HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 25 TALAK


__ADS_3

Hari ini Laras mengajak Zantisya ikut ke acara arisan geng sosialitanya. Tak tanggung-tanggung emak-emak kekinian itu arisan set berlian dengan harga fantastis. Semenjak dua minggu ini pula Laras selalu mengajak Zantisya bepergian agar wanita hamil itu tidak selalu memikirkan hal yang tidak ia ketahui dengan jelas peristiwa malam itu. Zantisya juga memilih pindah kamar tidur dan tanpa perasaan curiga Laras setuju. Karena Laras pikir Zantisya masih trauma dan butuh waktu. Sedangkan Bima acuh tanpa merespon apapun walau tanpa ia sadari hatinya merasa kehilangan ketika berada di dalam kamar tidak ada Zantisya yang terlelap di sofa.


"Sayang, kamu tunggu mama disini ya" Zantisya mengangguk. "Ini kamu bawakan dulu" ucap Laras memberikan Bag berliannya. Karena memang hari ini Laras yang mendapatkan Arisan yang harganya em em.an.


"Iya ma" Laras langsung meninggalkan Zantisya. Gadis itu hanya diam mematung sambil bersandar pada dinding tempat dimana Laras membeli berlian yang tadi dikunjungi Laras bersama teman-temannya. Wajah ayu yang sudah kembali normal karena luka diwajahnya sudah sembuh itu sesekali melihat ke sekeliling orang yang lalu lalang.


"Ngapain kamu disini?" Tanya Bima dengan suara angkuhnya.


Evita yang bergelayut manja di lengan Bima menatap Zantisya. "Sepertinya dia habis ngabisin duit kamu sayang" ucap Evita dan dagunya seolah memberi tahu Bima apa yang ada ditangan Zantisya.


"Heh. Dasar perempuan miskin yang terus memanfaatkan uang keluarga ku" sinis Bima.


Zantisya yang malas meladeni pasangan yang tabiatnya sama pun ingin meninggalkan mereka berdua. Namun tangannya langsung dicekal Evita kala ia akan melangkah.


"Kita belum selesai bicara pelakor" teriak Evita membuat beberapa orang memperhatikan mereka bertiga.


Di zaman sekarang siapa sih yang nggak tahu arti dari singkatan pelakor. Jelas Zantisya nggak terima. "Siapa yang pelakor?" tanya Zantisya marah namun entah kenapa suaranya lembut malah terdengar mengerikan.


"Ya kamu lah siapa lagi? kalau nggak ada kamu mana mungkin hubungan ku sama Bima jadi semakin sulit hah"


"Denger ya mbak Aku menikah dengan pacar mbak ini dijodohkan mamanya sendiri dan aku sama sekali nggak tahu kalau lelaki ini sudah punya kekasih"


"Sudah jelas dijodohkan, nggak ada cinta kenapa mau hah?" bentak Evita.


Zantisya tentu diam karena memang ia menikah dengan Bima atas dasar perjanjian dirinya dengan Laras.


"Heh, Perempuan matre" hina Bima.


"Dasar pelakor, perempuan murahan" teriak Evita menghina Zantisya.


Yang pantas disebut pelakor sebenarnya siapa. Dan yang murahan juga siapa. Zantisya tentu tidak terima begitu saja cacian yang keluar dari mulut Evita.


Plak…


Zantisya menampar Evita.

__ADS_1


Plak…


Zantisya pun ditampar, bukan dari Evita tapi dari lelaki yang statusnya adalah suami Zantisya. Meski sangat sakit dan terasa panas pipi Zantisya, namun ia masih mau melawan. Enak aja selamanya akan diinjak-injak pasangan didepannya itu.


"Heh. Siapa disini yang sebenarnya istri dan siapa juga yang buka. Pelakor itu makhluk spesialis perebut suami orang. Siapa mbak makhluk yang seharusnya disebut pelakor" Evita yang tidak terima dirinya disindir telak mulai mengangkat tangan ingin menampar Zantisya.


Namun tangannya ditahan Zantisya. Siapa juga yang mau ditampar lagi, sudahlah tadi ia ditampar Bima dan nggak mungkin dong dia menerima tamparan pelakor sesungguhnya.


"Asal mbak tahu saya bukan perempuan yang mau ditiduri begitu saja tanpa dinikahi" ucap Zantisya telak membuat kedua mata Evita melebar. Benar.


Plak…


Bima menampar Zantisya keras hingga tersungkur hingga bag berlian terlepas dari genggaman tangan Zantisya karena terkejut ia mendapatkan perlakuan kasar lagi. Lelaki itu tidak terima Evita dihina telak Zantisya. Meski sebenarnya benar.


Evita mengambil bag berlian dan melihat isinya. Matanya langsung membulat terkejut kala melihat set berlian yang harganya sangat fantastis itu. "Sepertinya dia niat banget ngabisin uang kamu sayang"


Bima langsung menoleh dan melihat berlian yang ada ditangan Evita. Dan sedetik itu juga amarah Bima memuncak. Ia berfikir Zantisya menggunakan kartu rakyat sultan di bumi ini untuk berfoya-foya seperti ini.


"Sepertinya kamu niat sekali menghamburkan uang seperti ini hah" bentak Bima dengan suara lantang membuat orang semakin berkerumun melihat kearah pertengkaran mereka. "Aku nggak suka dengan orang yang mulutnya telah dengan berani menghina wanitaku. Dengar aku Zantisya kemala”dan untuk kedua kalinya Bima menyebut nama lengkap Zantisya. "Mulai saat ini dan mulai detik ini kamu bukan istri ku lagi, aku Bima Sanjaya, aku talak kamu dengan talak tiga" saat kata talak itu terucap tepat saat itu pula Laras datang melewati kerumunan orang.


Zantisya bangun dan berdiri tegak. Ia melihat Laras dan orang sekitar yang tengah menyaksikan semuanya. Bahkan ada yang merekam perkelahian mereka. Ia menangis, bukan karena diceraikan Bima. Namun tempat dan situasi sungguh tidak pantas dan membuatnya malu. Malu jika orang berfikir ia bukan istri yang baik dan suka berfoya-foya seperti yang diucapkan Bima tadi .


"Kamu" Laras menunjuk Evita. "kapan kamu berhenti menggoda anak saya dan mengeruk harta anak saya hah" ucap Laras lantang sambil merebut set berlian miliknya yang nantinya akan ia berikan Zantisya.


"Tante…"


"Ma… perempuan itu Cuma mau nguras harta kita. Lihat apa yang baru saja ia beli"


Plak…


Laras menampar Bima keras. Betapa kesalnya ia memiliki anak yang bodoh dalam hal cinta itu. "Ini milik mama bodoh" hardik Laras. "Kamu salah paham sampai kamu mengeluarkan kata keramat itu dan mendorong istri kamu yang sedang hamil"


"Dia nggak hamil" ucap Evita membongkar semuanya.


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Yang hamil itu Evita ma bukan dia" ucap Bima sambil menunjuk Zantisya.


"Tapi…" jelas Laras bingung. Dan kini terkejut setelah memperhatikan penampilan Evita dengan perut buncitnya.


Bima melangkah mendekati Zantisya. Dan dengan kurang ajarnya Bima menyibak baju kurung bagian atas Zantisya hingga perut palsunya terlihat. "Ini perut palsu"


Plak…


Zantisya menampar Bima sehingga tangannya melepaskan pakaian atas Zantisya. Meskipun tubuh Aslinya tidak terlihat mata namun itu sungguh kurang ajar. "Selain tidak bisa menghargai pernikahan ternyata kamu adalah lelaki yang tidak menghargai dan menghormati seorang perempuan”


Tanpa memikirkan apapun lagi Zantisya langsung pergi meninggalkan semua orang. Membelah kerumunan orang yang sedang menikmati tontonan gratis secara live.


Laras menatap Bima. "Jika kalian sudah sampai sejauh itu kenapa tidak langsung menghadap ku. Dan kamu Bima semoga kamu tidak menyesali apapun nanti" ucap Laras kemudian ia pun pergi meninggalkan anaknya itu. Laras berniat mengejar Zantisya.


"Akhirnya sayang kamu cerai juga dan sekarang kita nggak perlu sembunyi lagi" ucap Evita senang dan bergelayut manja pada lengan Bima.


Namun entah kenapa kini hati Bima tidak merasakan kelegaan. Bukan kah seharusnya ia bahagia karena pada akhirnya dia bisa bersama Evita tanpa harus menyembunyikan lagi dari Laras. Tapi kenapa di lubuk hatinya terasa kosong saat ia dengan lantang mengucapkan kata mengerikan dalam setiap pernikahan itu.


Sebisa mungkin Bima abai karena kini ia harusnya bahagia bersama Evita.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 💋 kasih like dan komennya 🥰


Zantisya



Bima



Evita


__ADS_1


__ADS_2