol.


Amira menatap Rijal ketika ingat sesuatu, seperti nya Amira harus bertanya pada Rijal.


"Jal, boleh aku tanya sesuatu?"


"Silahkan!"


"Bagaimana kehidupan Fatih selama ini, kenapa dia belum ingat apa-apa. Padahal ini sudah empat tahun loh?!"


Rijal terdiam ragu antara bercerita atau tidak. Tapi, apa salahnya bercerita toh, Amira saudara Fatih mungkin aman jika bicara dengan Amira.


"Fatih belum sembuh karena tak ada satu orangpun yang membuat Fatih sembuh!"


"Maksudnya!"


"Tuan besar dan nyonya memang sengaja tak mengingatkan Fatih siapa dirinya. Seperti tuan besar ingin Fatih melupakan semuanya dan memulai hidup yang baru di sisa ingatannya,"


Jelas Rijal membuat Amira menutup mulutnya tak percaya. Pantas saja Fatih belum ingat apa-apa sampai sekarang.


Apa om sengaja ingin agar Fatih melupakan Shofi. Tapi kenapa?


Batin Amira masih belum mengerti alasannya. Bukankah Farhan dan Queen tak melarang ke pada siapa Fatih jatuh cinta. Tapi, kenapa mereka membiarkan Fatih amnesia sampai sekarang.


"Namun, Fatih sering mengeluh tiba-tiba!"


"Seperti apa!"


"Kadang Fatih akan merasa kesakitan sambil memegang kepalanya. Kadang juga Fatih merasa sakit di bagian dada nya!"


"Apa dia bercerita kenapa seperti itu?"


"Fatih selalu merasa ada yang hilang. Itu saja yang sering Fatih ucapkan. Tapi aku tidak tahu maksudnya apa. Kamu kan tahu aku sudah pindah satu tahun sebelum kelulusan!"


Kini Amira semakin yakin, jika Fatih mulai mengingat siapa dirinya. Namun, seperti nya Fatih butuh orang yang secara perlahan mengingatkan Fatih pada masa lalunya.


Namun, Amira bingung meminta bantuan pada siapa. Raja dan Bunga tidak mungkin. Rangga juga tidak mungkin karena Rangga sedang lanjut S2 di London. Moreo, Moreo juga tidak mungkin, karena Moreo mulai sibuk membantu kakek nya di perusahaan.


Satu-satunya orang yang bisa hanya Shofi. Namun, Amira tidak tahu, dimana Shofi berada. Dan, Bagaimana cara Amira mencari dimana keberadaan Shofi.


Lama Amira berpikir, seketika bibirnya tersenyum. Seperti Amira tahu pada siapa dia minta bantuan untuk bisa menemukan Shofi.


"Jal, Handel jadwalku nanti sore. Seperti nya aku harus bertemu seseorang!"


"Turunkan di sini!"


"Tak bisakah nanti saja, ini cuma satu pertemuan saja!"


"Gak bisa, ini penting!"


"Baiklah!"


Pada akhirnya Rijal pasrah dan menepikan mobilnya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....



__ADS_2