HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 41 MALAM YANG INDAH


__ADS_3

Arjuno langsung mencecap bi*bir Zantisya. Meski bukan kali pertamanya untuk mereka, tapi kali ini pagutan yang mereka rasakan sangatlah hangat, nyaman dan sangat mendebarkan untuk keduanya.


Rasanya sangat tidak ingin mereka lepaskan tautan benda kenyal mereka kalau bukan karena mereka membutuhkan pasokan oksigen.


Nafas mereka memburu, mata keduanya sudah berkabut penuh rasa mau. Zantisya dengan beraninya membuka baju Arjuno hingga terekspos dada lelaki yang kini menjadi tempatnya ternyaman saat bersandar. Membuatnya lelap saat tidur. Membuatnya aman dalam dekapannya.


"Dek" ucap Arjuno saat tangan Zantisya mulai membelai tubuh Arjuno.


"Aku mau mas malam ini" Lirih Zantisya malu-malu.


Arjuno membelai wajah Zantisya. Membawa beberapa helai anak rambut kebelakang telinga Zantisya. "Jadi sekarang benar-benar sudah siap?" tanya Arjuno menatap mata Zantisya. Lalu mata Arjuno turun menatap Bi*bir istrinya yang mulai membengkak tapi malah terlihat semakin seksi.


Arjuno mengusap bi*bir Zantisya yang selalu membuatnya candu. "Mulai malam ini dan seterusnya tidur malam mu nggak akan senyenyak seperti biasanya sayang, hari mu akan terus terusik saat kamu berada dekat dengan ku" jelas Arjuno, tangannya sudah membelai pa*ha Zantisya yang terekspos menyusup naik ke atas membelai punggung Zantisya. Membuat tubuh perempuan itu bergetar seolah tubuhnya tersengat tegangan arus listrik yang sangat tinggi.


Cup


Zantisya mengecup bi*bir Arjuno sekilas dan tersenyum menatap suaminya yang semakin terlihat minat menatapnya.


"Lalu tunggu apa lagi sayang" bisik Zantisya bernada nakal tepat ditelinga Arjuno dan jangan lupakan aksi usil Zantisya yang memberikan kecupan disana membuat Arjuno semakin salah kaprah sendiri rasanya.


Arjuno langsung memberikan serangan lagi pada Zantisya. Mencecap penuh rasa mau yang menbara, menyesap atas dan bawah bi*bir Zantisya bergantian yang membuatnya candu. Memperdalam segalanya dengan saling berbelit Li*dah. Beruntung hal seperti ini sudah sering Zantisya rasakan saat Arjuno mulai modus jadi ia bisa mengimbangi mau suaminya bagaimana.


Tangan Arjuno bahkan sudah mulai bertingkah kemanapun ia mau sekarang. Pada akhirnya ia bisa sesuka hati bermain dengan tubuh istrinya sesuai maunya tanpa rasa takut istrinya merasa tak nyaman lagi.


Arjuno melepas pagutan mereka dan langsung membuka gaun seksi yang membuatnya panas dingin sejak menatap istrinya tadi dan langsung melemparnya ke sembarang arah.


Kini hanya menyisakan pakaian dalam yang nggak kalah seksinya. Sejujurnya ia sedikit heran dengan Zantisya. Dari mana perempuan polosnya ini mendapatkan ide brilian seperti ini.


Arjuno mulai merebahkan tubuh istrinya di sofa tanpa melepaskan tautan hot mereka. Kecupan Arjuno turun mengabsen leher kokoh Zantisya membuat perempuan itu mengeluarkan suara orang khas yang sedang bermain riang.


Seketika itu Zantisya mengingat suara aneh yang ia dengar saat melihat Bima dan Evita dulu kala saat kini dengar suaranya sendiri.


Sekelebet ketakutan menghampirinya, tapi rasa itu bisa kalah dengan apa yang sudah ia mau lakukan bersama suaminya kini.


"Kita harus pindah ke kamar sayang" ucap Arjuno yang langsung menggendong Zantisya ala bridal style.


Zantisya langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher arjuno. Arjuno melangkah pelan sambil mencecap lagi istrinya.


Tangan Zantisya langsung membuka pintu kala mereka sudah ada di depan pintu dan langsung menutupnya kala arjuno sudah melangkah masuk.

__ADS_1


Arjuno sendiri masih sempatnya terus berpikir nakal akan berapa kali ia mengerjai istrinya malam ini.


Zantisya memilih memejamkan matanya kala Arjuno melepas celananya sendiri.


"Buka mata mu sayang" Bisik Arjuno yang kini sudah mengurung Zantisya yang ada dibawahnya.


Zantisya mulai membuka matanya kembali dan menatap tepat mata Arjuno. "Kamu harus terbiasa melihat ku seperti ini atau bahkan lebih sering dalam setiap saat"


"Aku akan siap kapan pun mas mau" tangan Zantisya membeli wajah Arjuno.


Arjuno mulai beraksi saat setelah membisikkan doa pada istrinya. Kini ia telah berhasil membuka pakaian dalam bagian atas Zantisya. Ia harus memberikan foreplay terlebih dulu agar tubuh Zantisya merasa nyaman dan rileks.


Arjuno menatap aset kembar kebanggan perempuan itu, bibir Arjuno tersenyum menatap hal yang membusung nampak sangat menantangnya.


Tangannya membelai dengan meninggalkan cubitan kecil pada ujungnya membuat nafas Zantisya semakin tak beraturan.


Seolah tertantang oleh lawan Arjuno langsung melahapnya dengan sangat rakus dan sangat kuat secara bergantian sehingga sang lawan merintih kan suara yang sangat merdu. Membuat semangatnya berkobar membara.


Arjuno tidak ingin buru-buru meski itu bukan kali pertamanya untuk keduanya. Menurutnya.


'


Sudah dirasa cukup Arjuno langsung melepas penutup terakhir istrinya dan memberikan sentuhan disana yang sudah lembab membuat Zantisya terpekik.


Zantisya mengangguk cepat karena merasa sudah sangat tersiksa dengan skinship Suaminya. "Lakukan mas"


Arjuno langsung membawa Zantisya ke permainan inti. Awalnya yang Arjuno yakini akan mudah melakukan segalanya sama seperti saat bersama Vina dulu, tapi nyatanya ia harus ekstra kuat semangat empat lima membobol gawang lawan.


Arjuno mengira karena tubuh Zantisya belum rileks karena Zantisya terus merintih kesakitan hingga menangis sampai mencakar punggungnya.


"Kita berhenti saja dek" ucap Arjuno yang tidak tega.


"Bukankah ini wajar. Aku bisa tahan kok, mas jangan hiraukan suara ku yang mungkin kesakitan"


Karena Zantisya meyakinkan untuk melanjutkan pertandingan, akhirnya Arjuno menuruti saja.


Ia pikir karena mungkin ini yang pertama kali setelah menjanda maka Zantisya harus sesuaikan dirinya dimasuki lagi.


Sangat sulit, itulah yang dipikir Arjuno selama terus menerobos gawang lawan. Dan kala mereka sudah sempurna menyatu Zantisya langsung mencium bibir Arjuno sesaat.

__ADS_1


"Aku cinta sama mas" ucap Zantisya pertama kalinya mengungkapkan isi hatinya. "Tolong bergerak pelan ya mas karna ini yang pertama untuk ku"


Deg


Jantung Arjuno berdetak dengan sangat cepat karena terkejut. Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya ia mendengar Zantisya mengungkapkan cinta saat pertama kalinya ia memasuki istrinya dengan sempurna.


Dan kini ia menerima kenyataan bahwa ini yang pertama untuk istrinya. Perasaan Arjuno jadi nano-nano sekarang. sungguh sulit diungkapkan kala rasa bahagia dan terkejut dan yang lainnya campur menjadi satu.


Pantas saja ia sangat kesulitan membobol gawang hingga membutuhkan kekuatan ekstra banyak, ternyata ia mendapatkan seorang istri dengan status janda tapi perawan. Membuat hatinya ingin bersorak riang gembira sambil lompat-lompat.


Sungguh nikmat mana yang bisa ia dustakan, apa lagi rezeki ini Arjuno dapatkan dari perempuan yang membuatnya jatuh cinta tanpa ia duga.


Arjuno mulai bergerak, perlahan namun pasti. memberikan kenyamanan untuk istrinya karena ini yang pertama untuknya. Arjuno tidak ingin bertingkah bar-bar sehingga menimbulkan trauma untuk istrinya. Bisa bahaya kalau istrinya trauma sehingga tidak mau diajak beginian lagi. Nganggur lagi kan nggak lucu.


Malam semakin sunyi yang biasanya mereka habiskan dengan saling berpelukan hingga terlelap kini mereka melakukan hal baru yang mungkin akan lebih sering lagi mereka rasakan. Kamar yang biasanya sunyi kini telah ramai dengan suara khas pasangan yang tengah memadu kasih.


Kini Zantisya berada di dalam dekapan suaminya. Arjuno terus mengusap punggung sang istri dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya.


Rencana nakalnya jelas gagal total, lebur berkeping-keping. Niat hati saat Zantisya menyerahkan diri ia akan mengerjai istrinya hingga dua, tiga, empat atau lima ronde mungkin, kini hanya tinggalah mimpi dan bayangan nakal yang tidak terealisasi.


Namun semua itu tidak ia permasalahkan karena telah mendapatkan sebongkah kenikmatan yang mampu mengalahkan semua mimpi nakalnya yang disusun dengan sangat rapi.


Toh masih bisa di lakukan besok hari karena jika sekarang, ia tidak tega mendengar rintih kesakitan istrinya walau ujungnya sama-sama enak.


Zantisya pindah posisi tidur lebih ke atas agar wajahnya bisa sejajar dengan wajah Arjuno.


"Mas…"


Arjuno langsung membuka kedua matanya dan menatap mata istrinya lekat. "Kenapa sayang"


Zantisya membelai wajah Arjuno dan sesekali mengusap rambut lelaki yang telah menjadi pemilik hatinya sejak pertemuan mereka dulu. Zantisya mengecup bibir Arjuno sejenak. "Aku cinta sama mas"


Arjuno menyentuh tangan Zantisya yang terus mengusap wajahnya. Arjuno langsung mencium telapak tangan Zantisya. "Aku juga cinta sama kamu dek" Arjuno tersenyum menatap istrinya. "Kita tidur sekarang?"


Bersambung...


Maaf ya author itu kan aslinya polos cuma ini mode kebablasan aja jadi gak tau kejauhan apa nggak khilafnya😂


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


Mulai besok Aku update 1 bab dulu ya stok bab ku minim 😭 otak tumpul gak bisa mikir gara2 ini


Upsss...🤭


__ADS_2