HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 32 PANTAI LAGI


__ADS_3

"Masak apa sayang?" tanya Arjuno yang baru saja masuk ke dapur dan langsung memeluk Zantisya dari belakang.


"Mas… ngagetin tau" ucap Zantisya terkejut.


Sebenarnya yang lebih membuatnya terkejut adalah perlakuan Arjuno saat ini. Lelaki yang kini telah resmi menjadi suaminya itu mempererat pelukannya dan menyusupkan wajahnya di leher Zantisya.


"Mas aku bau"


Arjuno dengan sengaja malah mencium pipi Zantisya. "Wangi kok" ucapnya lalu melepas pelukan dan duduk di kursi. Zantisya langsung mematikan kompor karena sayur yang ia masak sudah matang. Kemudian ia menuang air mineral kedalam gelas.


"Minum dulu mas" ucap Zantisya yang langsung ingin berlalu untuk meneruskan pekerjaannya.


"Mas…" Zantisya kaget karena dengan tiba-tiba Arjuno menariknya hingga terduduk dipangkuan suaminya.


Tubuhnya langsung saja bergetar saat menerima sentuhan-sentuhan receh yang di berikan Arjuno. Ketakutan itu entah kenapa belum juga ia kalahkan.


"Selama tiga hari ini bi Tami nggak akan ke rumah"


"Loh kenapa mas?" heran juga jadinya Zantisya. "Mas nggak mecat bi tami kan?" tebak Zantisya negatif thinking pada suaminya.


"Ya enggak lah sayang. Aku cuma mau tiga hari ini cuma aku sama kamu"


Zantisya jadi berpikir kearah yang ehm-ehm. "Aku nggak mungkin menghindar kan? Aku harus melawan rasa takut ku, aku nggak mau bikin mas Arjun kecewa" batin Zantisya menatap mata Arjuno yang terus lekat menatapnya.


Zantisya dengan keberanian ekstra meski mentalnya minim dengan sok percaya diri mengalungkan kedua tangannya pada leher Arjuno.


Zantisya tersenyum manis namun penglihatan mantan duda itu bukannya manis malah menggoda.


"Kuat Arjuno kuat. Jangan asal serang kamu harus membuatnya nyaman dulu" batin Arjuno menguatkan diri sendiri.


"Memangnya kita mau melakukan apa mas dirumah terus kaya gini?" nah sekarang pertanyaan Zantisya malah membuat Arjuno semakin berfikir jauh.


Apa lagi coba yang dilakukan pengantin baru dengan berduaan dirumah saja. "Mau liburan? Tapi hanya didekat sini saja dek kalau keluar kota apa lagi luar negeri lain waktu saja karena aku harus mengatur jadwalku dulu"


"Ngapain jauh-jauh ke luar kota atau Luar negeri mas, tempat liburan daerah sini saja aku belum pernah kunjungi"


Arjuno mengangguk. "Jadi mau dirumah atau mau kemana dek?"


"Kita ke pantai aja mas"


"Lagi?"


"Mas nggak mau?"


"Mau lah Asal sama kamu" goda Arjuno mulai beraksi lebih.

__ADS_1


Zantisya tersenyum menatap Arjuno. Zantisya hendak menurunkan tangannya dari leher Arjuno namun dengan cepat lelaki itu menahannya, membuat Zantisya heran.


"Dek…"


"Iya mas"


"Boleh aku cium kamu?" pertahanannya turun satu level. Mau ditahan setinggi apapun tetep aja tergoda. Sayang umpan udah di depan mata masak mau dilepas gitu aja. Seenggaknya skinship tipis-tipis lah.


Seketika wajah Zantisya memerah malu. Namun ada rasa hangat dihatinya karena suaminya meminta izin dulu. Tak lama ia pun mengangguk memperbolehkan suaminya melakukan permintaannya.


Dengan penuh rasa cinta Arjuno mencium Bi*bir istrinya lembut, pelan tapi pasti Arjuno terus memperdalam segalanya agar lebih terasa menyenangkan dengan perasaan menggebu.


Zantisya terus menenangkan diri merasakan degup jantung yang semakin semrawut nggak karuan. Apa lagi kini Arjuno memindahkannya duduk di meja makan mempermudah aktivitasnya kini.


"Terimakasih" bisik Arjuno tepat di telinga Zantisya.


Zantisya langsung membuka kedua matanya dengan nafasnya yang belum teratur. Ia menatap suaminya yang kini tersenyum. Arjuno langsung mengusap bibir Zantisya yang membengkak akibat ulahnya.


"Jadi semakin imut" ucap Arjuno. Bukan imut sebenarnya yang ingin di ucapkan lelaki itu. Lebih tepatnya **** dan semakin menggoda.


Arjuno langsung menurunkan Zantisya dari atas meja. Gadis berjilbab itu langsung berlalu karena rasa malu dan panas tiba-tiba menjalar ditubuhnya.


Arjuno sendiri langsung meminum air mineral hingga tandas berharap suhu panas tubuhnya langsung turun.


.


.


.


"Mas… aku kesana ya" Zantisya langsung lari ke pinggir pantai setelah Arjuno menganggukkan kepalanya.


Zantisya nampak sangat bahagia saat kakinya terkena air laut yang menepi silih berganti. Sesekali ia mengayunkan kakinya bermain air. Senyum tak lepas dari wajah ayunya yang nampak sangat bahagia.


"Dek jangan dijinjing baju kamu" ucap Arjuno saat melihat tangan Zantisya meninggikan bajunya hingga satu jengkal dari mata kakinya.


"Nanti basah lo mas"


"Lebih baik basah dari pada kaki mu kelihatan dek" Zantisya tersenyum langsung melepaskan tangannya yang menjumput pakaian bagian bawahnya itu.


Kemudian mereka pun berjalan kembali. Arjuno terus membuntuti Zantisya seperti seorang bodyguard yang tengah menjaga tuan putri.


Arjuno merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya. Lelaki itu langsung mencari aplikasi kamera untuk mengambil potret istrinya yang terus bermain air.


"Dek foto yuk" Ajak arjuno.

__ADS_1


Zantisya mengangguk. "Dimana mas?"


Arjuno mengajak Zantisya menepi dari air laut dan ia pun lebih dulu duduk di hamparan pasir. Saat Zantisya akan duduk di samping Arjuno. Dengan sigap dan cari kesempatan lelaki yang kini sudah tidak duda lagi menarik tangan Zantisya agar istrinya duduk di pangkuannya.


"Mas… malu banyak orang"


Arjuno melihat ke sekitar pantai yang banyak muda mudi berpasangan dan tak kalah mesranya. "Tuh lihat, mereka aja mesra masak kita kalah"


Zantisya hanya menatap suaminya. "Katanya mau foto mas"


Arjuno langsung menghidupkan layar ponselnya. Zantisya terkejut melihat wallpaper ponsel suaminya itu menggunakan fotonya dengan Arjuno saat di tempat wisata.


Arjuno langsung membuka kamera memilih kamera selfi kemudian berpose dan mengambil beberapa potret mereka.


"Yang mesra dong dek" pinta Arjuno. Kemudian Zantisya merangkul suaminya dan mendekatkan wajahnya.


"Adek yang pegang ponselnya" perintah Arjuno.


Zantisya pun langsung mengambil ponsel dari tangan Arjuno. "Ayo mas" ajak Zantisya yang sudah siap mengambil potret selfi mereka. Arjuno dan Zantisya melihat kamera. "1, 2, 3"


Cekrek


Betapa terkejutnya mereka berdua. Niat awal dan dengan hati yang mantap, di hitungan ketiga Zantisya ingin mencium pipi Arjuno. Namun bukan pipi yang di cium Zantisya melainkan bibir Arjuno.


Lelaki itu dengan kurang tahu tempatnya malah mengambil kesempatan emas menurutnya. Karena sudah menempel ya sekalian saja.


"Mas…" Zantisya langsung mendorong Arjuno saat kesadaran ekstra mulai kembali. "Banyak orang" ucap Zantisya yang langsung turun dari pangkuan suaminya dan melihat ke sekitar.


"Makannya jangan suka nyerang duluan dek" Arjuno nggak mau disalahkan.


"Tapi tadi niat aku nggak kaya gitu mas, malu loh banyak orang" keluh Zantisya.


"Berarti kalau nggak ada orang boleh dong?" Arjuno langsung mengedipkan satu matanya menggoda Zantisya, membuat istrinya itu menunduk malu.


"Haus nggak dek?"


Zantisya langsung mengangguk. "Banget mas"


"Ya udah beli es dugan yuk" Ajak Arjuno yang langsung menggenggam tangan Zantisya.


Tangan Zantisya membalas genggaman erat pada tangan Arjuno. Laki-laki itu langsung tersenyum menatap perempuan yang menatapnya. Kemudian Arjuno merangkul pundak Zantisya agar mereka semakin dekat.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋

__ADS_1


Mampir ke novel NISSA ya buat yang belum mampir 😊 uwu-uwuan bareng Nissa dan om Yusuf 🥰



__ADS_2