
Usia Al sudah 10 bulan. Putra putri Zantisya dan Arjuno itu sudah semakin pintar saja. Sudah mulai merangkah. Berdiri sambil berpegangan meja. Bahkan Al juga sudah mulai berdiri lepas tangan. Tanpa berpegangan Arjuno atau pun Zantisya. Atau berpegangan pada pinggiran meja.
Jika Ruby masih bisa berdiri beberapa detik, berbeda dengan Safir yang sesekali bisa melangkah. Walau hanya satu langkahan kemudian jatuh terduduk.
Zantisya benar-benar menikmati perannya sebagai seorang ibu. Meski ada Yanti yang sudah bekerja 6 bulan, membantunya menjaga Al. namun bukan berarti Zantisya lepas tangan. Karena Zantisya hanya meminta bantuan Yanti seperlunya saja.
Menu makanan Al bahkan ia yang memasak. Saat dulu Al akan berusia 6 bulan Zantisya dan Arjuno sampai konsultasi terlebih dahulu pada dokter yang dulu bertanggung jawab saat Al berada dirumah sakit.
Zantisya dan Arjuno benar-benar memperhatikan gizi Al. mereka tidak ingin sembarangan memberikan makanan kepada Al. Semua yang di konsumsi Al hanya Zantisya yang boleh memberikan. Arjuno selaku Ayah saja selalu izin dulu pada sang istri jika ingin memberikan buah pada Al.
Tok...
Tok...
Tok...
"Masuk." Ucap Arjuno sedikit menaikkan volume suaranya. Agar orang diluar sana mendengar suaranya.
Hari ini Arjuno sengaja tidak ke kantor. Selain tidak ada jadwal temu dengan kliennya. Arjuno juga ingin segera istirahat. Karena beberapa hari yang lalu disibukkan dengan pemindahan kantor pusat dan Peresmian Restorannya yang baru.
Ceklek
Arjuno menatap heran setelah melihat siapa yang kini masuk keruang kerjanya. "Buka pintunya." Perintah Arjuno saat Yanti ingin menutup pintu ruang kerjanya.
Beberapa bulan terakhir ini Arjuno memang lebih menatap tajam dan tidak suka terhadap Yanti.
Semenjak ia menolong Yanti yang bertengkar dengan pacarnya di pinggir jalan, saat itu Yanti sedang izin kerja pada Zantisya.
Entah disalah artikan bagaimana pertolongan Arjuno saat itu. Karena setelah kejadian itu Arjuno merasa Yanti selalu mencari perhatiannya.
Entah Arjuno yang terlalu over thinking atau negative thinking. Intinya Arjuno merasakan perubahan sikap Yanti semenjak saat itu.
Lagi pula niat Arjuno baik. Ia pasti akan menolong siapa pun yang memang butuh pertolongan apa lagi saat itu Yanti yang ia lihat sedang di pukul beberapa kali oleh pacarnya.
Tentu Arjuno harus menolong, apalagi Yanti bekerja membantu meringankan pekerjaan istrinya.
"Ada apa?" Tanya Arjuno. ia masih memfokuskan matanya pada berkas yang ada didepannya.
"Pak. Saya mau berhenti bekerja saja pak."
Mendengar ucapan hal itu, Arjuno langsung melihat Yanti yang ternyata melihatnya juga. "Apa kamu sudah mengatakan hal ini pada istri saya?" Yanti menggelengkan kepalanya. "Katakan hal apapun yang berkaitan dengan pekerjaan dirumah ini hanya pada istri saya." Arjuno acuh.
__ADS_1
"Tapi bapak bos saya."
Arjuno yang baru saja ingin membubuhkan tanda tangannya pada berkas yang sudah ia periksa, langsung meletakkan pulpennya dengan sedikit kasar. "Kamu bekerja dengan Istri saya. Jadi hal apapun yang membuat kamu ingin berhenti bekerja, katakana pada istri saya bukan pada saya. Paham?" Kesal sendiri akhirnya Arjuno.
"Saya takut menyinggung ibu pak. Saya bekerja dirumah ini sebagai baby sitter adik Al tapi semuanya hanya dilakukan ibu sendiri. Bahkan dapat dihitung jari berapa kali saya memandikan Adik Al. atau hal-hal lainnya. Ibu seperti tidak membutuhkan saya pak." Ucap Yanti mengeluarkan unek-uneknya.
"Bukankah sejak awal kamu menyepakati apa yang di ucapkan istri saya saat awal akan bekerja disini?"
"Ya tapi pak..."
"Al anak kami. Ibunya Al itu Zantisya Kemala, istri saya. Jadi wajar kalau istri saya melakukan sendiri apapun yang berkaitan dengan anak kami. Yang terpenting kamu disini digaji. Jika memang merasa tidak melakukan suatu pekerjaan apapun silahkan bantu bi Tami dan bi Siti."
"Bapak kenapa jadi memarahi saya." Ucap Yanti memelas.
Arjuno menghela nafasnya. Merasa kesal dengan gadis didepannya kini. "Kalau sudah tidak ada yang ingin kamu ucapkan lagi, silahkan keluar dan tutup kembali pintunya. Pekerjaan saya masih banyak."
"Terimakasih pak karena kemarin bapak membantu keluarga saya melunasi biaya sekolah adik-adik saya yang menunggak."
"Katakan itu pada istri saya. Karena yang melakukan itu bukan saya tapi istri saya." Arjuno benar-benar membuat dinding yang begitu tinggi untuk siapapun perempuan yang ingin mendekatinya.
"Tapi saya harus berterimakasih pada bapak juga karena bapak yang memiliki uangnya."
Sumpah demi apapun. Arjuno ingin berteriak meluapkan kekesalannya. Ia langsung menatap tajam pada Yanti.
"Asal kamu tahu Yanti. Semua ini milik istri dan anak-anak saya. Jadi tolong jaga sikap dan ucapan mu."
Arjuno langsung masuk kedalam kamar setelah semua pekerjaannya selesai. Mendapati istri dan kedua anaknya yang tidur di kasur lantai.
Semenjak Al sudah pintar merambat kemana-mana, Zantisya langsung membeli kasur lantai untuk mereka tidur di bawah. Ketebalannya bahkan hanya beberapa centimeter.
Zantisya hanya berjaga-jaga saja kalau seandainya anaknya jatuh kelantai saat ia lengah. Setidaknya tidak terlalu tinggi antara kasur dan lantai.
Arjuno tersenyum melihat Zantisya yang tidur diantara kedua anaknya. Ia nampak tidur membelakangi Ruby dan menghadap Safir. Sepertinya Zantisya tertidur saat mengAsi karena kini salah satu pusat produksi nutrisi terpampang jelas. Dan meneteskan cairannya.
Beruntungnya Safir tidur membelakangi Zantisya jadi anak lelaki mereka tidak terkena tetesan Asi.
Arjuno bermaksud baik. Pelan-pelan ia menyentuh pusat produksi itu untuk diamankan kembali.
"Eh mas." Zantisya terkejut karena mendapatkan sentuhan mendadak. "Mas mau apa?" Tanya Zantisya yang langsung bangun.
"Adek lupa nggak mengamankannya lagi." Ucap Arjuno sambil meneruskan tindkannya yang belum selesai tadi.
__ADS_1
"Takut tetesan Asinya terkena Safir dek." Arjuno langsung mengancing daster Zantisya.
"Astaghfirullah mas." Pekik Zantisya pelan. Ia langsung melihat Safir, takut kalau-kalau hidung atau telinganya terkena tetesan Asinya.
"Safir nggak apa-apa dek."
"Maafin aku ya mas. Aku ceroboh banget." Sesal Zantisya.
"Ya sudah cepat tidur lagi mumpung Al juga pada tidur."
"Peluk ya mas."
Arjuno mengangguk. Aku kekamar mandi dulu dek."
Zantisya langsung menata bantal guling agar Ruby tidak sampai mencium tembok lalu membuat jarak untuk Ruby dan Safir juga.
"Sini." Ucap Arjuno yang sudah merebahkan tubuhnya di kasur lantai mereka. Zantisya langsung masuk kedalam pelukan suaminya. Jarang-jarang bisa seperti ini. Jadi ia harus memanfaatkan waktu saal Al terlelap.
Tangan Arjuno terus mengusap. Punggung Zantisya dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya ini. Sedangkan Zantisya semakin mempererat dekapannya.
"Dek."
"Iya mas."
Arjuno ingin menyampaikan apa yang menjadi beban pikirannya satu bulan terakhir ini. Namun sepertinya waktunya tidak tepat karena ia memilih menikmati tangan Zantisya yang sudah merayapinya.
"Adek nggak ngantuk?" Tanya Arjuno. jelas ia berharapa kalau hal ini akan masuk kejenjang yang lebih intens.
Zantisya mengecup Arjuno sejenak. "Mas sekarang jarang banget sentuh aku." Lirih Zantisya. "Padahal dulu setiap saat mas selalu peluk aku."
"Aku juga inginnya begitu dek. Setiap saat sentuh adek sesuka aku. Peluk cium sebebas seperti dulu. Tapi mana mungkin, sekarang dirumah bukan hanya kita berdua seperti dulu dek. Dan lagi aku mana tega, adek sudah lelah menjaga Al. Aku nggak mau egois kalau sampai mengganggu waktu istirahat adek." Arjuno memberikan pengertian agar Zantisya tidak salah paham. Tangannya saja sudak mulai nakal menaikkan daster yang Zantisya kenakan.
"Padahal asalkan Al tidur, mas bebas melakukan apapun."
Sudah tidak ada rasa malu sepertinya kini, karena Zantisya benar-benar lebih suka mengungkapkan apapun yang menjadi inginnya. Toh Arjuno suaminya, nggak ada yang salah. Karena memang itu juga kebutuhan penting pasangan suami istri. Untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
"Jadi mau dimana." Tawar Arjuno dengan wajah cerianya.
Bersambung...
Karena othor itukan anak yang baik nan Sholehah jadi othor bingung mau lanjut gak adegannya πππ udahlah traveling sendiri-sendiri sambil bawa air kesucian π€π€π€
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan π₯° kasih like dan komennya π tab favorit juga ya β€οΈ