HUJAN, Beri Aku Cinta

HUJAN, Beri Aku Cinta
BAB 27 MENEMUKAN MU


__ADS_3

Sejak tadi Arjuno jari terus menggeser-geser layar ponselnya. Saat ini duda tampan itu sedang melihat foto-fotonya bersama Zantisya kala berlibur disebuah tempat wisata. "Kamu dimana dek" gumam Arjuno tepat saat foto Zantisya yang sedang tersenyum seolah tengah menatapnya.


Sudah hampir satu tahun Arjuno mencari keberadaan Zantisya. Arjuno mengunjungi rumah Zantisya namun tetangga hanya mengetahui kepergian Zantisya saat pagi buta. Arjuno sering mengunjungi makam bapak Zantisya berharap menemukan gadis itu namun tetap nihil. Arjuno juga sampai pergi mengunjungi setiap tempat dimana ia dan Zantisya sering bertemu dengan tidak sengaja namun hasilnya tetap sama.


"Bagaimana perasaan mu saat itu dek? Apa kejadian itu sungguh menyakiti mu?" gumam Arjuno.


Kejadian di mall itu memang sempat viral di media sosial. Bagaimana mungkin seorang pengusaha terkenal, Bima Sanjaya melakukan pernikahan diam-diam tanpa tercium media cetak dan elektronik. Pernikahan yang hanya diketahui segelintir orang. Hingga tiba-tiba viral masalah rumah tangga pimpinan Sanjaya Group di sebuah pusat perbelanjaan.


"Beri aku waktu ya Allah. Jika memang jodoh tolong segera pertemukan kami"


"Zan tolong antar ini ke ruangan pak Arko" perintah Nuri.


"Kok aku sih mbak" protes Zantisya. Bukannya dia nggak mau membantu atau nggak sopan. Itu karena Zantisya tidak pernah melakukan pela*yanan secara langsung pada pelanggan. Dan sekarang tiba-tiba ia harus mengantar minuman dan camilan ke ruangan bos mereka. Semua orang memanggilnya Pak Arko. Yang selama ini Zantisya ketahui nama bosnya memang Arko.


"Pak Arko baik kok, santai aja. Udah cepet nggak usah banyak mikir. Kita semua lagi sibuk" ucap Nuri.


Kenyataannya memang siang ini terlihat sangat banyak pengunjung.


"Baik mbak" ucap Zantisya akhirnya. Ia melangkah menuju lantai dua dimana ruangan bos mereka.


Zantisya merasa gugup, takut melakukan kesalahan saat pertama kali bertemu dengan bos mereka.


Tok…


Tok…


Tok…


Zantisya langsung mengetuk pintu kala sudah berdiri didepan ruangan bosnya.


"Masuk" interupsi dari dalam.


Zantisya langsung membuka pintu dan langsung melangkah menuju meja yang terdapat seseorang sedang duduk di sebuah sofa sambil membaca berkas.


Semakin dekat melangkah semakin Zantisya mencium wangi khas yang sangat sudah lama tidak memenuhi indra penciumannya itu.


Namun Zantisya tidak ingin menduga-duga, dengan sigap hatinya mengenyahkan pikiran tetang sang pemilik wangi tubuh yang ia kenali.


"Saya permisi pak" ucap Zantisya setelah meletakkan dua gelas teh dan beberapa camilan ringan.


"Dek Kemala" panggilnya.


Deg


Tentu saja Zantisya kaget mendengar suara khas lelaki itu, belum lagi saat orang itu memanggilnya menggunakan nama belakangnya. Hanya Arjuno yang dia kenal yang memanggilnya menggunakan nama belakang.

__ADS_1


Zantisya mengangkat wajahnya menatap lelaki yang memanggilnya barusan. "Mas Arjun."


"Akhirnya aku menemukan mu dek" ucap Arjuno tersenyum dengan binar sangat bahagia. Ia melangkah mendekat pada Zantisya. "Selama hampir satu tahun ini, aku udah nyari kamu dimana sering kali kita ketemu dulu dek tapi nggak ketemu. Dan ternyata kamu disini? Apa selama ini kamu kerja disini dek? tanya Arjuno antusias.


"Iya mas aku kerja disini."


"Tapi kenapa aku nggak pernah lihat kamu dek?"


"Tapi untuk apa mas nyari aku?"


Arjuno sedikit membungkuk agar wajahnya sejajar dengan Zantisya membuat gadis itu tidak mendongakkan wajahnya lagi.


"Aku memintamu untuk mencari ku dan kembali padaku" lirih Arjuno. Mata mereka saling bertatapan begitu dalamnya.


"Karena adek nggak datang atau bahkan nggak akan datang jika aku menunggu. Maka aku harus mencari mu kan?" ucap Arjuno lagi.


Zantisya mundur satu langkah sambil menundukkan wajahnya memutuskan tautan netra mereka.


"Maaf mas, saya harus kerja. Saya takut pak Arko akan memecat saya nantinya" jelas Zantisya. Kemudian meninggalkan Arjuno yang tengah cengok mendengar ucapan Zantisya.


"Arko kan aku"Batin Arjuno sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa selama ini dia nggak tahu Arko itu singkatan dari nama ku" batin Arjuno lagi.


Saat lelaki itu menyadari kalau gadis yang ia cari sudah keluar dari ruangannya, Arjuno langsung cepat keluar dan berniat mengejar Zantisya. Namun semua harus urung karena klien yang akan melakukan kerja sama dengannya sudah melangkah menuju kearahnya.


Arjuno menghela nafas. "Kerja Uno kerja" ucapnya menyemangati diri sendiri.


Sore harinya barulah pekerjaan Arjuno selesai. Tak ingin membuang waktu lama, Arjuno langsung turun mencari manajernya. "Nur, pak Rudi dimana?" tanya Arjuno pada Nuri saat melihat gadis itu selesai mengantar pesanan pelanggan.


"Pak Rudi kan tadi pergi ke kantor pusat pak" jawab Nuri mengingatkan.


Padahal tadi Arjuno sendiri yang meminta Rudi untuk ke kantor pusat mengantar berkas penting pada sekretarisnya. Arjuno menepuk jidatnya sendiri karena lupa.


"Astaghfirullah. Kemala kerja dibagian apa nur?"


"Kemala? Kemala siapa pak?" tanya Nuri bingung.


"Zantisya kemala" ulang Arjuno agar lebih jelas.


"Oh... Zan. Zan bagian cuci piring pak"


"Apa…" Pekik Arjuno terkejut. Bagaimana mungkin gadis yang ia cari, perempuan yang membuatnya jatuh cinta bekerja jadi di bagian cuci piring, Padahal itu sudah Arjuno perintahkan bagian itu harus seorang lelaki karena pasti akan sangat melelahkan walau bekerja tidak seorang diri.


"Kenapa pak?" tanya Nuri jadi heran.


"Pantas saja selama ini aku nggak ketemu dia. Mau seribu kali pun aku kesini kalau dia bekerja di belakang mana mungkin aku menemukanmu dek" batin Arjuno.

__ADS_1


"Nggak apa-apa nuri"


"Eh pak Arko mau kemana?" tanya Nuri yang melihat Arjuno masuk menuju dapur.


"Nyari Kemala"


"Zan tadi saya suruh pulang pak karena sejak tadi wajahnya pucat banget"


"Loh dia sakit?" tanya Arjuno mulai khawatir.


Nuri mengangguk. "Zan tadi pucat terus keluar keringat dingin pak jadi saya suruh pulang aja"


"Dia tinggal dimana?"


Setelah kepergian Arjuno, Nuri dan teman-temannya yang mendengar percakapan mereka tadi jadi bergosip. Menduga-duga hubungan apa yang dimiliki Zantisya dengan Arjuno.


Sesampainya didepan kost Zantisya, Arjuno belum juga keluar dari mobilnya. "Ini aku kok jadi lola gini sih. Kenapa tadi nggak minta nomor hape kemala sama nuri" akhirnya Arjuno ngedumelin dirinya sendiri.


Saat Arjuno akan menelpon ke restoran tiba-tiba Zantisya datang dan akan memasuki gerbang kostnya. Arjuno tentu saja buru-buru keluar dari mobil.


"Dek" teriak Arjuno. Zantisya langsung menoleh menatap Arjuno yang melangkah mendekatinya.


"Dek kamu sakit? Ayo aku antar ke klinik" tawar Arjuno khawatir.


"Mas ngapain disini?"


"Ayo ku antar ke klinik" kekeh Arjuno mengajak Zantisya.


"Mas, aku nggak apa-apa. Ini udah mendingan kok, tadi sudah minum obat. Mas ngapain disini?"


"Aku" tunjuk Arjuno pada diri sendiri. "Ya nyari kamu lah dek"


"Ada urusan apa mas?"


"Apa nggak ada tempat lain yang nyaman buat kita ngobrol?"


Akhirnya Zantisya mengajak Arjuno duduk di sebuah taman. Sore itu cuaca sangat sejuk. Taman pun nampak ramai para muda mudi.


"Aku masih menunggu jawaban mu dari ucapan ku malam itu dek" ucap Arjuno tiba-tiba memecah kediaman diantara keduanya. Sepertinya Arjuno tidak ingin basa basi dengan perempuan yang duduk di sampingnya.


"Aku…"


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit ❤️

__ADS_1


__ADS_2