
Senyum merekah terbit dibibir Zantisya yang mungil. Wanita yang kini menggunakan kebaya putih sederhana dan jilbab putih syar'inya. Wajah ayunya terpantul cermin yang ada dihadapannya.
Meski sejujurnya hati Zantisya belum ingin menjalin hubungan pernikahan lagi, tapi entah kenapa ia begitu kesulitan menolak niat baik lelaki yang usianya sepuluh tahun lebih tua darinya itu.
Zantisya seolah melihat niat baik Arjuno dengan banyaknya ketulusan hatinya dari pancaran matanya yang selalu nampak teduh dan menenangkan itu.
Sebisa mungkin Zantisya abaikan hal yang paling menjadi ketakutannya. Ia sangat yakin bisa mengatasi itu semua.
Zantisya juga yakin bahwa Arjuno adalah orang yang sangat lembut, baik dan yang pasti mencintainya jadi tidak akan mungkin Arjuno berlaku kasar padanya.
Setelah solat magrib, ijab qabul langsung dilaksanakan disebuah masjid yang tak jauh dari rumah Arjuno. Ketika semua orang serentak mengucapkan kata 'SAH' setelah Arjuno mengucapkan ijab qobul dalam satu kali tarikan nafasnya.
Arjuno sangat lega, karena kegugupannya dapat ia lawan untuk mengikat janji dihadapan Tuhan. Arjuno langsung menghampiri Zantisya. Begitu melihat lelaki yang kini sah menjadi suaminya, Zantisya langsung berdiri dan mencium punggung tangan suaminya.
Arjuno menyentuh kepala Zantisya dan ia melafalkan doa. Setelah itu ia mencium kening istrinya mesra.
Setelah solat isa' dilaksanakan, kemudian semua orang berkumpul dirumah Arjuno untuk melaksanakan acara syukuran. Agar pernikahan Zantisya dan Arjuno berkah, bahagia dunia hingga ke jannah.
Sekitar pukul 22.00 Arjuno baru memasuki kamarnya. Ia melihat Zantisya yang duduk bersandar di atas ranjang dengan baju tidur yang serba panjang dan jilbab instan yang menutupi kepalanya.
"Kok belum tidur dek?" tanya Arjuno sambil membuka kancing baju muslimnya.
"Belum ngantuk mas" jawab Zantisya sambil tersenyum manis menatap suaminya.
Arjuno mengangguk. "Aku mandi dulu dek, gerah"
"Iya mas"
Arjuno masuk kedalam kamar mandi, namun sebelumnya ia mengambil baju ganti terlebih dahulu. Meski sudah sah menjadi pasangan suami istri, Arjuno tidak ingin membuat Zantisya merasa tidak nyaman dengannya.
Sekitar 30 menit akhirnya Arjuno keluar dengan penampilan yang lebih segar. Arjuno memakai celana pendek dan kaos oblong. Tangannya masih mengusap rambutnya yang nampak basah menggunakan handuk kecil.
Arjuno duduk didekat telapak kaki istrinya. Sambil menatap wajah sang istri yang nampak terus membaca buku.
__ADS_1
"Biasa tidur jam berapa dek?"
Zantisya menutup bukunya dan menatap suaminya yang tengah menatapnya. Sejujurnya sejak tadi ia tidak fokus membaca karena ia sedang menenangkan hati dan perasaannya untuk melakukan kewajibannya sebagai istri jika nanti Arjuno menginginkannya.
Zantisya menarik nafas menenangkan degup jantungnya yang tidak beraturan.
"Nggak pasti mas, aku tidur kalau sudah ngantuk" jawab Zantisya tersenyum sambil meletakkan buku diatas meja.
Arjuno mengangguk, ia langsung berdiri dan memasukkan handuk kecil ke tempat baju kotor. Kemudian ia melangkah kearah ranjang membuat degup jantung Zantisya semakin tidak tenang.
Ia sampai merapalkan doa didalam hati karena ketakutan akan hal itu semakin membuat tubuhnya bergetar.
Namun Zantisya terus melawan ketakutannya sendiri karena ia sangat yakin Arjuno tulus mencintainya maka tidak akan mungkin berlaku kasar padanya.
"Dek…" panggil Arjuno yang tetap berdiri dipinggir Zantisya.
"Iya mas" Zantisya mendongakkan wajahnya menatap suaminya.
Arjuno tersenyum. "Boleh kan aku sekarang peluk kamu dek?"
Arjuno langsung memeluk tubuh istrinya yang mungil itu. Pelukan yang sangat hangat menenangkan. Namun tidak bisa menentramkan degup jantung keduanya.
Arjuno Akhirnya duduk di tepi ranjang membawa tubuh Zantisya agar duduk di pangkuannya. Mencari posisi yang lebih nyaman karena tinggi Zantisya hanya sebatas dadanya.
Pelukan Arjuno semakin terasa erat membelit tubuh Zantisya. Arjuno menyusupkan wajahnya di leher Zantisya membuat gadis itu sedikit bergetar. Walau masih tertutup jilbab namun nafas suaminya itu mampu menyapu lehernya membuat rasa hangat disana.
"Terimakasih dek sudah mau menerimaku dan mau menjadi istriku" ucap Arjuno dengan posisi yang tak berubah. "Aku tahu kamu belum sepenuhnya ingin, menerima karena egois ku yang tak mau menunggu dengan sabar sampai kamu siap dek"
"Mas…"
"Aku lebih baik Egois dan memaksamu dari pada aku harus menunggu dengan ketakutan ku, apalagi jika nanti kamu bertemu dengan lelaki selain aku"
Zantisya membalas pelukan Arjuno dengan semakin erat juga. Ia sungguh beruntung mendapatkan lelaki yang tulus seperti Arjuno. Air matanya sudah tidak mampu dibendung oleh rasa haru.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya berterimakasih mas, karena mas menerima aku apa adanya aku saat ini"
Arjuno merenggangkan pelukannya menatap istrinya yang kini memilih menundukkan wajahnya. Arjuno langsung menghapus Air mata Zantisya dengan ibu jarinya, membuat Zantisya menatap tepat di kedua indra Arjuno.
Arjuno tersenyum karena sudah cukup lama mereka saling bertatapan, menyelami perasaan masing-masing. Arjuno langsung merebahkan tubuh Zantisya.
Lelaki yang kini sudah melepas status dudanya itu merasakan tubuh istrinya yang bergetar, saat kini sebagian tubuh Arjuno berada di atas tubuh Zantisya.
Arjuno langsung mendekatkan wajahnya, membuat Zantisya spontan menutup matanya sangat erat. Nggak santai banget pokoknya perempuan itu menutup matanya saking eratnya. Arjuno mencium bibir Zantisya sekilas.
"Good night sayang" ucap Arjuno lalu merebahkan tubuhnya di samping Zantisya.
Zantisya spontan membuka kedua matanya dan langsung menatap suaminya yang telah memejamkan mata.
Kata sayang yang keluar dari mulut suaminya itu membawa rasa kehangatan dalam hati Zantisya. Kini perasaan Zantisya menjadi serba salah.
Antara bahagia, rasa lega dan bingung. Bahagia karena ia menikah dengan orang yang ia cinta. Lega karena malam ini ia bebas dan masih memiliki kesempatan untuk mengalahkan rasa takutnya. Bingung, karena dengan mudahnya Arjuno melepaskannya meski mungkin hanya untuk malam ini.
Arjuno langsung membuka matanya saat nafas Zantisya terasa teratur dalam pelukannya. Ia membenarkan posisi tidur istrinya agar ia bisa dengan bebas memandang wajah cantik yang kini bisa ia nikmati setiap hari.
Arjuno membelai wajah Zantisya yang terasa sangat lembut. "Apa yang terjadi pada mu sayang?" gumam Arjuno menatap sendu istrinya yang telah lelap.
Arjuno bukannya tak tahu akan ketakutan Zantisya saat ia memeluknya tadi. Tubuh Zantisya bergetar seolah sedang merasa ketakutan dan terancam.
Arjuno menghela nafasnya dalam-dalam. Laki-laki mana pun pasti menginginkan hal lebih dimalam pengantin. Tapi bukan itu prioritas Arjuno saat ini. Ia lebih mengutamakan kenyamanan Zantisya berada didekatnya, berada disampingnya.
Tapi ia juga tidak tahu sampai kapan ia bisa menahan diri seperti malam ini. Skinship seperti tadi saja sudah membuat tubuhnya terasa panas.
Arjuno mendekatkan wajahnya lagi pada wajah Zantisya, ia mengecup seluruh wajah Zantisya dengan lembut karena takut mengusik kenyamanan mimpi indah istrinya.
"Aku cinta kamu dek" bisik Arjuno tepat didekat telinga Zantisya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️ selamat pagi dan selamat beraktifitas 💪