HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 44 ARJUNO X BIMA


__ADS_3

"Arjuno Andrewiyoko" dengan senyum sinis Arjuno balas menjabat tangan Bima.


"Apa pak Bima tahu. Saya sebenarnya ingin menjodohkan pak Uno dengan adik perempuan saya satu-satunya namun sayangnya dia menolak karena sedang mencari seseorang yang dia cintai, dan sekarang mereka sudah menikah" tutur Putra membuat hati Bima panas. Sepertinya sangking sibuknya lelaki itu hingga tidak tahu menahu tentang gossip yang telah silam.


"Selamat atas pernikahan anda pak Uno" ucap Bima yang terdengar tidak ikhlas mengucapkannya.


"Terimakasih pak Bima Sanjaya"


Sambil menikmati hidangan yang ada dihadapan tiga lelaki beda usia itu, mereka juga membicarakan maksud Putra bertemu untuk melakukan kerja sama ketiganya.


Namun Bima dan Arjuno yang keduanya sadari sedang perang batin itu menolak dengan halus apa yang menjadi maksud Putra. Beruntungnya Putra dapat memahami keputusan keduanya.


"Perusak rumah tangga orang" celetuk Bima saat Putra meninggalkan mereka berdua ke toilet.


Mendengar itu, Arjuno menghentikan sesapannya sesaat dan membalas tatapan sinis Bima. Lalu Arjuno melanjutkan meneguk kembali minumannya.


"Selingkuh dengan istri orang" tambah Bima.


"Kedengarannya hidup ku dan istriku kini dalam pantauan mu tuan Bima Sanjaya" Arjuno menatap Bima sinis.


"Selingkuh? Sepertinya anda harus berkaca diri tuan Bima, Siapa yang sebenarnya selingkuh" ucap Arjuno menyandarkan tubuhnya pada kursi dan mengsedekapkan kedua tangannya didepan dada.


"Kau…" Bima menunjuk Arjuno emosi karena merasa tersindir.


"By the way, thanks atas kejutan yang anda berikan pada saya. Saya jadi merasa perusahaan saya sudah sebesar perusahaan yang berdiri puluhan tahun karena kini Sanjaya Group mulai menyaingi perusahaan saya yang masih seumur jagung" sindir Arjuno telak.


"Saya pastikan kamu hancur karena telah merayu istri ku dulu" geram Bima tersindir terus.


Arjuno tersenyum sinis menatap Bima. "Jika saya hancur saya yakin bisa bangkit berjuang lagi karena saya tau bagaimana rasanya hidup susah membangun usaha dari bawah. Tapi jika saya melakukan hal yang sama…" Arjuno menjeda ucapannya. Meletakkan kedua tangannya diatas meja dan mendekatkan tubuhnya pada meja agar ia lebih dekat menatap BIma. "Apa anda yakin bisa bertahan dengan semua warisan yang anda sombong kan" Bisik Arjuno telak.


"Kau…" desis bima mengepalkan tangannya.


"Dengarkan saya tuan Bima Sanjaya yang terhormat, saya dan M-A-N-T-A-N I-S-T-R-I anda tidak pernah selingkuh, apa lagi sampai merayu seorang perempuan yang tidak saya tahu kalau dia sudah bersuami" Arjuno menatap sinis Bima dengan senyuman yang sungguh mengejek.


"Jika anda memperlakukan mantan istri anda dengan baik maka sudah dapat dipastikan dia tidak akan menjadi mantan"


Bima berdiri sehingga kursi terdorong tubuhnya dengan sangat kasar karena tersulut emosi dengan kebenaran ucapan Arjuno. Membuat orang sekitar menatap kearah keduanya.


"Kau…" Bima menunjuk Arjuno yang duduk dengan sangat tenang sambil menatapnya.


"Maaf saya terlalu lama di toilet" ucap Putra membuat keduanya merubah ekspresi peperangan tadi dan Bima pun langsung duduk kembali.


.


.


.

__ADS_1


"Maaf sayang aku baru datang" ucap Arjuno yang langsung duduk di dekat Zantisya setelah mengusap pucuk kepala istrinya.


Laras menyungging senyum melihat cara Arjuno memperlakukan Zantisya. Perlakuan yang tidak pernah ia saksikan saat Zantisya menjadi istri Bima. Bahkan saat Bima menikahi Evita pun Laras tidak pernah melihat hal kecil yang sangat romantic itu.


"Nggak apa-apa mas"


"Kalau begitu mama pulang dulu ya sayang" pamit Laras yang langsung berdiri dan menjinjing tasnya.


Zantisya langsung berdiri dan mencium punggung tangan Laras dan juga cipika-cipiki. Setelahnya Arjuno pun bersalaman dan mencium punggung tangan Laras.


"Hati-hati ma"


"Iya nak" Laras pun langsung melangkah meninggalkan pasangan romantis itu.


Laras berhenti melangkah dan langsung membalik badan menatap kembali Zantisya dan Arjuno. Senyumnya langsung tersungging kala melihat Arjuno yang sedang mengusap wajah Zantisya dan sesekali nampak tertawa.


Entah hal apa yang pasangan itu tertawakan. Tapi yang pasti Laras sangat bahagia melihat senyum tulus Zantisya yang jelas nampak binar kebahagiaannya. Senyum yang bahkan tidak pernah ia saksikan kala Zantisya menjadi istri Bima dulu.


Sangking percayanya Laras, hingga dengan bodohnya dapat di kelabui skenario yang di buat Bima tanpa rasa curiga. Laras menghela nafasnya yang menyesakkan dada. Rasa egoisnya dulu begitu membutakan matanya sehingga membiarkan gadis sebaik Zantisya harus menerima perlakuan buruk anaknya.


Laras melihat lagi Zantisya yang sedang membisikkan sesuatu di telinga Arjuno membuat lelaki itu tertawa dan mencubit pipi istrinya yang terlihat gemas. Benar ternyata, perempuan akan menjadi ratu jika berada di samping lelaki yang tepat.


"Semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan untukmu nak" batin Laras dan langsung melangkah pergi.


.


.


.


"Dek"


"Iya mas"


"Kalau bi Tami sama Amel sudah pulang, adek ganti baju yang lebih gampang ya" ucap Arjuno sambil menyusupkan tangannya dibalik baju kurung istrinya dari bagian atas leher baju. Tangannya mulai usil bermain dengan gemesnya. Membuat Zantisya mulai tahan nafas.


"Bosen ya mas?" tanya Zantisya tiba-tiba. Arjuno hanya menganggukkan kepalanya dan menatap istrinya.


"Ke kamar yuk" ajak Zantisya yang langsung bangun membuat tangan Arjuno spontan keluar dari sana.


"Mau ngapain ke kamar dek?" tanya Arjuno dengan senyum menggodanya.


"Emang mau ngapain lagi kalau bukan tidur mas" ucap Zantisya yang nggak mau kalah jail.


"Aku nggak mau ya sayang kalau cuma tidur aja"


"Terus mas mau apa?"

__ADS_1


"Harus ada adegan 21 ples ples dulu dong biar nyenyak tidurnya"


Zantisya mengangguk. "Mas harus kejar aku dulu, kalau bisa nangkap aku dengan senang hati aku nggak nolak tapi kalau nggak kena jangan harap ya"


Arjuno menarik Zantisya agar duduk di pangkuannya. Tangannya membelai wajah ayu Zantisya. "Kalau aku bisa nangkep kamu, jangan harap malam ini kamu bisa tidur nyenyak sayang"


"Deal" bisik Zantisya dan dengan kejahilan tingkat dewi angin-angin Zantisya mencium daun telinga Arjuno. Membuat Arjuno semakin tercengang dengan kepolosan istrinya yang perlu dipertanyakan.


Zantisya dan Arjuno langsung berdiri siaga. "Satu… dua…" hitung Zantisya yang langsung melarikan diri secepat mungkin.


Sedangkan Arjuno terkekeh melihat kecepatan ekstra larinya Zantisya yang nggak seberapa menurutnya.


"Aku selalu senang melihatmu tersenyum dek" gumam Arjuno yang langsung mengejar Zantisya.


Zantisya sudah sampai di depan kamar mereka dan langsung membuka handle pintu. Belum sempat tubuhnya memasuki kamar dan rencananya akan menutup pintu langsung sebagai simbol kekalahan suaminya.


"Kena kamu sayang" ucap Arjuno yang langsung memeluk tubuh Zantisya dari belakang.


"Mas kok cepet banget sampek sini nya? Hahaha… mas udah ampun mas…" Zantisya terus tertawa dan mencoba melepaskan diri karena Arjuno mendekapnya dan menggelitiknya. "Geli mas…" keluh Zantisya sambil terus tertawa.


Arjuno berhenti mengerjai Zantisya dan langsung membalik tubuh istrinya agar menghadapnya.


"Sudah siap bergadang malam ini?" tanya Arjuno sambil mengedipkan matanya menggoda.


Zantisya mengalungkan kedua tangannya dan sedikit menarik tubuh suaminya agar sedikit membungkuk.


"Aku selalu siap kapan pun mas mau" ucap Zantisya lalu menjinjitkan kakinya dan menyerang bibir suaminya.


Dan malam ini mereka bergadang.


Bersambung...


Dah lah capek aku dengan cerita ini kenapa banyak yang bikin traveling 😂 dan masih banyak lagi part yang bikin salah persepsi 😂 kayanya jari ku khilaf berkepanjangan 🤭


Alhamdulillah hari ini jadi author silver🥰 dan Novel NISSA naik level. Terimakasih buat semua yang mampir kesini dan di Novel NISSA, tanpa kalian semua novel ku pasti nggak akan ada kemajuannya.


Lope lope buat sayang kesayangan ku❤️❤️❤️


Nanti malem aku bonusin 1 bab lagi deh 🥰 ditunggu ya😘





Mimpi apa kamu Zantisya yang pasti di sayang dan di cintai suami dan di cintai mantan suami🤭

__ADS_1


__ADS_2